Penyebab dan Faktor-Faktor Lainnya yang Meningkatkan Risiko Anda Punya Anemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/12/2019 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Anemia adalah penyakit kelainan darah yang membuat Anda mudah capek, pusing, dan memucat. Sayangnya, gejala anemia sering disalahpahami sebagai tanda penyakit lain sehingga tidak sedikit orang menyadari mereka memilikinya. Padahal, anemia yang tidak didiagnosis dan diatasi dengan baik dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Apa yang menjadi penyebab anemia, dan apa saja faktor risikonya?

Penyebab anemia yang utama

Penyebab anemia yang utama adalah ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi cukup sel darah merah sehat sesuai batas jumlah semestinya.

Proses produksi sel darah merah itu sendiri melibatkan banyak kerja organ tubuh sekaligus. Namun, sebagian besar pekerjaan ini berlangsung di sumsum tulang. Proses ini juga diatur oleh hormon erythropoietin (EPO) yang dibuat di ginjal. Hormon tersebut akan mengirimkan sinyal kepada sumsum tulang Anda untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

Sel-sel darah merah yang masih muda umumnya dapat bertahan hidup sekitar 90-120 hari. Setelahnya metabolisme tubuh akan secara alami menghancurkan sel-sel darah yang tua dan sudah rusak untuk digantikan dengan yang baru. Namun, memiliki anemia membuat tubuh Anda tidak dapat menjalani proses ini dengan baik.

Kekurangan sel darah merah juga dapat disebabkan oleh berbagai hal berikut:

  • Tubuh mampu membuat sel darah merah, tapi rusak (kepingan darah berbentuk abnormal) dan tidak berfungsi benar.
  • Tubuh Anda menghancurkan sel darah merah terlalu cepat. 
  • Anda mengalami perdarahan yang berat sampai kehilangan banyak sel darah merah.

Pada kebanyakan kasus, penyebab kekurangan sel darah merah yang menandakan anemia adalah kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein khusus yang bertugas mengikat oksigen dan nutrisi penting pada sel-sel darah merah untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh. Protein ini juga berfungsi memberikan warna merah pada darah. 

Faktor lain yang jadi penyebab risiko Anda terkena anemia meningkat

Anemia adalah masalah kesehatan umum. Kondisi yang juga umum disebut sebagai penyakit kurang darah ini sekiranya memengaruhi lebih dari 1,6 miliar orang di dunia. Wanita, baik yang remaja maupun dewasa, serta orang-orang dengan penyakit kronis tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kondisi ini.

Apa penyebab risiko anemia bisa lebih tinggi pada orang-orang tersebut?

1. Kurang asupan gizi

Penyebab anemia yang paling umum adalah masalah kekurangan gizi. Pasalnya, beberapa vitamin atau mineral tertentu memiliki peranan cukup penting untuk membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Tiga zat gizi utama yang berperan penting itu adalah zat besi, asam folat (vitamin B9), dan vitamin B12.

Mencukupi asupan makanan kaya zat besi penting agar tubuh mampu memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, Anda dapat mengalami gejala anemia defisiensi besi. Sementara itu, kurang asupan vitamin B dapat memicu gejala anemia defisiensi folat dan B12.

Baik asam folat (B9) dan vitamin B12 sama penting untuk membantu proses pembentukan keping sel darah merah yang mengandung oksigen. Keduanya juga penting untuk memastikan kelancaran transportasi sel darah merah untuk mengalirkan oksigen dalam jumlah cukup ke seluruh tubuh.

Apabila jumlah sel darah merah tidak dihasilkan secara cukup, jaringan dan organ tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Lebih lanjut jika oksigen yang dibawa darah ke seluruh tubuh jumlahnya jadi terlalu sedikit, Anda akan mudah pusing, lemas, dan memucat.

2. Gangguan penyerapan

Memiliki gangguan atau penyakit yang memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dapat menjadi faktor penyebab anemia. Contohnya adalah penyakit Celiac. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada usus kecil yang penting fungsinya untuk menyerap gizi dari makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh.

Apabila usus kecil usak atau bermasalah, tiga nutrisi pembantu produksi sel darah merah tersebut (zat besi, folat, dan vitamin B12) tidak akan terserap dan tersalurkan dengan optimal. Sel darah merah yang diproduksi tubuh lantas juga ikut berkurang. 

3. Menstruasi berat

Menstruasi berat atau menorrhagia dapat menjadi penyebab anemia pada remaja dan wanita dewasa.

Ketika haid berlangsung lebih lama dan darah yang keluar juga lebih banyak dari normalnya, Anda berisiko untuk mengalami kekurangan darah. Sebab, volume darah yang terbuang cenderung lebih banyak daripada yang dihasilkan.

Akibatnya Anda akan lebih rentan mengalami kekurangan cadangan zat besi, yang meningkatkan risiko anemia defisiensi besi. Tanda dan gejala anemia saat menstruasi termasuk kulit pucat dan gampang capek. 

4. Kehamilan 

Sedang hamil juga bisa menjadi salah satu penyebab anemia. Pada saat hamil, otomatis tubuh ibu akan menghasilkan sel darah lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Jika ibu hamil tidak bisa mencukupi asupan makanan kaya zat besi, asam folat, atau nutrisi lainnya, sel darah merah yang dihasilkan tubuh akan lebih sedikit dari seharusnya. Ini adalah penyebab utama munculnya anemia pada ibu hamil

5. Penyakit kronis 

Penyakit kronis seperti kanker, penyakit ginjal, dan juga diabetes dapat menjadi faktor penyebab Anda mengalami anemia. Penyakit kronis dapat menyebabkan perubahan pada sistem tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat. Produksi sel darah merah baru bisa berlangsung lebih lambat, sel darah yang sudah ada bisa lebih cepat mati, atau produksinya justru gagal.

6. Trauma (luka) atau habis operasi 

Kecelakaan, trauma, atau operasi dapat menjadi penyebab anemia pada beberapa orang. Trauma atau operasi dapat menyebabkan tubuh kehilangan darah banyak. Alhasil, simpanan darah dan juga zat besi di dalam tubuh akan terbuang. Anda pun dapat mengalami anemia defisiensi besi.

7. Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga yang memiliki anemia, risiko Anda meningkat untuk mengalami penyakit yang sama. Jenis anemia yang rentan diturunkan dalam silsilah keluarga adalah anemia sel sabit.

Penyebab anemia sel sabit terjadi akibat struktur hemoglobin dalam darah berubah. Alhasil sel darah merah lebih cepat mati. Ini hanya bisa terjadi karena diturunkan secara genetik. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Anemia rash adalah ruam yang terjadi pada pengidap anemia. Namun, apakah semua pengidap anemia akan mengalami anemia rash? Apa saja penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Anemia, Health Centers 29/06/2020 . 4 mins read

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read