Sakit Kepala Cluster

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit kepala cluster?

Sakit kepala cluster adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling umum dari kelompok gangguan sakit kepala trigeminal autonomic cephalalgia.

Sakit kepala cluster adalah serangkaian serangan sakit kepala yang relatif singkat tetapi sangat parah dan menyakitkan. Rasa sakitnya digambarkan tajam menusuk seperti kepala yang terus di-bor dan terasa panas, yang terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala. Rasa sakitnya sering pindah ke bagian dahi, pelipis, pipi, leher, dan pundak.

Istilah sakit kepala cluster berasal dari fakta bahwa serangan ini terjadi dalam kelompok, atau “cluster.” Selama satu siklus kelompok, serangan sakit kepala bisa berulang antara 1-8 kali per hari yang terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Durasi siklus yang paling umum terjadi biasanya berlangsung 1 sampai 12 minggu. Anda cenderung mendapatkannya pada waktu yang sama setiap tahun.

Siklus cluster dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan biasanya dipisahkan oleh periode remisi (bebas dari sakit kepala) yang biasanya berlangsung beberapa bulan sampai siklus selanjutnya datang lagi.

Kemunculan serangan sakit kepala ini pun tidak bisa ditebak. Beberapa bulan bisa bebas tanpa sakit kepala, tapi kemudian penyakit ini dapat kambuh lagi. Rasa nyeri yang ditimbulkan juga dapat hilang dengan cepat atau secara perlahan.

Dikutip dari Mayo Clinic, sakit kepala cluster adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling menyakitkan. Sakit kepala cluster bisa lebih parah daripada migrain. Akan tetapi, durasi serangan biasanya tidak berlangsung selama migrain.

Sakit kepala ini pun dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sakit kepala kluster episodik: berlangsung satu minggu sampai tiga bulan. Siklus bisa bertahan selama satu tahun, tapi jarang terjadi.
  • Sakit kepala kluster kronis: bertahan selama beberapa bulan, satu tahun, bahkan lebih. Masa remisi yang terjadi pun relatif singkat yaitu sekitar sebulan.

Seberapa umumkah jenis sakit kepala ini?

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling tidak umum. Diperkirakan tidak lebih dari 1 persen orang di dunia yang mengalami kondisi ini.

Pria mendapatkannya lebih dari wanita. Anda biasanya mulai mendapatkannya sebelum usia 30 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit kepala cluster?

Serangan sakit kepala cluster mulai dengan cepat dan tanpa peringatan. Rasa sakitnya  luar biasa dan sering digambarkan sebagai sensasi tajam, terbakar, atau menusuk di satu sisi kepala. Sisi kepala yang terdampak cenderung selalu sama untuk setiap serangan. Sakitnya sering terpusat di sekitar mata, pelipis, dan terkadang wajah.

Serangan biasanya berlangsung antara 15 menit dan 3 jam, dan biasanya terjadi sekitar 1-8 kali sehari.

Rasa sakit akibat serangan ini dapat terasa luar biasa parah, membuat pengidapnya sering gelisah dan tidak bisa diam. Mereka mungkin bereaksi dengan mengayun-ayunkan badan, berjalan mondar-mandir, atau membenturkan kepala ke dinding demi meringankan nyeri tersebut.

Sakit kepala ini juga umumnya terjadi pada malam hari dan dapat membuat orang terbangun dari tidurnya.

Tak hanya itu saja. Gejala lainnya dari sakit kepala cluster adalah:

  • Mata memerah dan berair.
  • Kelopak mata terkulai pada sisi yang terdampak.
  • Pupil mata pada sisi yang terdampak mengecil dari sisi satunya.
  • Masalah penglihatan di bagian kepala yang sakit.
  • Wajah memerah dan berkeringat.
  • Hidung tersumbat atau berair (meler).
  • Warna kulit menjadi pucat serta berubah kemerahan.
  • Ada pembengkakan di sekitar area mata sisi kepala yang terdampak.
  • Rasa sakit atau nyeri yang luar biasa yang menjalar ke area lain seperti wajah, kepala, serta leher.

Penyakit ini sering terjadi pada waktu yang sama setiap hari selama 6 sampai 12 minggu, diikuti dengan hilangnya sakit kepala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Seiring usia Anda, periode antara hilangnya rasa sakit kepala dan terjadinya sakit kepala cluster lagi akan menjadi lebih lama.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Nyeri kepala secara mendadak
  • Nyeri kepala diikuti dengan demam, mual atau muntah, leher kaku, kesulitan dalam berbicara atau bermasalah dengan gerakan otot wajah
  • Kepala terasa sakit setelah cedera yang lama berlangsung.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab sakit kepala cluster?

Penyebab sakit kepala cluster tidak diketahui, tetapi pola sakit kepala cluster menunjukkan ada peran dari kelainan hipotalamus otak.

Daerah pada otak ini memiliki dua fungsi yaitu menghubungkan otak ke sistem saraf dan bertindak sebagai jam biologis tubuh, yang mengontrol waktu tidur dan bangun. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa sakit kepala cluster sering terjadi pada waktu yang sama, dan rentan kambuh pada malam hari.

Tidak seperti sakit kepala migrain dan sakit kepala ketegangan, sakit kepala kluster umumnya tidak berhubungan dengan penyebab lain seperti makanan, perubahan hormon, dan stres. Namun ketika periode serangan kluster sudah mulai, minum minuman beralkohol mungkin dapat memperparah gejalanya.

Serangan sakit kepala cluster kadang-kadang dapat dipicu oleh aroma yang kuat, seperti parfum, cat atau bensin.

Beberapa kasus juga tampak menurun dalam keluarga, yang menunjukkan mungkin ada hubungan genetik.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko sakit kepala sebelah?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami sakit kepala cluster adalah:

  • Kebanyakan orang usia 20 dan 50 tahun menderita sakit kepala cluster, meskipun kondisi dapat berkembang pada usia berapa pun
  • Jenis kelamin. Dibandingkan perempuan, laki-laki mempunyai risiko yang lebih besar mengalami sakit kepala kluster.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol. Hindari terlebih dahulu minuman beralkohol saat berlangsungnya sakit kepala. Namun, berhenti merokok juga tidak memberikan efek yang berarti untuk meredakan rasa sakit.
  • Riwayat keluarga. Apabila orang tua serta saudara kandung pernah mengalami sakit kepala jenis ini, maka hal ini bisa menambah risiko pada Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sakit kepala cluster?

Tidak ada obat untuk sakit kepala cluster. Namun, obat-obatan tertentu dapat mencegah terjadinya serangan sakit kepala. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk sakit kepala cluster adalah:

  • Untuk sakit kepala membandel (yang terjadi bahkan dengan obat pencegahan), menghirup oksigen murni dapat meringankan gejala. Dokter dapat meresepkan terapi oksigen untuk digunakan di rumah jika sakit kepala yang membandel sering terjadi.
  • Jika sakit kepala terjadi kadang-kadang, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan seperti obat triptan, verapamil, atau ethylprednisolone steroid.
  • Obat lain seperti verapamil, methysergide, lithium, kortikosteroid, dan topiramate harus memiliki anjuran dari dokter bila ingin digunakan.

Tidak hanya mengonsumsi obat secara langsung, Anda juga bisa melakukan cara lain yang lebih cepat untuk meredakan rasa sakit yang terjadi di area kepala, seperti:

1. Menghirup oksigen

Anda bisa membantu meredakan sakit kepala kluster dengan menghirup oksigen dengan kadar 100 persen. Melalui bantuin masker khusus dengan kecepatan 7 sampai 10 liter per menit dapat membuat Anda merasa lega.

Namun, cara ini tidak dapat meredakan rasa sakit sampai tuntas, hanya menunda gejala datang kembali.

2. Injeksi sumatriptan

Tidak hanya untuk sakit kepala migrain, kandungan sumatriptan juga diklaim dapat membantu meredakan sakit kepala kluster. Dosis injeksi untuk orang dewasa adalah 6 mg dengan maksimal dua suntikan dalam rentang waktu satu jam secara terpisah.

Namun, apabila Anda mempunyai kondisi hipertensi juga penyakit jantung sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

3. Dihydroergotamine

Bagi sebagian orang, ini merupakan pereda rasa sakit yang cukup efektif. Anda dapat menggunakannya dengan cara dihirup atau pun intravena yang harus diberikan oleh petugas medis. Terdapat jenis inhaler namun efeknya tidak begitu cepat.

4. Octreotide

Suntikan jenis ini merupakan versi sintetis dari somatostatin yang merupakan hormon untuk otak. Diklaim sebagai pengobatan yang cukup efektif untuk meredakan sakit kepala cluster.

Obat jenis ini dianggap aman bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung.

5. Operasi atau pembedahan

Apabila dengan pengobatan apapun masih belum berhasil meredakan sakit yang Anda rasakan, pembedahan adalah merupakan pilihan terakhir.

Namun, kasus ini merupakan hal yang jarang terjadi dan hanya dapat dilakukan sekali.

  • Pembedahan konvensional. Tindakan ini dilakukan dengan cara ahli bedah akan memotong bagian dari saraf trigeminal. Yaitu, area di belakang dan sekitar mata. Risiko yang bisa terjadi adalah kerusakan mata.
  • Suntikan gliserol. Suntikan yang dilakukan pada saraf wajah ini diklaim sebagai perawatan efektif dan lebih aman daripada prosedur bedah lainnya.

Apa saja tes yang biasa dilakukan?

Dokter dapat mendiagnosis berdasarkan riwayat dan pemeriksaan medis. Tes-tes lain umumnya tidak diperlukan.

Jika pola gejala mengalami perubahan, dokter akan melakukan tes tambahan seperti magnetic resonance imaging (MRI) pada bagian kepala untuk mencari gangguan lain yang dapat menyerupai sakit kepala cluster.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala cluster adalah:

  • Jagalah jadwal tidur Anda agar tetap cukup dan teratur
  • Gunakanlah obat yang telah diresepkan dokter.
  • Periksakan selalu diri Anda ke dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan Anda.

Pencegahan

Apa saja tindakan pencegahan yang bisa dilakukan?

Sama seperti penyakit lainnya, Anda pun bisa melakukan tindakan pencegahan untuk kondisi sakit kepala sebelah. Hal ini dilakukan agar sakit kepala tidak terus kembali dan mengganggu segala kegiatan Anda.

Beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya adalah:

  • Mengurangi konsumsi alkohol serta berhenti merokok.
  • Hindari pula beraktivitas di suhu yang terlalu panas.
  • Kurangi penggunaan air panas saat akan mandi.
  • Hindari tempat yang terlalu tinggi.

Sakit kepala sebelah atau sakit kepala cluster bukanlah kondisi yang dapat mengancam jiwa Anda. Namun, sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan.

Apabila Anda melakukan tindakan pencegahan atau mengatasi dengan hal-hal di atas, setidaknya mengurangi rasa sakit, sakit kepala jadi lebih jarang terjadi, atau bahkan sampai benar-benar hilang sepenuhnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

    Kerja lembur dan sakit kepala merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Ikuti cara cepat mengatasi sakit kepala berikut ini untuk bantu ringankan nyeri.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    cara cepat mengatasi sakit kepala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Migrain

    Migrain adalah sakit kepala hebat di satu sisi. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengatasi, dan mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 14/04/2020 . Waktu baca 13 menit

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

    Sakit Kepala Sebelah

    Sakit kepala sebelah adalah jenis sakit kepala yang umum, tapi bisa dipicu oleh penyakit lain. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 08/04/2020 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat migrain alami

    10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 8 menit
    obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

    6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit
    cara menghilangkan sakit kepala

    14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 8 menit
    lemas saat puasa

    5 Cara Atasi Efek Berhenti Minum Kopi Saat Puasa

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 6 menit