home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lordosis

Definisi lordosis|Tanda-tanda & gejala lordosis|Penyebab lordosis|Faktor risiko lordosis|Diagnosis dan pengobatan lordosis|Perawatan di rumah untuk lordosis|Pencegahan lordosis
Lordosis

Definisi lordosis

Apa itu penyakit lordosis?

Pengertian lordosis adalah penyakit kelainan tulang belakang (vertebra) yang menyebabkan di bagian bawahnya (lumbar) melengkung ke dalam secara berlebihan. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah swayback.

Lengkungan yang berlebihan ini membuat lumbar lebih maju ke depan sehingga area perut ikut menonjol ke depan. Di samping itu, area pinggul menonjol sedikit ke belakang dan ke atas.

Jenis-jenis Lordosis

Kelainan tulang belakang ini terdiri dari beberapa jenis. Berikut jenis lordosis yang perlu Anda ketahui adalah:

Lordosis postural

Tipe kelainan tulang belakang ini kerap kali disebabkan oleh kelebihan berat badan sehingga membuat area perut memiliki beban lebih besar dan lumbar lebih maju ke depan. Bisa juga terjadi ketika otot perut dan otot punggung lemah sehingga tidak dapat menopang tulang belakang dengan benar.

Lordosis kongenital atau trauma

Jenis kelainan ini biasanya terjadi ketika janin dalam kandungan mengalami perkembangan tulang belakang yang tidak sempurna. Akibatnya ada kecacatan pada tulang belakang, sehingga membuatnya lemah dan bisa melengkungan berlebihan.

Selain karena cacat bawaan lahir, swayback juga bisa terjadi akibat cedera olahraga, terjatuh dari tempat yang tinggi, atau tertabrak kendaraan.

Lordosis neuromuskuler

Tipe kelainan tulang disebabkan oleh berbagai kondisi yang mengganggu fungsi dan otot pada tubuh. Beberapa penyakit tersebut adalah distrofi otot dan cerebral palsy.

Lordosis sekunder dari kontraktur fleksi pinggul

Jenis kelainan tulang belakang ini disebabkan oleh kontraktur pada sendi pinggul, yakni pemendekan permanen pada sendi dan otot. Kontraktur bisa terjadi akibat infeksi, cedera, atau keseimbangan otot yang terganggu.

Laminektomi pascabedah hiperlordosis

Kelainan ini terjadi setelah operasi laminektomi dilakukan. Laminektomi sendiri adalah pengangkatan tulang belakang untuk memberikan akses ke sumsum tulang belakang atau akar saraf.

Operasi ini menyebabkan tulang belakang menjadi tidak stabil dan meningkatkan kelengkungan normal sehingga punggung bawah jadi hiperlordotik (terlalu melengkung).

Seberapa umumkah penyakit ini?

Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang cukup umum. Kelainan tulang belakang ini bisa menyerang siapa saja, baik itu bayi, anak-anak, remaja, hingga lansia. Beberapa orang juga bisa memiliki risiko mengalami penyakit ini karena beberapa faktor tertentu.

Tanda-tanda & gejala lordosis

Gejala atau ciri-ciri orang yang mengalami lordosis dapat dilihat dari penampilan tubuhnya. Tanda dan gejala dari lordosis yang umumnya terjadi adalah:

  • Bagian tubuh atas hingga perut lebih maju ke depan. Sementara area bokong lebih mundur ke belakang dan ke atas. Jika dilihat dari samping, akan terlihat lekukan di area perut ke pinggang.
  • Saat tertidur, penderita lordosis akan memperlihatkan gejala kesulitan terlentang. Area punggung atas sulit untuk menempel dengan lantai karena terhalang oleh bokong.

Selain dari tampilan, orang dengan lordosis juga kerap mengalami gejala fisik berupa nyeri, mati rasa, kesemutan, dan kelemahan pada salah satu atau kedua kaki. Mereka juga bisa saja mengalami masalah pada kandung kemih.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala fisik diikuti dengan perubahan penampilan tulang belakang, segera periksa ke dokter. Semakin cepat kondisinya terdeteksi, tentu pengobatannya akan jadi lebih mudah.

Penyebab lordosis

Pada kebanyakan kasus, dokter tidak tahu secara pasti penyebab dari lordosis. Namun, beberapa kasus penyakit lordosis diketahui penyebab yang mendasarinya, yaitu:

  • Cedera akibat olahraga, kecelakan, atau jatuh dari tempat yang tinggi bisa menyebabkan patah tulang belakang yang akhirnya menyebabkan kelengkungan berlebihan pada tulang lumbar.
  • Gangguan neuromuskuler (gangguan fungsi otot dan saraf), seperti cerebral palsy atau distrofi otot bisa menyebabkan swayback.
  • Osteoporosis yakni pengeroposan tulang bisa membuat tulang belakang mudah patah sehingga bisa menimbulkan kelengkungan abnormal pada area punggung bawah.
  • Spondilolistesis atau bergesernya tulang belakang juga menjadi penyebab umum dari swayback.
  • Achondroplasia, yaitu gangguan pertumbuhan tulang yang membuat seseorang terlihat kerdil dan tidak proporsional.

Faktor risiko lordosis

Kelainan tulang belakang seperti lordosis bisa meningkat risikonya oleh beberapa faktor, seperti:

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat memberi tekanan di perut dan punggung bawah sehingga bisa menarik tulang belakang lebih maju ke depan. Akibatnya, seiring waktu bisa menyebabkan swayback.

Postur tubuh yang buruk

Tulang belakang bagian lumbar ditopang oleh otot di sekitar perut dan punggung bawah. Anak-anak dan remaja dengan otot perut dan punggung bawah yang lemah dan memiliki kebiasaan duduk tidak benar bisa meningkatkan risiko kelainan tulang belakang ini.

Diagnosis dan pengobatan lordosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Kelainan tulang punggung, tidak hanya lordosis saja. Ada juga kifosis dan skoliosis yang juga umum terjadi. Kesemua gangguan pada tulang belakang ini memiliki beberapa gejala yang serupa.

Supaya dokter tidak salah menegakkan diagnosis lordosis dengan penyakit lain, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, seperti:

Pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan gejala apa saja yang dirasakan dan mengecek riwayat kesehatan tubuh Anda. Selain itu, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan serangkaian gerakan seperti berdiri, duduk, membungkuk, dan tidur telentang. Ini dilakukan untuk mengamati lengkungan punggung yang tidak normal.

Tes CT scan dan CAT

Prosedur tes pencitraan ini menggunakan kombinasi sinar X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambaran tulang belakang Anda. Bahkan, memberi gambaran rinci otot, lemak, dan organ di sekitarnya.

MRI (magnetic resonance imaging)

Tes diagnosis menggunakan kombinasi magnet tenaga tinggi, frekuensi radio, dan komputer untuk menghasilkan gambaran detail dari tulang belakang Anda.

X-ray

Tes pencitraan ini mengandalkan pancaran energi elektromagnetik untuk menghasilkan gambaran tulang secara mendetail. Dokter biasanya menggunakan tes ini untuk menentukan derajat kelengkungan tulang belakang.

Tes pemindaian tulang

Tes pencitraan ini digunakan untuk menentukan penyebab munculnya rasa nyeri di punggung, mengevaluasi perubahan pada persendian, dan mendeteksi penyakit tulang lain yang mungkin terjadi.

Tes darah

Sebenarnya tes darah tidak masuk dalam tes diagnosis standar untuk lordosis. Akan tetapi, tes ini kadang diperlukan untuk mengetahui masalah metabolisme tertentu yang mungkin berkaitan dengan kelengkungan tubuh yang abnormal.

Apa saja cara mengobati lordosis?

Cara mengatasi penyakit lordosis akan disesuaikan dengan keparahan kondisi, usia dan tahap pertumbuhan, derajat kelengkungan, serta penyebab yang mendasarinya. Jika kelainan tulang belakang yang Anda miliki tidak terkait dengan spondilolisis, distorfi otot, atau achondroplasia, perawatan akan berfokus dengan gejala lordosis yang Anda alami.

Pengobatan penyakit lordosis yang biasanya direkomendasikan dokter pada kasus ini adalah:

Minum obat pereda nyeri

Rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan biasanya bisa diredakan dengan minum obat pereda nyeri, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Terapi fisik untuk lordosis

Terapi fisik yang dilakukan berupa olahraga. Tujuannya, untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan fungsi fisik, dan mengembangkan otot-otot di punggung sehingga dapat menopang tulang belakang jauh lebih baik.

Pilihan olahraga yang dipilih untuk penyembuhan lordosis adalah yoga, senam, dan latihan peregangan. Latihan ini dilakukan secara rutin dengan pengawasan dari dokter maupuan terapis.

Terapi bracing

Bracing adalah alat yang dipasangkan pada punggung Anda. Fungsinya, untuk menstabilkan punggung dan mencegah tulang belakang menjadi lebih melengkung. Pemakaian alat ini direkomendasikan jika derajat kelengkungan tulang belakang Anda lebih dari 30 derajat.

Operasi tulang belakang

Jika cara menyembuhkan penyakit lordosis di atas tidak efektif, dokter akan mengajukan operasi. Itu artinya, operasi hanya dilakukan jika kasus kelainan tulang belakang yang terjadi sudah sangat parah. Tujuan dari operasi ini adalah mengembalikan tulang belakang di sekitar lumbar yang melengkung berlebihan ke depan.

Bila penyakit lordosis dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain, contohnya osteoporosis, pengobatan juga difokuskan untuk mengobati penyakit ini. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengurangi pengeroposan tulang.

Perawatan di rumah untuk lordosis

Tidak hanya pengobatan dokter, penyembuhan lordosis juga memerlukan perubahan gaya hidup. Contohnya, Anda diharuskan untuk menggunakan bracing secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.

Penerapan latihan fisik berupa olahraga juga harus dilakukan sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh dokter.

Di samping itu, selama menjalani pengobatan, terutama pengonsumsian obat-obatan, Anda sebaiknya berhenti merokok dan minum minuman keras. Pasalnya, rokok mengandung zat kimia yang bisa menurunkan kesehatan secara menyeluruh sedangkan minuman alkohol bisa mengganggu kinerja obat-obatan yang Anda minum.

Kelengkungan tulang belakang juga berpengaruh dengan aktivitas yang Anda lakukan. Jadi, selalu pastikan untuk duduk, berdiri, dan berjalan dengan postur tubuh yang benar. Kemudian, hindari aktivitas yang mungkin memberikan tekanan berat badan tulang lumbar, seperti mengangkat barang berat atau berdiri terlalu lama.

Pencegahan lordosis

Tidak ada cara pasti yang memang terbukti bisa mencegah penyakit lordosis. Namun, studi tahun 2013 pada European Spine Journal menunjukkan, berdiri terlalu lama bisa mengubah lengkungan tulang belakang. Sementara dengan duduk, perubahan kurva lengkungan di lumbar bisa dikurangi.

Berdasarkan studi tersebut, Anda bisa mengurangi terjadinya lengkungan abnormal di lumbar dengan sesering mungkin untuk duduk beristirahat ketika berdiri dalam waktu lama. Akan tetapi, posisi duduk yang Anda terapkan tidak boleh sembarangan. Posisi duduk yang buruk juga bisa membuat kelengkungan tulang belakang jadi tidak normal.

Oleh karena itu, pastikan Anda duduk dengan posisi yang benar. Carilah kursi yang memiliki penyangga punggung, sehingga dapat menjaga postur tubuh Anda tetap sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lordosis: Types, diagnosis and treatment. Nationwide Children’s Hospital. https://nationwidechildrens.org/conditions/lordosis [Accessed on September 21th, 2020]

Lordosis. Boston Children’s Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/l/lordosis [Accessed on September 21th, 2020]

Lordosis – lumbar. MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/003278.htm [Accessed on September 21th, 2020]

Lordosis in Children. Stanford Children’s Health – Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=lordosis-90-P02769 [Accessed on September 21th, 2020]

Lordosis | Diagnosis & treatments | Boston Children’s Hospital. (n.d.). Boston Children’s Hospital. https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/l/lordosis/diagnosis-and-treatments [Accessed on September 21th, 2020]

Trobisch, P. D., Samdani, A. F., Betz, R. R., Bastrom, T., Pahys, J. M., & Cahill, P. J. (2013). Analysis of risk factors for loss of lumbar lordosis in patients who had surgical treatment with segmental instrumentation for adolescent idiopathic scoliosis. European spine journal : official publication of the European Spine Society, the European Spinal Deformity Society, and the European Section of the Cervical Spine Research Society22(6), 1312–1316. https://doi.org/10.1007/s00586-013-2756-y [Accessed on September 21th, 2020]

Hyperlordosis. (n.d.). Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=432313 [Accessed on September 21th, 2020]

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 04/02/2021
x