ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis)?

Penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis adalah gangguan pada saraf-saraf motorik atau sel-sel saraf pada otak dan tulang belakang yang mengatur gerakan otot-otot lurik (otot yang digerakkan berdasarkan kemauan sendiri). Kondisi ini terjadi saat sistem saraf di mana sel-sel tertentu (neuron) di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan.

Sel ini mengirimkan pesan dari dalam otak dan sumsum tulang menuju otot. Masalah otot ringan muncul pada awalnya, tapi perlahan-lahan orang tersebut akan menjadi lumpuh. Beberapa orang ada yang mengalami penyakit ALS selama beberapa tahun. 

Pada akhirnya otot akan berhenti bekerja. Penyakit ini disebut juga penyakit Lou Gehrig, seorang pemain bisbol terkenal yang meninggal karena penyakit ALS ini.

Ada dua jenis tipe penyakit ALS:

  1. Neuron motor atas: Sel saraf di otak.
  2. Neuron motorik bawah: Sel saraf di sumsum tulang belakang.

Neuron motor ini mengendalikan semua gerakan refleks atau spontan di otot lengan, kaki, dan wajah Anda. Neuron motor juga berfungsi memberitahu otot-otot Anda untuk berkontraksi sehingga Anda bisa berjalan, berlari, mengangkat benda ringan di sekitar, mengunyah dan menelan makanan, dan bahkan bernapas.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Amyotrophic lateral sclerosis  atau penyakit ALS adalah penyakit langka. Penyakit ini umumnya memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita pada usia 40-60 tahun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit ALS?

Munculnya tanda dan gejala ALS biasanya bertahap, sehingga pertama kali merasakan gejala, Anda mungkin tidak menyadari keparahan kondisinya.

Penyakit ALS sering berawal dari otot salah satu lengan atau kaki yang melemah, atau ditandai dengan berbicara dengan tidak jelas. Kelemahan perlahan menyebar ke kedua tangan dan kaki dan bagian tubuh lainnya. Otot punggung dan leher yang melemah membuat kepala jadi tertunduk lemas.

Lalu, kehilangan jaringan otot (atrophy) dan lidah yang berkedut umum juga terjadi. Otot yang diperlukan untuk bergerak, berbicara, makan (menelan), dan bernapas, pada akhirnya menjadi lumpuh (paralysis).

Penyakit ALS tidak memengaruhi indra (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan sentuhan), tapi orang mungkin memiliki masalah mental (seperti aphasia, atau kesulitan menemukan kata-kata).

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala dari penyakit ALS seperti berikut ini:

  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas harian.
  • Kaki atau pergelangan kaki melemah atau lumpuh.
  • Menurunnya fungsi tangan.
  • Kesulitan menelan atau berbicara.
  • Kram otot dan lengan, bahu,dan lidah berkedut.
  • Kesulitan mendongakkan kepala atau menjaga postur tubuh.

Penyebab

Apa penyebab dari penyakit ALS?

Penyakit ALS adalah kejadian yang masih terus diteliti oleh para ahli. Penyebabnya tidak diketahui dan sekitar 90 persen kasus terjadi secara sporadis. Pada sekitar 10 persen orang, penyakit ini diturunkan pada anggota keluarga.

Ilmuwan juga menduga ketidakseimbangan kadar glutamat dalam tubuh dan penyakit autoimun sebagai penyebab penyakit ALS. Perlu diketahui, penyakit ALS adalah penyakit yang tidak menular.

Para peneliti terus mempelajari kemungkinan penyebab penyakit Lou Gehrig. Mayo Clinic menyebut, kebanyakan teori menyebutkan adanya hubungan antara faktor genetik dan lingkungan. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit ALS?

Risiko seseorang mengalami ALS akan meningkat bila seseorang:

  • Punya riwayat ALS dalam keluarga. Lima sampai 10 persen orang dengan penyakit Lou Gehrig punya anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa. Pada keluarga dengan penyakit ALS, anak mereka memiliki kemungkinan 50:50 untuk mengembangkan penyakit tersebut. 
  • Usia. Risiko penyakit Lou Gehrig meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini paling umum terjadi pada usia 40 hingga 60 tahun. 
  • Jenis kelamin. Pada kelompok usia < 65 tahun, laki-laki lebih berisiko mengalami ALS dibandingkan perempuan. Kecenderungan ini menghilang setelah usia 70 tahun. 
  • Genetik. Terdapat variasi genetik yang membuat orang lebih rentan terhadap penyakit Lou Gehrig. 

