Kista Hepar (Kista Hati)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kista hepar?

Kista hepar, atau disebut juga kista hati, adalah kantung yang berisi cairan yang muncul di hati. Kondisi ini dialami sekitar 5% dari total populasi dunia. Kista hepar biasanya tidak menimbulkan gejala dan sering kali ditemukan secara kebetulan dalam prosedur pencitraan perut, seperti computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI).

Satu atau dua kista hepar biasanya tidak menyebabkan masalah apa pun dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, apabila kista berjumlah banyak dan bertumbuh sangat besar, kondisi ini akan membutuhkan perhatian medis.

Satu atau lebih kista hepar yang berukuran besar dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah perut kanan atas. Jika rasa tidak nyaman yang muncul cukup signifikan, Anda mungkin harus menjalani prosedur pengangkatan kista di rumah sakit. Idealnya, kondisi ini harus Anda tangani sebelum berubah menjadi semakin parah.

Terdapat beberapa jenis kista hepar, yaitu:

  • Kista sederhana
  • Penyakit hati polikistik (diturunkan dalam keluarga)
  • Kista yang disebabkan oleh parasit (seperti penyakit hidatidosa)
  • Kista yang muncul bersama dengan kanker liver

Seberapa umumkah kista hepar terjadi?

Kista hepar dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor yang menjadi pemicunya. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kista hati?

Kebanyakan kista hati tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, jika membesar, kista dapat menyebabkan kembung dan nyeri di perut bagian kanan atas. Terkadang, ukuran kista juga bisa menjadi cukup besar hingga Anda dapat merasakannya di bawah perut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan/keraguan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kista hati?

Kista hati biasanya muncul ketika area kecil dari sel-sel hati mati atau rusak. Dikutip dari American Liver Foundation, penyebabnya yang paling umum adalah pertumbuhan kista selama bertahun-tahun, pola makan, serta gaya hidup yang buruk.

Terkadang kista ini dapat berisi lemak pada mereka yang mengalami perlemakan hati (fatty liver). Di lain waktu, kista dapat berisi cairan atau lendir. Kista ini tidak mencerminkan bahwa Anda menderita penyakit hati, sebab sebagai organ yang sangat besar, hati memiliki banyak area lain yang mengandung sel-sel sehat sehingga organ tetap dapat berfungsi secara normal.

Penyebab terjadinya kondisi ini umumnya tidak diketahui. Kista hati dapat muncul pada saat kelahiran (bawaan lahir) atau dapat tumbuh di kemudian hari. Kista ini biasanya tumbuh dengan perlahan dan tidak terdeteksi sampai masa dewasa.

Beberapa kista disebabkan oleh parasit echinococcus yang ditemukan pada domba di berbagai belahan dunia. Pada bebera kasus, kista juga merupakan penyakit yang bisa diturunkan dari keluarga.

Faktor pemicu

Apa yang membuat seseorang menjadi lebih berisiko terkena kista hati?

Ada banyak faktor yang memicu seseorang bisa terkena kista hati, antara lain:

  • Jenis kelamin. Kista hati lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, tetapi selisihnya tidak banyak. Angka perbandingan wanita-pria adalah 1,5:1. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan terjadinya pada wanita dibandingkan pria semakin meningkat lebih jauh.
  • Kondisi kesehatan tertentu. Fibrosis dan sirosis yang disebabkan oleh penyakit hati lainnya, seperti hepatitis virus, bukanlah faktor risiko untuk kista sederhana atau penyakit polikistik. Fibrosis hati kongenital berhubungan dengan kista dan menyerupai sirosis dari penyakit virus, tetapi secara umum, sirosis hati tidak meningkatkan risiko kista.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kista hepar didiagnosis?

Kista hepar paling sering didiagnosis (sering kali secara kebetulan) menggunakan teknik pencitraan seperti CT scan, USG, atau MRI. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik pada perut untuk merasakan adanya benjolan kista. Echinococcosis kistik didiagnosis menggunakan tes imunodiagnostik yang mendeteksi antibodi Echinococcus dalam darah.

Apa saja pengobatan untuk kista hepar?

Kebanyakan kista tidak membutuhkan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya. Kista simptomatik yang menjadi membesar atau ganas akan diangkat secara bedah. Pengeringan cairan juga akan dilakukan, tetapi efeknya hanya sementara. Pada pasien yang memiliki penyakit hati polikistik (PLD), dibutuhkan transplantasi hati.

Berikut adalah beberapa pengobatan atau perawatan yang bisa dijalani untuk mengatasi berbagai jenis kista, termasuk kista hati:

  • Operasi. Pengangkatan total kista hati adalah metode pengobatan terbaik, terutama dalam kasus kistadenoma dan kistadenokarsinoma. Ini dilakukan menggunakan laparoskopi, suatu prosedur bedah invasif (tidak membutuhkan sayatan yang besar atau banyak) yang minimal di mana alat bedah khusus dipasangkan melalui selang yang dimasukkan ke dalam perut.
  • Terapi obat. Kista parasit yang disebabkan oleh Echinococcosis sering kali diobati dengan kombinasi bedah dan kemoterapi sampai dua tahun lamanya untuk mengurangi gejala. Obat-obatan untuk mengobati cacing parasit juga dapat diresepkan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi kista hepar?

Jika dokter menemukan bahwa Anda memiliki satu atau beberapa jenis dari kista hati (kista sederhana), jangan terlalu khawatir. Anda tidak akan ingin memiliki lebih banyak kista dan, untungnya, mudah untuk mencegah kista berkembang biak.

Dalam banyak kasus, dimungkinkan untuk mengerutkan atau mengeringkan kista secara bertahap menggunakan obat nutrisi. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi kista hati:

  • Singkirkan produk susu dari pola makan Anda. Hormon yang secara alami terdapat dalam semua produk susu meningkatkan pertumbuhan kista dan lendir dalam tubuh.
  • Hindari atau minimalkan paparan terhadap zat-zat yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti alkohol, obat-obatan tertentu, bahan kimia lingkungan dan gula dalam jumlah berlebihan.
  • Minum liver tonic berkualitas tinggi. Ini akan membantu melindungi sel-sel hati Anda dari bahaya dan membantu memperbaiki sel-sel hati yang rusak.
  • Minum suplemen selenium. Selenium dibutuhkan supaya hati Anda dapat memproduksi glutathione antioksidan yang kuat. Selenium membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan.
  • Minum jus sayur mentah secara rutin. Sayuran terbaik untuk hati yang sehat adalah kale, brokoli, lobak, dan bawang. Masukkan wortel dan apel ke dalam jus untuk membuatnya terasa lebih enak.

Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik dari masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Higroma Kistik, Ketika Muncul Benjolan Pada Leher Atau Kepala Si Kecil

Pernah melihat tumbuhnya benjolan di bagian leher atau kepala bayi? Kemungkinan besar bayi tersebut mengalami higroma kistik. Kok bisa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 26 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Pseudokista

%%title%% merupakan jenis kista yang umumnya menyerang pankreas atau ginjal. Apakah ini merupakan kista yang ganas? Temukan jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 5 Desember 2018 . Waktu baca 7 menit

Nyeri Kista Tak Tertahankan? Terapkan 5 Trik Ini untuk Meredakannya

Pertumbuhan kista biasanya tanpa gejala sehingga timbul rasa nyeri yang membuat tidak nyaman setelahnya. Yuk, cari tahu cara mengatasi nyeri kista di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nyeri Kronis, Health Centers 16 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Kista Dermoid, Kista yang Punya Saraf, Rambut, dan Gigi

Kista pada umumnya berisi cairan bening. Namun, kista dermoid berisi rambut, gigi, saraf, hingga kelenjar kulit! Hiiiyy.. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kista ovarium

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
kista ovarium harus dioperasi

Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Benjolan

5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit