Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Kanker Hati (Liver)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker hati atau kanker liver termasuk kanker yang lebih jarang dibanding dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Namun, penyakit ini sama berbahayanya dengan jenis kanker lainnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari berbagai penyebab dan faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami penyakit ini. Lalu apa saja penyebab dan faktor risiko dari kanker hati? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab terjadinya kanker hati (kanker liver)

Pada dasarnya, kanker hati atau juga disebut dengan hepatoma, terjadi saat DNA sel di dalam organ hati bermutasi. DNA pada sel bertugas untuk memberikan instruksi atau perintah kepada setiap proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Jika terjadi mutasi pada DNA, hal tersebut dapat menyebabkan perubahan pada instruksi yang diberikan. Dengan begitu, sel dapat berubah menjadi tak terkendali dan membentuk sebuah tumor yang nantinya berubah menjadi kanker.

Penyebab dari kanker hati terkadang dapat diketahui, misalnya kanker ini terjadi akibat adanya infeksi hepatitis kronis. Namun, sering kali, kanker hati terjadi tanpa penyebab atau alasan yang jelas. Oleh sebab itu, tak heran jika terkadang pasien tidak menyadari kondisinya karena tubuh pun tidak menangkap tanda atau gejala kanker hati.

Meski begitu, Anda bisa melakukan upaya pencegahan terhadap kanker hati dengan menurunkan berbagai faktor risiko yang mungkin dimiliki.

Faktor risiko dari kanker hati yang perlu diwaspadai

Beberapa kondisi berikut ini adalah hal yang dapat meningkatkan potensi Anda untuk mengalami kanker hati atau kanker liver. Jika Anda tidak ingin hal-hal tersebut menjadi penyebab Anda mengalami kanker hati, lakukan upaya untuk menurunkan risiko-risiko berikut ini.

1. Sirosis

Sirosis adalah penyakit yang sering berhubungan dengan kanker hati. Sebagian besar kasus kanker hati sudah memiliki beberapa tingkat sirosis. Orang dengan sirosis, organ hati kemungkinan telah rusak, sehingga risiko mengalami kanker hati semakin besar.

Ada banyak penyebab sirosis, tapi penyebab paling umum dari salah satu faktor risiko kanker hati ini adalah penyalahgunaan alkohol, atau memiliki infeksi HBV dan HCV kronis.

Beberapa jenis penyakit autoimun, seperti primary biliary cirrhosis (PBC), yang mempengaruhi hati juga dapat menyebabkan sirosis. Bila Anda memiliki PBC, sistem kekebalan tubuh Anda menyerang saluran empedu di hati.

Hal ini menyebabkan saluran empedu menjadi rusak dan dapat menyebabkan sirosis. PBC lanjut memiliki risiko tinggi menyebabkan kanker hati.

2. Penambahan usia

Menurut Cancer Research UK, seiring bertambahnya usia, potensi masing-masing individu mengalami kanker hati atau kanker liver semakin tinggi. Ya, meski penyakit ini bisa terjadi pada usia muda, tapi risiko orang dengan usia yang lebih tua tentu lebih tinggi dibanding orang yang masih berusia muda.

Bahkan, pasien kanker hati biasanya didiagnosis mengalami kondisi ini saat usianya telah lebih dari 60 tahun. Meski begitu, bukan berarti saat Anda menua sudah pasti akan mengalami kondisi ini. Selama Anda menerapkan pola hidup sehat, risiko bertambahnya usia menjadi penyebab dari kanker hati pun bisa diturunkan.

3. Kebiasaan merokok

Jika Anda memiliki kebiasaan tak sehat yang satu ini, kini adalah saat yang tepat untuk berhenti merokok. Mengapa? Pasalnya, merokok merupakan penyebab 20 dari 100 kasus kanker hati. Artinya, selain menjadi penyebab dari kanker paru, kebiasaan ini pun bisa menyebabkan masalah kesehatan lain pada tubuh.

Selain itu, kebiasaan ini akan semakin cepat menjadi penyebab terjadinya kanker hati jika disertai dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Tidak hanya itu, risiko juga akan semakin tinggi jika Anda memiliki penyakit hepatitis B atau C.

4. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terlalu banyak mengonsumsi alkohol memang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker hati. Terlalu banyak mengonsumsi minuman ini juga menjadi penyebab sirosis hati, risiko lain dari kanker hati.

Tak hanya itu, keberadaan alkohol di dalam tubuh juga bisa merusak DNA sel yang berada di dalam organ hati. Semakin sering Anda mengonsumsi alkohol, semakin tinggi pula risiko kebiasaan ini menjadi penyebab dari kanker hati.

5. Kurang tidur

Saat Anda sering begadang atau kurang tidur, lama kelamaan jam biologis tubuh Anda akan berubah. Padahal, gangguan yang terjadi pada jam biologis tubuh yang terjadi akibat kurang tidur ini dapat menyebabkan mutasi genetik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mutasi genetik atau mutasi DNA dapat memicu berkembang biaknya sel di dalam tubuh menjadi kanker. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki kebiasaan begadang atau kurang tidur, cobalah untuk tidur tepat waktu mulai saat ini.

Hal ini disebabkan terlalu sering tidur terlambat ternyata bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker hati.

6. Diabetes tipe 2

Orang dengan diabetes tipe 2 cenderung kelebihan berat badan atau obesitas yang dapat menyebabkan masalah hati. Risiko ini bahkan lebih tinggi pada orang yang memiliki faktor risiko lain seperti penggunaan alkohol secara berlebihan atau virus hepatitis kronis.

7. Penyakit metabolik turunan

Riwayat kesehatan keluarga ternyata termasuk ke dalam salah satu faktor penyebab kanker hati atau kanker liver. Sebagai contoh, apabila di dalam keluarga Anda ada yang memiliki penyakit hemokromatosis, yaitu penyakit yang menyebabkan tubuh Anda menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan mereka.

Zat besi menumpuk dalam tubuh kita, termasuk hati. Jika terlalu banyak berada di hati, dapat menyebabkan sirosis atau kanker hati.

Penyakit langka lain yang meningkatkan risiko kanker hati termasuk:

  • Tyrosinemia.
  • Defisiensi Alpha1-antitrypsin.
  • Porfiria kutanea tarda.
  • Penyakit penyimpanan glikogen.
  • Penyakit Wilson.

Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko yang telah disebutkan di atas, tak ada salahnya untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker hati. Pasalnya, penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala dan baru diketahui saat stadium kanker hati sudah pada tahapan yang cukup parah. Apabila Anda dinyatakan memiliki penyakit ini, setidaknya dokter dapat membantu memberikan pengobatan kanker hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

Ahli kesehatan merekomendasikan berbagai cara mencegah penyakit kanker lambung (perut). Lantas, apa saja tindakan pencegahan kanker lambung (perut)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Lambung (Perut)

Selain kemoterapi atau radioterapi, kanker lambung (perut) mungkin juga bisa diredakan gejalanya dengan obat herbal (tradisional). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gejala kanker lidah

Kanker Lidah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker mulut gusi gigi bibir

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit