Vaginismus

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu vaginismus?

Vaginismus adalah gangguan di mana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Ini merupakan suatu disfungsi seksual yang terjadi pada vagina. 

Otot vagina akan mengetat atau mengejang ketika mendapatkan sentuhan pada area vagina. Hal ini bisa menjadi masalah besar bagi psikologis Anda dan pasangan, jika tidak diatasi. 

Vaginismus tidak mempengaruhi gairah seksual, tapi dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual. 

Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit. Vaginismus dapat berlangsung seumur hidup (primer) atau sementara (sekunder).

Disfungsi seksual ini dapat menghambat seseorang ketika ingin menikah dan membangun sebuah rumah tangga, serta dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dalam menjalani suatu hubungan.

Seberapa umum vaginismus?

Vaginismus sangat umum terjadi pada wanita. Banyak wanita pernah memiliki kondisi ini secara ringan dalam hidup. 

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Vaginismus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginismus?

Setiap penderita mungkin akan memiliki gejala yang berbeda. Contohnya ada perempuan yang vaginanya tidak dapat disentuh sama sekali, sehingga tidak bisa melakukan seks penetrasi karena otot pada vaginanya akan menutup sepenuhnya.

Sementara itu, ada juga yang bisa mentoleransi beberapa sentuhan, seperti sentuhan pembalut pada vaginanya. Ada juga yang mampu melakukan hubungan seks, tapi akan mengalami nyeri yang luar biasa. Ada yang sakitnya mereda setelah seks usai, ada pula yang masih terasa hingga seks tersebut selesai.

Pendapat lain menyatakan bahwa ada beberapa penderita yang dapat menikmati kepuasan seks. Mereka dapat melakukan masturbasi atau oral seks dengan pasangannya, atau keintiman lainnya, bahkan ada yang bisa mencapai orgasme dengan hal-hal tersebut. Namun, yang tidak bisa dilakukannya adalah melakukan seks penetrasi.

Gejala-gejala vaginismus dapat bervariasi tingkat keparahannya. Gejala-gejala umum dari kondisi ini biasanya meliputi:

  • Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) dengan vagina yang perih atau mengencang sehingga menyebabkan rasa sakit
  • Kesulitan atau tidak dapat melakukan penetrasi
  • Rasa sakit seksual jangka panjang dengan atau tanpa penyebab yang diketahui
  • Rasa sakit saat memasang tampon
  • Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis
  • Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau Anda merasa kehidupan seksual Anda terganggu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab vaginismus?

Vaginismus tidak memiliki penyebab yang jelas. Namun, beberapa faktor fisik dan non-fisik dapat berkontribusi pada kelainan ini. Pada beberapa kasus yang serius, kombinasi hal-hal berikut dapat menyebabkan vaginismus.

Vaginismus bisa disebabkan karena trauma, sehingga penderita vaginismus menolak untuk melakukan seks, karena sudah terbayang rasa sakit yang akan dirasakan.

Bahkan, ada yang mengalami kehilangan gairah seksualnya ketika mencoba melakukan seks penetrasi. Ini disebabkan karena rasa tak nyaman tersebut.

Memang ada beberapa faktor yang membentuk terjadinya vaginismus, tapi belum ada penjelasan yang dapat dipahami tentang vaginismus itu harus terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah:

Berpikir negatif tentang berhubungan seksual

Hal ini bisa disebabkan karena trauma atau pola pikir yang terbentuk saat ia beranjak dewasa atau akibat kurangnya edukasi seks dan diskusi mengenai seks. Terdapat asumsi yang terkonsep pada pikiran perempuan bahwa seks itu adalah sesuatu yang menyakitkan. 

Tak hanya itu, rumor yang telah tersebar di masyarakat, dari telinga ke telinga, bahwa ketika pertama kali melakukan hubungan seks akan terasa menyakitkan.

Kekerasan seksual

Hal ini bisa menyebabkan trauma yang membekas di pikiran seorang wanita. Hubungan seksual adalah sesuatu yang intim. 

Pemaksaan menjadikan seseorang hilang kuasa atas dirinya sendiri, karena keintiman adalah hal yang harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak. Dampaknya bisa sampai menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi korban. 

Jika trauma membekas, perlahan hal tersebut juga akan menetap di alam bawah sadar seseorang. Korban pun akan mengalami kilas balik, ketika ia melihat atau merasakan hal yang menstimulasi otaknya teringat pada kejadian menyakitkan itu.  Lalu otak mengirim respon untuk melindungi dirinya.

Adanya kerusakan pada vagina

Salah satu contohnya adalah adanya robekan yang tidak bisa disembuhkan pasca persalinan.

Sakit di sekitar vagina

Kondisi ini termasuk pada gejala vulvodynia, yaitu adanya sensasi panas dan tersengat, rasa sakit bisa lebih parah saat penderita duduk.

Takut hamil

Pemikiran seperti ini bisa juga disebabkan karena kurangnya edukasi mengenai seks, bahwa risiko kehamilan memang selalu ada ketika melakukan hubungan seksual, namun proses pembuahan itu tidak terjadi semudah itu. 

Otak mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh sebagai proteksi dari ‘hal yang mengancam’.

Permasalahan dalam hubungan

Hal ini bisa disebabkan kurangnya keterbukaan atau kepercayaan terhadap pasangan. Menumpuknya masalah dalam suatu hubungan juga berpengaruh pada hubungan seksual.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk vaginismus?

Ada banyak faktor risiko untuk vaginismus, yaitu:

  • Riwayat kekerasan seksual atau trauma
  • Prosedur medis yang menakutkan saat masa kecil
  • Hubungan seksual pertama yang menyakitkan
  • Masalah pada hubungan
  • Halangan seksual
  • Takut hamil
  • Ingatan rasa sakit sebelumnya akibat infeksi, operasi, atau kondisi ginekologis lainnya.

Pengobatan

Bagaimana vaginismus didiagnosis?

Anda akan ditanyai tentang gejala dan sejarah medis. Pemeriksaan fisik akan dilakukan. Kejang pada vagina dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. 

Dokter mungkin juga akan menanyakan masalah apa yang pertama kali Anda rasakan, seberapa sering, dan apa pemicunya. Riwayat seksual Anda pun akan ditanya, termasuk apakah Anda pernah mengalami kekerasan seksual.

Pemeriksaan panggul 

Pemeriksaan panggul dapat mengonfirmasi diagnosis vaginismus. Umumnya, wanita dengan kondisi ini akan gugup atau takut saat melewati sesi pemeriksaan panggul. Diskusikan pada dokter Anda soal posisi yang paling nyaman. 

Jika dokter menduga Anda terkena vaginismus, mereka akan melakukan pemeriksaan dengan lembut. Dokter mungkin meminta Anda untuk membantunya mengarahkan tangan atau alat medis ke dalam vagina untuk membuat penetrasi lebih mudah. 

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan melihat apakah ada tanda-tanda infeksi atau luka. Jika tidak ditemukan, itu berarti Anda memang mengidap vaginismus. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati vaginismus?

Pilihan perawatan bervariasi, tergantung pada penyebab rasa sakit. Untungnya, vaginismus adalah salah satu gangguan pada wanita yang paling sering berhasil disembuhkan. 

Biasanya, vaginismus akan diobati dengan terapi relaksasi vagina, terapi emosional dan operasi.Berikut ulasan lengkapnya:

Obat-obatan

Pada kasus infeksi atau kondisi medis yang berkontribusi pada rasa sakit, mengatasi penyebab dengan pengobatan dapat memperbaiki kondisi Anda. Mengganti pengobatan yang diketahui menyebabkan masalah lubrikasi juga dapat mengeliminasi gejala. 

Banyak wanita yang sudah mengalami menopause disebabkan kurangnya pelumas akibat rendahnya kadar estrogen. Sering kali, kondisi ini dapat ditangani dengan estrogen topikal yang dioleskan langsung pada vagina.

