Perlemakan Hati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu perlemakan hati (fatty liver)?

Fatty liver atau perlemakan hati adalah penumpukan lemak yang berlebih serta infeksi pada hati.  Perlemakan hati pada dasarnya tidak berbahaya, tapi inflamasi (peradangan) yang berkepanjangan dapat menyebabkan jaringan parut (sirosis) serta menurunkan fungsi hati.

Minum minuman keras adalah aktivitas yang membuat Anda lebih berisiko terkena fatty liver. Seiring berjalannya waktu, terlalu banyak alkohol menyebabkan penumpukan lemak di dalam sel hati Anda. Ini membuat pekerjaan hati menjadi sulit. 

Namun, Anda tetap bisa mengidap penyakit perlemakan hati, meski tidak banyak minum alkohol. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Perlemakan hati adalah penyakit umum dan dapat terjadi pada siapa saja. Namun pada kasus perlemakan hati yang disebabkan karena mengonsumsi alkohol, penyakit tersebut paling sering dialami oleh remaja dan merupakan pemicu penyakit hati tertinggi nomor tiga pada orang dewasa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perlemakan hati (fatty liver)?

Kebanyakan orang dengan perlemakan hati tidak menyadari memiliki penyakit ini karena gejalanya yang cenderung samar. Namun, beberapa gejala umum dari fatty liver adalah:

  • Tubuh terasa lemas dan lelah
  • Sakit perut
  • Nafsu makan turun
  • Penurunan berat badan secara drastis

Kemungkinan terdapat gejala fatty liver yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar gejala fatty liver, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mencurigai mengalami tanda-tanda dan gejala fatty liver yang sudah berlangsung lama. Jika Anda turun berat badan secara tiba-tiba, mungkin ini merupakan tanda bahwa hati Anda bermasalah, segeralah periksa ke dokter.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis perlemakan hati (fatty liver)?

Berdasarkan penyebabnya, jenis-jenis fatty liver adalah:

Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

NAFLD adalah jenis fatty liver yang tidak berhubungan dengan konsumsi alkohol berlebihan. Dua bentuk fatty liver jenis ini adalah:

  • Fatty liver sederhana adalah Anda memiliki lemah di hati, tetapi Anda mungkin tidak memiliki peradangan atau kerusakan di sel-sel hati Anda. Kondisi ini biasanya tidak memburuk atau menyebabkan masalah pada hati Anda. 
  • Nonalcoholic steatohepatitis (NASH) adalah kondisi yang lebih serius daripada fatty liver sederhana. NASH berarti Anda mengalami peradangan pada hati. Ini dapat mengakibatkan kondisi serius, seperti fibrosis dan sirosis. 

Alcohol Fatty Liver Disease (ALD)

ALD adalah fatty liver yang muncul akibat konsumsi berlebihan Anda terhadap alkohol. Kondisi ini biasanya menjadi lebih baik ketika Anda berhenti minum alkohol. Jika Anda tidak berhenti minum, ALD dapat menyebabkan masalah serius. 

Dikutip dari Web MD, masalah tersebut termasuk:

  • Hati membesar. Kondisi ini tidak selalu menyebabkan gejala, tetapi Anda mungkin mengalami sakit atau ketidaknyamanan di sisi kanan atas perut Anda. 
  • Hepatitis alkoholik. Ini adalah pembengkakan di hati yang dapat menyebabkan demam, mual, muntah, sakit perut, dan penyakit kuning. 
  • Sirosis alkoholik. Ini adalah penumpukan jaringan parut di hati Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala yang sama dengan hepatitis alkoholik. 

Fatty liver jenis ALD biasanya muncul terlebih dahulu. Namun, itu bisa menjadi lebih buruk dan menjadi hepatitis alkoholik. Seiring berjalannya waktu, kondisi itu bisa menjadi sirosis alkoholik. 

Jika Anda banyak minum alkohol, segera hubungi dokter Anda. Tenaga medis dapat membantu Anda mengendalikan minum untuk menyelamatkan kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perlemakan hati (fatty liver)?

Perlemakan hati disebabkan karena tubuh memproduksi lemak dalam jumlah yang berlebihan. Akibatnya, terjadilah penumpukan lemak dalam jaringan hati.

Perlemakan hati dapat digolongkan berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  • Perlemakan hati alkohol. Perlemakan hati paling sering terjadi karena mengonsumsi alkohol secara berlebihan atau sering mabuk-mabukan.
  • Perlemakan hati non-alkohol. Selain alkohol, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh hal lainnya. Meski penyebab pastinya belum diketahui secara jelas, penyakit ini paling sering dialami oleh orang yang kelebihan berat badan, punya diabetes, atau kadar kolesterolnya tinggi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perlemakan hati?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena fatty liver adalah:

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan perlemakan hati (fatty liver)?

Beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit fatty liver adalah:

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk perlemakan hati (fatty liver)?

Kebanyakan pasien sering tidak menunjukkan gejala. Perlemakan hati biasanya terdeteksi secara kebetulan pada saat pemeriksaan kesehatan, ketika dokter menemukan fungsi hati yang abnormal atau infeksi.

Dalam hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes lainnya untuk mengetahui faktor umum dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut (seperti hepatitis, alkohol, atau kelebihan zat besi dalam hati).

Beberapa tes yang sering dilakukan untuk mendiagnosis penyakit fatty liver adalah:

  • Tes darah
  • Tes fungsi hati dan enzim-enzim di hati
  • Biopsi hati

Dokter mungkin akan menggunakan rontgen, USG, CT scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk membuat diagnosis yang akurat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perlemakan hati (fatty liver)?

Beberapa perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk membantu mengontrol penyakit fatty liver adalah:

  • Pemeriksaan ulang guna memantau perkembangan gejala serta kesehatan Anda.
  • Dengarkan arahan dari dokter, jangan minum obat atau herbal yang tidak jelas atau sengaja tidak minum obat yang sudah diresepkan.
  • Rutin berolahraga.
  • Kontrol diabetes Anda.
  • Tanyakan kepada dokter mengenai obat yang berbahaya bagi hati seperti acetaminophen dan beberapa obat yang digunakan untuk diabetes serta kolesterol tinggi.
  • Turunkan berat badan jika Anda kegemukan/obesitas.

Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . Waktu baca 3 menit

    Fakta Seputar Prebiotik untuk Anak yang Perlu Orang Tua Tahu

    Menjaga kesehatan sistem cerna anak penting karena berdampak pada daya tahan tubuh. Salah satu caranya adalah dengan menambah asupan prebiotik untuk anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    prebiotik untuk anak
    Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Maag (Dispepsia)

    Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

    Benarkah Ada Bahaya Minum Bubble Tea untuk Kesehatan?

    Apakah Anda penggemar bubble tea? Dibalik rasa manisnya, ada bahaya bubble tea terhadap kesehatan yang mengintai. Baca informasi lengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Nutrisi, Hidup Sehat 11/03/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor

    Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    diabetes dan kanker hati

    Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit