Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anemia defisiensi G6PD?

Anemia defisiensi G6PD adalah suatu gangguan metabolisme bawaan yang menyangkut jenis kelamin. Jenis anemia ini ditandai dengan cacat enzim yang menyebabkan kerusakan sel-sel darah merah (hemolisis) setelah terpapar tegangan yang berkaitan dengan beberapa infeksi bakteri atau obat-obatan tertentu.

Defisiensi alias kekurangan enzim G6PD (Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase) dapat mengakibatkan kehancuran dini pada sel-sel darah merah (anemia hemolitik akut atau jenis spherocytosis kronis) ketika pasien terpapar obat atau bahan kimia tertentu, mengalami infeksi virus atau bakteri tertentu, dan/atau menghirup serbuk sari dari, atau mengonsumsi, kacang fava (favism).

Anemia hemolitik terjadi ketika sel-sel darah merah hancur lebih cepat daripada tubuh dapat menggantikannya. Akibatnya, aliran darah ke organ dan jaringan menjadi berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, menguning pada kulit dan mata, serta sesak napas.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia ini diwariskan sebagai karakteristik genetik rantai X (kromosom X, yaitu kromosom seks). Kondisi ini merupakan kesalahan bawaan menyangkut metabolisme yang sering terjadi pada manusia. Ada lebih dari 300 varian gangguan ini yang telah teridentifikasi, yang dihasilkan dari mutasi gen G6PD.

Tingkat keparahan gejala yang berkaitan dengan defisiensi G6PD dapat sangat bervariasi di antara para penderitanya, didasarkan pada bentuk spesifik dari gangguan yang dialami.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia defisiensi G6PD?

Tergantung jenisnya, anemia menimbulkan gejala yang khas. Beberapa tanda dan gejala umum dari anemia defisiensi G6PD adalah:

  • Denyut jantung cepat
  • Sesak napas
  • Urine berwarna gelap atau oranye-kuning
  • Demam
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Pucat
  • Menguningnya warna kulit dan bagian putih mata (penyakit kuning)

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kondisi ini memburuk dan keadaan darurat medis lainnya, jadi konsultasikan pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab anemia defisiensi G6PD?

Jenis-jenis anemia juga ditentukan berdasarkan penyebabnya. Anemia defisiensi G6PD terbukti sebagai penyakit genetik yang diwariskan dari satu atau kedua orangtua kepada anak mereka. Gen cacat yang menyebabkan defisiensi ini terdapat pada kromosom X, yaitu salah satu dari dua kromosom seks.

Normalnya, pria hanya memiliki satu kromosom X (XY), sementara wanita memiliki dua kromosom X (XX). Pada pria, satu salinan gen X yang mengalami perubahan tentu sudah cukup untuk menyebabkan anemia defisiensi G6PD. Sebaliknya, pada wanita, mutasi harus terjadi pada kedua salinan gen ini.

Dikarenakan tidak mungkin bagi wanita untuk memiliki dua salinan gen X yang mengalami perubahan, pria biasanya jauh lebih mudah untuk terkena anemia defisiensi G6PD daripada wanita.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena anemia defisiensi G6PD?

Banyak ilmuwan percaya bahwa ada sejumlah besar faktor pemicu yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kondisi ini. Faktor-faktor risiko di bawah ini dianggap sebagai yang paling umum. Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena anemia defisiensi G6PD jika Anda:

  • Seorang pria
  • Berdarah Afrika-Amerika
  • Keturunan Timur Tengah
  • Memiliki riwayat keluarga terkait kondisi ini

Memiliki satu atau lebih faktor risiko tersebut tidak berarti Anda pasti akan terkena defisiensi G6PD. Konsultasikan pada dokter jika Anda khawatir mengenai risiko Anda untuk terkena kondisi ini.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Jika dokter mencurigai bahwa Anda kemungkinan mengalami penyakit ini, ia akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta Anda untuk menjalani beberapa tes yang diperlukan sebagai prosedur diagnosis anemia secara umum. Dokter dapat mendiagnosis anemia defisiensi G6PD dengan melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa kadar enzim G6PD.

Beberapa tes diagnostik lain yang dapat direkomendasikan meliputi tes darah lengkap, tes serum hemoglobin, atau hitung retikulosit. Semua tes ini memungkinkan dokter untuk mengukur jumlah sel darah merah dalam tubuh.

Tes-tes tersebut juga dapat membantu dokter mendiagnosis anemia hemolitik. Selama mengunjungi dokter, penting untuk memberi tahu dokter mengenai pola makan dan obat apa pun yang Anda gunakan saat ini. Rincian itu akan membantu dokter untuk membuat diagnosis dengan lebih jelas.

Apa saja pengobatan untuk anemia defisiensi G6PD?

Pengobatan anemia berbeda-beda, tergantung jenisnya. Pengobatan anemia defisiensi G6PD mencakup menyingkirkan pemicu yang menyebabkan gejala.

Jika kondisi ini dipicu oleh suatu infeksi, maka infeksi yang mendasari tersebut akan diobati. Pengobatan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat anemia jenis ini.

Obat apa pun yang dikonsumsi yang mungkin menguraikan sel-sel darah merah juga akan dihentikan. Dalam situasi ini, kebanyakan orang dapat sembuh dari defisiensi G6PD dengan sendirinya.

Namun, jika anemia defisiensi G6PD telah berkembang menjadi anemia hemolitik, pengobatan yang lebih agresif dapat dianjurkan. Pengobatannya sering kali melibatkan terapi oksigen dan transfusi darah untuk memenuhi kadar oksigen dan sel darah merah.

Anda mungkin akan menjalani rawat inap di rumah sakit selama menerima pengobatan ini, karena pemantauan anemia hemolitik yang parah merupakan hal penting demi memastikan pemulihan total tanpa komplikasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi anemia akibat defisiensi G6PD?

Ada banyak tips berguna untuk membantu penderita anemia defisiensi G6PD, termasuk melakukan upaya pencegahan dengan cara menghindari hal-hal yang dapat memicu episode dari kondisi ini dengan penuh kedisiplinan. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda hindari jika mengidap anemia defisiensi G6PD:

1. Konsumsi antibiotik

Penderita anemia defisiensi G6PD sebenarnya boleh meminum antibiotik. Namun, beberapa jenis antibiotik bisa memicu pembentukan antibodi yang keliru menganggap sel darah merah sebagai ancaman. Akibatnya, sel darah merah terurai dengan cepat dan memicu gejala anemia.

Jika Anda menderita anemia G6PD, berkonsultasilah dengan dokter sebelum meminum antibiotik jenis apa pun. Sebagai gambaran, berikut beberapa antibiotik umum yang perlu Anda hindari:

  • Golongan cephalosporin
  • Golongan quinolone seperti ciprofloxacin, moxifloxacine, dan norfloxacine
  • Golongan penisilin dan obat-obat turunannya
  • Golongan nitrofuran seperti nitrofurantoin dan nitrofurazone
  • Golongan sulfonamide yang berawalan ‘sulfa’
  • Chlorampenicol

2. Konsumsi aspirin

Meski efektif mengatasi nyeri, obat aspirin termasuk dalam pantangan bagi penderita anemia G6PD. Hal ini disebabkan karena asam asetilsalisilat yang merupakan bahan utama aspirin dapat memicu penguraian sel darah merah seperti halnya antibiotik.

Sebagai ganti aspirin, Anda dapat memilih ibuprofen yang lebih aman. Paracetamol juga relatif aman, tapi obat ini memiliki sedikit risiko bagi penderita anemia defisiensi G6PD. Jika gejala muncul setelah Anda meminum paracetamol, segera hentikan penggunaan obat.

3. Kacang fava

Konsumsi kacang fava dapat menimbulkan gejala anemia pada orang yang kekurangan G6PD. Dahulu, banyak orang menduga bahwa kondisi yang dikenal sebagai favism ini disebabkan karena reaksi alergi terhadap kacang fava. Padahal, tidak demikian.

Para ahli menemukan bahwa kacang fava mengandung senyawa vicine dan convicine dalam jumlah tinggi. Kedua senyawa ini dapat memicu penguraian sel darah merah sehingga menjadi salah satu pantangan bagi penderita anemia defisiensi G6PD.

4. Beberapa jenis makanan, suplemen, dan bahan tambahan produk

Selain kacang fava, beberapa jenis makanan, suplemen, dan bahan tambahan yang terdapat pada produk tertentu juga bisa memicu penguraian sel darah merah. Melansir The Aga Khan University Hospital, berikut beberapa produk yang perlu Anda hindari:

  • Produk kacang kedelai
  • Blueberry dan produk yang mengandung buah tersebut
  • Makanan mengandung pewarna biru atau asam askorbat sintetis
  • Air tonik mengandung quinine
  • Permen, tablet pelega tenggorokan, dan larutan kumur mengandung mentol
  • Suplemen vitamin K
  • Suplemen zat besi yang tidak jelas dosisnya

5. Konsumsi obat antimalaria

Jenis obat lainnya yang menjadi pantangan bagi penderita anemia defisiensi G6PD adalah obat antimalaria, terutama yang berakhiran dengan ‘quine’. Alasannya tidak lain karena obat ini dapat menyebabkan penguraian banyak sel darah merah dalam waktu cepat.

Oleh sebab itu, orang yang perlu meminum obat antimalaria biasanya perlu menjalani tes terlebih dulu untuk menentukan apakah ia mengalami kekurangan G6PD. Jika ya, dokter perlu memberikan obat antimalaria lain yang lebih aman bagi Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda-tanda dan Gejala Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi karena sel darah merah hancur sebelum waktunya. Pahami lebih lanjut tentang gejala anemia hemolitik di sini.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 18/05/2016 . Waktu baca 3 menit

Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah jenis penyakit kekurangan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, diet, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 17/05/2016 . Waktu baca 16 menit

Prosedur dan Tes Diagnostik Anemia Hemolitik

Banyak tes yang digunakan untuk mendiagnosis anemia hemolitik. Tes diagnostik anemia hemolitik dapat membantu mencari penyebab terkait kondisi anemia.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anemia, Health Centers 17/05/2016 . Waktu baca 5 menit

Klasifikasi dan Jenis Anemia yang Paling Umum di Dunia

Ada lebih dari 400 jenis anemia di dunia. Namun secara umum, klasifikasi anemia dikelompokkan dari penyebabnya dan banyaknya kadar hemoglobin dalam darah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Health Centers 10/05/2016 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
ferritin

Apa Artinya Jika Hasil Tes Darah Menunjukkan Kadar Ferritin yang Terlalu Rendah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15/09/2017 . Waktu baca 4 menit
gejala anemia dan ciri-cirinya adalah

Gejala Anemia dari yang Paling Umum Hingga Spesifik Per Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2016 . Waktu baca 10 menit

Bagaimana Cara Mendiagnosis Anemia Pernisiosa?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2016 . Waktu baca 4 menit