Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/07/2020 . Waktu baca 15 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit kanker (cancer)?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), definisi kanker (cancer) adalah penyakit yang mulai terjadi pada salah satu organ atau jaringan di tubuh akibat sel abnormal tumbuh tidak terkontrol, menyerang area di sekitar atau menyebar ke organ lain.

Menurut Mayo Clinic adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia.

Pada dasarnya, tubuh terdiri triliunan sel yang tersebar di setiap organ. Sel ini tumbuh, berkembang, menua dan mati, kemudian kembali tergantikan oleh sel baru. Sayangnya, sel bisa saja bekerja secara abnormal tanpa kendali.

Sel abnormal mengalami kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel justru terus menggandakan dan memperbanyak diri sebanyak-banyaknya secara agresif hingga jumlah yang sudah tak bisa dikendalikan lagi. 

Jumlah sel yang berlebihan ini dapat menumpuk, menimbulkan tumor. Itulah sebabnya, penyakit kanker disebut juga dengan tumor ganas. Namun, tumor jinak berbeda dengan penyakit kanker.

Penyakit sel abnormal ini memiliki banyak jenis. Namun, National Cancer Institute menyebutkan macam-macam penyakit kanker berdasarkan sel yang terkena, meliputi:

  • Karsinoma. Sel abnormal yang menyerang sel epitel abnormal, yakni sel yang melapisi permukaan kulit, pembuluh darah, saluran kemih, dan organ tubuh.
  • Sarkoma.  Penyakit ini berasal dari sel yang terbentuk dalam jaringan lunak tubuh, seperti otot, tendon, lemak, pembuluh darah, saraf, dan jaringan sekitar persendian.
  • Limfoma. Limfoma adalah sel kanker yang terjadi pada sel T atau sel B, yakni sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem imun.
  • Leukemia. Sel abnormal yang bermula di jaringan pembentuk darah di tulang sumsum.
  • Multiple myeloma. Penyakit multiple myeloma yang bermula dari sel plasma, tipe lain dari sel imun.
  • Melanoma. Melanoma adalah yang terjadi di dalam sel melanosit, yaitu sel pembuat melanin (zat yang memberi warna kulit).
  • Otak dan tulang belakang. Sel abnormal yang terbentuk di sistem saraf pusat.
  • Jenis-jenis kanker lainnya. Jenis penyakit cancer lainnya yaitu menyerang sel telur, sel sperma, sel yang melepaskan hormon ke dalam darah (neuroendokrin), dan sel-sel di sistem pencernaan.

Apakah penyakit kanker menular?

Penyakit yang disebabkan oleh sel abnormal bukan termasuk penyakit yang menular. Bahkan, kanker yang terjadi pada ibu hamil, sebagian besar tidak memengaruhi janin. Jarang terjadi, kasus melanoma pada sang ibu bisa menyebarkan sel kanker ke plasenta dan janin.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit yang disebabkan oleh sel kanker ini sangat umum dan menyerang semua usia. Menurut Kemenkes RI, data Riskesdas menunjukkan prevalensi kanker di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

Prevalensi kanker tertinggi berada di DI Yogyakarta, disusul dengan Sumatera Barat, dan Gorontalo. Jenis yang paling umum menyerang adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) yang sering terjadi pada wanita.

Sementara pada pria, jenis yang paling umum menyerang adalah kanker prostat dan kanker paru. Kemudian, yang sering menyerang anak adalah leukemia.

Berdasarkan data WHO, penyakit kanker yang paling umum menyebabkan kematian adalah kanker paru, kanker kolorektal, kanker hati, kanker serviks, dan kanker payudara.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit kanker?

Orang yang sakit kanker, belum tentu menunjukkan gejala di awal penyakit. Umumnya, gejala akan muncul ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut, yakni stadium 2, 3, dan 4.

Setiap gejala yang ditunjukkan, menentukan jenis kanker yang dimiliki. Berikut gejala penyakit kanker dalam tubuh yang umumnya dirasakan.

Berat badan turun tanpa sebab

Umumnya, berat badan menurun karena diet. Akan tetapi, bila tidak diet dan berat badan mengalami penurunan, Anda perlu waspada. Bisa jadi ini adalah gejala kanker paru-paru atau yang menyerang usus besar, pankreas, dan lambung.

