Telinga Berdenging (Tinnitus)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu telinga berdenging (tinnitus)?

Telinga berdenging, atau dalam bahasa medis disebut dengan tinnitus, adalah sensasi munculnya dering atau denging di telinga akibat suatu kondisi. Tinnitus biasanya berkaitan dengan kondisi kehilangan pendengaran saat usia menua, cedera telinga, atau gangguan sistem sirkulasi.

Tinnitus bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga Anda. Umumnya, telinga berdenging terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Tinnitus objektif

Tinnitus objektif adalah kondisi ketika Anda dan orang lain dapat mendengar kebisingan pada telinga Anda. Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah abnormal di dalam dan sekitar telinga. Tinnitus objektif adalah kondisi yang langka.

2. Tinnitus subjektif

Tinnitus subjektif adalah kondisi telinga berdenging yang lebih umum daripada jenis yang lainnya. Dalam kondisi ini, hanya Anda yang dapat mendengar raungan, dering, dan suara lainnya. 

Ini juga dapat disebabkan oleh masalah pada saraf pendengaran Anda dan bagian otak yang menafsirkan sinyal tertentu sebagai suara.

Meskipun mengganggu, tinnitus bukanlah pertanda serius. Kondisi telinga berdenging ini dapat memburuk seiring bertambahnya usia. Namun, bagi beberapa orang, kondisi telinga ini bisa membaik dengan pengobatan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Telinga berdenging relatif umum terjadi pada orang usia berapa pun. Sekitar 1 dari 5 orang mengalami hal ini.  

Wanita biasanya lebih sering mengalami dibandingkan lelaki. Anda bisa mencegah telinga berdenging dengan mengurangi faktor risiko Anda atau mengobatinya sesuai penyebab. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja gejala tinnitus?

Gejala umum dari tinnitus adalah Anda mendengar suara tanpa sumber yang jelas, yang dapat berupa:

  • Dering
  • Dengung
  • Deru
  • Decak
  • Mendesis

Dilansir dari Harvard Health Publishing, tinnitus adalah suatu gejala dari kondisi pendengaran. Beberapa orang yang mengidap telinga berdenging mungkin juga mengalami gejala:

  • Insomnia 
  • Kesulitan berkomunikasi
  • Depresi
  • Frustrasi
  • Mudah tersinggung

Sebagai tambahan, tergantung dari penyebab telinga berdenging, Anda mungkin juga mengalami:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala telinga berdenging di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Pada sebagian orang, telinga berdenging disebabkan oleh kondisi di bawah ini:

1. Kehilangan pendengaran berkaitan dengan usia

Bagi kebanyakan orang, kondisi ini terjadi sekitar usia 60 tahun. Hilangnya pendengaran dapat menyebabkan tinnitus. Istilah medis untuk jenis gangguan pendengaran ini adalah presbikusis.

2. Mendengar suara keras untuk jangka waktu panjang atau pendek

Suara keras, seperti yang berasal dari alat berat, gergaji mesin, dan senjata api, dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang berhubungan dengan kebisingan. Mendengarkan musik menggunakan headset juga bisa menyebabkan telinga berdenging jika didengarkan dengan suara keras dalam waktu yang lama. 

Tinnitus adalah kondisi yang bisa hilang dengan sendirinya jika terjadi akibat mendengar suara keras dalam jangka pendek, seperti menghadiri konser musik. Namun, baik paparan jangka pendek dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen. 

3. Penyumbatan kotoran telinga

Kotoran atau cairan telinga melindungi saluran telinga Anda dengan menjebak kotoran dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Ketika memiliki terlalu banyak kotoran telinga, akan menjadi sulit untuk menghilangkannya secara alami. 

Penyumbatan kotoran telinga dapat mengakibatkan gangguan pendengaran atau iritasi pada gendang telinga dapat terjadi, yang dapat menyebabkan tinnitus.

4. Perubahan tulang telinga

Kekakuan dari tulang-tulang di telinga tengah (otosklerosis) dapat memengaruhi pendengaran Anda dan menyebabkan tinnitus. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak normal, dan cenderung diwariskan dalam keluarga.

Penyebab lain tinnitus

Beberapa kondisi yang kurang umum lainnya yang bisa jadi penyebab tinnitus adalah:

1. Penyakit Meniere

Tinnitus bisa menjadi salah satu indikasi awal penyakit Meniere, sebuah gangguan telinga bagian dalam yang mungkin disebabkan oleh tekanan cairan telinga bagian dalam yang abnormal. 

2. Gangguan TMJ

Masalah dengan sendi temporomandibular, yaitu sendi di setiap sisi kepala bagian depan telinga, di mana tulang rahang bawah Anda bertemu tengkorak, dapat menyebabkan tinitus.  

3. Cedera kepala atau leher

Cedera kepala atau leher dapat memengaruhi telinga bagian dalam, saraf pendengaran, atau fungsi otak yang berhubungan dengan pendengaran. Beberapa kecelakaan biasanya menyebabkan tinnitus pada salah satu telinga saja. 

4. Neuroma akustik

Kondisi ini adalah tumor jinak non-kanker pada saraf yang membentang dari otak ke telinga bagian dalam Anda. Saraf tersebut mengendalikan keseimbangan dan pendengaran. 

Kondisi ini juga disebut sebagai schwannoma vestibular, yaitu kondisi yang menyebabkan tinnitus hanya pada satu telinga. 

5. Disfungsi tuba eustachius

Dalam kondisi ini, tabung di telinga yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan bagian atas Anda terus membesar sepanjang waktu. Ini membuat telinga Anda terasa penuh. 

Kehilangan sejumlah besar berat badan, kehamilan, dan terapi radiasi adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan ini. 

6. Kejang otot di telinga bagian dalam

Otot-otot di telinga bagian dalam bisa menegang (kejang) dan menyebabkan tinnitus, gangguan pendengaran, dan perasaan penuh di telinga. Ini terjadi tanpa alasan yang jelas, tetapi bisa juga disebabkan oleh penyakit saraf, termasuk multiple sclerosis

7. Pengobatan

Secara umum, semakin tinggi dosis obat-obatan ini, tinnitus semakin buruk. Telinga berdenging dapat terjadi karena efek samping dari penggunaan obat-obatan, yang mengandung:

  • Dosis tinggi dari aspirin, atau lebih dari 12 dosis harian dalam waktu lama
  • Obat diuretik, seperti bumetanide
  • Obat antimalaria, seperti klorokuin
  • Antibiotik dengan akhiran “-mysin”, seperti eritromisin dan gentamisin
  • Obat kanker tertentu, seperti vincristine

Sebagai tambahan, beberapa suplemen herbal, seperti nikotin dan kafein adalah penyebab tinnitus yang lain. 

8. Gangguan pembuluh darah terkait tinnitus

Pada kasus-kasus langka, tinnitus adalah kondisi yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Jenis ini disebut pulsatile tinnitus. Beberapa penyebab tinnitus akibat gangguan pembuluh darah adalah:

  • Aterosklerosis: pertambahan usia dan penumpukan kolesterol serta endapan lain membuat telinga tengah kehilangan elastisitas. Akibatnya aliran darah lebih kuat, dan Anda lebih peka terhadap ketukan/bunyi.
  • Tumor kepala dan leher: telinga berdenging ketika tumor menekan pembuluh darah pada kepala atau leher.
  • Tekanan darah tinggi: hipertensi dan faktor yang meningkatkan tekanan darah dapat membuat telinga berdenging lebih mudah dirasakan.
  • Aliran darah bergolak: penyempitan pada arteri atau vena di leher dapat menyebabkan aliran darah tidak teratur, yang menyebabkan telinga berdenging.
  • Malformasi kapiler (arteriovenous malformation/AVM) (AVM): adanya koneksi abnormal antara arteri dan vena yang menyebabkan telinga berdenging.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami telinga berdenging?

Beberapa faktor risiko untuk tinnitus adalah:

  • Paparan bunyi keras. Mendengarkan suara keras dalam waktu yang lama dapat merusak sel-sel rambut sensorik dalam telinga Anda. 
  • Faktor penuaan yang menyebabkan kerusakan koklea dan bagian dalam telinga lainnya, seperti gendang telinga, kadang bisa memicu telinga yang berdenging di sebelah kanan atau kiri. 
  • Jenis kelamin. Kondisi ini lebih sering terjadi kepada pria dibandingkan wanita.
  • Merokok. Perokok punya risiko yang lebih besar terkena telinga berdenging
  • Masalah kardiovaskular. Kondisi yang berhubungan dengan aliran darah Anda, seperti tekanan darah tinggi atau penyempitan arteri (aterosklerosis), dapat meningkatkan risiko telinga berdenging.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Cara tinnitus (telinga berdenging) didiagnosis adalah:

  • Uji pendengaran (audiologi). Anda akan duduk di ruang kedap suara dengan menggunakan earphone yang akan memainkan suara spesifik.  
  • Gerakan. Dokter akan meminta Anda menggerakkan mata, mengepalkan rahang, atau menggerakkan leher, lengan, dan kaki.
  • Tes Pencitraan. Pemeriksaan ini dapat berupa CT atau MRI scan.
  • Suara yang Anda dengar. Suara itu berupa decakan/keramaian/senandung/detak jantung/dering.

Bagaimana cara mengobati telinga berdenging (tinnitus)?

Pengobatan tinnitus biasanya akan tergantung pada penyebabnya. Berikut ini adalah pilihan pengobatan yang mungkin dapat mengatasi tinnitus.

1. Menyesuaikan pengobatan penyakit

Orang yang mengalami tinnitus karena efek samping pengobatan akan menyesuaikan konsumsi obat, dengan berhenti atau mengurangi dosis. 

2. Membersihkan kotoran telinga

Membersihkan kotoran telinga juga dapat mengobati kondisi ini. Namun, jika telinga berdenging disebabkan oleh penyakit Meniere, kondisi tersebut biasanya akan tetap ada meski telah diobati. 

3. Terapi suara

Terapi suara untuk tinnitus adalah metode yang menggunakan suara dari luar untuk mengubah persepsi atau reaksi pasien terhadap munculnya suara denging. Terapi ini tidak menyembuhkan kondisi telinga berdenging sebelah kiri atau kanan secara khusus.

Terapi suara dilakukan dalam empat cara, yaitu:

  • Masking: Metode ini berfungsi untuk memberikan pasien suara bising dari luar dengan volume yang cukup keras yang sebagian atau seluruhnya, guna menutupi suara dengungan di telinga mereka.
  • Menggunakan gangguan: Metode ini menggunakan suara dari luar untuk mengalihkan perhatian pasien dari bunyi tinnitus.
  • Habituasi: Metode ini membantu otak pasien untuk mengetahui mana suara tinnitus yang harus diabaikan dan mana suara yang harus didengar. 
  • Neuromodulasi: Metode ini menggunakan suara khusus untuk meminimalkan saraf yang aktif secara berlebihan, pasalnya hal ini dianggap sebagai penyebab tinnitus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi telinga berdenging?

Gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi tinnitus adalah:

1. Mengulum permen

Tak hanya menghilangkan rasa mabuk perjalanan, mengisap permen nyatanya juga bisa membantu Anda mengatasi suara berdenging di telinga Anda saat berkendara.

Mengulum atau mengisap permen saat pesawat mulai mendarat memungkinkan udara mengalir hingga tabung Eustachian. Ini juga berlaku saat Anda menelan, menguap, atau mengunyah. 

2. Mengatur pernapasan

Cobalah mengambil napas yang dalam, lalu embuskan secara perlahan dengan mulut tertutup sambil memencet/menutup hidung Anda (valsava manuver). Dengan cara ini, tidak ada udara yang ditiup keluar, tapi Anda akan mendorong udara dengan lembut ke dalam tabung Eustachian.

Jika Anda melakukan ini, Anda akan merasakan telinga Anda berbunyi ‘pop’ sebagai tanda bahwa udara didorong masuk ke dalam telinga bagian tengah. Hal ini sering dilakukan untuk mengatasi dengung pada telinga. 

3. Menguap

Menguap juga memiliki manfaat yang sama seperti menelan dan mengunyah. Itu sebabnya, cara ini juga diyakini dapat membantu Anda mengatasi telinga yang berdenging saat berkendara.

4. Menggunakan alat bantu dengar

Menggunakan alat bantu dengar khusus bisa membantu menumpulkan suara yang tidak diinginkan dan dapat membantu mengurangi tinnitus. Alat yang ditujukan bagi pasien dengan tinnitus ini dikenal dengan istilah masking hearing aid. 

5. Hindari suara yang sangat keras

Paparan terhadap suara yang terlalu keras bisa menyebabkan hilang pendengaran (tuli) dan masalah telinga lain. Suara yang keras termasuk suara mesin berat atau alat konstruksi, suara tembakan, kecelakaan mobil, atau konser yang keras dapat memicu terjadinya tinnitus akut.

Atur volume pada saat mendengarkan musik atau menelepon, jangan sampai terlalu keras atau terlalu lama. Apalagi kalau Anda menggunakan earphone atau headphone.

6. Jangan pakai cotton bud untuk membersihkan telinga

Untuk mengatasi telinga berdenging, banyak orang langsung menggunakan cotton bud karena mengira ada kotoran yang menyumbat telinga. Padahal, cotton bud justru berisiko menyebabkan terjadinya sumbatan pada telinga, infeksi telinga, dan kerusakan telinga.

Jangan masukkan apa pun ke dalam liang telinga Anda untuk mencegah iritasi atau bahaya pada telinga dalam. Hal ini tidak akan membantu mengatasi telinga berdenging. Lebih baik langsung periksa ke dokter dan minta dokter untuk membersihkan telinga Anda.

7. Hindari penggunaan obat-obatan atau alkohol

Penelitian menemukan bahwa beberapa obat, bisa membuat gejala tinnitus semakin bertambah parah. Misalnya obat pereda nyeri. Selain itu, merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat memperparah tinnitus.

8. Kurangi peradangan dan stres kronis

Peradangan dalam tubuh dapat meningkatkan risiko permasalahan telinga, seperti infeksi telinga, hilang pendengaran, dan vertigo. Pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang kurang baik, dan juga dapat menurunkan kekebalan tubuh dan berpengaruh pada kerusakan saraf, alergi, serta masalah telinga.

Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mengatasi telinga berdenging terus-terusan karena tinnitus adalah menjalani pola hidup sehat. Misalnya dengan menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga, mengelola stres, dan istirahat yang cukup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Memilih Alat Bantu Dengar yang Tepat Agar Tak Salah Pilih

Memilih alat bantu dengar tidak bisa asal. Tak hanya kenaymanan, Anda wajib mengetahui alat yang sesuai dengan masalah pendengaran yang dimiliki.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

3 Macam Gangguan Pendengaran yang Paling Sering Terjadi

Berdasarkan penyebabnya, gangguan pendengan dibagi menjadi beberapa jenis. Apa saja jenis gangguan pendengaran yang perlu Anda ketahui?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Tidak, Sih, Kalau Gendang Telinga Pecah?

Gendang telinga pecah bisa terjadi kapanpun karena berbagai hal. Sebenarnya, bahaya tidak, sih? Apakah akan mengganggu proses pendengaran?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 7 Oktober 2018 . Waktu baca 7 menit

6 Penyakit yang Bisa Menyebabkan Hilangnya Pendengaran (Tuli)

Ketulian merupakan kondisi yang bisa terjadi karena berbagai hal, salah satunya karena penyakit. Lantas penyakit apa saja yang bisa jadi penyebab tuli?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
gangguan pendengaran karena cacar air

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
mendengar detak jantung

Detak Jantung Terdengar Jelas di Telinga, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit