Sirosis Bilier Primer

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Sirosis Bilier Primer?

Sirosis bilier primer atau primary biliary cirrhosis (PBC) adalah kondisi ketika saluran empedu di hati meradang dan tersumbat. Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh hati. Empedu memainkan peran penting dalam pencernaan makanan, menyaring sel darah merah yang memburuk, kolesterol dan racun. Saluran empedu yang rusak akan menyebabkan zat berbahaya menumpuk di hati yang menyebabkan sirosis.

Seberapa umumkah Sirosis Bilier Primer?

Kebanyakan pasien adalah perempuan berusia antara 30 dan 60 tahun. Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Sirosis Bilier Primer?

Gejala awal yang muncul adalah gatal seluruh tubuh atau hanya pada telapak tangan dan kaki diikuti dengan adanya penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning). Gejala lain seperti kelelahan dan mudah memar. Karena hati mengalami banyak luka mengakibatkan gagalnya fungsi hati, akibatnya terjadi adanya cairan di perut (ascites), kaki bengkak, kebingungan, dan kelesuan. Komplikasi lain adalah pendarahan pada esophagus dari pembuluh darah yang membesar dikenal sebagai varises yang berkembang pada orang dengan sirosis dan kekurangan vitamin, osteoporosis, dan nyeri sendi.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi diduga karena gangguan autoimun. Autoimun berarti bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Kondisi terjadi di mana tubuh yang memiliki limfosit T (sel darah putih) berperan sebagai pencegah masuknya bakteri berbahaya. Namun, ketika primary biliary cirrhosis terjadi, sel-sel ini semakin menumpuk di hati, dan menyusup dan menghancurkan sel-sel yang melapisi saluran empedu pada hati. Saluran empedu mengalami peradangan kemudian menyebar dan menghancurkan sel-sel hati di dekatnya. Sel-sel hati yang hancur akan menyebabkan jaringan yang luka sehingga mengakibatkan ke sirosis.

Penyebab

Apa penyebab Sirosis Bilier Primer?

 

Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi diduga karena gangguan autoimun. Autoimun berarti bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Kondisi terjadi di mana tubuh yang memiliki limfosit T (sel darah putih) berperan sebagai pencegah masuknya bakteri berbahaya. Namun, ketika primary biliary cirrhosis terjadi, sel-sel ini semakin menumpuk di hati, dan menyusup dan menghancurkan sel-sel yang melapisi saluran empedu pada hati. Saluran empedu mengalami peradangan kemudian menyebar dan menghancurkan sel-sel hati di dekatnya. Sel-sel hati yang hancur akan menyebabkan jaringan yang luka sehingga mengakibatkan ke sirosis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Sirosis Bilier Primer?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami primary biliary cirrhosis  yaitu:

  • Faktor genetik: jika seseorang dalam keluarga Anda memiliki penyakit ini, maka Anda juga mungkin memiliki kecenderungan.
    • Faktor lingkungan: Sebuah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik digabungkan dengan faktor lingkungan dapat menyebabkan rentannya terjadi primary biliary cirrhosis. Faktor lingkungan meliputi: infeksi, asap rokok, bahan kimia yang berbahaya dll

Tidak memiliki risiko tidak berarti Anda tidak dapat memiliki stenosis tulang belakang. Faktor risiko yang tercantum di atas hanya untuk referensi. Itu selalu terbaik untuk mendiskusikan dengan spesialis Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk Sirosis Bilier Primer?

Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia untuk penyakit ini. Pengobatan dilakukan untuk menghilangkan gejala. Pengobatan termasuk obat ursodiol dan colchicines untuk membantu meredakan gejala dan mengurangi kerusakan hati. Cholestyramine membantu mengurangi gatal. Selain itu, Anda perlu asupan kalsium atau vitamin D untuk mencegah osteoporosis. Batasi asupan garam untuk mengurangi akumulasi dalam hati. Pada kasus yang parah, transplantasi hati buatan adalah pilihan terbaik untuk pengobatan sirosis empedu hati.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk Sirosis Bilier Primer?

Dokter Anda akan melakukan diagnosis awal melalui gejala, hasil tes kesehatan dan tes darah, termasuk tes fungsi hati dan antibodi anti-mitokondria (AMA). Biopsi hati adalah cara terbaik untuk memverifikasi diagnosis dokter Anda. Selain itu, metode diagnosis lain seperti CT scan, magnetic resonance imaging (MRI) atau rontgen pada saluran-saluran empedu juga membuat diagnosis yang lebih akurat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Sirosis Bilier Primer?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sirosis bilier primer:

  • Lakukan pemeriksaan kembali secara akurat untuk memantau perkembangan gejala serta kondisi kesehatan Anda.
  • Gunakan obat yang diresepkan; jangan menggunakan obat tanpa resep dokter atau berhenti minum obat yang diresepkan.
  • Kurangi jumlah asupan garam
  • Lakukan latihan fisik.
  • Jangan minum alkohol

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

Bagi pengidap hepatitis C, kesehatan hati adalah kunci untuk hidup sehat. Namun, bagaimana cara menjaga kesehatan hati? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan, Health Centers 5 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 9 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Tanda Sirosis, Radang Hati Kronis yang Berbahaya

Di awal, sirosis tidak terlalu menunjukkan tanda serangannya. Setelah lama berkembang, barulah muncul berbagai gejala sirosis hati yang harus diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin hepatitis A

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
temulawak obat hepatitis

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit
pantangan bagi penderita hepatitis

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk pasien hepatitis

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit