7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah berperan vital untuk menjaga setiap sel, jaringan, dan organ tubuh agar selalu berfungsi baik. Maka ketika Anda kekurangan darah merah, Anda dapat berisiko mengalami gejala anemia umum seperti cepat lelah dan selalu lemas, kulit pucat, dan susah bernapas lega. Lantas, langkah pencegahan seperti apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh tiba-tiba?

Langkah pencegahan anemia yang paling dasar

Selain karena kurang jumlah sel darahnya, anemia juga dapat terjadi ketika sel darah merah yang sudah ada tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein khusus yang membantu sel-sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah yang mengandung banyak oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa cepat lelah atau lemah, serta mudah pusing atau sakit kepala.

Gejala anemia dapat melemahkan dan mengganggu aktivitas harian. Maka sebelum anemia telanjur kambuh kembali, terapkan langkah pencegahan berikut ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

1. Makan makanan kaya zat besi

Meski mungkin Anda memiliki cukup jumlah sel darah merah, perannya mungkin tidak akan maksimal jika kadar hemoglobin di dalamnya sedikit. Hal ini dapat terjadi jika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup asupan zat besi.

Padahal, tubuh membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin adalah zat yang memberi warna merah dan memungkinkan sel darah membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Maka dari itu, Anda bisa melakukan tindak pencegahan anemia sedini mungkin dengan memperbanyak makan makanan tinggi zat besi.

Anda bisa mendapatkannya dengan makan makanan berikut ini:

  • Daging tanpa lemak
  • Telur
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan sawi
  • Sereal yang diperkaya zat besi

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Indonesia, orang dewasa setidaknya butuh 26 mg zat besi per hari untuk mencegah anemia kambuh.

2. Makan makanan mengandung vitamin B12 

Cara lain untuk mencegah anemia adalah dengan makan makanan tinggi vitamin B12. 

Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan saraf, membuat DNA, dan berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehat.

Masih mengutip tabel AKG milik Kemenkes, orang dewasa disarankan mencukupi kebutuhan vitamin B12 sebanyak 2,6 mcg setiap hari sebagai langkah pencegahan anemia.

Anda bisa mendapatkannya lewat makan makanan berikut:

  • Hati hewan, seperti sapi dan ayam
  • Kerang laut 
  • Ikan
  • Daging
  • Unggas 
  • Telur
  • Susu dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12

3. Makan makanan mengandung asam folat

Asam folat (vitamin B9) adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda dapatkan setiap hari untuk mencegah anemia. Asam folat membantu tubuh membuat sel-sel baru, termasuk sel darah merah baru untuk menggantikan sel darah merah yang mati.  

Tubuh Anda membutuhkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, penting agar Anda mendapatkan asam folat yang cukup setiap hari.

Anda bisa mengonsumsi sajian mengandung asam folat dengan makan makanan berikut ini:

  • Sayuran hijau berdaun seperti bayam.
  • Buah jeruk
  • Kacang polong
  • Roti
  • Sereal
  • Nasi
  • Pasta 

4. Mengonsumsi makanan mengandung vitamin C

Sering mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung vitamin C dapat menjadi cara mencegah anemia secara alami. Orang dewasa setidaknya butuh 75 mg vitamin C dalam sehari untuk menjaga kesehatan sel darah dan fungsi tubuh lainnya tetap sehat.

Vitamin C  berperan dalam penyerapan zat besi di dalam usus halus. Inilah alasannya mengapa orang yang kekurangan vitamin C dapat mengalami anemia.

5. Berikan anak susu sapi mulai usia 1 tahun ke atas

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), mulai memberikan bayi minum susu sapi di usia satu tahun dapat menjadi cara pencegahan anemia sejak dini. 

AAP justru menekankan jangan memberikan susu sapi terlalu cepat jika anak belum genap berusia satu tahun. Ada dua alasan mengapa anak bayi di bawah 1 tahun tidak perlu diberikan susu sapi. 

Pertama susu formula yang terbuat dari sapi kandungannya zat besinya rendah. Kedua, susu sapi dapat mengiritasi lapisan usus bayi sehingga memicu perdarahan dan hilangnya zat besi di dalam tubuh anak. 

Risikonya memang kecil, tapi kadar zat besi dalam darahnya lama-lama dapat menurun bila bayi terlalu cepat dan terlalu lama mengonsumsi susu sapi. Maka jika Anda berniat untuk memberi susu pengganti ASI sebelum bayi genap berusia setahun, coba berikan dulu susu alternatif lain seperti susu kedelai sebagai cara mencegah anemia pada bayi. 

6. Berhenti minum alkohol

Apabila Anda memiliki anemia tapi gemar mengonsumsi alkohol, baiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. Pasalnya, mengonsumsi alkohol berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan sel darah.

Menurut alcohol.org, minuman memabukkan dapat menurunkan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Ini karena alkohol menyebabkan nutrisi dari makanan lain tidak dapat terserap tubuh dengan baik. Nutrisi yang banyak berkurang karena minum alkohol umumnya adalah vitamin B12 dan folat. 

Vitamin B12 dan folat berguna diserap kedalam usus untuk digunakan dalam memproduksi sel darah merah. Maka dari itu segera hentikan kebiasaan buruk minum alkohol sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari anemia.

7. Masak pakai peralatan yang terbuat dari besi

Pencegahan anemia juga dapat dilakukan dengan memasak menggunakan peralatan berbahan besi (flat iron). Panci dan wajan yang terbuat dari besi akan bantu memasukkan kadar zat besi ke dalam masakan Anda. 

Meskipun belum dipastikan apa hubungannya, beberapa penelitian menemukan bahwa wajan atau panci dari besi dapat melepaskan zat besi dari makanan yang dimasak. 

Namun tidak semua bahan masakan bisa mengeluarkan zat besi saat dimasak di wajan besi. Cara mencegah anemia ini hanya bisa dilakukan pada makanan yang rasanya asam, misalnya saus tomat dan hidangan yang diolah dengan cuka,lemon, atau jus jeruk nipis.

Keuntungan pencegahan anemia satu ini juga berlaku apabila bahan-bahan alami yang rasanya asam tersebut dimasukkan terakhir, beberapa saat sebelum makanan matang dan harus dihidangkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . 5 mins read

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . 4 mins read

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . 6 mins read

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 mins read
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read