Kanker Ovarium

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker ovarium?

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di dalam, sekitar, atau luar lapisan ovarium. Di antara jenis kanker reproduksi lainnya, kanker ovarium memiliki kasus kematian paling tinggi.

Ovarium atau indung telur merupakan satu atau dua organ berbentuk kacang almond yang terletak di samping rahim. Fungsi dari indung telur adalah menyimpan dan memproduksi sel telur. Selain itu hormon estrogen dan progesteron juga diproduksi di organ ini.

Gejala kanker ovarium terkadang sulit dikenali karena menyerupai tanda-tanda penyakit lain, seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Sel kanker dapat menyebar dengan sangat cepat dan sulit terdeteksi pada masa awal perkembangannya. Namun, apabila terdiagnosis dan ditangani sejak stadium awal, pasien dengan penyakit ini memiliki peluang 94% untuk sembuh atau menambah angka harapan hidup.

Seberapa umumkah kanker ovarium?

Kanker ovarium adalah penyakit organ reproduksi yang cukup umum terjadi. Sekitar 200.000 perempuan di seluruh dunia terserang penyakit ini setiap tahunnya, dengan angka kematian sekitar 100.000 jiwa.

Penyakit ini lebih umum ditemukan pada pasien wanita dewasa dan berusia di atas 50 atau 60 tahun. Karena itu, penyakit ini juga lebih banyak menyerang wanita yang hampir mendekati atau telah melewati masa menopause.

Selain itu, kanker ini juga lebih sering terjadi pada wanita berkulit putih yang berdomisili di Eropa dan Amerika Utara. Wanita yang tinggal di daerah India dan Asia memiliki peluang lebih kecil terkena penyakit ini.

Penyakit ini dapat diatasi dan ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker ovarium?

Kanker ovarium dapat dibagi menjadi tiga tipe. Pembagian ini berdasarkan pada lokasi dan jenis sel tempat berkembangnya kanker.

Berikut adalah jenis-jenisnya:

1. Tumor epitel

Kanker jenis ini termasuk yang paling banyak ditemukan, dengan persentase sebesar 75% pada kasus kanker ovarium. Sel kanker berkembang di jaringan tipis yang melapisi bagian luar ovarium.

Tumor epitel dapat dibagi lagi menjadi tiga subkategori, yaitu tumor jinak, tumor berpotensi ganas, dan tumor ganas.

Tumor epitel yang bersifat jinak tidak akan menyebar dan mengakibatkan masalah kesehatan apapun. Namun, tumor yang bersifat ganas umumnya berpotensi berkembang menjadi sel kanker yang dapat menyebar dengan cepat.

2. Tumor sel germinal

Sel germinal berfungsi memproduksi sel telur pada wanita dan sel sperma pada pria. Kebanyakan tumor sel germinal bersifat jinak, namun ada pula yang berbahaya dan berpotensi menjadi kanker.

Kurang dari 2% kanker ovarium tergolong dalam tumor sel germinal. Secara keseluruhan, tumor jenis ini memiliki angka kesembuhan yang lebih tinggi, dengan perkiraan sebanyak 9 dari 10 pasien.

Terdapat beberapa subtipe dari tumor sel germinal, yaitu teratoma, dysgerminoma, tumor sinus endoderma, dan koriokarsinoma. Subtipe yang paling banyak ditemukan adalah dysgerminoma, yang bahkan juga bisa terjadi pada remaja dan wanita berusia 20-an.

3. Tumor stroma

Tumor jenis ini termasuk yang paling langka. Sebanyak 1% kasus kanker ovarium tergolong dalam jenis ini.

Tumor stroma berkembang di sel-sel ovarium yang bertugas memproduksi hormon. Apabila seseorang terkena tumor ini, akan terjadi produksi hormon estrogen yang berlebihan.

Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan di vagina seperti menstruasi, meskipun telah melewati masa menopause atau belum memasuki masa pubertas.

Jenis kanker ini umumnya dapat terdeteksi di stadium awal dan memiliki peluang yang besar untuk sembuh, yaitu sebesar 75%.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala kanker ovarium?

Umumnya, tanda-tanda dan gejala kanker ovarium tidak dapat terdeteksi dengan mudah, terutama pada stadium awal.

Bahkan, banyak pula dokter yang membuat kesalahan ketika mendiagnosis penyakit ini. Hal ini disebabkan karena gejala kanker ovarium menyerupai kondisi kesehatan lainnya.

Berikut adalah beberapa gejala kanker ovarium yang mungkin muncul pada stadium awal:

  • Perut mengalami kembung dan nyeri
  • Mudah merasa kenyang ketika makan
  • Berat badan menurun drastis
  • Tidak nyaman di bagian panggul
  • Kesulitan makan
  • Adanya perubahan pada proses pencernaan, seperti konstipasi
  • Sering buang air kecil
  • Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil lebih banyak

Gejala lainnya termasuk:

  • Perubahan pada siklus menstruasi
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Mengalami masalah pencernaan, bahkan berisiko anoreksia
  • Muncul penyakit kulit dan nyeri otot seperti dermatomyositis
  • Sakit punggung tanpa alasan yang jelas;
  • Terjadi pendarahan di bagian vagina pada saat tidak sedang menstruasi

Yang membedakan gejala-gejala kanker ovarium dengan gejala penyakit lainnya adalah durasi berlangsungnya. Gejala akan lebih sering atau terus menerus muncul. Bahkan, tingkat keparahannya akan bertambah seiring dengan pertumbuhan tumor.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala kanker ovarium yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter apabila gejala-gejala yang muncul terasa tidak wajar. Meskipun Anda belum yakin apakah gejala yang muncul merupakan gejala kanker ovarium, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, jika Anda mengalami tanda-tanda berikut, Anda sebaiknya mengunjungi dokter sesegera mungkin:

  • Pembengkakan di bagian perut
  • Lebih cepat kenyang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut terasa nyeri
  • Ingin buang air kecil lebih sering

Ditambah lagi, jika Anda sudah berusia 50 tahun ke atas atau memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ini, sebaiknya Anda sering melakukan pemeriksaan untuk pencegahan.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan gejala dan tanda-tanda yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker ovarium?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari terjadinya kanker ovarium masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa secara umum, sel kanker berkembang dari adanya mutasi atau perubahan pada DNA.

DNA berfungsi untuk mengatur cara kerja sel-sel di dalam tubuh kita. Namun, DNA yang bermasalah atau bermutasi dapat menyebabkan pertumbuhan sel-sel menjadi tidak terkendali. Kondisi inilah yang berpotensi memicu tumbuhnya sel kanker serta penyebarannya ke organ tubuh lain.

Ada dugaan bahwa kanker ovarium berawal dari sel-sel yang terletak di ujung tuba falopi, dan tidak selamanya berawal di ovarium. Namun, dugaan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker ovarium?

Kanker ovarium adalah penyakit yang dapat menyerang wanita dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Berikut adalah berbagai faktor risiko yang memicu munculnya gejala-gejala kanker ovarium:

1. Usia

Risiko Anda terserang kanker ini semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Kanker ovarium jarang ditemukan pada wanita di bawah 40 tahun.

Kebanyakan kasus kanker ini berkembang setelah masa menopause. Setengah dari kasus penyakit ini ditemukan pada wanita berusia 63 tahun ke atas.

2. Keturunan

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium, peluang Anda terserang penyakit ini pun lebih besar.

Selain itu, memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker lainnya, seperti kanker payudara dan kanker usus, juga berpotensi meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.

3. Pernah atau sedang menderita kanker payudara

Apabila Anda pernah atau sedang terserang kanker payudara, kemungkinan Anda juga memiliki peluang terkena penyakit ini.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, yang berkaitan dengan munculnya sel kanker pada ovarium.

4. Menggunakan terapi pengganti hormon

Wanita yang menjalani terapi estrogen setelah menopause memiliki peluang yang besar untuk terserang kanker ini.

5. Merokok

Apabila Anda aktif merokok, Anda berisiko terserang kanker ovarium. Semakin lama Anda merokok, semakin besar peluang Anda terkena penyakit ini.

6. Kondisi medis lainnya

Jika Anda memiliki masalah kesehatan lain seperti endometriosis dan diabetes, ada kemungkinan Anda dapat terserang kanker ini.

Untuk penderita diabetes, peluang terkena penyakit ini lebih besar jika Anda menjalani pengobatan dengan insulin.

7. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas

Obesitas atau berat badan berlebih memiliki kaitan yang erat dengan berkembangnya sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, obesitas juga memengaruhi peluang penderita kanker untuk sembuh.

8. Tidak pernah hamil

Saat hamil, Anda tidak akan memproduksi sel telur. Semakin sedikit jumlah sel telur yang diproduksi diyakini menurunkan risiko seseorang terkena kanker ovarium.

Maka dari itu, jika Anda tidak pernah hamil dan tidak melewati masa di mana Anda tidak memproduksi sel telur, Anda berpotensi terkena penyakit ini.

Stadium & tingkatan

Apa saja stadium dan tingkatan kanker ovarium?

Stadium kanker menandakan seberapa parah suatu penyakit serta penyebarannya. Pada kanker ovarium, terdapat 4 stadium dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Stadium 1

Pada tahapan ini, sel kanker masih terletak hanya di ovarium. Beberapa penderitanya mungkin membutuhkan kemoterapi dan operasi.

Operasi pun biasanya hanya berupa prosedur pengangkatan ovarium dan tuba falopi yang terserang. Oleh karena itu, Anda masih bisa hamil dan memiliki anak.

2. Stadium 2

Memasuki stadium 2, sel kanker telah berkembang ke bagian luar ovarium dan menyebar menuju pinggul atau perut. Sel kanker dapat diatasi dengan kemoterapi dan operasi.

3. Stadium 3

Apabila kanker telah mencapai stadium 3, ini artinya sel kanker telah menyebar menuju kelenjar getah bening atau rongga perut. Penanganan untuk stadium ini masih sama dengan stadium sebelumnya, yaitu dengan operasi dan kemoterapi.

4. Stadium 4

Pada tahapan ini, sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti hati dan paru-paru. Operasi dan kemoterapi dilakukan untuk mengurangi gejala dan memperpanjang angka harapan hidup.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker ovarium didiagnosis?

Mengingat gejala kanker ovarium menyerupai kondisi kesehatan lainnya, proses diagnosis pun tergolong tidak mudah.

Namun, apabila penyakit ini berhasil terdeteksi pada stadium awal, efektivitas pengobatan dan peluang untuk menambah angka harapan hidup pun lebih besar.

Pertama-tama, dokter akan menanyakan apa saja gejala yang Anda alami, bagaimana riwayat penyakit keluarga, serta faktor-faktor risiko lain yang mungkin Anda miliki. Setelah itu, dokter akan mengecek apakah ada benjolan atau pembengkakan di perut.

Apabila dokter mencurigai adanya kanker, beberapa tes tambahan akan dilakukan.

1. Tes USG

Tes ini dilakukan dengan gelombang suara yang dapat memproduksi gambar atau video. Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat adanya tumor di ovarium, seberapa besar ukurannya, dan tingkat keparahannya.

2. Tes CT scan

Tes ini dapat memberikan gambaran lebih detail dari tubuh Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya.

CT scan dapat menunjukkan penyebaran sel kanker, misalnya di hati, ginjal, atau kelenjar getah bening.

3. Tes MRI scan

Tes MRI juga bisa menghasilkan gambar bagian dalam tubuh Anda secara detail. Tidak seperti CT scan yang menggunakan x-ray, MRI scan memakai teknologi magnetik untuk menghasilkan gambar.

4. Laparoskopi

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung kecil ke dalam tubuh untuk melihat langsung bagian dalam perut atau pinggul Anda.

Dengan tes ini, dokter dapat menentukan stadium serta penanganan yang tepat untuk Anda.

5. Biopsi

Cara lain untuk mendeteksi perkembangan sel kanker adalah mengambil sebagian jaringan tumor. Proses ini dinamakan biopsi.

Terkadang, prosedur ini digabungkan dengan laparoskopi untuk menemukan titik tumor secara akurat.

6. Tes darah

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan kadar sel darah merah, darah putih, serta trombosit di tubuh Anda. Beberapa jenis sel kanker ovarium juga dapat memengaruhi kadar hormon di dalam darah Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker ovarium?

Pengobatan dan penanganan untuk penyakit ini sangat bervariasi, yang umumnya merupakan kombinasi dari operasi dan kemoterapi.

1. Operasi

Prosedur bedah atau operasi pengangkatan ovarium yang dilakukan untuk penderita kanker tergantung pada stadiumnya.

Pada stadium awal, operasi biasanya hanya dilakukan pada salah satu bagian ovarium, yaitu ovarium yang telah terserang sel kanker.

Namun, apabila sel kanker menyerang kedua ovarium, tim bedah mungkin akan mengangkat kedua ovarium atau tuba falopi Anda.

Kanker ovarium yang lebih parah dan sudah memasuki stadium akhir mengharuskan dokter bedah mengangkat seluruh ovarium dan rahim Anda. Dalam beberapa kasus, kelenjar getah bening serta tuba falopi Anda juga harus diangkat.

2. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang berkembang di dalam tubuh. Obat kemoterapi umumnya disuntikkan melalui pembuluh darah Anda, tetapi ada pula obat yang dapat diminum secara langsung.

Pengobatan ini biasanya dijalankan setelah prosedur operasi. Tujuannya adalah untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa di dalam tubuh. Namun, pada kasus kanker yang masih tergolong ringan, kemoterapi mungkin dilakukan sebelum operasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker ovarium?

Karena penyakit ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, maka tidak ada cara yang diyakini ampuh mencegah kemunculannya.

Namun, Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko munculnya gejala-gejala kanker ovarium:

  • Tetap ikuti pemeriksaan dokter untuk mengikuti perkembangan penyakit juga untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.
  • Ikutilah petunjuk yang diberikan oleh dokter Anda dan jangan mengonsumsi obat tanpa mengonsultasikannya dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jangan lupa mengonsumsi obat yang telah dianjurkan oleh dokter Anda.
  • Hubungi dokter Anda mengenai efek samping dari obat yang Anda konsumsi.
  • Konsumsilah makanan yang sehat, seperti sayuran, biji-bijian, dengan kandungan lemak yang sedikit.
  • Jagalah berat badan Anda dan tetap berolahraga.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.