Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Memahami Penggunaan Brace untuk Mengatasi Skoliosis

    Memahami Penggunaan Brace untuk Mengatasi Skoliosis

    Jika tidak ditangani, skoliosis berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lainnya pada kemudian hari. Maka dari itu, penanganan sebaiknya segera dilakukan untuk mencegah kondisi ini bertambah parah. Salah satu cara pengobatan yang bisa menjadi pilihan, yaitu dengan menggunakan brace khusus untuk skoliosis. Apa itu brace skoliosis? Ketahui di bawah ini.

    Apa itu brace untuk skoliosis?

    Brace skoliosis adalah korset yang berfungsi untuk membantu meredakan skoliosis. Brace ini bisa disebut juga dengan orthotic atau orthosis.

    Bentuk brace khusus ini biasanya berupa jaket plastik kaku menyerupai korset yang dilengkapi dengan tali untuk merekatkannya pada tubuh, sehingga bisa menopang tulang punggung agar tetap lurus.

    Dalam pengobatan skoliosis, brace ini dikenakan pada batang tubuh (torso), yaitu bagian tubuh di bawah lengan hingga ke pinggul.

    Penggunaan brace ini biasanya dilakukan sebagai langkah pertama dalam pengobatan idiopatik skoliosis pada anak-anak.

    Tujuannya untuk mencegah gangguan muskuloskeletal ini bertambah parah, sehingga tidak perlu ditangani dengan prosedur operasi.

    Siapa yang perlu menggunakan brace skoliosis?

    gejala ciri ciri skoliosis

    Skoliosis sendiri, yaitu kelainan tulang belakang yang bengkok ke sisi samping tubuh. Kebengkokan bisa terjadi pada bagian atas, tengah, ataupun bawah tulang.

    Brace skoliosis bisa menjadi pilihan pengobatan untuk mencegah skoliosis bertambah parah dengan menjaga susunan tulang belakang agar tidak bertambah bengkok.

    Namun, Melansir dari OrthoInfo, cara pengobatan ini sayangnya tidak selalu efektif atau perlu dilakukan pada semua penderita skoliosis.

    Pada sekitar satu dari enam remaja yang menderita skoliosis, lengkungan tulang akan mengalami pembesaran selama masa pubertas. Jika hal tersebut terjadi, kondisi ini hanya bisa ditangani melalui prosedur operasi.

    Maka dari itu, brace biasanya digunakan pada anak-anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dengan tingkat keparahan skoliosis ringan hingga sedang.

    Sementara itu, penggunaan brace pada orang dewasa jarang dilakukan.

    Brace pada orang dewasa biasanya hanya berfungsi untuk membantu menopang tubuh dan mengurangi sakit tulang belakang yang timbul, terutama jika operasi tidak mungkin dilakukan, bukan mengobati skoliosis.

    Berikut ini adalah kriteria skoliosis yang bisa ditangani dengan brace.

    • Tulang yang bengkok berukuran sedang, sekitar 20-40 derajat.
    • Bengkok berukuran kecil yang terus mengalami pertambahan hingga sekitar 5 derajat.
    • Bengkok berukuran lebih dari 30 derajat ketika pertama diketahui.
    • Bengkokan tulang diperkirakan akan terus bertambah.

    Untuk itu, sebelum menyarankan penggunaan brace, dokter akan memeriksa apakah tubuh penderita masih tumbuh dan berkembang.

    Pemeriksaan tersebut bisa meliputi pengukuran tinggi badan, foto Rontgen pada tulang pinggul, tangan, dan pergelangan tangan, serta menanyakan tentang siklus haid pada penderita wanita.

    Apakah brace dapat menyembuhkan skoliosis?

    Meski dapat meredakan dan menghambat kebengkokan, perlu diketahui bahwa penggunaan brace tidak dapat mengobati skoliosis sepenuhnya.

    Brace ini hanya bertujuan untuk menghambat pertumbuhan tulang yang bengkok. Namun, terkadang ini juga bisa membantu memperkecil ukuran lengkungan pada tulang.

    Namun demikian, pada beberapa kasus, lengkungan tetap bisa bertambah besar meski sedang menggunakan brace.

    Tulang bengkok yang telah mengecil juga masih mungkin kembali membesar setelah penggunaan brace dihentikan.

    Meski demikian, ini hanya sebagian kecil dari kasus skoliosis yang ditangani dengan penggunaan brace.

    Jenis-jenis brace untuk skoliosis

    pengobatan skoliosis

    Brace skoliosis tersedia dalam beberapa jenis. Jenis mana yang perlu dipilih menyesuaikan dengan bentuk skoliosis dan tingkat kenyamanan masing-masing pengguna.

    Bentuk korset yang tepat akan lebih efektif dalam menopang tulang. Dalam menentukan jenis yang tepat, dokter akan mempertimbangkan faktor berikut ini.

    • Lokasi bengkok pada tulang belakang.
    • Tingkat kelenturan bagian yang bengkok.
    • Jumlah bengkokan pada tulang.
    • Posisi atau sudut perputaran tulang yang bengkok.
    • Kondisi kesehatan lain yang dimiliki.

    Selain itu, dokter biasanya juga akan mempertimbangkan aktivitas dan gaya hidup pengguna brace ini.

    Dilansir dari Kids Health, jenis-jenis brace skoliosis meliputi berikut ini.

    1. Wilmington brace dan Boston brace

    Kedua jenis ini bisa digunakan untuk skoliosis sedang pada tulang rusuk dan tulang belakang bagian bawah. Penelitian telah dilakukan untuk memastikan keberhasilan penggunaan brace ini.

    Brace ini muat dimasukkan di bawah pakaian dan bisa menutupi seluruh bagian tubuh, dari bawah ketiak hingga pinggul.

    Meski terbuat dari bahan yang ringan, brace ini cukup kaku untuk menopang tubuh. Biasanya, kedua jenis ini perlu dipakai selama 12-23 jam sehari.

    2. Rigo-Cheneau brace

    Brace ini merupakan tipe yang dibuat khusus dan terkadang digunakan dalam terapi fisik dengan metode Schroth.

    Pada jenis ini, ada bukaan yang bisa membuat tubuh lebih bebas bergerak saat bernapas atau berolahraga.

    3. Charleston Bending brace

    Brace jenis ini hanya perlu digunakan pada malam hari. Jenis ini juga terbuat dari bahan plastik yang keras, sehingga bisa menopang tulang punggung pada posisi yang sama.

    Namun, jenis ini bukan hanya menjaga posisi susunan tulang, tetapi membuat tulang condong ke satu sisi yang berlawanan dari bagian yang melengkung.

    Maka dari itu, brace ini biasanya hanya digunakan untuk meredakan kebengkokan berbentuk C pada tulang punggung bagian bawah.

    4. Milwaukee brace

    Ini merupakan jenis brace yang pertama kali ditemukan untuk mengatasi skoliosis. Brace jenis ini biasanya perlu digunakan selama 12-20 jam per hari.

    Brace ini terbuat dari bahan plastik keras yang melingkari bagian pinggul dan pinggang dengan tongkat lurus di bagian depan dan belakang yang terhubung dengan cincin yang dikaitkan pada leher.

    Dibandingkan dengan jenis brace lain, tipe ini lebih sulit untuk dipakai, sehingga kini sudah jarang digunakan.

    5. SpineCor

    Tipe brace ini lebih lentur dibandingkan dengan jenis lainnya.

    Pasalnya, brace ini berbentuk pita dan rompi, sehingga lebih mudah diatur sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing pengguna.

    Bagaimana cara kerja brace untuk skoliosis?

    risiko operasi skoliosis

    Penelitian menunjukan, brace skoliosis bertujuan untuk menghambat pertumbuhan tulang yang bengkok.

    Brace ini bekerja dengan memberi tekanan secara perlahan pada titik yang bengkok di batang tubuh untuk membuat tulang punggung tetap pada posisi yang lurus.

    Meski bukan hal yang pasti, kebengkokan pada tulang juga berpotensi mengecil jika terus ditahan menggunakan brace.

    Hasil penelitian juga memastikan bahwa semakin sering brace digunakan, fungsi kerjanya pun akan semakin efektif.

    Maka dari itu, pemakaian brace lebih dari 16 jam sehari akan lebih efektif untuk memperkecil kemungkinan prosedur operasi perlu dilakukan serta mengurangi gejala skoliosis.

    Perlu diketahui

    Agar penggunaan brace dapat bekerja optimal, sangat penting untuk mengikut anjuran yang diberikan oleh dokter terkait cara dan waktu pemakaiannya.

    Berapa lama pemakaian brace pada skoliosis?

    Waktu yang paling tepat untuk menggunakan brace skoliosis adalah selama masa pubertas dan sebelum lengkungan pada tulang bertambah besar.

    Pada masa tersebut, penggunaan brace bisa menimbulkan hasil yang paling efektif.

    Dokter akan mengatur waktu penggunaan brace sehari-hari. Ini ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kebengkokan dan masa pertumbuhan masing-masing penderita.

    Namun, umumnya dokter akan menyarankan penggunaan brace selama 12-20 jam per hari.

    Penggunaan brace biasanya baru akan dihentikan saat masa pertumbuhan tulang sudah selesai. Maka dari itu, brace mungkin perlu digunakan selama beberapa tahun.

    Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan brace ini untuk Anda atau anak Anda.


    Cari tahu olahraga yang cocok untukmu!

    Ayo tanya dokter atau berbagi tips bersama di Komunitas Olahraga Hello Sehat!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Kaelin A. J. (2020). Adolescent idiopathic scoliosis: indications for bracing and conservative treatments. Annals of translational medicine8(2), 28. https://doi.org/10.21037/atm.2019.09.69

    Patient Guide to Scoliosis Bracing. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/johns-hopkins-childrens-center/what-we-treat/specialties/orthopaedics/_documents/patient-guide-scoliosis-bracing.pdf

    Bracing – Scoliosis Association. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://sauk.org.uk/scoliosis-treatment/bracing/

    Bracing Options for Scoliosis. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.childrensmercy.org/departments-and-clinics/orthopedics/spine-care/bracing-options-for-scoliosis/

    Nonsurgical Treatment Options for Scoliosis – OrthoInfo – AAOS. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/treatment/nonsurgical-treatment-options-for-scoliosis/

    Scoliosis – Treatment in adults. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/scoliosis/treatment-in-adults/

    Scoliosis Bracing for Children and Teens – Children’s Health Orange County. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.choc.org/orthopaedics/spine-center/scoliosis/bracing/

    Scoliosis Bracing for Teens and Tweens. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://www.childrenshospital.org/treatments/scoliosis-bracing

    Scoliosis: Bracing (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 22 June 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/scoliosis-brace.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Jul 18
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
    Next article: