Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Anemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/07/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada wanita. Sayangnya tidak banyak orang menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Gejala anemia, seperti kelelahan, kadang dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian orang. Meskipun begitu, anemia tetap perlu diatasi. Jika dibiarkan, gejalanya dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Namun, jangan sembarangan mencari cara mengatasi anemia. Jika salah langkah, gejalanya bisa memburuk. Anemia harus diatasi sesuai apa yang menjadi penyebabnya.

Bagaimana mengatasi anemia sesuai penyebabnya?

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab anemia, misalnya banyak kehilangan darah, produksi sel darah merah menurun, atau sel darah merah yang rusak. Masing-masing penyebab dapat menimbulkan gejala yang berbeda, sehingga penanganannya pun akan turut berbeda.

Dokter akan mencari tahu terlebih dahulu penyebab anemia yang Anda alami melalui serangkaian tes dan prosedur diagnosis anemia. Dengan begitu, dokter bisa menentukan pengobatan untuk mengatasi anemia. Pengobatan anemia bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia.

1. Konsumsi zat besi

Jenis anemia yang umum terjadi pada banyak orang adalah anemia defisiensi besi. Kondisi ini terutama terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi berat. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kurangnya zat besi yang ada di tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan sel darah merah dalam jumlah cukup. 

Oleh karena itu, pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah menambah jumlah asupan zat besi Anda dari makanan atau bahkan Anda perlu mengonsumsi suplemen zat besi. Suplemen zat besi lebih baik dikonsumsi satu jam sebelum makan agar terserap dengan baik di dalam tubuh.

Contoh sumber makanan yang mengandung zat besi tinggi adalah:

  • Daging merah
  • Kuning telur
  • Seafood
  • Gandum
  • Kacang-kacangan

Tidak menyukai sayur? Konsumsi cokelat dapat menjadi cara yang sebagai salah satu pengobatan dan pencegahan anemia yang sederhana. Baik cokelat biasa maupun dark chocolate sama-sama tinggi zat besi.

Penelitian telah mengungkapkan bahwa terdapat lebih banyak antioksidan di dalam cokelat daripada buah-buahan berry. Akan tetapi, lebih baik dengan kandungan biji cokelat minimal 70%.

Anda juga perlu menambahkan makanan sumber vitamin C dalam menu makanan Anda untuk membantu tubuh menyerap zat besi.

Mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen dan/atau makanan sehat dapat menjadi cara yang baik untuk mengatasi anemia Anda. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi untuk membantu tubuh memproduksi hemoglobin.

Ini Alasan Mengapa Vitamin C Penting untuk Tubuhmu

2. Konsumsi vitamin B12 dan asam folat

daging merah

Anemia juga bisa terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat. Dua nutrisi ini juga diperlukan tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat. Untuk mengatasi hal ini, Anda tentu perlu memperbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin B12, yaitu:

  • Daging
  • Hati ayam
  • Ikan
  • Tiram
  • Kerang
  • Susu
  • Keju 
  • Telur

Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi sumber asam folat, seperti sayuran hijau dan susu). Dokter mungkin juga akan memberikan Anda suntikan vitamin B12 atau suplemen vitamin B12 dan suplemen folat sebagai pengobatan anemia.

3. Konsumsi probiotik

cara memenuhi kebutuhan protein harian

Probiotik tidak langsung meningkatkan produksi sel darah merah. Akan tetapi, probiotik dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Usus yang sehat dapat terus bekerja efektif dan efisien untuk menyerap berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh dari makanan.

Sebuah penelitian dari Stanford University, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa kadar zat besi dan vitamin B dalam darah meningkat pada orang-orang yang rutin minum suplemen probiotik. Penelitian itu membuktikan bahwa konsumsi probiotik dapat membantu proses pengobatan anemia. Namun, selain dari suplemen, asupan probiotik juga bisa Anda dapatkan dari makanan sehat seperti yogurt, acar, tempe, dan berbagai makanan fermentasi lainnya.

4. Obat-obatan

cara menyimpan obat padat

Beberapa obat-obatan yang biasanya diresepkan dokter sebagai pengobatan anemia berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya adalah:

  • Imunosupresan, seperti cyclosporine dan anti-thymocyte globulin untuk pengidap anemia aplastik yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang. 
  • Obat seperti sargramostim, filgrastim, dan pegfilgrastim berguna untuk membantu merangsang sumsum tulang  menghasilkan sel darah baru.
  • Deferasirox untuk menyingkirkan kelebihan zat besi.

5. Transfusi darah

penerima transfusi darah

Dokter dapat menganjurkan transfusi darah untuk mengatasi sejumlah jenis anemia. Anemia hemolitik mungkin memerlukan transfusi darah, tetapi jarang.

Selain itu, transfusi darah juga bukan obat paten untuk anemia aplastik. Tindakan perawatan ini hanya meredakan gejala dan tidak menyediakan sel darah yang tidak bisa diproduksi oleh sumsum tulang Anda.

Sementara itu, pada anemia thalasemia, transfusi darah mungkin akan dilakukan setiap beberapa minggu sekali. Namun, seiring waktu, transfusi darah dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam darah sehingga berisiko merusak jantung, hati, dan organ-organ lainnya.

7. Transplantasi sel sumsum tulang belakang

Transplantasi sel punca ke sumsum tulang belakang dapat digunakan untuk kondisi anemia aplastik parah. Transplantasi sumsum tulang belakang umumnya akan dilakukan pada pasien yang usianya masih muda, dan biasanya sel puncanya akan didonorkan dari saudara kandung. 

Pengobatan transplantasi sel sumsum tulang juga dilakukan untuk menangani anemia thalasemia ini dapat menjadi pilihan dalam kasus anak yang lahir dengan thalasemia parah. Ini dapat menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah seumur hidup dan konsumsi obat penambah darah khusus anemia dalam jangka panjang.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda merasa mengalami gejala anemia atau sudah terdiagnosis secara resmi. Dokter akan memberikan obat yang paling cocok dengan penyebab Anda mengalami kurang darah.

8. Pembedahan

infeksi luka operasi

Pembedahan dapat menjadi pilihan pengobatan untuk anemia jenis tertentu. Misalnya, pengidap anemia hemolitik mungkin perlu menjalani pembedahan untuk mengganti katup jantung yang rusak, mengangkat tumor, atau memperbaiki pembuluh darah yang tidak normal. 

Jika anemia hemolitik berlanjut meskipun telah diobati, dokter Anda dapat merekomendasikan splenektomi. Ini adalah operasi pengangkatan limpa sebagai upaya terakhir. Kebanyakan orang tetap dapat menjalani kehidupan normal tanpa limpa.

9. Plamapheresis

Jika Anda mengalami anemia, plasma Anda dapat mengandung antibodi yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Faktor-faktor pembentuk darah tertentu yang mengalami kerusakan dapat dihilangkan dari darah dengan pengobatan yang disebut plasmapheresis.

Plasmapheresis adalah suatu proses pemisahan plasma (bagian cair dari darah) dari sel-sel darah. Mesin plasmapharesis digunakan untuk menghilangkan plasma yang rusak dan menggantinya dengan plasma baru yang lebih sehat. Ini juga dikenal sebagai pertukaran plasma, prosesnya mirip dengan dialisis ginjal.

Alternatifnya, plasma dapat diganti sementara dengan larutan lain seperti saline atau albumin atau disimpan dulu kemudian baru dikembalikan ke tubuh Anda.

Pengobatan lainnya

Selain pilihan pengobatan yang disebutkan di atas, aktivitas yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi anemia adalah olahraga.

Saat berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Ketika tubuh membutuhkan oksigen, otak kemudian memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Oleh karena itu, jika Anda mengidap anemia ada baiknya untuk beranjak melakukan olahraga ringan. Jogging, renang, dan jalan santai bisa menjadi pilihan olahraga yang bisa Anda lakukan untuk membantu meningkatkan sel darah merah di dalam tubuh.

Mencukupi dan mengisi ulang asupan zat besi pada dasarnya merupakan cara paling utama untuk mengobati anemia. Akan tetapi, beberapa orang yang mengidap anemia jenis tertentu disarankan harus membatasi konsumsi zat tersebut.

Maka sebelum sembarangan coba-coba cara mengatasi anemia, lebih baik konsultasi lebih dahulu dengan dokter supaya tahu mana yang paling terbaik buat kondisi tubuh Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Diet terkadang dilakukan secara ekstrim sehingga meninggalkan sejumlah nutrisi yang penting dikonsumsi. Apa saja nutrisi untuk diet yang sering dilupakan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
anemia saat menstruasi

Jangan Anggap Remeh, Ini 3 Penyebab Anemia saat Menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/01/2020 . Waktu baca 4 menit