Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengenal Fungsi Saluran Eustachius, Bagian Penting di Telinga

    Mengenal Fungsi Saluran Eustachius, Bagian Penting di Telinga

    Fungsi saluran eustachius sangat penting dalam proses pendengaran dan kesehatan telinga secara keseluruhan. Selain berperan dalam proses pendengaran, saluran eustachius juga berfungsi untuk melindungi telinga dari infeksi. Lebih jelas, simak penjelasannya berikut ini.

    Apa saja fungsi saluran eustachius?

    Saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah ke nasofaring, yaitu tenggorokan bagian atas dan rongga hidung bagian belakang. Saluran ini berukuran kurang lebih 36 mm pada orang dewasa.

    obat infeksi telinga

    Saluran yang juga dapat disebut dengan tabung faringotimpani ini memiliki banyak fungsi penting. Journal of Allergy and Clinical Immunology menyebutkan ada tiga fungsi saluran eustachius yang berhubungan dengan telinga tengah, yaitu:

    • Perlindungan dari tekanan suara nasofaring dan sekresi
    • Membersihkan cairan dari telinga bagian tengah
    • Menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan atmosfer

    Tabung eustachius berada pada keadaan tertutup ketika Anda istirahat. Namun, ketika tabung ini berinteraksi dengan dua otot yang disebut dengan tensor veli palatini dan levator veli palatini, tabung eustachius akan terbuka.

    Kondisi tersebut terjadi ketika bersin, menelan, atau menguap. Ini mencegah tekanan udara dan cairan menumpuk di dalam telinga. Dalam proses tersebut, telinga mungkin akan menghasilkan suara “letupan” yang dihasilkan dari sejumlah kecil udara yang masuk ke telinga tengah.

    Apa saja gangguan pada saluran eustachius?

    Berikut adalah gangguan telinga yang terjadi ketika saluran eustachius bermasalah:

    1. Eustachius tube dysfunction

    membersihkan kotoran telinga

    Fungsi saluran eustachius bisa saja tidak berjalan dengan baik. Saluran tersebut dapat tersumbat dan tidak dapat dibuka dengan baik. Kondisi ini disebut dengan eustachius tube dysfunction (disfungsi saluran eustachius).

    Penyebab umum dari disfungsi saluran eustachius adalah peradangan pada saluran dan lendir atau cairan yang menumpuk. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pilek, flu, infeksi sinus, atau alergi.

    Beberapa gejala disfungsi saluran eustachius, antara lain:

    • Telinga terasa penuh atau tersumbat
    • Suara akan terdengar seperti meredam
    • Telinga merasakan sensasi meletup atau mengeklik
    • Nyeri di salah satu atau kedua telinga
    • Telinga berdengung (tinnitus)
    • Kesulitan menjaga keseimbangan

    Gejala Anda mungkin akan menjadi lebih buruk ketika mengalami perubahan ketinggian. Kondisi ini terjadi ketika Anda berada di pesawat terbang, naik lift, mengemudi, mendaki gunung, atau menyelam.

    2. Otitis media

    infeksi telinga tengah

    Kerusakan fungsi saluran eustachius juga dapat menyebabkan otitis media, alias infeksi telinga tengah. Saluran ini membantu menyamakan tekanan antara telinga luar dengan telinga tengah.

    Ketika fungsi saluran eustachius tidak berjalan dengan baik, ini mencegah cairan dari telinga tengah keluar secara alami. Akibatnya, cairan menumpuk di belakang gendang telinga. Saat cairan telinga tidak dapat keluar, bakteri dan virus dapat bertumbuh di telinga dan menyebabkan otitis media akut.

    3. Patulous eustachian tube

    ciri-ciri gendang telinga pecah

    Patulous eustachian tube adalah kondisi ketika saluran eustachius terus terbuka sepanjang waktu. Seperti yang telah dijelaskan di atas, saluran eustachius normalnya tetap tertutup, tapi sesekali terbuka untuk menyamakan tekanan udara di telinga tengah dan lingkungan luar.

    Dalam kebanyakan kasus, penyebab kondisi ini tidak diketahui. Beberapa kasus menunjukkan gangguan neurologis, seperti stroke dan multiple sclerosis mengakibatkan patulous eustachian tube.

    Seiring berjalannya waktu, orang yang mengalami kondisi ini akan mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan yang meningkat di dalam telinga. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan respons ekstrem terhadap suara abnormal.

    Gejala yang ditimbulkan akibat patulous eustachian tube, antara lain:

    • Mendengar napas sendiri
    • Mendengar gema yang mengganggu proses berbicara
    • Sensasi penuh pada telinga
    • Vertigo
    • Gangguan pendengaran

    Bagaimana mengatasi gangguan saluran eustachius?

    Perawatan untuk mengatasi gangguan fungsi saluran eustachius ditentukan berdasarkan kondisi dan penyebabnya. Berikut pilihan pengobatan yang mungkin dapat mengatasi gangguan fungsi eustachius:

    1. Latihan mandiri

    mengatasi telinga tersumbat karena flu, telinga sakit saat flu

    Dikutip dari Family Doctor, gejala gangguan saluran eustachius biasanya hilang tanpa pengobatan. Anda bisa melakukan latihan untuk membuka saluran eustachius, seperti menelan, menguap, atau mengunyah permen karet.

    Anda dapat membantu meredakan perasaan penuh di telinga dengan menarik napas dalam-dalam, menutup lubang hidung, dan meniup dengan mulut tertutup.

    2. Obat-obatanobat tetes telinga

    Jika latihan mandiri tidak dapat mengatasi gangguan fungsi saluran eustachius, dokter biasanya akan memberikan obat-obatan, seperti:

    • Dekongestan untuk mengurangi pembengkakan pada lapisan saluran eustachius
    • Antihistamin atau semprotan hidung steroid untuk mengurangi respons alergi

    3. Operasi

    telinga berair
    Sumber: Sohu

    Gangguan fungsi saluran eustachius yang lebih parah membutuhkan perawatan yang lebih intensif, yaitu operasi. Berikut beberapa tindakan operasi yang mungkin disarankan dokter untuk mengatasi kondisi Anda:

    Penyedotan cairan

    Prosedur penyedotan cairan dilakukan dengan membuat sayatan kecil di gendang telinga dan menyedot cairan yang ada di telinga tengah. Ini memberi waktu lapisan saluran eustachius untuk menyusut saat gendang telinga sedang dalam proses penyembuhan. Proses ini biasanya memakan waktu selama satu hingga tiga hari.

    Pemasangan saluran implan

    Prosedur ini mencakup penanaman saluran eustachius di gendang telinga. Alat tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di telinga tengah. Pemasangan implan saluran eustachius biasanya dilakukan pada anak-anak yang mengalami infeksi telinga.

    Pemasangan balon kateter

    Pada prosedur ini, dokter akan menggunakan kateter (tabung panjang dan fleksibel) untuk memasukkan balon kecil melalui hidung Anda dan ke dalam tabung Eustachius. Saat dipompa, balon akan membuka jalur bagi cairan di telinga untuk mengalir melalui saluran. Ini dapat membantu saluran eustachius menjalankan fungsinya dengan baik.

    Keberhasilan prosedur ini diukur dari perbaikan gejala, termasuk tekanan telinga, nyeri, rasa penuh, dan toleransi terhadap perubahan tekanan seperti saat berada di perjalanan udara.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Casale, J., & Hatcher, J. (2020). Physiology, Eustachian Tube Function. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532284/

    Bluestone, C. (1983). Eustachian tube function: physiology, pathophysiology, and role of allergy in pathogenesis of otitis media. Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 72(3), 242-251. doi: 10.1016/0091-6749(83)90027-1

    Teixeira, M. (2020). Understanding Eustachian tube function. Brazilian Journal Of Otorhinolaryngology, 86(5), 523-524. doi: 10.1016/j.bjorl.2020.02.001

    staff, f. (2020). Eustachian Tube Dysfunction: Causes, Symptoms and FDA Advice. Retrieved 12 November 2020, from https://familydoctor.org/condition/eustachian-tube-dysfunction/

    PMC, E. (2020). Europe PMC. Retrieved 12 November 2020, from http://europepmc.org/article/med/17097443

    default – Stanford Children’s Health. (2020). Retrieved 12 November 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=otitis-media-middle-ear-infection-90-P02057#:~:text=What%20causes%20otitis%20media%3F,ear%20and%20the%20middle%20ear.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui Dec 28, 2020
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: