Tuli Akibat Kebisingan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

NIHL (noise-induced hearing loss) atau tuli akibat kebisingan adalah gangguan pendengaran ketika telinga Anda tidak berfungsi dengan semestinya akibat mendengar suara yang terlalu bising. Kondisi ini biasanya terjadi pada kedua telinga sekaligus. Salah satu gejala yang ditimbulkan dari NIHL adalah tinnitus. Lebih lanjut, simak penjelasan tentang NIHL berikut ini.

Apa itu NIHL?

buta dan tuli

NIHL (noise-induced hearing loss) atau tuli akibat kebisingan adalah gangguan pendengaran akibat kerusakan struktur sensitif di telinga. Suara yang terlalu keras, meskipun didengarkan dalam waktu yang singkat, dapat menyebabkan kondisi ini. 

NIHL bisa langsung terjadi setelah Anda mendengarkan suara yang terlalu bising, tapi bisa juga terjadi setelah beberapa waktu. Tuli akibat kebisingan bisa bersifat permanen atau sementara, dan dapat memengaruhi salah satu atau kedua telinga Anda sekaligus. 

Ketika Anda mengalami kondisi ini, Anda mungkin tidak langsung menyadarinya. Namun, selang beberapa hari, Anda mungkin akan merasa tidak dapat memahami perkataan orang lain, terutama di ruangan yang bising. 

Paparan suara bising yang berbahaya dapat terjadi pada semua usia, dari anak-anak, remaja, hingga orangtua. Oleh karena itu, NIHL merupakan kondisi yang dapat menimpa semua orang, tanpa mengenal usianya. 

Apa saja gejala NIHL?

tuli mendadak

Tuli akibat kebisingan biasanya terjadi pada kedua telinga. Namun, kehilangan pendengaran mungkin tidak selalu muncul secara bersamaan di antara telinga kiri dan kanan saat kondisi itu hanya mengenai salah satu sisi kepala. 

Gejala umum tuli akibat kebisingan adalah kehilangan pendengaran yang mungkin berawal dari kesulitan mendengar suara berfrekuensi tinggi dan perlahan mengakibatkan kehilangan pendengaran pada suara berfrekuensi rendah.

Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, paparan suara yang keras secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara selama 16 hingga 48 jam. Namun, meski kehilangan pendengaran bersifat sementara, kerusakan pada pendengaran tetap berlangsung dalam jangka panjang.  

Tuli akibat kebisingan mungkin juga mengakibatkan tinnitus, gangguan telinga ketika Anda mendengar suara dengungan di dalam telinga. Jika Anda mengalami tinnitus, Anda mungkin mengalami gejala berikut:

  • Perubahan suasana hati seperti merasa jengkel, terganggu, depresi, cemas, atau sering marah
  • Tidur terganggu
  • Sulit fokus 

Orang dengan tinnitus ringan sampai sedang paling sering menyadari gejala ini ketika mereka berada di lingkungan yang sunyi. Tinnitus dapat disebabkan oleh penggunaan narkoba, perubahan pada pembuluh darah, atau faktor lain. 

Namun, sering kali merupakan penyebab awal dari trauma akustik ketika disebabkan oleh paparan suara keras. Jika Anda mengalami tinnitus dalam jangka panjang, ini bisa menjadi salah satu tanda dari trauma akustik yang dapat berujung ke NIHL. 

Apa penyebab NIHL?

trauma akustik, suara keras, efek suara bising

NIHL biasanya disebabkan oleh trauma akustik, yaitu cedera pada telinga bagian dalam yang sering disebabkan oleh sering mendengar suara dengan desibel tinggi. Cedera ini dapat terjadi setelah Anda mendengar suara yang sangat keras atau suara dari desibel lebih rendah dalam waktu yang panjang.

Aktivitas rekreasi juga dapat mengakibatkan tuli akibat kebisingan. Contoh aktivitas-aktivitas tersebut adalah:

  • Menembak
  • Mengendarai mobil salju
  • Mendengarkan musik dengan earphone atau headphone
  • Bermain musik dalam band
  • Menghadiri konser dengan suara yang keras
  • Menggunakan mesin pemotong rumput, peniup daun, dan peralatan untuk bekerja

Selain itu, beberapa kasus cedera di kepala juga dapat menyebabkan trauma akustik, jika gendang telinga pecah atau jika cedera lain pada telinga bagian dalam terjadi. Gendang telinga melindungi telinga tengah dan telinga bagian dalam. Dalam proses mendengar, bagian telinga ini juga mengirimkan sinyal ke otak melalui getaran kecil.

Nah, orang dengan gangguan pendengaran ini tidak akan bisa mendapatkan getaran tersebut, akhirnya ia tidak akan mendengar suara sama sekali. Suara keras akan diterima telinga dalam bentuk gelombang suara, yang kemudian akan menggetarkan gendang telinga dan dapat mengganggu sistem pendengaran halus. Ini juga dapat menyebabkan tulang kecil di telinga tengah bergeser atau pergeseran ambang batas (threshold shift).

Selain itu, suara keras yang mencapai telinga dalam juga dapat merusak sel-sel rambut yang melapisinya. Akibatnya sel-sel rambut rusak dan tidak dapat mengirim sinyal suara ke otak. Hal inilah yang dapat memicu gangguan pendengaran.

Apa yang meningkatkan risiko tuli akibat kebisingan?

penyebab gangguan pendengaran

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena NIHL adalah:

  • Bekerja di tempat yang menggunakan senjata api atau peralatan industri keras, yang beroperasi untuk jangka waktu panjang.
  • Berada di lingkungan di mana suara desibel tinggi terus berlanjut untuk jangka waktu yang lama.
  • Sering menghadiri konser musik dan acara lainnya dengan musik desibel tinggi/ sering mendengarkan musik dengan volume maksimal
  • Terpapar suara yang sangat keras tanpa peralatan atau pelindung yang tepat, seperti penutup telinga.

Seseorang yang sering mendengar suara yang desibelnya lebih dari 85 desibel, juga memiliki peningkatan risiko untuk trauma akustik dan NIHL. 

Umumnya, dokter akan memberikan perkiraan rentang desibel suara harian normal, seperti sekitar 90 desibel untuk mesin kecil. Hal ini dilakukan untuk membantu Anda menilai apakah suara yang Anda temui membuat Anda berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami NIHL atau tidak.

Bagaimana mengatasi NIHL?

Berikut ini adalah pilihan pengobatan untuk mengatasi NIHL:

1. Alat bantu dengar

memilih alat bantu dengar

Kehilangan pendengaran dapat diobati tapi tidak dapat disembuhkan. Dokter Anda dapat merekomendasikan bantuan teknologi untuk kondisi gangguan pendengaran Anda, seperti alat bantu dengar.

Alat bantu dengar jenis baru yang disebut implan koklea juga tersedia untuk membantu Anda mengatasi gangguan pendengaran akibat trauma akustik.

2. Pelindung telinga

Ear plug untuk menjaga pendengaran.

Dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan penggunaan penutup telinga dan jenis alat lain untuk melindungi pendengaran Anda. Ini adalah bagian dari alat pelindung diri yang harus diberikan oleh pemberi kerja kepada seseorang yang bekerja di tempat kerja dengan paparan suara keras.

3. Obat-obatan

efek samping paracetamol ibuprofen

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat steroid oral. Namun, jika Anda mengalami gangguan pendengaran, dokter akan menekankan perlindungan telinga untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk.

Bagaimana mencegah tuli akibat kebisingan?

Perut Buncit, Bisa Disebabkan Karena Suara Bising

NIHL adalah gangguan pendengaran yang dapat Anda cegah. Jika Anda memahami bahaya kebisingan dan menghindari berbagai risiko dari penyakit ini, Anda dapat melindungi pendengaran Anda. Berikut cara mencegah NIHL:

  • Ketahui suara-suara mana yang dapat menyebabkan kerusakan (pada atau di atas 85 desibel).
  • Gunakan penutup telinga, seperti ear plug atau perangkat pelindung lainnya, saat terlibat dalam aktivitas yang keras (penutup telinga khusus, penutup telinga ini tersedia di toko perangkat keras dan barang olahraga).
  • Jika Anda tidak dapat mengurangi kebisingan atau melindungi diri Anda dari itu, menjauhlah.
  • Waspadai suara berbahaya di lingkungan.

Jika Anda menduga pendengaran Anda mulai hilang, jalani pemeriksaan medis oleh otolaryngologist (dokter spesialis penyakit telinga, hidung, tenggorokan, kepala, dan leher) dan tes pendengaran oleh audiologist (ahli kesehatan profesional yang terlatih untuk mengukur dan membantu orang mengatasi kehilangan pendengaran).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Anemia membuat tubuh Anda kekurangan sel darah merah sehat. Jika dibiarkan, anemia bisa menyebabkan komplikasi. Apa saja bahaya anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anak yang Tuli Sudah Pasti Bisu?

Banyak orang mengira bahwa anak yang tuli sudah pasti juga bisu karena bicaranya yang tak sejelas lainnya, padahal nyatanya tidak demikian.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

COVID-19 gangguan pendengaran

Telinga Berdenging (Tinnitus)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
otitis eksterna (swimmer's ear)

Otitis Eksterna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
penyakit Meniere adalah

Penyakit Meniere

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Tes Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)

Mengenal Tes BERA, Pemeriksaan untuk Deteksi Gangguan Pendengaran

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit