TBC (Tuberkulosis) Pada Kelenjar Getah Bening

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu TB kelenjar getah bening?

Tuberkulosis atau disingkat TBC atau TB adalah salah satu penyakit yang banyak ditemui di Indonesia. Bahkan TBC di Indonesia didaulat sebagai infeksi penyebab kematian nomor satu. Kebanyakan kasus tuberkulosis menyerang saluran pernapasan, tepatnya paru-paru. Namun, tahukah Anda kalau TB juga bisa menyerang kelenjar getah bening?

Kelenjar getah bening sendiri adalah sebuah sistem jaringan yang terletak di leher, ketiak, dan selangkangan. Fungsinya antara lain menjaga kekebalan tubuh manusia. Jika bagian ini mengalami infeksi, Anda berisiko mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan. Kekebalan tubuh Anda juga akan melemah cukup drastis.

Bakteri penyebab tuberkulosis memang bisa ditularkan melalui udara. Bila seorang pengidap tuberkulosis paru-paru batuk atau bersin, bakteri yang tinggal di dalam pun akan menyebar di udara bebas. Dalam udara bebas, bakteri ini bisa bertahan dalam waktu satu sampai dua jam. Bila Anda menghirupnya, Anda pun tertular tuberkulosis paru-paru.

Namun, seperti dijelaskan oleh seorang spesialis penyakit dalam University of California, Los Angeles (UCLA) dr. Irwin Ziment, bila Anda tak menunjukkan gejala TBC paru, maka Anda tak akan menularkan penyakit TB kelenjar getah bening pada orang lain.

Pasalnya, bakteri penyebab TB di kelenjar getah bening tidak akan “terdorong” keluar lewat batuk atau bersin layaknya bakteri yang bersarang di saluran pernapasan.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit TB yang terjadi di kelenjar getah bening lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan wanita.

Selain itu, rata-rata usia penderita saat penyakit ini terdiagnosis adalah sekitar 20 hingga 40 tahun. Namun, di negara-negara berkembang, rata-rata usia penderita saat pertama didiagnosis adalah 40 tahun.

Tidak hanya orang dewasa, TB kelenjar getah bening juga sangat umum terjadi pada anak-anak, terutama di Indonesia. Gejala TB kelenjar yang muncul biasanya meliputi pembengkakan di getah bening leher bagian belakang, atau di lekukan tulang selangka.

TBC kelenjar getah bening adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi ke dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala TB kelenjar getah bening?

Kelenjar getah bening adalah organ kedua yang paling sering kena tuberkulosis. Yang pertama adalah paru-paru. Menurut catatan Public Library of Science (PLOS) One tahun 2015, TB kelenjar getah bening bahkan mencakup 25 persen dari seluruh kasus tuberkulosis.

Maka dari itu, Anda perlu waspada dan mengenali macam-macam gejala berikut ini. Terutama kalau ada orang di sekitar Anda yang didiagnosis dengan tuberkulosis:

  • Muncul benjolan di leher bagian depan, tepatnya di bawah rahang. Meski jarang dilaporkan, benjolan akibat TB kelenjar getah bening juga bisa muncul di selangkangan atau ketiak.
  • Benjolan tersebut pada awalnya kecil dan tidak terasa sakit, namun lama-lama akan membesar dan kulit di sekitarnya jadi kemerahan. Beberapa orang juga merasakan nyeri atau sakit pada area munculnya benjolan.

Perlu diingat, kadang gejala TB kelenjar getah bening tidak terdeteksi meskipun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Padahal terlambat menangani tuberkulosis bisa berakibat fatal. Maka, jika muncul gejala TBC kelenjar getah bening yang utama yaitu muncul benjolan atau pembengkakan (limfadenopati), segera hubungi dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala TB kelenjar yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala TB kelenjar yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan.

Penyebab

Apa penyebab TB kelenjar getah bening?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya bakteri penyebab TBC ini akan menyerang paru-paru melalui kontak udara. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri akan mencapai alveoli yang terdapat di dalam paru-paru.

Ketika M. tuberculosis masuk ke dalam alveoli, sebenarnya sebagian besar dari bakteri tersebut sudah mati berkat adanya makrofag, yaitu salah satu bagian dari sel darah putih. Namun, sebagian kecil dari bakteri yang tersisa akan berkembang biak di dalam sel-sel pada alveoli paru-paru Anda.

Dalam 2 hingga 8 minggu, makrofag akan mengelilingi sisa bakteri yang ada. Sel-sel makrofag akan membentuk dinding yang menyelimuti sisa bakteri di dalam alveoli. Dinding yang disebut dengan granuloma ini akan menjaga supaya perkembangan bakteri-bakteri tersebut tetap terkendali.

Akan tetapi, jika sistem kekebalan tubuh tidak dapat menahan perkembangan M. tuberculosis, bakteri tersebut akan tumbuh secara tidak terkendali. Lama kelamaan, dinding granuloma pun dapat dirusak dan bakteri menyebar ke luar paru-paru.

Bakteri M. tuberculosis tersebut dapat memasuki aliran darah atau kanal limfatik tubuh Anda. Kemudian, bakteri yang telah memasuki aliran darah berpotensi mencapai organ-organ tubuh lainnya, seperti ginjal, otak, tulang, serta kelenjar getah bening.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena TB kelenjar getah bening?

TB kelenjar getah bening adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Faktor-faktor risiko hanyalah sekumpulan kondisi yang dapat memperbesar peluang Anda untuk terserang penyakit.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya TBC kelenjar getah bening:

1. Tinggal atau bepergian ke daerah dengan kasus kejadian TBC yang tinggi

Apabila Anda bepergian atau tinggal di suatu daerah dengan kasus kejadian TBC yang cukup tinggi, risiko Anda untuk terjangkit TBC kelenjar getah bening pun meningkat.

Berikut adalah negara-negara dengan kasus TB yang tinggi:

  • Afrika
  • Eropa Timur
  • Asia, terutama Asia Tenggara
  • Rusia
  • Amerika Latin
  • Kepulauan Karibia

Selain itu, apabila Anda bekerja di tempat dengan bakteri TBC yang banyak, seperti rumah sakit, klinik, penampungan, panti, atau pengungsian, peluang untuk mengembangkan penyakit ini pun lebih besar.

2. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk

Tidak hanya berada di lingkungan tertentu, beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk berpeluang lebih besar untuk menderita TBC dibanding dengan orang biasa.

Jika terjadi penurunan sistem imun tubuh, serangan infeksi dari luar tidak dapat ditangani dengan maksimal, termasuk serangan bakteri M. tuberculosis.

Terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh Anda, yaitu HIV/AIDS, diabetes, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit ginjal.

3. Merokok dan minum minuman beralkohol

Faktor risiko lain yang memicu berkembang biaknya bakteri TB di kelenjar getah bening adalah rokok, alkohol, serta obat-obatan rekreasional, seperti narkoba.

Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam rokok, alkohol, dan obat-obatan tersebut berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini artinya, peluang Anda untuk menderita penyakit TBC kelenjar getah bening pun dapat meningkat.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Ketika melakukan pemeriksaan ke dokter, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Dokter juga akan mengecek apakah terdapat benjolan, terutama di bagian leher Anda.

Jika dokter mencurigai adanya tanda-tanda TB kelenjar getah bening, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani beberapa tes tambahan, seperti:

1. Aspirasi jarum

Pada tes ini, dokter akan menggunakan jarum tipis dan kecil untuk mengambil cairan dari kelenjar getah bening Anda. Kemudian, cairan tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengecek adanya bakteri TBC.

2. Biopsi kelenjar getah bening

Selain aspirasi jarum, TBC kelenjar getah bening juga dapat dideteksi melalui biopsi. Biasanya, dokter akan mengambil sedikit jaringan getah bening Anda untuk diperiksa di laboratorium.

3. Tes kulit tuberkulin

Selain tes darah, tes kulit tuberkulin sederhana juga akan dilakukan. Sejumlah kecil zat yang disebut PPD tuberkulin akan disuntikkan tepat di bawah kulit lengan bagian dalam.

Dalam waktu 48 hingga 72 jam, dokter atau tim medis akan memeriksa kondisi lengan Anda. Jika terjadi pembengkakan keras dan terlihat merah di lengan, kemungkinan diagnosis TBC adalah positif.

Meskipun tes kulit umum dilakukan, kadang-kadang hasilnya sering kali salah. Ini bisa terjadi jika pasien yang disuntikkan PPD tuberculin sebelumnya divaksinisasi dengan vaksin bacillus Calmette-Guerin (BCG). Selain itu, bisa juga terjadi pada orang yang baru saja terinfeksi namun sistem imun dalam tubuhnya belum bereaksi dengan bakteri.

Bagaimana TB kelenjar getah bening diobati?

Tujuan utama dari pengobatan TBC kelenjar getah bening adalah mencegah penularan bakteri, menurunkan risiko penyakit kambuh kembali, meredakan gejala, serta mencegah terjadinya resistensi obat.

Pemberian penanganan biasanya bergantung pada tingkat keparahan penderita. Berikut adalah dua pilihan pengobatan TBC yang biasa diberikan pada penderita TB kelenjar getah bening:

1. Obat-obatan

Dokter biasanya akan menangani tuberkulosis dengan kombinasi empat obat-obatan, seperti isoniazid (INH), rifampicin (Rifadin, Rimactane), pyrazinamide (pms-Pyrazinamide, Tebrazid), dan ethambutol (Myambutol). Kombinasi ini biasanya disebut dengan pengobatan lini pertama, atau yang diberikan pertama kali sebagai pilihan pengobatan TBC.

Pengobatan umumnya berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Penting untuk Anda ketahui bahwa obat TBC tersebut harus Anda minum sesuai dengan resep dokter, dan pastikan Anda meminum obat sampai habis. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi obat, di mana bakteri tidak akan merespon obat-obatan.

Jika ternyata resistensi obat tetap terjadi, dokter akan memberikan obat-obatan lini kedua yang meliputi ethionamide (Trecator-SC), moxifloxacin (Avelox), levofloxacin (Levaquin), cycloserine (Seromycin), serta kanamycin (Kantrex).

Obat-obatan lini kedua akan menimbulkan efek samping lebih banyak dibanding dengan pengobatan lini pertama.

2. Operasi

Operasi untuk mengatasi TB kelenjar getah bening umumnya dilakukan ketika pengobatan di atas sudah tidak bekerja dan bakteri menjadi semakin resisten terhadap obat-obatan.

Selain itu, prosedur operasi juga biasanya ditujukan pada pasien dengan keluhan benjolan yang lebih keras dan mudah digerakkan.

Pencegahan

Bagaimana TB kelenjar getah bening dapat dicegah?

Cara paling efektif untuk mencegah penyakit TB kelenjar getah bening adalah dengan suntik vaksinasi. Pada beberapa daerah dengan kasus kejadian TBC yang tinggi, terdapat vaksinasi TBC bernama Bacillus Calmette-Guerin (BCG) yang dapat diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Vaksinasi ini efektif dalam mengendalikan infeksi TB, terutama pada anak-anak. Selain dengan pemberian vaksinasi, mencegah penyebaran TBC juga dapat dilakukan dengan mengobati orang-orang dengan bakteri TBC di dalam tubuhnya, baik yang bersifat aktif maupun laten.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Sederhana Terhindar dari Penyebaran dan Penularan TBC

Tuberkulosis atau TBC dapat mudah menyebar melalui udara. Namun, mencegah TBC dan penularannya dapat dihindari dengan cara sederhana berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Mengenal Penyakit TB XDR dan Pengobatannya

Lebih parah dari TB MDR, kondisi TB XDR bahkan tidak dapat diobati dengan obat lini kedua. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Batuk, Health Centers 21/03/2020

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Perawatan pasien tuberkulosis di rumah membutuhkan pengetahuan khusus agar Anda sebagai perawat tidak tertular penyakit tersebut. Ini tips-tipsnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Apa Itu Kanker Paru?

DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

Direkomendasikan untuk Anda

tb ekstra paru atau di luar paru

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tuberkulosis (TB) Ekstra Paru

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
olahraga untuk pasien tuberkulosis

Pilihan Olahraga yang Aman untuk Pasien TBC

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
pantangan makanan bagi TBC

Kenali Pola Makan Sehat dan Pantangan Makanan Penderita TBC

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020