Sindrom Metabolik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom metabolik?

Sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang terjadi secara bersamaan seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, kelebihan lemak di sekitar pinggang, serta kenaikan kadar kolesterol yang tidak biasa. Kondisi ini membuat penderitanya berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sindrom metabolik adalah penyakit yang tidak menular. Jika Anda memiliki sindrom metabolik atau salah satu kondisi dari sindrom metabolik, perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dapat memperlambat atau bahkan mencegah masalah kesehatan yang serius.

Seberapa umumkah sindrom metabolik?

Sindrom metabolik adalah kondisi yang umumnya dialami lansia. Meski begitu, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak dan orang muda.

Anda dapat mencegah penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom metabolik?

Tanda dan gejala sindrome metabolik umumnya samar. Pasalnya, penyakit seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang terjadi pada kondisi ini juga tidak memiliki gejala yang jelas.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan seperti tes darah dan cek tekanan darah secara teratur untuk mengetahui apakah Anda memiliki salah satu dari penyakit tersebut

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya periksa ke dokter atau ahli gizi untuk saran mengenai diet atau olahraga yang dapat dilakukan jika Anda:

  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Memiliki gejala diabetes seperti sering haus dan buang air kecil, penglihatan kabur, dan nafsu makan yang berlebihan

Jika Anda ingin mengetahui kadar kolesterol, Anda dapat melakukan tes HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat) serta trigliserida di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Penyebab

Apa penyebab sindrom metabolik?

Penyebab utama sindrom metabolik adalah obesitas dan minimnya aktivitas fisik. Sindrom metabolik berhubungan dengan suatu kondisi yang disebut resistensi insulin. Biasanya, sistem pencernaan Anda akan memecah makanan yang Anda makan menjadi gula (glukosa). Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu gula diserap oleh sel-sel Anda untuk digunakan sebagai energi.

Orang yang memiliki resistensi insulin, sel-selnya tidak merespon secara normal terhadap insulin, dan glukosa tidak bisa diserap oleh sel-sel dengan mudah. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah Anda meningkat meskipun tubuh Anda menghasilkan banyak insulin. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes di mana tubuh Anda tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatur glukosa darah pada kisaran normal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami sindrom metabolik?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap sindrom metabolik adalah:

  • Usia. Risiko sindrom metabolik meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Sindrom ini terjadi pada 40 persen orang-orang yang berusia di atas 60 tahun.
  • Penyakit lain. Risiko sindrom metabolik lebih tinggi jika Anda pernah memiliki penyakit jantung, penyakit perlemakan hati non alkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Diabetes. Anda memiliki risiko sindrom metabolik jika Anda memiliki diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional) atau jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki diabetes tipe 2 alias kencing manis.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami sindrom ini. Faktor-faktor di atas hanya untuk acuan saja. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom metabolik?

Dalam pengobatan sindrom metabolik, diperlukan usaha dan ketekunan. Beberapa perubahan hidup yang diperlukan untuk membantu mengatasi sindrom metabolik adalah:

  • Menurunkan berat badan.
  • Perubahan pola makan untuk menurunkan kolesterol termasuk mengonsumsi lemak tak jenuh bukan lemak jenuh.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Olahraga ringan setiap hari, berjalan cepat selama 30 menit atau berlari selama 15 menit dapat memberikan manfaat kesehatan yang penting.
  • Dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol, obat-obatan lain seperti statin (lovastatin, pravastatin, simvastatin, atorvastatin, dan rosuvastatin).

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom metabolik?

Dokter Anda mungkin melakukan tes darah atau mengukur tekanan darah untuk mendiagnosis apakah Anda memiliki sindrom metabolik. Dokter juga mungkin akan mengukur lingkar pinggang Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup untuk mengatasi sindrom metabolik?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom metabolik adalah:

  • Periksalah ke dokter secara teratur untuk memantau penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Turunkan berat badan dan berolahraga secara teratur. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tentang diet dan olahraga yang cocok untuk kondisi Anda.
  • Ukur tekanan darah dan lakukan tes darah secara teratur untuk memantau tingkat gula darah Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit