Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/01/2020
Bagikan sekarang

Anemia akrab disebut sebagai “penyakit kurang darah” karena tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah sehat yang mengandung cukup hemoglobin. Kekurangan darah dapat menyebabkan proses pengantaran oksigen dan nutrisi ke semua sel dan jaringan tubuh menjadi terganggu. Hal ini kemudian menimbulkan berbagai gejala anemia yang umum, seperti mudah lelah, pusing dan sakit kepala, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, serta sesak napas. Nah, salah satu cara paling mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gejala anemia tersebut adalah dengan memperbanyak makan makanan khusus penambah darah. 

Sumber makanan penambah darah untuk orang anemia

Tubuh membutuhkan asupan vitamin, mineral, dan nutrisi tertentu dalam jumlah cukup agar bisa terus memproduksi sel darah merah yang sehat. 

Berikut adalah beberapa jenis makanan bernutrisi tinggi yang dapat Anda rutin konsumsi sebagai penambah darah merah saat memiliki anemia. 

1. Makanan tinggi zat besi 

Makanan tinggi zat besi penting sebagai penambah darah pengidap anemia. Sebab, kekurangan asupan zat besi justru mengakibatkan tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. 

Asupan zat besi bisa Anda dapatkan paling banyak dari sumber makanan hewani, seperti daging merah, daging unggas, jeroan, dan makanan laut (tiram, ikan-ikanan). Zat besi yang berasal dari panganan hewani dapat diserap oleh tubuh sebanyak 70 persen. 

Untuk membantu mencukupi kebutuhan zat besi harian, orang pengidap anemia juga dapat mengonsumsi makanan nabati seperti sayuran hijau gelap. Contohnya bayam dan sawi.

Kandungan zat besi dari bayam dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah, serta dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

2. Makanan kaya tembaga (copper)

Makanan yang mengandung mineral tembaga merupakan salah satu asupan yang penting sebagai penambah darah orang anemia.

Mineral tembaga fungsinya penting untuk membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah merah. Ketika kadar tembaga rendah, tubuh menyerap zat besi dalam jumlah yang sedikit. Akibatnya produksi hemoglobin dalam sel darah merah berkurang. Anda pun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi

Makanan tinggi mineral tembaga untuk orang anemia bisa didapatkan dari:

  • Gandum utuh
  • Kacang-kacangan
  • Daging unggas seperti ayam dan bebek
  • Makanan laut seperti udang dan kepiting
  • Buah ceri dan cokelat.

3. Makanan tinggi asam folat

Asam folat atau vitamin B9 adalah nutrisi yang bisa membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Untuk itu, pengidap anemia wajib makan makanan yang mengandung asam folat tinggi seperti:

  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Jeroan seperti hati
  • Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

4. Makanan kaya vitamin B12

Vitamin B12 mampu meningkatkan fungsi sumsum tulang agar lebih banyak menghasilkan sel darah merah normal. Apabila Anda kekurangan vitamin B12, sel darah merah yang dihasilkan tubuh bisa tidak normal bentuknya; cenderung oval dan tidak bulat pipih. Sel darah merah yang tidak berkembang sempurna juga lebih cepat mati. 

Nah, orang pengidap anemia dapat menjadikan makanan tinggi vitamin B12 sebagai penambah darah merahnya. Vitamin B12 banyak terdapat di:

  • Jeroan, seperti ati sapi
  • Ikan 
  • Daging merah
  • Telur
  • Susu dan produk olahannya
  • Sereal

Pastikan Anda makan daging sebanyak dua hingga tiga kali seminggu untuk mengatasi anemia.

Vitamin B12 jarang ditemukan pada sayur atau buah-buahan. Maka Anda yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan lebih riskan mengalami kekurangan vitamin B12. Untuk menyiasati hal ini, pengidap anemia yang juga seorang vegetarian/vegan dapat mengonsumsi suplemen makanan atau vitamin B12.

5. Makanan mengandung vitamin B6

Mirip seperti vitamin B12, vitamin B6 juga bisa membantu pembentukan sel darah merah bagi Anda yang kurang darah atau anemia.

Makanan tinggi vitamin B6 yang dapat menjadi penambah darah untuk orang anemia meliputi:

  • Nasi
  • Gandum
  • Sereal, dan kacang-kacangan
  • Daging sapi, kambing, domba, dan ayam

6. Makanan tinggi vitamin A

Kekurangan vitamin A umumnya dapat memicu gejala anemia. Hubungan antara vitamin A dengan anemia belum jelas. Namun yang pasti, defisiensi vitamin A dapat menghambat tubuh menghasilkan sel darah merah yang sehat. 

Kekurangan asupan makanan mengandung vitamin A juga berisiko membuat zat besi di dalam tubuh tidak dapat terserap baik. Alhasil, produksi sel darah merah berkurang juga. 

Maka, Anda wajib mengonsumsi makanan berikut ini untuk membantu mencegah gejala anemia sekaligus sebagai penambah darah anemia:

  • Susu sapi dan produk olahannya; termasuk susu murni.
  • Telur ayam.
  • Hati sapi atau ayam.
  • Sayuran berwarna cerah seperti tomat, wortel, brokoli, dan ubi jalar.

7. Makanan mengandung vitamin C 

Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang penting senantiasa dipenuhi jika Anda memiliki anemia.

Asupan

Bukan tanpa alasan, karena asupan vitamin C yang mencukupi dapat membantu kelancaran proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Vitamin C juga berperan penting untuk membantu memaksimalkan penyerapan zat besi dari sayuran, yang biasanya hanya dapat terserap sekitar 30 persen.

Peningkatan zat besi dalam darah dapat membantu sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darh merah sehat yang mengandung hemoglobin. Anda bisa mendapatkan makanan penambah darah yang mengandung vitamin C dari:

  • Jeruk
  • Paprika
  • Stroberi
  • Tomat
  • Lentil 

8. Makanan mengandung vitamin E

Meski sangat jarang terjadi, kasus kekurangan vitamin E ternyata dapat meningkatkan risiko anemia hemolitik. Anemia hemolitik adalah jenis anemia yang terjadi ketika sel darah merah menjadi rapuh dan lebih cepat mati.

Vitamin E punya fungsi penting untuk melindungi membran sel darah merah dari kerusakan oksidatif. Untuk mencegah anemia, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E sebagai berikut:

  • Minyak nabati, seperti minyak gandum, minyak kacang, dan minyak zaitun
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian 
  • Susu 
  • Sayuran seperti bayam dan paprika merah
  • Buah alpukat 

Pantangan makanan untuk orang anemia

Di samping memperbanyak asupan makanan penambah darah yang bernutrisi tinggi, orang anemia harus lebih jeli lagi untuk menghindari makanan tertentu.

Beberapa jenis makanan di bawah ini dapat memperburuk gejala yang Anda alami, serta dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi yang penting bagi produksi sel darah merah.

1. Makanan yang mengandung tanin 

Tanin adalah zat alami yang ditemukan dalam banyak sumber makanan nabati. Beberapa contohnya adalah daun teh hitam dan teh hijau, kopi anggur, sorgum, serta jagung.

Sebisa mungkin hindari makanan dan minuman mengandung tanin saat Anda didiagnosis dokter mengalami anemia. Menurut Cornell University, makanan dan minuman tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi  dari sumber nabati, seperti dari kacang-kacangan dan bayam.

2. Makanan yang mengandung gluten

Bagi Anda yang memiliki anemia dan penyakit Celiac secara bersamaan, hindari makan makanan yang mengandung gluten. Bagi orang dengan penyakit Celiac, gluten dapat merusak lapisan dinding usus sehingga mencegah nutrisi seperti folat dan zat besi diserap oleh tubuh. Gluten umumnya ditemukan dalam gandum hitam.

3. Makanan yang mengandung fitat

Fitat atau phytic acid adalah zat yang ditemukan pada makanan tinggi serat seperti beras merah. Fitat sifatnya menghambat penyerapan zat besi.

Menurut Linus Pauling Institute, asupan sebanyak 5-10 mg fitat saja sudah dapat menghambat penyerapan zat besi hingga 50 persen. Jadi Anda harus menghindari makanan mengandung fitat untuk mencegah ini untuk mencegah anemia bertambah buruk.

Beberapa contoh makanan tinggi fitat yang dapat menggangu proses penambah darah dalam tubuh adalah kacang almond, gandum utuh, biji bunga matahari, dan kacang-kacangan tertentu, seperti  kacang kedelai.

Sumber makanan tinggi fitat dapat meningkatkan risiko defisiensi zat besi dan zink. Namun, Anda dapat menyiasatinya dengan merendam kacang atau butiran gandum selama beberapa saat kemudian sangrai sebelum mengolahnya lebih lanjut.

Cara lainnya adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan ini bersama makanan penambah darah yang tinggi vitamin C atau daging (unggas, sapi, atau ikan).

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
makan sayuran

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020