Latihan Kegel

Selain itu, latihan kendali pelvic floor (latihan Kegel) dan latihan vagina dapat meringankan rasa sakit secara perlahan dan membantu mengatasi vaginismus. Latihan

Kegel meliputi aktivitas kontraksi dan relaksasi yang membantu meningkatkan kendali otot pelvic floor. Latihan vagina bertujuan untuk membantu Anda terbiasa dengan objek yang masuk ke dalam vagina.

Senam yang dilakukan adalah dengan melakukan pengencangan otot, sama halnya ketika Anda menahan buang air kencing. Berikut langkah-langkah melakukannya:

  • Kosongkan kantung kemih Anda
  • Tahan otot-otot dasar panggul Anda selama dua hingga 10 detik
  • Kendurkan otot selama 10 detik
  • Ulangi langkah ini sebanyak 10 kali, tiga kali sehari.

Setelah Anda latihan senam Kegel, keesokan harinya, Anda bisa mencoba memasukkan jari – sekitar satu buku jari Anda, ke dalam vagina sambil melakukan senam Kegel. 

Anda bisa melakukan latihan ini saat mandi, sehingga air bisa menjadi pelumas vagina Anda. Jangan lupa perhatikan kebersihan kuku Anda terlebih dahulu. Jika otot vagina Anda berkontraksi saat memasukan jari Anda, Anda bisa berhenti, tetapi cobalah untuk melakukannya lagi ketika Anda sudah sedikit nyaman.

Operasi

Operasi adalah opsi lainnya yang digunakan untuk memperlebar vagina. Hal ini mungkin perlu dilakukan pada situasi tertentu. 

Sebagai contoh, apabila operasi sebelumnya menyebabkan jaringan luka yang membatasi vagina, seperti episiotomi saat persalinan. 

Pada kasus ini, operasi kecil dapat membantu mengangkat jaringan luka, dengan memotong jaringan luka dengan hati-hati dan menjahit dengan jahitan kecil. Operasi dapat dilakukan dengan anestesi lokal atau umum.

Terapi dan konseling seks

Jika penyebab vaginismus Anda adalah masalah psikologis seperti trauma dan ketakutan-ketakutan tertentu, Anda bisa berkonsultasi pada terapis. Ini membantu Anda untuk menyembuhkan akar dari ketakutan Anda. 

Jangan ragu untuk berbicara pada ahlinya karena disfungsi seksual bisa merusak keharmonisan Anda dan pasangan Anda.

Konseling dapat melibatkan Anda sendiri atau dengan pasangan Anda. Bekerja dengan seorang konselor spesialis gangguan seksual dapat membantu. 

Teknik relaksi dan hipnosis juga dapat meningkatkan relaksasi dan membantu Anda merasa lebih nyaman dalam berhubungan intim.

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vaginismus?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi vaginismus:

Berganti posisi

Jika Anda mengalami rasa sakit saat penetrasi, penis mungkin mengenai serviks atau menekan otot pelvic floor, menyebabkan rasa sakit atau kram.

Berganti posisi dapat membantu. Anda dapat mencoba posisi di atas pasangan Anda saat berhubungan seks. Wanita biasanya memiliki kendali lebih dengan posisi ini, sehingga Anda dapat mengatur penetrasi sesuai dengan keinginan Anda.

Jujurlah pada pasangan

Mengatakan tentang apa yang terasa nikmat dan yang tidak. Jika Anda ingin pasangan Anda pelan-pelan, katakanlah.

Bersabar saat pemanasan hubungan seksual

Foreplay yang lebih lama dapat menstimulasi pelumas alami Anda. Anda juga dapat mengurangi rasa sakit dengan menunda penetrasi hingga Anda sudah merasa sangat bergairah.

Gunakan pelumas

Pelumas dapat membuat hubungan seks menjadi lebih nyaman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Apakah Vaginismus Bisa Disembuhkan?

    Menyembuhkan vaginismus dapat dilakukan dengan tiga langkah mudah untuk memulihkan kondisi vagina yang trauma. Simak solusinya berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

    Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

    Mengenakan celana dalam yang basah karena vagina lembap dan berkeringat tentu tidak nyaman. Lantas, bagaimana cara menghindarinya? Intip di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: Fajarina Nurin
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
    masker vagina

    Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020