Demam

Sel kanker yang mulai menyebar dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sering kali menimbulkan gejala demam. Pada sedikit kasus, demam bisa menjadi tanda awal leukemia atau limfoma.

Tubuh lelah

Tubuh yang lelah sekalipun sudah istirahat menyerang hampir semua orang yang sakit kanker. Gejala ini umum terjadi pada orang dengan sel abnormal di usus besar dan menjadi tanda awal leukemia.

Nyeri atau sakit di area tertentu

Adanya sel abnormal membuat tubuh menimbulkan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit perut, sakit punggung, atau sakit punggung. Rasa sakit yang menyebar, menandakan bahwa sel yang abnormal mulai menyebar ke jaringan lain.

Terjadinya perubahan pada kulit

Pada kanker kulit dan jenis lain, kulit akan mengalami perubahan. Kulit mungkin tampak lebih gelap (hiperpigmentasi), kekuningan (jaundice), memerah (eritema), dan terasa gatal atau bulu rambut tubuh secara berlebihan.

Luka dan benjolan kanker

Penyakit ini juga sering ditandai dengan munculnya luka di mulut, penis, atau vagina yang tak kunjung sembuh. Selain itu, akan ada benjolan atau penebalan yang biasanya menjadi tanda kanker payudara, jaringan lunak tubuh, dan kelenjar getah bening.

Benjolan kanker yang sering disebut tumor ganas ini memiliki bentuk dan ukuran yang beragam. Kian hari, benjolan akan semakin membesar, memerah, dan menimbulkan nyeri.

Perdarahan tidak biasa

Batuk darah, BAB berdarah, urine berdarah, dan perdarahan dari vagina yang tidak normal bisa menjadi gejala dari kanker anus atau yang menyerang leher rahim, paru-paru, kandung kemih atau ginjal.

Gejala di atas dapat muncul pada anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Namun, gejala spesifik seperti perdarahan vagina hanya terjadi pada wanita.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala kanker yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun tentang gejala penyakit ini, konsultasikan pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker?

Penyebab utama kanker adalah perubahan pada DNA di dalam sel (mutasi). DNA dalam sel berisi sejumlah gen yang masing-masing memiliki serangkaian sistem perintah untuk bekerja, membelah, mati, dan memperbarui.

Akan tetapi, sistem tersebut bermasalah dan menghentikan fungsi normal dari sel sehingga menjadi abnormal. Terjadinya kesalahan mutasi gen ini bisa disebabkan oleh gen warisan orangtua dan ini disebut sebagai penyebab umum kanker pada anak.

Mutasi gen yang bermasalah ini juga bisa dipicu oleh faktor lain. Mulai dari paparan bahan kimia pemicu kanker (karsinogen), radiasi, asap rokok, virus, obesitas terkait pilihan makanan tidak sehat dan jarang olahraga, hingga perubahan lain yang memengaruhi hormon atau jam biologis tubuh.

Orang yang sakit kanker bisa memiliki lebih dari satu kanker dan ini disebut dengan secondary cancer atau tumor metastasis. Kondisi ini menandakan adanya penyebaran kanker utama ke organ lain, baik bersamaan atau bahkan setelah kanker utama sembuh. Kanker ini merupakan bagian dari kanker utama yang terpisah dan menyebar ke organ lain melalui pembuluh darah atau pembuluh limfa (metastasis).

Sebagai contoh, seseorang dengan kanker payudara sebagai kanker utama. Lambat lain, sel kanker payudara ini dapat menyebar ke organ lain, misalnya paru-paru. Meskipun, beraga di organ yang berbeda (paru-paru), namun sel kanker tersebut merupakan sel yang sama sebagaimana sel kanker di payudara.

Di Indonesia dan negara lain, jumlah penderita kanker terus meningkat. Menurut beberapa studi, kenaikan ini dipengaruhi oleh kebiasaan tertentu yang memicu sel menjadi abnormal, seperti merokok, pilihan makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker, dan infeksi.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit kanker?

Ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami perubahan abnormal pada sel-sel tubuhnya. Berikut ini faktor risiko dari penyakit kanker adalah:

  • Usia. Penyakit ini mungkin memakan waktu untuk tubuh. Oleh karena itu, kebanyakan didiagnosis pada usia 65 tahun atau lebih. Usia juga mungkin membuat sel-sel tubuh mengalami kesalahan sistem.
  • Kebiasaan buruk. Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan seks yang tidak aman bisa jadi faktor sel tubuh tidak terkendali.
  • Riwayat keluarga. Pada kebanyakan kasus, masalah sel yang abnormal bersifat menurun, yakni diturunkan dari keluarga. 
  • Kondisi kesehatan. Beberapa kondisi tertentu seperti radang usus bisa menyebabkan sel di usus jadi abnormal tidak terkendali. 
  • Lingkungan. Paparan bahan kimia, seperti benzena di rumah atau tempat kerja bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit kanker didiagnosis?

Sangatlah dianjurkan untuk secepatnya mendiagnosis penyakit untuk mendapatkan peluang terbaik untuk penyembuhan, terutama pada stadium awal. Dokter bisa menggunakan satu atau lebih pendekatan untuk mendiagnosis penyakit ini. 

Beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit kanker, di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik

Selain memeriksa perubahan pada kulit, dokter mungkin akan memeriksa lewat anus untuk melihat adanya tumor ganas di anus atau prostat.

  • Tes laboratorium

Tes darah mungkin dibutuhkan untuk memeriksa kesehatan pasien secara keseluruhan dan mendeteksi ada tidaknya kelainan.

  • Tes pencitraan

Beragam tes pencitraan seperti PET scan, MRI, rontgen, ultrasound, dan CT scan dapat digunakan untuk mencari tahu apakah sel abnormal telah menyebar.

  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan cara mengangkat sebagian kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Sampel berupa yang diambil dalam biopsi kemudian dianalisis oleh ahli patologi.

Apa saja cara mengobati kanker?

Perawatan kanker pada dasarnya tergantung dari jenis dan stadium dari penyakit ini, potensi efek samping, serta pilihan dan kesehatan umum dari pasien. Berikut ini beberapa pengobatan kanker yang paling umum:

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan yang menggunakan zat kimia dengan intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh. Kemoterapi paling sering digunakan sebagai obat kanker, karena sel penyakit ini berkembang lebih cepat dari sel normal dalam tubuh.

Obat-obatan kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan sebagai obat kanker. Akan tetapi, akan ada efek samping kemoterapi yang dirasakan. 

  • Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi adalah cara pengobatan yang mengandalkan radiasi dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. 

Walaupun radioterapi paling sering digunakan sebagai pengobatan kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid. Sama seperti kemoterapi, radioterapi juga menimbulkan efek samping.

  • Terapi biologis

Obat kanker lainnya adalah dengan melakukan terapi biologis. Terapi biologis bekerja dengan cara merusak sel abnormal langsung atau pun tidak langsung dengan memicu reaksi sistem imun untuk menyerang sel tersebut. 

Terapi biologis menggunakan organisme hidup, baik yang dihasilkan dari dalam tubuh manusia ataupun rekayasa di laboratorium yang sengaja dibuat untuk dapat melawan sel penyebab penyakit ini. Terapi biologis termasuk imunoterapi, vaksin, dan lain sebagainya.

  • Terapi target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi yang digunakan dapat berupa kombinasi dari beberapa terapi. Terapi ini antara lain: 

  1. Antibodi monoklonal
  2. Penghambat tirosin kinase
  3. Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pilihan terapi dan obat kanker yang tepat untuk Anda. Setiap pengobatan penyakit ini memiliki efek samping yang berbeda-beda. Pertimbangkan risiko pengonsumsian obat untuk menghentikan sel abnormal dengan kondisi Anda. 

Bagaimana harapan hidup pasien kanker?

Seseorang yang sakit kanker memiliki harapan hidup besar karena penyakit ini bisa diobati. Namun, harapan hidup tersebut bergantung dengan jenis yang dimiliki, stadium, dan umur.

Beberapa jenis kanker yang memiliki tingkat kesembuhan tinggi ketika terdeteksi dini dan diobati dengan tepat adalah kanker yang menyerang payudara, serviks, mulut, dan kolorektal (usus besar dan anus).

Terhitung sejak tahun 1991 hingga 2017, rata-rata angka kematian akibat kanker telah menunjukkan penurunan sebanyak 29 persen. Menurut laporan tersebut, penurunan terbesar terjadi selama tahun 2016 hingga 2017, yakni sebesar 2,2 persen.

Jika digambarkan ke dalam jumlah penduduk yang sesungguhnya, ini berarti sekitar 2,9 juta penderita kanker mampu bertahan hidup setelah terdiagnosis. Penurunan ini terbilang lebih cepat dibandingkan penyakit terkait jantung, obesitas, hingga Alzheimer.

Jenis kanker yang lain pun menunjukkan penurunan angka kematian yang bervariasi. Berikut gambarannya:

  • Angka kematian akibat kanker payudara berkurang sebanyak 40 persen pada 1989-2017.
  • Angka kematian akibat kanker prostat berkurang sebanyak 52 persen pada 1993-2017.
  • Angka kematian akibat kanker kolorektal berkurang sebanyak 53 persen pada laki-laki (1980-2017) dan 57 persen pada perempuan (1969-2017).
  • Angka kematian rata-rata akibat kanker hati menurun pada laki-laki dan perempuan.
  • Rata-rata, angka harapan hidup penderita kanker terus bertambah sejak tahun 1970 kecuali kanker serviks dan rahim.

Penurunan angka kematian tercepat terjadi pada kanker kulit melanoma, yakni sebesar 7 persen per tahun selama tahun 2013-2017.

Dengan adanya pengobatan terbaru yang disetujui pada tahun 2011, angka harapan hidup pasien kanker selama setahun ke depan yang tadinya sebesar 42 persen bahkan meningkat hingga 55 persen.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Untuk mendukung pengobatan, Anda harus menyesuaikan gaya hidup untuk pasien kanker. Berikut perubahan gaya hidup yang perlu Anda terapkan:

  • Jaga berat badan tetap ideal

Tujuannya untuk mengurangi obesitas jika Anda memilikinya maupun mencegah berat badan rendah. Coba cek berat badan ideal Anda dengan kalkulator BMI (indeks massa tubuh).

  • Konsumsi makanan bernutrisi

Mengikuti pengobatan kerap kali menimbulkan efek samping yang memengaruhi nutrisi tubuh. Jadi, pastikan Anda mengikuti diet kanker sesuai dengan saran dokter maupun ahli gizi.

  • Ikuti pengobatan sesuai dengan saran dokter

Ikuti aturan minum obat, jadwal terapi, dan pantangan yang dokter sampaikan pada Anda. Begitu pun dalam menggunakan obat pereda nyeri kanker. Buat rencana perawatan lanjutan agar penyakit tidak kembali kambuh.

  • Kelola stres dan biasakan berpikir positif

Kondisi emosional Anda sangat memengaruhi pengobatan. Oleh karena itu, jangan biarkan stres berlarut-larut dan membiasakan diri berpikir positif agar membantu proses penyembuhan.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker?

Orang yang sakit kanker dan sembuh, memiliki risiko terkena penyakit yang sama di kemudian hari. Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit kanker, orang yang sudah sembuh maupun orang yang sehat bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Berhenti merokok. Rokok mengandung bahan kimia yang memicu peradangan dan bisa menyebabkan sel di tubuh, terutama paru-paru menjadi abnormal.
  • Pakai tabir surya. Sinar matahari menjadi sumber radiasi yang bisa meningkatkan risiko sel-sel kulit membelah diri tanpa kendali.
  • Konsumsi makanan sehat. Makanan tidak sehat dapat memengaruhi kinerja sel dalam tubuh menjadi tidak normal. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang dapat mencegah kanker perhatikan penyajian dan porsinya harus sehat.
  • Lakukan screening kanker lebih dini. Anda yang berisiko diwajibkan melakukan screening untuk mengetahui ada tidaknya sel yang abnormal.
  • Ikuti vaksinasi. Sekarang ini tersedia vaksin HPV untuk mencegah terjadinya sel abnormal di leher rahim pada wanita.
  • Rutin olahraga. Meluangkan waktu olahraga 30 menit setiap hari bisa mencegah Anda dari obesitas, salah satu faktor risiko sel bekerja tidak normal.
  • Batasi minum alkohol. Sama seperti rokok, alkohol juga mengandung zat yang memicu peradangan. Jadi, batasi asupannya apalagi jika Anda sudah punya masalah kesehatan tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Neuroblastoma (Jenis Kanker Saraf) Bisa Terjadi pada Anak-Anak?

Sebagai salah satu jenis kanker yang menyerang sel saraf, neuroblastoma sering diderita oleh anak. Apa penyebab neuroblastoma pada anak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 11/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stadium kanker ovarium 4 bisa sembuh

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit
gejala ciri-ciri kanker ovarium

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit