Klasifikasi dan Jenis Anemia yang Paling Umum di Dunia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/12/2019
Bagikan sekarang

Anemia adalah gangguan yang ditandai oleh kurangnya jumlah sel darah merah dari batas normal semestinya. Kondisi ini juga biasa disebut dengan penyakit “kurang darah”. Namun, anemia tidak hanya satu jenis saja. Ada berbagai jenis anemia yang terbagi berdasarkan klasifikasi penyebab dan gejala khasnya masing-masing.

Klasifikasi anemia

Klasifikasi anemia yang paling umum didasari oleh tingkat konsentrasi sel darah merah total atau hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika Anda kekurangan hemoglobin, seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh tidak mendapatkan cukup pasokan oksigen dan nutrisi yang biasa dialirkan bersama darah. Akibatnya, Anda dapat merasa cepat lelah atau lemah tanpa sebab. Anda juga mungkin mengalami gejala anemia lain, seperti sesak napas, pusing atau sakit kepala, hingga kulit yang memucat.

Kisaran hemoglobin normal umumnya didefinisikan sebagai 13,5-17,5 gram (g) hemoglobin per desiliter (dL) darah untuk pria dan 12,0 hingga 15,5 g/dL untuk wanita. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia itu sendiri diartikan sebagai kadar hemoglobin (Hb) yang kurang dari 12,0 g/dL (gram per desiliter) pada wanita dewasa dan kurang dari 13,0 g/dL pada pria dewasa.

Dari situ, klasifikasi tingkat keparahan anemia dikelompokkan menjadi ringan, sedang, dan berat, masih tergantung dari seberapa rendahnya kadar hemoglobin dalam darah.

Selain itu, klasifikasi anemia dapat terbagi lagi berdasarkan karakteristik bentuk sel darah merah yang diproduksi, yang meliputi:

  • Makrositik (sel darah merah besar), contohnya anemia megaloblastik, anemia defisiensi B12 dan folat, anemia karena penyakit hati, dan anemia karena hipotiroidisme.
  • Mikrositik (sel darah merah terlalu kecil), contohnya anemia sideroblastik, anemia defisiensi besi, dan thalassemia.
  • Normositik (sel darah merah berukuran normal), contohnya anemia karena perdarahan (anemia hemoragik), anemia karena penyakit kronis atau infeksi, anemia hemolitik autoimun, anemia aplastik.

Ada pula yang membagi jenis anemia mengikuti penyebab mendasarnya, yaitu anemia karena ganguan pembentukan eritrosit di sumsum tulang, anemia karena perdarahan (kehilangan banyak darah dari dalam tubuh), dan anemia yang disebabkan oleh proses penghancuran eritrosit sebelum waktunya.

Jenis anemia yang umum

Terlepas dari pembagian klasifikasi di atas, saat ini ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah teridentifikasi di dunia. Secara resmi, ada enam jenis anemia yang paling umum terdiagnosis, yaitu:

Anemia defisiensi zat besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis gangguan darah yang paling umum di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kadar zat besi dalam darah. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin untuk mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Defisiensi zat besi pada umumnya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dari makanan sehat, atau akibat trauma kecelakaan yang menyebabkan banyak perdarahan sehingga persediaan zat besi ikut hilang.

Adanya masalah pada gangguan pencernaan di usus juga bisa menyebabkan Anda terkena kondisi ini. Usus yang terganggu atau bermasalah akan sulit menyerap zat besi dari makanan dengan baik. Akibatnya, suplai darah Anda juga tidak dapat diproduksi tubuh dengan maksimal.

Anemia defisiensi vitamin

Seperti namanya, anemia jenis ini terjadi ketika tubuh kekurangan asupan vitamin yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehat. Beberapa vitamin tersebut adalah vitamin B12, folat (juga dikenal sebagai asam folat), dan vitamin C. Anemia megaloblastik dan anemia pernisiosa adalah jenis anemia yang secara spesifik disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 atau folat.

Selain karena kurang asupan makanan bergizi, anemia defisiensi vitamin juga dapat disebabkan oleh adanya masalah pada sistem pencernaan atau penyerapan makanan. Tubuh beberapa orang ditemukan tidak dapat memproses atau menyerap vitamin B12, vitamin C, atau asam folat dengan baik.

Kesulitan ini dapat disebabkan oleh kondisi yang mendasari, seperti adanya luka (tukak) atau gangguan pada usus. Misalnya, penyakit Celiac dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil tempat zat besi, folat, dan vitamin B12 diserap. Tubuh Anda mungkin jadi tidak dapat menyimpan dan menggunakan zat besi secara normal. Perokok dan peminum alkohol aktif juga sulit menyerap vitamin dengan baik.

Di sisi lain, risiko anemia defisiensi vitamin juga dapat meningkat ketika kebutuhan vitamin tubuh meningkat tapi upaya untuk memenuhinya tetap tidak cukup. Misalnya pada ibu hamil dan penderita kanker. Jika mereka tidak memenuhi tambahan kebutuhan vitamin tersebut, mereka semakin mengalami anemia.

Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah jenis anemia yang cukup serius namun jarang terjadi. Anemia aplastik terjadi saat tubuh Anda berhenti memproduksi cukup sel darah merah sehat yang baru. Kegagalan ini berkembang ketika ada kerusakan atau kelainan pada sumsum tulang Anda. Sumsum tulang itu sendiri adalah sel induk yang menghasilkan komponen darah, mulai dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Kerusakan pada sumsum tulang dapat memperlambat atau mematikan produksi sel darah baru. Maka pada orang dengan anemia aplastik, sumsum tulang mereka bisa saja kosong (aplastik) atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik).

Anemia aplastik dapat terjadi pada usia berapa pun. Anemia aplastik dapat terjadi secara tiba-tiba atau pelan-pelan hingga memburuk dalam jangka waktu lama. Perawatan dan pengobatan untuk anemia aplastik mungkin termasuk obat-obatan, transfusi darah, atau transplantasi sumsum tulang belakang.

Anemia sel sabit

Anemia sel sabit termasuk dalam klasifikasi anemia karena keturunan (pewarisan resesif autosom). Jenis anemia ini disebabkan oleh kerusakan genetik pada gen pembentuk hemoglobin dalam darah Anda. Anda bisa berisiko terkena anemia sel sabit apabila ada salah satu dari orangtua Anda memiliki gen mutasi pemicu anemia sel sabit.

Mutasi genetik ini kemudian mengakibatkan keping sel darah merah yang diproduksi jadi berbentuk seperti bulan sabit, dengan tekstur kaku dan lengket. Seharusnya, sel darah merah yang sehat berbentuk bulat pipih yang mudah mengalir di dalam pembuluh.

Anemia sel sabit yang parah dapat menyebabkan kondisi seperti stroke dan serangan jantung. Pasien anemia sel sabit mungkin juga mengalami pembengkakan di bagian tangan dan kaki, serta mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

Anemia thalassemia

Thalassemia adalah klasifikasi anemia keturunan yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan. Thalassemia terjadi saat tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal. Akibatnya, sel-sel darah merah tidak akan berfungsi dengan benar dan membawa oksigen dengan cukup.

Sel darah yang abnormal disebabkan oleh mutasi genetik atau hilangnya gen penting tertentu dalam faktor pembuatan darah.

Gejala thalasemia tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan jenis yang Anda miliki. Selain dibedakan berdasarkan protein darah yang terpengaruh, penyakit ini juga dibagi menjadi dua tipe berdasarkan siapa penurunnya, yaitu mayor dan minor.

Seseorang dapat mengalami thalasemia mayor apabila ia menerima mutasi gen dari kedua orangtuanya. Namun jika orang tersebut hanya mewarisi gen dari ibu atau ayah, ia menderita jenis minor.

Penderita thalassemia sedang atau berat mengalami berisiko masalah pertumbuhan, pembesaran limpa, masalah tulang, dan penyakit kuning.

Anemia defisiensi glukosa-6-fosfat fehidrogenase (G6PD)

Anemia defisiensi G6PD terjadi ketika sel-sel darah merah Anda kehilangan enzim penting yang disebut G6PD. Kurangnya enzim G6PD menyebabkan sel-sel darah merah Anda pecah dan mati ketika bersentuhan dengan zat-zat tertentu dalam aliran darah. Anemia ini termasuk dalam jenis kekurangan darah akibat keturunan.

Bagi Anda yang mengidap anemia defisiensi G6PD, infeksi, stres berat, hingga asupan makanan atau obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah. Beberapa contoh pemicu tersebut termasuk obat antimalaria, aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan obat sulfa.

Anemia hemolitik autoimun (AHA)

Anemia hemolitik adalah klasifikasi untuk jenis anemia yang bisa diturunkan atau dikembangkan semasa hidup.

Kondisi ini umum terjadi meskipun penyebab jelasnya belum diketahui. Dugaan sementaranya, AHA menyebabkan sistem kekebalan tubuh keliru menganggap sel darah merah sehat milik sendiri seagai sesuatu yang mengancam sehingga bereaksi dengan membuat antibodi untuk menyerang dan menghancurkannya. AIHA mungkin berkembang menjadi semakin serius dalam waktu yang sangat cepat.

Selain yang sudah disebutkan di atas, masih ada banyak lagi jenis anemia berdasarkan klasifikasi penyebab dasarnya, proses perkembangan penyakitnya, atau bagaimana bentuk sel darah merah yang diproduksi. Beberapa di antaranya adalah anemia fanconi, diamond blackfan anemia, hereditary spherocytosis, anemia mieloplastik, dan hemoglobinuria nokturnal paroksismal.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Diet terkadang dilakukan secara ekstrim sehingga meninggalkan sejumlah nutrisi yang penting dikonsumsi. Apa saja nutrisi untuk diet yang sering dilupakan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020