Faktor lingkungan, seperti yang disebutkan di bawah ini, mungkin dapat memicu penyakit Lou Gehrig: 

  • Merokok. Merokok adalah satu-satunya faktor lingkungan yang kemungkinan dapat meningkatkan risiko penyakit Lou Gehrig. Risiko ini paling besar terjadi pada wanita, terutama menopause. 
  • Paparan racun. Beberapa bukti menunjukkan bahwa paparan terhadap timbal atau zat lain di tempat kerja atau di rumah mungkin terkait dengan penyakit Lou Gehrig. Banyak penelitian telah dilakukan, tetapi tidak ada bahan kimia pasti yang secara terus-menerus berkaitan dengan penyakit Lou Gehrig. 
  • Pelayanan militer. Studi menunjukkan bahwa orang yang bertugas di militer memiliki risiko mengalami penyakit Lou Gehrig lebih tinggi. Tidak jelas bagaimana aktivitas militer berhubungan dengan perkembangan penyakit Lou Gehrig. Mungkin karena mereka mengalami paparan logam atau bahan kimia tertentu. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang dapat saya alami dengan penyakit ALS?

Jika penyakit berkembang, ALS dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

Masalah pernapasan

Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit Lou Gehrig dapat melumpuhkan otot-otot yang Anda gunakan untuk bernapas. Anda mungkin memerlukan alat untuk membantu Anda bernapas di malam hari, mirip dengan alat yang digunakan penderita sleep apnea

Penyebab kematian paling umum bagi orang-orang dengan penyakit Lou Gehrig adalah kegagalan pernapasan. Rata-rata, kematian terjadi dalam tiga hingga lima tahun setelah gejala dimulai. 

Masalah bicara

Kebanyakan orang dengan penyakit Lou Gehrig mengalami kesulitan bicara. Kondisi ini biasanya dimulai dengan sesekali, kata-kata yang ringin, tetapi menjadi lebih parah. 

Pembicaraan orang dengan penyakit Lou Gehrig menjadi sulit dipahami oleh orang lain. Anda mungkin akan mengandalkan teknologi komunikasi untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Kesulitan makan 

Orang dengan penyakit Lou Gehrig dapat mengalami masalah malnutrisi dan dehidrasi karena kerusakan pada otot mengunyah. Orang dengan penyakit ini juga memiliki risiko tinggi memasukkan makanan, cairan, atau air liur ke paru-paru, yang dapat menyebabkan pneumonia

Demensia

Beberapa orang dengan penyakit Lou Gehrig memiliki masalah dengan ingatan dan pengambilan keputusan, dan beberapa akhirnya didiagnosis dengan jenis demensia yang disebut demensia frontotemporal.  

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk penyakit ALS?

Ya, penyakit ALS adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan secara total. Perawatan bertujuan untuk mengontrol gejala dan mendukung pasien selama mungkin.

Salah satu obatnya adalah riluzole, yang mungkin memperpanjang umur dan pada beberapa orang mungkin memperlambat perkembangan ALS, namun efeknya terbatas.

Obat-obatan lain mungkin membantu mengontrol gejala kejang, kesulitan menelan, kram, sembelit, nyeri, dan depresi. Selang perut mungkin digunakan untuk memberi makan jika pasien tersedak.

Ahli gizi berperan dalam membantu mencegah penurunan berat badan. Pendidikan dan konseling juga penting untuk membantu menenangkan kondisi psikis seseorang yang memiliki ALS

Terapi fisik, okupasi, dan bicara dapat membantu orang tetap kuat dan mandiri. Alat bantu seperti penjepit, pembungkus kaki dari logam, kursi roda, dan mesin pernapasan juga kaan diperlukan selama masa pengobatan.

Di tahap selanjutnya, tujuan utama dari adalah memberi kenyamanan terhadap kondisi orang yang memiliki penyakit ALS.

Perlu dicatat, kasus penyakit ALS yang berhasil bertahan hidup lebih dari 50 tahun sejak pertama kali terdiagnosis sangat langka. Akan tetapi, bukan berarti ini mustahil.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk perawatan terbaik dan pastikan orang-orang terdekat selalu mendampingi pasien, baik secara mental maupun fisik.

Apa saja tes untuk penyakit ini?

Dokter mungkin mendiagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik, terutama saraf dan otot. Dokter akan melakukan tes berjalan, bernapas, menelan, dan refleks.

Dokter mungkin juga melakukan electromyography (EMG) dan studi konduksi saraf. Studi lainnya termasuk tes genetik, computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), tes darah dan urin, spinal tap, dan biopsi otot.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi penyakit ALS?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi amyotrophic lateral sclerosis:

  • Pilih pengobatan yang Anda perlukan untuk mengatasi masalah tertentu seperti bernapas dan makan.
  • Pelajari sebanyak mungkin tentang penyakit ALS dan cara mengurangi gejalanya.
  • Bergabunglah dalam grup pendukung untuk kondisi ALS
  • Jangan putus harapan. Beberapa orang hidup jauh lebih lama dari 5-10 tahun. Beberapa hidup lebih lama dari 10 tahun atau lebih.

Jika ingin bertanya, konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    transplantasi ginjal

    Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    akantosis nigrikans

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    cara mencegah dan pencegahan diabetes

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit