Pica

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi pica

Apa itu pica?

Pica adalah jenis gangguan makan (eating disorder) yang ditandai dengan makan sesuatu yang tidak wajar, atau bukan makanan, tidak mengandung nilai gizi, bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Kondisi ini bukan seperti perilaku anak yang memasukkan benda-benda yang kadang bukan makanan ke mulut. Ini karena perilaku anak tersebut dilakukan karena rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap benda-benda di sekitar.

Sementara gangguan makan ini biasanya menyerang orang dengan penyakit mental. Walaupun pada sebagian besar kasus juga bisa menyerang orang tanpa masalah kejiwaan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Pica adalah gangguan makan yang cukup umum terjadi. Umumnya, kondisi ini menyerang anak-anak. Akan tetapi, bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Sulit untuk memperkirakan berapa banyak orang yang menderita gangguan makan ini, karena biasanya si penderita tidak melaporkannya. Selain itu, anak-anak dengan kondisi ini juga mungkin menyembunyikan perilaku tersebut dari orang tua dan pengasuhnya.

Tanda & gejala pica

Gejala utama dari pica adalah memakan sesuatu yang tidak wajar, aneh, bahkan yang memang tidak boleh untuk dimakan. Beberapa contoh kasusnya adalah:

Makan es batu

Memakan es batu dikenal juga dengan istilah pasofagia. Dilansir dari Mayo Clinic, mengidam dan mengunyah es batu sering kali dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi.

Studi menunjukkan bahwa perilaku ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pada penderita anemia tersebut.

Makan rambut

Memakan rambut atau dikenal juga dengan istilah trikofagia. Penyebabnya tidak diketahui pasti, tapi biasanya menyerang orang dengan trikotilomania, yakni kondisi yang menyebabkan seseorang secara kompulsif menarik-narik rambut yang ada di tubuhnya.

Makan benda lainnya

Di samping benda-benda yang disebutkan di atas, beberapa orang dengan gangguan makan ini juga bisa memakan putung rokok, kotoran, krayon, kertas, serpihan tembok, koin, hingga kapur.

Selain makan sesuatu yang tidak wajar, gejala lain yang mungkin terjadi pada orang dengan gangguan makan pica adalah:

  • Gigi patah atau mengalami kerusakan.
  • Sering mengalami sakit perut, mual, dan muntah.
  • BAB berdarah.
  • Terjadi penyumbatan di usus.
  • Mengalami kekurangan nutrisi, biasanya setelah diperiksa kadar zat besi, hematokrit, atau hemoglobin rendah. .

Penyebab dan faktor-faktor risiko pica

Ada beberapa penyebab gangguan makan pica, di antaranya:

Terlepas dari masalah kesehatan, faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko gangguan makan ini adalah:

  • Anak yang tinggal di area kumuh dengan tingkat kebersihan yang rendah.
  • Orang yang tinggal di lingkungan dengan norma budaya yang memandang benda-benda tertentu boleh dimakan, dengan tujuan memiliki khasiat penyembuhan atau bersifat sakral.

Komplikasi pica

Gangguan makan pica dapat menimbulkan komplikasi jika tidak diatasi, di antaranya adalah:

  • Tersedak dan keracunan.
  • Gigi patah dan rusak sehingga kesulitan untuk makan.
  • Mengalami masalah pencernaan, luka pada tenggorokan, bahkan membentuk abses.
  • Mengalami kerusakan otak karena memakan zat-zat berbahaya.

Diagnosis & pengobatan pica

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Tidak tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis gangguan makan ini. Namun, dokter akan melihat riwayat kesehatan pasien. Tes kesehatan lanjutan mungkin dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya anemia, penyumbatan pada usus, atau adanya zat asing beracun di tubuh.

Bagaimana cara mengobati pica?

Mengonsumsi sesuatu yang bukan untuk dimakan dapat menyebabkan masalah seperti sakit perut dan gigi patah. Untuk mengobati gangguan makan ini, biasanya dimulai dengan mengatasi masalah ini terlebih dahulu.

Beberapa orang mengalami keracunan timbal, infeksi, atau gejala parah lainnya, biasanya perlu mendapatkan antibiotik atau bahkan operasi.

Untuk mengobati gangguan makan pica itu sendiri, dokter harus terlebih dahulu mengidentifikasi mengapa orang tersebut melakukan perilaku tersebut. Kemudian, barulah dokter akan meresepkan obat untuk masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti obat antidepresan.

Bisa juga dengan meminta pasien untuk mengikuti terapi dengan tujuan untuk memperbaiki perilaku makan yang salah.

Jika gangguan makan ini terjadi pada ibu hamil, selalu konsultasi ke dokter. Bila sesuatu yang dimakan dapat membahayakan kesehatan, sang ibu sangat disarankan untuk menghindari hal tersebut.

Pengobatan pica di rumah

Selain pengobatan dokter, perawatan di rumah juga bisa membantu pasien dengan gangguan makan ini untuk mengurangi gejalanya, seperti:

  • Selalu menerapkan perilaku dan pola makan yang benar, terutama dalam memilih makanan. Pilih makan sehat bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
  • Belajar untuk mengurangi stres, contohnya dengan olahraga, meditasi, atau melakukan aktivitas yang disukai.

Pencegahan pica

Tidak ada cara yang sepenuhnya dapat mencegah gangguan makan pica. Akan tetapi, Anda bisa menurunkan risikonya dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Memperoleh pengobatan dari masalah kesehatan yang dimiliki, contohnya mengikuti pengobatan skizofrenia, anemia, dan penyakit lainnya.
  • Pastikan anak-anak tidak berada di lingkungan yang kotor dan selalu mengawasinya agar tidak memasukkan benda yang bukan makan ke mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Bagi Anda yang ketagihan mie instan, sekadar diingatkan apa bahaya kebanyakan mie instan saja tak akan mempan. Lebih baik coba pakai cara ampuh ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan mungkin sudah biasa. Lantas, bagaimana dengan rela tidak makan karena ingin minum alkohol atau disebut drunkorexia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pedofilia kekerasan seksual pada anak

Pedofilia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda stress yang sering diabaikan

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit