Definisi

Apa itu pemeriksaan feses?

Pemeriksaan feses adalah serangkaian tes yang dilakukan pada sampel feses (kotoran) untuk membantu mendiagnosis kondisi tertentu yang mempengaruhi saluran pencernaan. Kondisi ini dapat mencakup infeksi (seperti dari parasit, virus, atau bakteri), penyerapan nutrisi yang buruk, atau kanker.

Untuk pemeriksaan feses, sampel feses dikumpulkan dalam wadah bersih dan kemudian dikirim ke laboratorium. Analisis laboratorium meliputi pemeriksaan mikroskopis, tes kimia, dan tes mikrobiologis. Feses akan diperiksa untuk warna, konsistensi, jumlah, bentuk, bau, dan adanya lendir. Feses dapat diperiksa untuk  darah, lemak, serat daging, empedu, sel darah putih, dan gula tersembunyi yang disebut zat pengurang. PH feses juga dapat diukur. Pembudidayaan feses dilakukan untuk mengetahui apakah bakteri dapat menyebabkan infeksi.

Kapan saya perlu menjalani pemeriksaan feses?

Pemeriksaan feses dilakukan untuk:

  • membantu mengidentifikasi penyakit pada saluran pencernaan, hati, dan pankreas. Enzim tertentu (seperti tripsin atau elastase) dapat dievaluasi dalam feses untuk membantu menentukan seberapa baik pankreas berfungsi
  • membantu menemukan penyebab gejala yang mempengaruhi saluran pencernaan, termasuk diare berkepanjangan, diare berdarah, peningkatan jumlah gas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kembung, sakit perut dan kram, serta demam
  • pemeriksaan kanker usus besar dengan memeriksa darah yang tersembunyi  (okultisme)
  • mencari parasit, seperti cacing kremi atau Giardia
  • mencari penyebab infeksi, seperti bakteri, jamur, atau virus
  • memeriksa miskinnya penyerapan nutrisi oleh saluran pencernaan (sindrom malabsorpsi). Untuk tes ini, sampel feses dikumpulkan selama periode 72-jam dan kemudian diperiksa untuk lemak (dan kadang-kadang untuk serat daging). Tes ini disebut koleksi feses 72 jam atau tes lemak feses kuantitatif

 

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani pemeriksaan feses?

Kultur feses dilakukan untuk mengetahui penyebab infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Pemeriksaan feses untuk mengukur tripsin atau elastase tidak dapat diandalkan seperti tes keringat untuk mendeteksi fibrosis kistik.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani pemeriksaan feses?

Banyak obat-obatan yang dapat mengubah hasil tes ini. Anda perlu untuk menghindari obat-obatan tertentu, tergantung pada jenis pemeriksaan feses Anda jalani. Anda mungkin harus berhenti minum obat-obatan seperti antasida, obat antidiare, obat-obatan antiparasite, antibiotik, obat pencahar, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) selama 1 sampai 2 minggu sebelum Anda melakukan tes. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda tentang semua obat-obatan resep dan nonresep yang Anda konsumsi.

Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda:

  • baru saja menjalani x-ray menggunakan bahan kontras barium, seperti enema barium atau seri pencernaan bagian atas (menelan barium). Barium dapat mengganggu hasil tes
  • baru saja bepergian dalam beberapa pekan terakhir atau bulan, terutama jika Anda telah bepergian ke luar negeri. Hal ini membantu dokter Anda  untuk melihat parasit, jamur, virus, atau bakteri yang mungkin menyebabkan masalah

Jika feses Anda akan diuji untuk darah, Anda mungkin perlu menghindari makanan tertentu selama 2 sampai 3 hari sebelum tes. Hal ini tergantung pada jenis tes feses Anda gunakan. Jangan melakukan tes selama periode menstruasi atau jika Anda memiliki perdarahan aktif atau wasir. Jika Anda tidak yakin tentang bagaimana mempersiapkannya, minta bantuan dokter Anda.

Bagaimana proses pemeriksaan feses?

Pemeriksanaa ini membutuhkan sampel feses Anda.

Ada banyak cara untuk mengumpulkan sampel:

  • Anda dapat menyimpan feses di bungkus plastik yang longgar yang ditempatkan di atas lubang toilet (pada toilet duduk). Kemudian pindahkan sebagian sampel ke dalam wadah bersih
  • tersedia perlengkapan tes yang memasok tisu toilet khusus yang bisa Anda gunakan untuk mengumpulkan sampel. Setelah mengumpulkan sampel, Anda akan memasukkannya ke dalam sebuah wadah
  • jangan mencampur urine, air, atau tisu toilet dengan sampel fese

Untuk anak-anak yang memakai popok:

  • balut popok dengan bungkus plastik
  • posisikan bungkus plastik sehingga akan mencegah tercampurnya urin dan feses. Hal tersebut akan memberikan sampel feses yang lebih baik

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani pemeriksaan feses?

Berikan sampel ke laboratorium sesegera mungkin. Jangan sampai ada tissue toilet atau air seni dalam sampel tersebut.

 

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Skor normal yang ada pada daftar ini (disebut referensi kisaran hanya berfungsi sebagai panduan. Kisaran ini bervariasi dari satu laboratorium dengan laboratorium lainnya, dan laboratorium Anda mungkin memiliki skor normal yang berbeda. Laporan laboratorium Anda biasanya akan memuat berapa kisaran yang mereka gunakan. Dokter Anda juga akan memeriksa hasil tes Anda berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan faktor lainnya. Hal ini berarti jika hasil tes Anda masuk kisaran abnormal dalam panduan ini, bisa saja di laboratorium Anda atau untuk kondisi Anda skor tersebut termasuk ke kisaran normal.

Hasil uji pemeriksaan feses biasanya keluar minimal dalam  1 sampai 3 hari.

Pemeriksaan Feses
Normal: Feses tampak coklat, lembut, dan berbentuk konstan baik
Feses tidak berdarah, berlendir, bernanah, tidak mengandung serat daging yang tidak tercerna, bakteri berbahaya, virus, jamur, atau parasit
Feses berbentuk silinder
pH feses berkisar antara 7.0–7.5
Feses mengandung kurang dari 0.25 gram per desiliter (g/dL) (kurang dari 13,9mmol per liter (mmol/L) gula sebagai faktor pengurang
Feses mengandung 2-7 gram lemak per 24 jam (g/24h)
Abnormal: Feses berwarna hitam, merah, putih, kuning, atau hijau
Feses cair atau sangat keras
Feses terlalu banyak
Feses mengandung darah, lendir, nanah, serat daging tak tercerna, bakteri berbahaya, virus, jamur, atau parasit
Feses mengandung kadar enzim yang rendah, seperti trypsin atau elastase
pH feses kurang dari 7 atau lebih dari 7,5
Feses mengandung 0.25 g/dL (13.9 mmol/L) gula sebagai faktor pengurang
Feses mengandung lebih dari 7g/24h lemak (jika konsumsi lemak Anda berkisar 100g per hari)

Banyak kondisi yang dapat mengubah hasil pemeriksaan feses. Dokter Anda akan berbicara dengan Anda tentang semua hasil abnormal yang mungkin terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan Anda.

Nilai abnormal

Tingginya kadar lemak dalam feses dapat disebabkan oleh penyakit seperti pankreatitis, tukak lambung (penyakit celiac), cystic fibrosis, atau gangguan lain yang mempengaruhi penyerapan lemak. Kehadiran serat daging dalam feses dapat disebabkan oleh pankreatitis. Feses dengan pH rendah dapat disebabkan oleh penyerapan yang buruk dari karbohidrat atau lemak. Feses dengan pH yang tinggi dapat berarti peradangan pada usus (kolitis), kanker, atau penggunaan antibiotik. Darah dalam feses dapat disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan. Sel darah putih dalam feses dapat disebabkan oleh peradangan pada usus, seperti kolitis ulserativa, atau infeksi bakteri. Rotavirus adalah penyebab umum dari diare pada anak-anak. Jika diare hadir, pengujian dapat dilakukan untuk mencari rotavirus dalam feses. Tingginya kadar faktor pengurang dalam feses bisa berarti masalah pencernaan untuk beberapa jenis gula. Rendahnya tingkat faktor pengurang dapat disebabkan oleh sariawan (penyakit celiac), cystic fibrosis, atau malnutrisi. Obat pil seperti colchicine (untuk asam urat) atau kontrol kelahiran juga dapat menyebabkan tingkat  faktor pengurang menjadi rendah.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca