Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit OCD?

Obsessive Compulsive Disorder atau penyakit OCD adalah kondisi yang menampilkan pola pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang membuat Anda melakukan perilaku berulang (kompulsif). Ini merupakan kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku penderitanya.  

Begitu seseorang memiliki penyakit OCD, pikiran dan rasa takut yang tidak diinginkan akan muncul secara terus menerus, menyebabkan penderita terobsesi pada sesuatu dan melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang sebagai respon terhadap ketakutannya. 

Misalnya,  mengecek berulang kali apakah mereka telah mengunci pintu atau belum. Penderita OCD mungkin dapat mengabaikan pikiran itu, tetapi hal tersebut hanya akan membuat mereka merasa cemas dan tertekan sehingga akhirnya mereka harus melakukan sesuatu untuk melepas tekanan tersebut.

Penyakit OCD sering berpusat pada tema tertentu, misalnya takut terkontaminasi oleh kuman. Untuk mengatasi ketakutan tersebut, Anda mencuci tangan secara berulang kali hingga tangan Anda terasa sakit dan pecah-pecah. 

Seberapa umum kondisi ini?

Penyakit OCD seringkali muncul saat usia di bawah 20 tahun, terutama pada mereka yang pernah mengalami kejadian yang menyebabkan stres dalam hidupnya. Gejala tersebut seringkali dapat diatasi namun tidak dapat dihilangkan.  Untuk informasi lebih lanjut harap hubungi dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala seseorang mengidap penyakit OCD?

Tanda dan gejala yang dialami penderita penyakit OCD biasanya berupa munculnya perilaku obsesif dan kompulsif yang bukan disebabkan oleh penggunaan obat atau kondisi lainnya. Seseorang juga mungkin hanya mengalami gejala obsesi atau kompulsif. 

Ketika menderita penyakit OCD, Anda mungkin tidak menyadari bahwa obsesi dan dorongan Anda berlebihan atau tidak masuk akal. Namun, kondisi ini akan menyita banyak waktu dan mengganggu rutinitas sehari-hari, fungsi sosial, atau pekerjaan Anda. 

Gejala obsesi

Dikutip dari Mayo Clinic, obsessive compulsive disorder adalah kondisi pikiran, dorongan, atau gambaran yang muncul secara berulang, terus menerus, dan tidak diinginkan. Hal ini dapat mengganggu dan menyebabkan kesusahan atau kecemasan. 

Anda mungkin mencoba mengabaikan atau menyingkirkannya dengan melakukan perilaku kompulsif. Obsesi ini biasanya mengganggu ketika Anda mencoba memikirkan atau melakukan hal-hal lain. 

Obsesi sering datang dengan tema tertentu, seperti: 

  • Takut akan kontaminasi atau kotoran
  • Membutuhkan hal-hal yang teratur dan simetris
  • Pikiran agresif atau mengerikan tentang melukai diri sendiri atau orang lain
  • Pikiran yang tidak diinginkan, termasuk subjek seksual atau agama.

Tanda dan gejala obsesi meliputi: 

  • Takut terkontaminasi oleh benda menyentuh yang disentuh orang lain
  • Keraguan bahwa Anda telah mengunci pintu atau mematikan kompor
  • Stres intens ketika benda tidak rapi atau menghadap ke arah tertentu
  • Membayangkan menyakiti diri sendiri atau orang lain
  • Pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas yang tidak diinginkan dan membuat Anda tidak nyaman
  • Menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabatan tangan
  • Terganggu dengan gambar-gambar seksual yang tidak menyenangkan berulang dalam pikiran Anda.

Gejala kompulsif

Kompulsif obsessive compulsive disorder adalah perilaku berulang yang Anda merasa terdorong untuk melakukan. Tindakan mental yang dilakukan berulang-ulang ini bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kecemasan akibat obsesi Anda. 

Sikap ini berlebihan dan seringkali tidak berhubungan secara langsung dengan masalah yang ingin Anda perbaiki. 

Seperti halnya dengan obsesi, kompulsif biasanya memiliki tema, seperti:

  • Mencuci dan membersihkan
  • Memeriksa
  • Menghitung
  • Tertib
  • Mengikuti rutinitas yang ketat
  • Menuntut jaminan

Contoh tanda dan gejala kompulsif adalah:

  • Cuci tangan sampai kulit Anda menjadi lecet
  • Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikannya sudah terkunci
  • Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya sudah mati
  • Menghitung dalam pola tertentu
  • Diam-diam mengulangi doa, kata, atau frasa
  • Mengatur barang-barang kalengan Anda.

Obsessive compulsive disorder adalah kondisi yang biasanya dimulai pada usia remaja. Gejala biasanya dimulai secara bertahap dan cenderung bervariasi di sepanjang hidup Anda. 

Gejala umumnya memburuk ketika Anda mengalami stres yang lebih besar. Obsessive compulsive disorder adalah kondisi yang biasanya dianggap sebagai gangguan seumur hidup, dapat memiliki gejala ringan sampai sedang atau sangat parah.

Kapan saya harus ke dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Gangguan obsesif kompulsif sangat memengaruhi hidup anda
  • Disertai dengan gejala fisik seperti sakit dada, palpitasi, atau sampai memiliki pikiran untuk melakukan pembunuhan bahkan bunuh diri.

Penyebab

Apa penyebab penyakit OCD?

Sejauh ini, para ilmuwan masih belum dapat menemukan penyebab pasti dari gangguan obsesif kompulsif. Beberapa faktor mungkin berpengaruh terhadap timbulnya penyakit ini, di antaranya:

  • Perkembangan psikologis
  • Cedera kepala
  • Infeksi
  • Kelainan fungsional dari beberapa bagian otak.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjangkit penyakit OCD?

Faktor yang meningkatkan risiko Anda mengidap penyakit OCD di antaranya:

  • Riwayat keluarga, orangtua atau anggota keluarga yang mengidap gangguan obsesif kompulsif akan meningkatkan risiko anaknya mengidap penyakit yang sama
  • Beberapa kejadian traumatis yang membuat Anda merasa tertekan secara emosional dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit OCD ini.
  • Gangguan kesehatan mental lainnya. Obsessive compulsive disorder adalah kondisi yang mungkin berhubungan dengan kondisi mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, penyalahgunaan zat atau gangguan tic. 

Obat & Pengobatan

Informasi yang disajikan tidak dapat dijadikan sebagai saran medis, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

Apa saja pilihan pengobatan penyakit OCD?

Gangguan obsesif kompulsif dapat diobati dengan melakukan kombinasi terapi dan terapi perilaku kognitif.

1. Pemberian obat

Dokter mungkin akan memberi resep obat untuk mengontrol obsesi mental dan perilaku kompulsif. Biasanya, antidepresan atau obat pengurang stress adalah pilihan pertama, di antaranya:

Obat-obatan tersebut umumnya digunakan dalam dosis yang lebih tinggi untuk penyakit OCD daripada untuk depresi. Mungkin perlu waktu hingga tiga bulan sampai hasilnya terlihat. 

Setengah dari seluruh orang dengan penyakit OCD tidak mengonsumsi obat-obatan itu sendirian. Seringkali, obat-obatan tersebut dikonsumsi bersama dengan obat antipsikotik atipikal.  

 2. Terapi perilaku kognitif

Jika Anda sering memiliki pikiran negatif, ini bisa membuat Anda menderita gangguan mental  dalam jangka panjang. Terapi kognitif dapat membantu Anda untuk menemukan kebiasaan bawah sadar yang menyebabkan pikiran itu terjadi. 

Terapi perilaku kognitif adalah metode efektif untuk mengobati obsessive compulsive disorder. Terapi ini adalah jenis psikoterapi yang bertujuan untuk membantu individu mengubah cara mereka berpikir, merasa, dan berperilaku. Ini mengacu pada dua perawatan di bawah ini:

Exposure and response prevention (ERP)

Exposure atau paparan yang dimaksud di sini adalah paparan ke situasi dan objek yang memicu ketakutan dan kecemasan. Seiring waktu, kecemasan yang dihasilkan oleh isyarat obsesif ini berkurang. Akhirnya, perawatan ini menghilangkan kecemasan. 

Response prevention atau pencegahan respon mengacu pada ritual yang dilakukan oleh penderita OCD untuk mengurangi kecemasan. Perawatan ini membantu orang belajar untuk melawan dorongan untuk melakukan ritual ini.

Terapi kognitif

Orang yang berpartisipasi dalam jenis terapi ini bertujuan untuk menghilangkan perilaku kompulsif. Ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali kepercayaan mereka tentang keterlibatannya terhadap perilaku kompulsif. 

Apa saja tes umum yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini?

Dokter biasanya mendiagnosis penyakit OCD berdasarkan gejala yang Anda jelaskan. Mereka akan melakukan pemeriksaan klinis untuk mengurangi penyebab gejala tersebut. 

Dokter juga mungkin akan melakukan evaluasi psikologis melalui metode penilaian psikologis, seperti menilai status mental pasien melalui penampilan, sikap, pemikiran, mood, ketakutan, halusinasi, kecanduan penyalahgunaan obat, dan kemungkinan melakukan kekerasan atau bahkan bunuh diri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan  yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit OCD?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda untuk mengatasi gangguan obsesif kompulsif di antaranya:

  • Bicarakan pada dokter Anda jika gejala semakin kuat atau bertambah buruk setelah penanganan dalam waktu tertentu.
  • Bicarakan pada dokter Anda jika terdapat gejala baru atau Anda merasa tidak nyaman saat mengonsumsi obat yang diberikan.
  • Lakukan olahraga ringan.
  • Minum obat yang telah diberikan oleh dokter meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Berhenti mengonsumsi obat dapat mengembalikan gejala gangguan obsesif kompulsif.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat atau makanan tertentu.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain, konsultasikan dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik bagi penyakit Anda

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

    Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

    Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Maria Amanda
    Hidup Sehat, Psikologi April 23, 2020

    KDRT dan Konflik Rumah Tangga Selama COVID-19 di Indonesia

    Kondisi pandemi bisa membuat hal-hal kecil menjadi pertengkaran antara suami istri, tapi konflik rumah tangga ini tidak serta-merta merupakan KDRT.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 April 22, 2020

    Tips Mengatasi Rasa Insecure yang Sering Muncul

    Rasa insecure bisa dirasakan oleh siapa saja, terkadang kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak bisa tertahankan.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi April 18, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Irene Anindyaputri
    Tanggal tayang Mei 26, 2020
    stres anak saat pandemi

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    Manfaat detoks digital

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 15, 2020
    Kelulusan saat pandemi

    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 13, 2020