Anemia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia?

Anemia adalah penyakit gangguan darah yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah dari batas semestinya. Kondisi ini juga biasa disebut dengan penyakit kurang darah (tidak disamakan dengan darah rendah).

Masalah kekurangan darah juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah yang mengandung banyak oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa cepat lelah atau lemah. Anda juga mungkin mengalami gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Seberapa umum kondisi ini?

Penyakit anemia adalah kondisi yang dapat memengaruhi lebih dari 1,6 miliar orang di dunia. Wanita dan orang-orang dengan penyakit kronis seperti kanker memiliki risiko tertinggi terkena kondisi ini.

Kondisi kekurangan darah yang parah atau berlangsung lama dapat merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh Anda. Tak jarang kondisi ini dapat menyebabkan kematian apabila sudah parah.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia?

Anemia pada taraf ringan mungkin tidak memunculkan gejala yang begitu berarti.

Gejala kekurangan darah karena anemia yang umum adalah:

  • Merasa mudah marah
  • Merasa lemah atau lelah lebih sering dari biasanya
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi atau berpikir

Namun, kondisi ini bisa semakin parah apabila tidak kunjung ditangani. Jika semakin memburuk, gejala yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

  • Ada warna putih pada bagian dalam kelopak mata bawah
  • Kuku jari kaki dan tangan rapuh
  • Punya keinginan makan yang disebut sebagai pica, yaitu seperti makan es batu atau tanah
  • Saat berdiri merasa pusing 
  • Warna kulit pucat
  • Sesak napas

Kapan saya harus ke dokter?

Apabila merasa mudah lelah tanpa aktivitas berat atau bahkan tanpa alasan tertentu, segera buat janji konsultasi ke dokter. Pasalnya, beberapa jenis kondisi kekurangan darah merah juga dapat disebabkan akibat defisiensi zat besi atau kekurangan vitamin B-12

Apabila Anda mengalami rasa lelah, jangan langsung berasumsi bahwa Anda terkena anemia. Kemungkinan lelah yang Anda alami disebabkan karena kadar hemoglobin yang rendah. Ini baru merupakan awal gejala anemia yang dapat ditemukan saat Anda diperiksa sebelum donor darah. 

Kadar hemoglobin rendah mungkin hanya masalah sementara yang dapat diatasi dengan makan lebih banyak makanan kaya zat besi atau minum multivitamin yang mengandung zat besi.

Hal ini juga dapat menjadi tanda peringatan dari perdarahan di dalam tubuh Anda yang mungkin menyebabkan Anda kekurangan zat besi.

Jika Anda diberi tahu bahwa Anda tidak dapat mendonorkan darah karena hemoglobin rendah, segera periksakan ke dokter untuk penanganan dasar lebih lanjut.

Penyebab

Apa penyebab anemia?

Penyebab penyakit anemia adalah kurangnya produksi sel darah merah.

Ada banyak organ tubuh yang ikut bertanggung jawab untuk membantu membuat sel darah merah. Namun, sebagian besar pekerjaan ini dilakukan di sumsum tulang. Sumsum adalah jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk semua sel darah.

Sel-sel darah merah yang masih muda umumnya dapat bertahan antara 90 dan 120 hari. Lalu secara alami, tubuh akan menghapus sel-sel darah tua dan sudah rusak.

Proses ini semua diatur oleh hormon erythropoietin (EPO) yang dibuat di ginjal. Hormon ini akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang Anda untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

Pada kebanyakan kasus, kekurangan sel darah merah diakibatkan oleh kadar hemoglobin yang tidak mencukupi. Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen dalam sel darah merah. Protein ini memberikan sel darah merah warna merah. 

Jenis

Jenis anemia berdasarkan penyebab

Saat ini ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah diidentifikasi. Anemia akibat defisiensi besi adalah jenis yang paling umum dari gangguan darah di seluruh dunia.

1. Akibat kurang produksi sel darah merah

2. Akibat kehilangan darah merah

  • Anemia kehilangan darah akut bisa disebabkan karena mengalami pembedahan Terlihat pada trauma, pembedahan, atau perdarahan akut dari borok
  • Anemia kehilangan darah kronis adalah gangguan darah yang dapat disebabkan karena menstruasi berat (menorrhagia) atau karena perdarahan saluran pencernaan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi.

3. Akibat kerusakan sel darah merah:

  • Anemia karena keturunan bisa terjadi akibat struktur hemoglobin atau sel darah merah berubah, sehingga membuatnya lebih rapuh atau berumur pendek. Kondisi ini termasuk anemia sel sabit, talasemia, defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), defisiensi piruvat kinase, elliptocytosis herediter, dan spherocytosis herediter.
  • Anemia hemolitik alloimun adalah jenis anemia akibat golongan darah yang tidak kompatibel. Ini bisa terjadi melalui reaksi transfusi atau pada kehamilan ketika darah ibu Rh-negatif dan darah janin Rh-positif.
  • Anemia hemolitik autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang dan menghancurkan sel darah merah.
  • Anemia induksi obat, terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap efek obat antibiotik.
  • Anemia hemolitik mekanis adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan fisik pada sel darah merah. Faktor pemicunya dapat berupa efek alat medis, tekanan darah tinggi, atau bahkan aktivitas berat.
  • Hemoglobinuria nokturnal paroksismal adalah jenis kekurangan darah yang terjadi ketika tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat. Selain itu tubuh juga membuat setiap jenis sel darah terlalu sedikit.

Faktor Risiko

Siapa saja yang berisiko terkena anemia?

Faktor-faktor ini akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit anemia:

  • Pola makan kurang vitamin tertentu seperti makan makanan yang rendah zat besi, vitamin B-12, dan folat secara menerus meningkatkan risiko kekurangan darah merah
  • Gangguan usus dapat memengaruhi penyerapan nutrisi di usus kecil Anda (seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn) membuat Anda berisiko kekurangan sel darah merah. 
  • Menstruasi membuat wanita berisiko lebih besar mengalami anemia defisiensi zat besi daripada laki-laki dan wanita pascamenopause. Ini disebabkan karena menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah.
  • Kehamilan. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi. Selama kehamilan, produksi volume darah darah meningkat tapi cadangan zat besi juga terus dipakai untuk mendukung proses tumbuh kembang bayi Anda.
  • Punya penyakit kronis seperti kanker, ginjal atau gagal hati.
  • Riwayat keluarga.
  • Faktor-faktor lain seperti pernah mengalami infeksi tertentu, penyakit darah, gangguan autoimun, alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, juga dapat menurunkan  produksi sel darah merah 

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi?

Jika tidak diobati, gangguan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Beberapa komplikasi yang dapat menjadi risiko anemia adalah:

  • Kelelahan berat. Anda mungkin akan mudah lelah sehingga Anda tidak dapat menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda mungkin terlalu lelah untuk bekerja atau bahkan beraktivitas ringan
  • Masalah jantung. Kondisi kekurangan darah ini dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, disebut aritmia. Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kekurangan oksigen dalam darah. Di mana ini bahkan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.
  • Kematian. Beberapa kondisi keturunan seperti anemia sel sabit, bisa menjadi serius dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dan parah dapat berakibat fatal.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis anemia?

Cara dokter mendiagnosis penyakit anemia adalah dengan lebih dulu memeriksa kondisi fisik pasien tersebut, dengan mencari tahu gejala-gejala yang muncul.

Jika gejala yang Anda rasakan dicurigai sebagai anemia, dokter mungkin akan melakukan tes darah lengkap (juga disebut CBC) yang dapat menunjukkan jika Anda memiliki anemia normositik.

Jika tes darah lengkap Anda menunjukkan rendahnya jumlah sel darah merah yang berukuran normal, dokter mungkin akan merekomendasikan lebih banyak tes lanjutan untuk memastikan diagnosis secara resmi.

Jika Anda lahir dengan kondisi ini, anggota keluarga yang lain juga mungkin perlu diuji.

Tes lain untuk mendiagnosis anemia adalah:

  • Tes kadar zat besi, vitamin B12, asam folat, dan vitamin dan mineral lainnya
  • Tes jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin
  • Tes jumlah retikulosit

Tes-tes lain mungkin dilakukan untuk menemukan masalah medis yang dapat menyebabkan Anda mengalami kekurangan darah.

Bagaimana cara baca hasil diagnosis?

Pada orang dewasa, kondisi anemua darag dapat ditandai dengan jumlah darah yang dibawa batas normal. Berikut adalah jumlah normal darah orang dewasa:

  • Hemoglobin harus berada di angka 14 hingga 17,4 gram per desiliter (g / dL) pada pria. Sedangkan jumlah 12,3 hingga 15,3 g / dL pada wanita
  • Hematokrit normalnya harus berada di angka  40% hingga 52% untuk pria, sedangkan wanita berada di jumlah 35% hingga 47% 

Setelah mendiagnosis dan hasilnya positif, dokter Anda mungkin merujuk Anda ke ahli hematologi, seorang dokter yang berspesialisasi dalam gangguan darah, untuk menentukan penyebab tubuh yang kekurangan darah. 

Informasi lain yang diperoleh dari pemeriksaan darah lengkap dapat membantu menentukan jenis anemia Anda. Ini termasuk ukuran sel darah merah Anda, volume sel rata-rata, variasi ukuran (lebar distribusi sel darah merah), dan konsentrasi hemoglobin di sel darah merah dalam hitungan rata-rata.

Anda mungkin juga akan menjalani lebih banyak tes darah untuk mengonfirmasi penyebab tubuh Anda kekurangan sel darah merah. 

Apa tes medis lainnya yang dapat membantu diagnosis?

Jika Anda dipastikan punya anemia, dokter Anda mungkin menganjurkan tes tambahan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.

Misalnya, defisiensi zat besi dapat disebabkan oleh perdarahan kronis ulkus (luka), polip jinak di usus besar, kanker usus besar, tumor atau masalah ginjal.

Kadang mungkin perlu untuk mempelajari sampel sumsum tulang Anda untuk mendiagnosis kondisi kekurangan darah ini.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk anemia?

Pengobatan pada umumnya akan dilakukan untuk mengatasi penyebab kekurangan darah Anda terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa contoh pengobatan dasar yang akan dianjurkan dokter:

  • Transfusi darah
  • Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh
  • Erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang Anda membuat lebih banyak sel darah
  • Suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya

Perawatan dan Pencegahan

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah anemia?

Sering kali, Anda dapat melakukan perawatan rumahan yang dapat mengendalikan kondisi kekurangan sel darah merah. 

Pertama, jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala anemia seperti yang telah disebutkan di atas, segera ke dokter untuk mencari tahu diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

Pengobatan dini dapat mencegah tingkat energi dan aktivitas Anda menurun, meningkatkan kualitas hidup Anda, dan membantu Anda hidup lebih lama.

Dengan pengobatan yang tepat, penyakit kekurangan darah yang paling parah sekalipun kemungkinan dapat diatasi. Namun, penyakit ini bisa sangat parah, tahan lama, atau bahkan fatal ketika hal itu apabila kondisinya diwariskan, karena Anda sakit kronis, atau trauma.

Beberapa kondisi kekurangan darah umumnya tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu menghindari anemia defisiensi zat besi dan vitamin dengan memilih diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi, dengan cara: 

  • Konsumsi zat besi. Makanan yang kaya zat besi termasuk daging sapi dan daging lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
  • Konsumsi folat. Nutrisi asam folat ini dapat ditemukan dalam buah jeruk dan jus, pisang, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan roti, sereal serta pasta.
  • Konsumsi vitamin B-12. Vitamin ini ditemukan secara alami dalam daging dan produk susu. Vitamin ini juga ditambahkan ke beberapa sereal dan produk kedelai, seperti susu kedelai.
  • Banyak konsumsi vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C seperti buah jeruk, melon, dan buah lainnya membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Sumber