Xerostomia (Mulut Kering)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu xerostomia?

Xerostomia adalah kondisi ketika mulut Anda terasa sangat kering. Mulut mengering karena kelenjar air liur tidak mampu menghasilkan cukup air liur untuk melembapkan rongga mulut.

Efek samping obat-obatan tertentu, sedang gugup, dan jarang minum air putih juga bisa membuat Anda mengalami xerostomia.

Kondisi ini dapat menyebabkan lidah menjadi kasar, muncul sariawan, dan bibir retak-retak. Meski bukan kondisi yang berbahaya, xerostomia tidak boleh disepelekan.

Dikutip dari Mayo Clinic, ketika mulut terus-terusan kering, Anda mungkin akan kesulitan untuk mengunyah, menelan, dan bahkan berbicara. Mulut yang dibiarkan mengering juga dapat meningkatkan risiko pembusukan gigi atau infeksi jamur.

Bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan gigi yang parah.

Selain itu, mulut kering yang berlangsung lama dan tidak kunjung membaik juga bisa jadi tanda penyakit serius. Misalnya saja diabetes.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Xerostomia atau mulut kering adalah kondisi yang sangat umum. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lansia dapat mengalami mulut kering kapan saja dalam hidup.

Kabar baiknya, Anda dapat mencegah kondisi ini seperti menghindari faktor risiko yang ada. Jangan ragu untuk bertanya atau berdiskusi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala xerostomia (mulut kering)?

Bila kelenjar air liur tidak mampu untuk menghasilkan air liur yang cukup, Anda mungkin akan mengalami sejumlah gejala. Beberapa gejala paling khas dari xerostomia adalah:

  • Merasa kering pada mulut, tenggorokan, atau lidah
  • Bibir pecah-pecah
  • Muncul sariawan di mulut
  • Mengalami infeksi di mulut
  • Bau mulut yang parah
  • Merasakan sensasi panas atau terbakar di mulut
  • Sering merasa kehausan
  • Air liur yang kental dan lengket
  • Kesulitan mengecap, mengunyah, menelan, atau berbicara

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda merasa mengalami xerostomia yang parah dan tidak kunjung membaik, segera periksa ke dokter. Ingat, setiap tubuh masing-masing orang berbeda. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk memeriksa kesehatan Anda. 

Penyebab

Apa saja penyebab mulut kering?

Ada banyak sekali penyebab mulut kering. Namun, dehidrasi seringkali menjadi penyebab utama seseorang mengalami xerostomia.

Asupan cairan yang rendah dapat memengaruhi tubuh dalam menghasilkan air liur. Air liur yang sedikit inilah yang memicu xerostomia.

Selain dehidrasi, penyebab xerostomia atau mulut kering lainnya adalah:

1. Stres 

Stres, cemas, dan depresi dapat menjadi faktor penyebab Anda mengalami xerostomia.

Ketika sedang stres, Anda mungkin cenderung berkeringat lebih banyak dan lebih sering buang air kecil. Kedua hal ini akan menurunkan persediaan cairan dalam tubuh. Alhasil, Anda pun lebih mudah untuk mengalami kondisi mulut kering ini.

Tanpa disadari, orang juga cenderung akan bernapas melalui mulut ketika sedang stres. Pernapasan lewat mulut dapat membuat mulut mengering.

2. Minum obat-obatan tertentu

Ada banyak sekali obat yang dapat memengaruhi produksi air liur di dalam mulut. Oleh sebab itu, salah satu dari sejumlah obat yang sedang Anda minum mungkin bisa jadi penyebab xerostomia.

Obat darah tinggi, antidepresi, obat bius adalah beberapa obat yang memiliki efek samping mulut kering. Beberapa antihistamin, dekongestan, dan obat nyeri otot juga mungkin dapat menyebabkan kondisi ini.

3. Terapi kanker

Salah satu efek samping kemoterapi dan terapi radiasi yang paling umum adalah mulut kering. Hal ini karena pengobatan kanker tersebut dapat mengubah sifat dan jumlah air liur di dalam mulut.

Maka dari itu, orang dengan penyakit kanker lebih rentan untuk mengalami xerostomia.

4. Penyakit tertentu

Mulut kering bisa jadi pertanda dari penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan stroke. Gangguan autoimun seperti seperti sindrom Sjogren atau HIV/AIDS juga dapat menyebabkan xerostomia.

5. Kerusakan saraf

Cedera di bagian kepala dan leher juga bisa menyebabkan xerostomia. Sebab, saraf yang ada di kepala dan leher memiliki peran untuk mengirimkan sinyal ke kelenjar ludah supaya menghasilkan air liur.

Bila kedua saraf tersebut mengalami kerusakan, maka produksi air liur dapat mengganggu. Akibatnya, jumlah air liur di dalam mulut akan menurun dan menyebabkan xerostomia.

6. Minum alkohol

Alkohol adalah deuretik. Ini artinya, alkohol dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Itu sebabnya, bila Anda kebanyakan minum alkohol, dehidrasi dapat terjadi. Kekurangan cairan ini dapat menyebabkan serangkaian gejala seperti xerostomia atau mulut kering, sakit kepala, dan kelelahan.

7. Merokok

Bahaya rokok untuk paru-paru dan jantung memang sudah tak perlu diragukan lagi. Namun, bagaimana dengan kesehatan mulut?

Sama seperti alkohol, merokok juga dapat menyebabkan xerostomia. Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat memperlambat produksi air liur. Air liur yang sedikit ini dapat menyebabkan xerostomia dan bahkan mulut bau.

Mulut kering karena merokok juga dapat dipicu karena Anda mengembuskan asap rokok dari mulut.

8. Mendengkur

Kebiasaan mendengkur juga dapat membuat mulut, lidah, dan tenggorokan terasa sangat kering.

Getaran pada saluran pernapasan akibat adanya sumbatan saat tertidur membuat tenggorokan kering. Belum lagi, selama tidur pasokan air liur juga akan berkurang untuk melembapkan mulut.

Maka mulut dan tenggorokan Anda cenderung lebih kering ketika bangun tidur.

9. Penuaan

Pada dasarnya, semakin usia bertambah tua mulut Anda akan lebih mudah untuk mengering.

Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Misalnya karena asupan nutrisi yang tidak memadai serta riwayat penyakit kronis bisa jadi faktor pemicunya.

Tak hanya itu, berkurangnya kemampuan tubuh dalam memproses obat tertentu juga bisa menyebabkan Anda mengalami xerostomia.

10. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang

Narkoba sabu, atau yang juga dikenal sebagai methamphetamine adalah narkotika yang sangat adiktif. Selain menyebabkan kecanduan, sabu juga memicu serangkaian reaksi tak nyaman pada tubuh. Salah satunya xerostomia.

Marijuana atau yang lebih dikenal dengan sebutan ganja pun menyebabkan efek samping yang serupa.

Bila Anda sering mengalami mulut kering yang tidak juga sembuh, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena xerostomia (mulut kering)?

Beberapa faktor risiko xerostomia adalah:

  • Stres
  • Cemas
  • Depresi
  • Merokok
  • Penuaan
  • Mengalami dehidrasi parah
  • Kebanyakan minum alkohol
  • Bernapas melalui mulut
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
  • Sedang menjalani terapi kanker seperti kemoterapi atau terapi radiasi
  • Memiliki riwayat gangguan autoimun seperti rematik, Sjogren’s syndrome, atau HIV/AIDS
  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit Alzheimer, dan penyakit Addison
  • Minum obat tertentu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis xerostomia (mulut kering)

Bila xerostomia yang Anda alami tak juga sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter umum atau dokter gigi.  Hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah menanyakan riwayat kesehatan Anda.

Sembari dokter melakukan pemeriksaan, beri tahu semua obat-obatan yang sedang Anda minum. Entah itu obat dengan atau tanpa resep dokter, vitamin, suplemen, hingga obat herbal.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes darah untuk memantapkan diagnosis. Tes lain juga bisa dianjurkan untuk mengukur seberapa kadar air liur dalam mulut Anda.

Jika Anda diduga memiliki Sjogren’s syndrome, dokter Anda akan mengambil sampel biopsi dari kelenjar air liur untuk diuji.

Apa saja pilihan pengobatan untuk xerostomia (mulut kering)?

Mulut kering bukanlah masalah medis yang serius. Sering kali kondisi ini mudah diatasi dengan sejumlah cara sederhana seperti banyak minum air putih.

Namun, dokter mungkin juga akan melakukan sejumlah pengobatan serta obat untuk mengatasi xerostomia atau mulut kering ini. Beberapa di antaranya seperti:

Meresepkan obat tertentu

Jika mulut kering disebabkan oleh obat-obatan, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti ke obat lain untuk mengendalikan kondisi mulut kering ini.

Dokter dapat meresepkan obat pilocarpine (Salagen) atau cevimeline (Evoxac) untuk membantu merangsang kerja kelenjar air liur.

Kedua obat ini bekerja merangsang saraf tertentu untuk meningkatkan jumlah air liur. Dengan begitu, mulut terasa lebih nyaman untuk berbicara dan menelan.

Dokter mungkin juga dapat meresepkan gel pelembap atau obat kumur yang mengandung xylitol untuk membantu meredakan kondisi ini.

Rajin membersihkan gigi

Kondisi xerostomia atau mulut yang kering dapat menyebabkan sejumlah gangguan pada mulut. Apalagi jika Anda sebelumnya tidak menerapkan kebersihan gigi yang baik sehingga terjadi gigi bolong, radang gusi, dan bau mulut.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk lebih rajin menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Selain itu, Anda mungkin juga akan dianjurkan dokter untuk berkumur menggunakan obat kumur chlorhexidine.

Obat kumur chlorhexide tidak boleh digunakan sering-sering karena dapat mengubah warna gigi. Gunakan obat ini beberapa kali dalam seminggu untuk membantu mencegah dan mengendalikan karies.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi xerostomia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi xerostomia atau mulut kering:

1, Banyak minum air putih

Salah satu cara mudah nan ampuh untuk mengatasi xerostomia adalah banyak minum air putih. Tak hanya mampu atasi mulut kering, banyak minum air putih juga dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda.

Jadi, jangan lupa selalu sediakan botol minum ke mana pun Anda pergi.

2. Berhenti merokok

Supaya masalah mulut Anda tidak semakin parah, berusahalah untuk berhenti merokok. Mengunyah permen karet bebas dapat membantu mengalihkan keinginan Anda untuk menghisap sebatang rokok.

Mengunyah permen karet dapat membantu merangsang produksi air liur dan menjaga kelembapan mulut.

3. Jaga kesehatan mulut

Supaya terbebas dari mulut kering, Anda harus rajin dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Gunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride. Fluoride dapat membantu mengatasi mulut kering sekaligus melindungi gigi dan kerusakan.

Jangan lupa, bersihkan gigi dengan benang gigi dan lakukan kunjungan rutin ke dokter untuk mencegah mulut kering dan kerusakan gigi.

4. Berkumur

Rutin berkumur menggunakan mouthwash juga efektif untuk melembapkan mulut dan menyegarkan napas Anda. Akan tetapi, pastikan Anda memilih jenis obat kumur yang tepat.

Obat kumur yang mengandung xylitol dapat digunakan untuk membantu merangsang air liur dan mengatasi xerostomia atau mulut kering.

Sebaiknya, hindari obat kumur yang mengandung alkohol. Alkohol justru membuat mulut Anda semakin kering.

5. Pakai humidifier

Pakai humidifier untuk membantu melembapkan udara di dalam ruangan. Cara ini efektif untuk untuk mengatasi mulut kering karena Anda bernapas lewat mulut saat tidur. Dengan begitu, mulut akan terasa lebih lembap saat bangun di pagi hari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

    Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

    Sering menyikat gigi tidak menjamin kesegaran atau terhindar dari bau mulut saat puasa. Baca rekomendasi frekuensi sikat gigi saat puasa di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

    Manfaat yang ditawarkan oleh buah kurma memang banyak, tetapi ketika makan terlalu banyak ternyata bisa menimbulkan efek samping. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hari Raya, Ramadan 12 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

    Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    mulut segar saat puasa
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    komplikasi obat hiv

    Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    pijat prostat

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
    efek samping salep obat kortikosteroid

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit