Stenosis Arteri Renalis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu stenosis arteri renalis?

Stenosis arteri renalis adalah penyempitan salah satu atau lebih dari satu arteri yang mengangkut darah menuju ginjal (renal artery). Ginjal butuh aliran darah yang memadai untuk membantu menyaring produk limbah dan membuang cairan yang berlebihan. Penyempitan arteri mencegah sejumlah darah kaya oksigen mencapai ginjal. Aliran darah yang berkurang mungkin meningkatkan tekanan darah di seluruh tubuh (tekanan darah sistemik) dan merusak jaringan ginjal.

Ketika kedua arteri terhambat, dapat berakibat masalah serius, termasuk gagal ginjal.

Seberapa umumkah stenosis arteri renalis?

Stenosis arteri renalis umumnya terjadi pada wanita dan orang lanjut usia. Anda bisa mengurangi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Diskusi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala stenosis arteri renalis?

Orang biasanya tidak memiliki gejala apapun. Mereka tidak tahu sampai mereka mulai mengalami tekanan darah tinggi atau gagal ginjal. Kondisi mungkin secara kebetulan ditemukan dalam tes karena suatu alasan.

Seiring berkembangnya stenosis arteri renalis, tanda dan gejala lainnya meliputi:

  • Tekanan darah tinggi mendadak
  • Tekanan darah tinggi sebelum berusia 30 tahun atau sesudah usia 55 tahun
  • Meningkatnya level protein di dalam air seni atau tanda-tanda kelainan fungsi ginjal lainnya
  • Memburuknya fungsi ginjal selama pengobatan tekanan darah tinggi
  • Kelebihan cairan dan pembengkakan pada jaringan tubuh
  • Gagal jantung yang tidak dapat diobati

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasi dengan dokter. Selain itu, temui dokter bila:

  • Mengalami gejala atau kelainan saat buang air kecil dalam jangka panjang;
  • Tekanan darah tetap tinggi
  • Membengkak

Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab stenosis arteri renalis?

Pada orang lanjut usia, penyebab utama adalah atherosclerosis (pengerasan arteri). Pada atherosclerosis, lemak, kolesterol, dan zat-zat lainnya menumpuk dalam dinding arteri.

Pada orang dewasa muda, kondisi bernama fibromuscular dysplasia adalah penyebab paling umum. Pada penyakit ini, jaringan tumbuh di dalam dinding renal artery dan mempersempit atau menghambatnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk stenosis arteri renalis?

Faktor tertentu mungkin meningkatkan risiko berkembangnya stenosis arteri renalis:

  • Usia: orang tua lebih berisiko
  • Penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes
  • Obesitas atau jarang berolahraga
  • Merokok dan penggunaan tembakau lainnya
  • Riwayat penyakit jantung dalam anggota keluarga

Tidak memiliki risiko bukan berarti tidak bisa sakit. Faktor risiko di atas hanya sebagai referensi. Diskusikan dengan spesialis untuk detail lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk stenosis arteri renalis?

Pengobatan tergantung pada keparahan dan penyebab stenosis dan pilihan pribadi. Gejala ringan atau sedang terkadang bisa diobati dengan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Kondisi yang lebih parah mungkin memerlukan pelebaran atau pembukaan arteri dengan operasi.

Di samping itu, dokter mungkin menggunakan perawatan bernama angioplasty. Perawatan ini lebih sering digunakan bila penyebabnya adalah fibromuscular dysplasia tapi bukan atherosclerosis. Tahap-tahap angioplasty adalah:

  • Dokter menggunakan balon plastik untuk membuka arteri yang menyempit.
  • Lalu, dokter memasukkan tabung metal atau jaring bernama stent untuk menjaga arteri tetap terbuka

Prosedur mungkin dilakukan berkali-kali karena penyempitan bisa kambuh. Obat tekanan darah tinggi mungkin masih perlu diminum.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk stenosis arteri renalis?

Dokter membuat diagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik. Tes darah dan urin serta MRA renal arteri mungkin juga penting. MRA adalah X-ray khusus pembuluh darah yang mengangkut darah ke ginjal.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stenosis arteri renalis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi stenosis arteri renalis:

  • Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter.
  • Ubah gaya hidup. Makan makanan sehat dan olahraga teratur.
  • Batasi kolesterol, lemak, dan garam dalam makanan.
  • Minum banyak air.
  • Jangan minum alkohol.
  • Berhenti merokok.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Infeksi Saluran Kemih

    Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 13 menit

    Prostatitis

    Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit

    Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

    Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    gaya hidup sehat lansia

    Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    infeksi ginjal atau pielonefritis

    Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    gejala infeksi ginjal

    Perhatikan! Ini Beberapa Gejala Infeksi Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    diabetes insipidus adalah

    Diabetes Insipidus

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit