Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Kanker Hati (Liver)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker hati atau kanker liver termasuk kanker yang lebih jarang dibanding dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Namun, penyakit ini sama berbahayanya dengan jenis kanker lainnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari berbagai penyebab dan faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami penyakit ini. Lalu apa saja penyebab dan faktor risiko dari kanker hati? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab terjadinya kanker hati (kanker liver)

Pada dasarnya, kanker hati atau juga disebut dengan hepatoma, terjadi saat DNA sel di dalam organ hati bermutasi. DNA pada sel bertugas untuk memberikan instruksi atau perintah kepada setiap proses kimia yang terjadi di dalam tubuh.

Jika terjadi mutasi pada DNA, hal tersebut dapat menyebabkan perubahan pada instruksi yang diberikan. Dengan begitu, sel dapat berubah menjadi tak terkendali dan membentuk sebuah tumor yang nantinya berubah menjadi kanker.

Penyebab dari kanker hati terkadang dapat diketahui, misalnya kanker ini terjadi akibat adanya infeksi hepatitis kronis. Namun, sering kali, kanker hati terjadi tanpa penyebab atau alasan yang jelas. Oleh sebab itu, tak heran jika terkadang pasien tidak menyadari kondisinya karena tubuh pun tidak menangkap tanda atau gejala kanker hati.

Meski begitu, Anda bisa melakukan upaya pencegahan terhadap kanker hati dengan menurunkan berbagai faktor risiko yang mungkin dimiliki.

Faktor risiko dari kanker hati yang perlu diwaspadai

Beberapa kondisi berikut ini adalah hal yang dapat meningkatkan potensi Anda untuk mengalami kanker hati atau kanker liver. Jika Anda tidak ingin hal-hal tersebut menjadi penyebab Anda mengalami kanker hati, lakukan upaya untuk menurunkan risiko-risiko berikut ini.

1. Sirosis

Sirosis adalah penyakit yang sering berhubungan dengan kanker hati. Sebagian besar kasus kanker hati sudah memiliki beberapa tingkat sirosis. Orang dengan sirosis, organ hati kemungkinan telah rusak, sehingga risiko mengalami kanker hati semakin besar.

Ada banyak penyebab sirosis, tapi penyebab paling umum dari salah satu faktor risiko kanker hati ini adalah penyalahgunaan alkohol, atau memiliki infeksi HBV dan HCV kronis.

Beberapa jenis penyakit autoimun, seperti primary biliary cirrhosis (PBC), yang mempengaruhi hati juga dapat menyebabkan sirosis. Bila Anda memiliki PBC, sistem kekebalan tubuh Anda menyerang saluran empedu di hati.

Hal ini menyebabkan saluran empedu menjadi rusak dan dapat menyebabkan sirosis. PBC lanjut memiliki risiko tinggi menyebabkan kanker hati.

2. Penambahan usia

Menurut Cancer Research UK, seiring bertambahnya usia, potensi masing-masing individu mengalami kanker hati atau kanker liver semakin tinggi. Ya, meski penyakit ini bisa terjadi pada usia muda, tapi risiko orang dengan usia yang lebih tua tentu lebih tinggi dibanding orang yang masih berusia muda.

Bahkan, pasien kanker hati biasanya didiagnosis mengalami kondisi ini saat usianya telah lebih dari 60 tahun. Meski begitu, bukan berarti saat Anda menua sudah pasti akan mengalami kondisi ini. Selama Anda menerapkan pola hidup sehat, risiko bertambahnya usia menjadi penyebab dari kanker hati pun bisa diturunkan.

3. Kebiasaan merokok

Jika Anda memiliki kebiasaan tak sehat yang satu ini, kini adalah saat yang tepat untuk berhenti merokok. Mengapa? Pasalnya, merokok merupakan penyebab 20 dari 100 kasus kanker hati. Artinya, selain menjadi penyebab dari kanker paru, kebiasaan ini pun bisa menyebabkan masalah kesehatan lain pada tubuh.

Selain itu, kebiasaan ini akan semakin cepat menjadi penyebab terjadinya kanker hati jika disertai dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Tidak hanya itu, risiko juga akan semakin tinggi jika Anda memiliki penyakit hepatitis B atau C.

4. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terlalu banyak mengonsumsi alkohol memang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker hati. Terlalu banyak mengonsumsi minuman ini juga menjadi penyebab sirosis hati, risiko lain dari kanker hati.

Tak hanya itu, keberadaan alkohol di dalam tubuh juga bisa merusak DNA sel yang berada di dalam organ hati. Semakin sering Anda mengonsumsi alkohol, semakin tinggi pula risiko kebiasaan ini menjadi penyebab dari kanker hati.

5. Kurang tidur

Saat Anda sering begadang atau kurang tidur, lama kelamaan jam biologis tubuh Anda akan berubah. Padahal, gangguan yang terjadi pada jam biologis tubuh yang terjadi akibat kurang tidur ini dapat menyebabkan mutasi genetik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mutasi genetik atau mutasi DNA dapat memicu berkembang biaknya sel di dalam tubuh menjadi kanker. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki kebiasaan begadang atau kurang tidur, cobalah untuk tidur tepat waktu mulai saat ini.

Hal ini disebabkan terlalu sering tidur terlambat ternyata bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker hati.

6. Diabetes tipe 2

Orang dengan diabetes tipe 2 cenderung kelebihan berat badan atau obesitas yang dapat menyebabkan masalah hati. Risiko ini bahkan lebih tinggi pada orang yang memiliki faktor risiko lain seperti penggunaan alkohol secara berlebihan atau virus hepatitis kronis.

7. Penyakit metabolik turunan

Riwayat kesehatan keluarga ternyata termasuk ke dalam salah satu faktor penyebab kanker hati atau kanker liver. Sebagai contoh, apabila di dalam keluarga Anda ada yang memiliki penyakit hemokromatosis, yaitu penyakit yang menyebabkan tubuh Anda menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan mereka.

Zat besi menumpuk dalam tubuh kita, termasuk hati. Jika terlalu banyak berada di hati, dapat menyebabkan sirosis atau kanker hati.

Penyakit langka lain yang meningkatkan risiko kanker hati termasuk:

  • Tyrosinemia.
  • Defisiensi Alpha1-antitrypsin.
  • Porfiria kutanea tarda.
  • Penyakit penyimpanan glikogen.
  • Penyakit Wilson.

Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko yang telah disebutkan di atas, tak ada salahnya untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker hati. Pasalnya, penyakit ini biasanya tidak menunjukkan gejala dan baru diketahui saat stadium kanker hati sudah pada tahapan yang cukup parah. Apabila Anda dinyatakan memiliki penyakit ini, setidaknya dokter dapat membantu memberikan pengobatan kanker hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah hingga tulang lansia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit