Mulai Usia Berapa Kita Perlu Melakukan Skrining Kanker?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020
Bagikan sekarang

Skrining kanker biasanya dilakukan untuk menemukan cikal bakal kanker yang tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu. Selain itu, skrining juga dilakukan untuk mendeteksi dini kanker sebelum menyebar terlalu luas dan sulit disembuhkan.

Di usia berapa sebaiknya mulai skrining kanker?

Beda jenis kanker, beda pula waktu skriningnya. Berikut ini usia yang tepat untuk skrining kanker sesuai dengan jenis kankernya.

Kanker payudara

kanker payudara menyebar ke tulang

Kanker payudara termasuk salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh para wanita. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan perhatian lebih pada kesehatan payudara Anda. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker payudara atau kanker lainnya, sebaiknya lakukan skrining kanker payudara secara rutin.

Meski tidak ada patokan yang pasti kapan Anda harus mulai skrining, umumnya dokter meminta Anda melakukannya pada sekitar usia 40 tahun. Di usia ini, Anda mulai bisa melakukan skrining dengan mamografi.

Wanita berusia 45-54 tahun perlu mammogram setiap tahunnya. Sementara wanita berusia 55 tahun ke atas perlu melakukan mammogram setiap 2 tahun sekali. Skrining ini perlu tetap dilakukan meskipun Anda merasa sehat karena tidak semua kanker menunjukkan tanda-tanda.

Kanker prostat

stadium kanker prostat

Memasuki usia 50 tahun Anda perlu mulai memikirkan untuk melakukan skrining kanker prostat. Apalagi jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker ini yang satu ini, maka sebaiknya skrining mulai dilakukan pada usia 45 tahun.

Meskipun Anda merasa sehat-sehat saja, jika ada keluarga yang mengidap kanker prostat, Anda juga berisiko. Usahakan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan skrining.

Kanker serviks

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Kanker serviks sering disebut sebagai pembunuh diam-diam para wanita. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda melakukan skrining penyakit yang satu ini. Skrining untuk kanker serviks perlu dimulai sejak Anda berusia 21 tahun. Berikut rinciannya:

  • Wanita berusia 21-29 tahun perlu menjalani tes pap smear setiap 3 tahun sekali. Jika hasilnya abnormal, maka diperlukan tes lanjutan yaitu HPV.
  • Wanita berusia 30-65 tahun perlu menjalani pap smear dan tes HPV yang dilakukan setiap 5 tahun sekali.
  • Wanita berusia 65 tahun ke atas yang telah menjalani tes pap secara berturut-turut selama 10 tahun terakhir dengan hasil normal bisa berhenti melakukan tes.

Sementara itu, wanita yang telah melakukan vaksin HPV juga tetap perlu melakukan pemeriksaan. Sementara sebagian wanita dengan riwayat kesehatan seperti infeksi HIV dan pernah transplantasi organ perlu mengonsultasikan terlebih dahulu mengenai waktu yang tepat untuk melakukan skrining kanker serviks.

Kanker kolorektal

kanker kolorektal

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus (rektum). American Cancer Society menyarankan untuk memulai pemeriksaan rutin sejak usia 45 tahun.

Jika Anda berisiko tinggi memiliki kanker kolorektal seperti memiliki riwayat keluarga dengan kanker, merokok, dan memiliki penyakit radang usus (IBD), jangan sampai Anda melewatkan skrining.

Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan melakukan tes feses atau dengan pemeriksaan visual dengan melihat kondisi kolon dan juga rektum. Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter terkait mengenai jenis tes apa yang cocok untuk Anda.

Kanker paru-paru

The American Cancer Society menganjurkan skrining kanker tahunan dengan CT scan dosis rendah (low-dose CT scan) untuk orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker paru-paru.

Rekomendasi ini terutama bagi mereka yang berusia 55-74 tahun, masih menjadi perokok aktif atau mantan perokok dan sudah berhenti dalam 15 tahun terakhir.

Sebelumnya, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai kondisi tubuh Anda secara keseluruhan. Jangan sungkan untuk menanyakan tahapan pemeriksaan dan juga biaya tes agar Anda bisa mempersiapkannya secara matang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Benarkah pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat? Apakah jenis pengobatan lain dapat menghindari hal tersebut? Berikut jawabannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Meskipun ada peluang perkembangan kanker serviks bagi penderita, ternyata ada cara untuk mengelola agar kanker tidak berkembang menjadi komplikasi.

Ditulis oleh: Maria Amanda

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020