5 Upaya Pencegahan Kanker Hati yang Dapat Anda Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Menurut World Health Organization (WHO), kanker hati merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Namun, bukan berarti penyakit kanker hati tak dapat dihindari. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati. Yuk, simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini. 

Berbagai cara mencegah terjadinya kanker hati

Anda tentu ingin selalu sehat dan terbebas dari berbagai penyakit. Selain menerapkan gaya hidup sehat, Anda juga perlu melakukan beberapa hal yang dapat membantu pencegahan terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker hati. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah:

1. Menghindari dan mengobati infeksi hepatitis B dan C

Menurut American Cancer Society, salah satu faktor risiko dari kanker hati adalah infeksi hepatitis B dan C kronis. Penyakit ini sifatnya menular dari satu orang ke orang lain melalui penggunaan jarum suntik yang biasanya digunakan untuk pengobatan.

Namun, Anda juga bisa menularkan penyakit ini melalui seks tanpa proteksi dan dari ibu kepada anak yang dilahirkannya.

Salah satu upaya pencegahan agar tidak tertular infeksi ini adalah menghindari penggunaan jarum suntik bersama dengan orang lain maupun selalu menggunakan kondom atau alat proteksi lainnya saat berhubungan seks.

Tidak hanya itu, disarankan untuk anak-anak hingga dewasa untuk melakukan suntik vaksin HBV (untuk hepatitis B) demi mengurangi risiko hepatitis sekaligus pencegahan terhadap kanker hati. Jika Anda termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki risiko terhadap infeksi hepatitis B dan C, lebih baik lakukan deteksi dini untuk kanker hati.

Jika Anda sudah mengalami infeksi ini, segera jalani pengobatan untuk pencegahan terhadap kanker hati. Meski penggunaan obat tidak serta merta menyembuhkan infeksi hepatitis B yang Anda miliki, tapi penggunaannya dapat mengurangi risiko sirosis hati dan kanker hati.

Sementara itu, untuk menghindari infeksi hepatitis C, Anda bisa mengurangi risikonya dengan mengetahui kondisi kesehatan pasangan, mengurangi penggunaan jarum suntik, dan memilih tempat yang bersih jika ingin melakukan tindik di telinga.

2. Berhenti merokok dan minum alkohol

merokok menyebabkan kanker hati

Tahukah Anda bahwa merokok dan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan faktor risiko penyebab kanker hati? Oleh sebab itu, jika Anda seorang perokok, segeralah untuk menghentikan kebiasaan buruk ini sebagai pencegahan terhadap kanker hati. Begitu pula jika Anda sering mengonsumsi alkohol.

Masalahnya, terlalu banyak mengonsumsi alkohol meningkatkan risiko Anda mengalami sirosis. Padahal, sirosis juga termasuk ke dalam salah satu faktor risiko dari kanker hati. Dengan berhenti merokok, Anda juga mencegah penyakit kanker hati dan berbagai jenis kanker maupun penyakit yang berbahaya lainnya.

3. Menjaga berat badan tetap ideal

Salah satu risiko dari kanker hati adalah obesitas. Oleh karena itu, upaya pencegahan terhadap kanker hati yang bisa Anda lakukan adalah untuk selalu menjaga berat badan agar tetap sehat. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga.

Pasalnya, berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko sirosis, faktor risiko lain dari kanker hati. Jika ingin menurunkan berat badan, kurangi jumlah kalori dari asupan makanan harian Anda. Lalu, tingkatkan pula waktu atau intensitas Anda dalam berolahraga.

4. Melakukan deteksi dini terhadap kanker hati

diabetes dan kanker hati

Salah satu upaya pencegahan kanker hati yang tidak kalah penting dilakukan adalah melakukan deteksi dini. Hal ini terutama perlu dilakukan jika Anda sudah mulai merasakan berbagai gejala kanker hati.

Namun, orang dikategorikan wajib untuk melakukan deteksi terhadap kanker hati adalah orang yang mengalami sirosis hati, infeksi hepatitis B dan hepatitis C. Anda juga bisa hanya melakukan pemeriksaan dengan dokter dan mendiskusikan apakah perlu melakukan deteksi dini.

Jika Anda memang didiagnosis mengalami kanker hati, setidaknya langkah selanjutnya bisa diambil. Sebagai contoh, mencari tahu tahapan stadium kanker hati dan metode pengobatan kanker hati yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

5. Mengatasi penyakit yang menjadi faktor risiko kanker hati

Ada beberapa penyakit yang meningkatkan potensi Anda mengalami kanker hati. Maka, sebaiknya atasi berbagai penyakit tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati.

Salah satu penyakit yang diduga meningkatkan risiko kanker hati adalah diabetes. Hal ini disebabkan diabetes memengaruhi peredarah darah secara langsung, sehingga komplikasinya bisa menyerang berbagai organ, termasuk organ hati.

Selain itu, risiko terhadap kanker hati juga ikut meningkat apabila Anda memiliki penyakit keturunan yang dapat menyebabkan sirosis hati. Oleh sebab itu, salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit ini adalah menjalani pengobatan untuk berbagai risiko tersebut. Dengan begitu, risiko Anda mengalami kanker hati pun ikut menurun.

Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan

Sebelum melakukan berbagai pencegahan terhadap kanker hati, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini disebabkan Anda perlu mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh untuk mengambil langkah berikutnya.

Berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Mengingat kondisi kesehatan masing-masing individu berbeda, upaya pencegahan yang bisa dilakukan mungkin berbeda pula.

Di samping itu, ada pula berbagai informasi yang perlu Anda konfirmasi kebenarannya yang berkaitan dengan upaya pencegahan kanker hati. Salah satunya, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Report menjelaskan bahwa aspirin dapat membantu menurunkan risiko Anda mengalami kanker hati.

Dengan memastikan informasi yang Anda dapatkan mengenai hal yang dapat membantu mencegah kanker hati kepada dokter, setidaknya Anda bisa memilih langkah yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Eksim numular, dikenal juga sebagai dermatitis numularis atau eksim discoid, adalah kondisi kronis yang menyebabkan bercak berbentuk koin pada kulit.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan thalasemia, ada beberapa pilihan pengobatan standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit