home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Penyakit kanker ovarium (indung telur) stadium 1, 2, dan 3 bisa disembuhkan dengan operasi pengangkatan sel kanker, kemoterapi, maupun radioterapi. Tidak hanya itu, ilmuwan juga meneliti potensi bahan alami dalam mengobati kanker, termasuk kanker ovarium. Lantas, obat herbal apa saja yang menunjukkan potensi sebagai obat kanker ovarium?

Obat herbal yang berpotensi mengobati kanker ovarium

Penyakit kanker masuk dalam daftar penyakit yang dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati. Termasuk kanker ovarium, yang menyerang kelenjar penghasil hormon seks dan sel telur pada wanita. Umumnya, penyakit ini diobati dengan operasi dan dikombinasikan pengobatan kanker ovarium lain berupa terapi.

Selain mengikuti pengobatan dokter, ada beberapa ekstrak, rempah, maupun suplemen yang menurut studi punya potensi dalam melawan kanker ovarium, di antaranya:

1. Teh hijau dan teh hitam

khasiat teh hijau untuk rematik

Teh masuk dalam obat herbal untuk kanker ovarium. Tidak semua, hanya beberapa jenis teh yang diteliti potensinya pada kanker indung telur, seperti teh hitam (black tea) dan teh hijau (green tea).

Sebelumnya, teh dikenal sebagai salah satu jenis makanan membantu mencegah kanker ovarium. Berdasarkan National Cancer Institute, teh hijau dan teh hitam memiliki aktivita antioksidan yang kuat karena kandungan polifenol, theaflavin, dan thearubigin.

Senyawa aktif tersebut dapat mengurangi radikal bebas sehingga melindungi sel dari kerusakan, menghambat proliferasi sel tumor, dan menginduksi apoptosis sel. Proliferasi adalah kemampuan sel dalam memperbanyak diri sedangkan apoptosis adalah kematian sel secara terprogram.

Dalam penelitian berbasis hewan, katekin dalam teh terbukti menghambat penyebaran sel tumor. Selain itu, enzim detoksifikasi, seperti glutathione S-transferase dan quinone reductase membantu meningkatkan sistem imun dalam melawan tumor.

Potensi teh hijau sebagai obat tradisional untuk kanker ovarium jenis tumor epitel juga terangkum dalam studi yang dipublikasikan pada Gynecologic Oncology. Studi berbasis hewan ini menyimpulkan bahwa teh hijau terbukti menurunkan regulasi protein yang terlibat dalam peradangan dan meningkatkan potensi obat cisplatin dalam kemoterapi.

Meski begitu, periset masih melakukan pengamatan lebih lanjut untuk melihat efektivitas teh sebagai obat herbal untuk kanker ovarium untuk manusia.

2. Jahe

mengobati kanker dengan bawang putih dan jahe

Jahe cukup populer sebagai obat tradisional. Bahkan, disebut-sebut bisa dijadikan obat tradisional untuk penyakit kanker ovarium.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Advanced pharmaceutical bulletin, mengamati efek ekstrak jahe pada SKOV-3. SKOV-3 adalah garis sel kanker ovarium yang ada pada wanita Kaukasia dengan cystadenocarcinoma serosa ovarium.

Sel SKOV-3 diinkubasi bersama ekstrak jahe selama 72 jam dan uji toksisitas sel dilakukan. Hasilnya, ada efek sitotoksisitas dari ekstrak jahe pada sel SKOV-3 lewat jalur p53 yang bisa membuat sel tersebut mati. Meskipun begitu, periset masih butuh pengamatan lebih dalam lagi mengenai potensi jahe sebagai obat herbal untuk kanker ovarium pada manusia.

3. Suplemen vitamin D dan kalsium

obat cacing untuk obat kanker usus dan kanker prostata

Kekurangan vitamin D menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko kanker ovarium. Oleh karena itulah, ilmuwan mengamati efek vitamin D pada pasien kanker ovarium. Salah satunya, studi yang diterbitkan pada Journal of Ovarian Research.

Hasilnya, menunjukkan bahwa 1,25 (OH)2D3 atau calcitriol, merupakan bentuk aktif dari vitamin D yang didistribusikan di hati dan ginjal, dapat meningkatkan kemanjuran sifat antitumor pada obat kemoterapi, seperti cisplatin, carboplatin, docetaxel atau paclitaxel.

Sumber utama vitamin D memang berasal dari sinar matahari dan sebagian kecil ada pada makanan, seperti susu yang difortifikasi. Bisa juga dipenuhi lewat suplemen vitamin D. Uji coba yang dilakukan secara terkontrol menunjukkan bahwa pemberian vitamin D dan kalsium pada wanita setelah menopause dapat mengurangi kejadian kanker dibandingkan dengan vitamin D saja.

Saat ini periset sedang mendalami pengamatan lebih mengenai potensi suplemen vitamin D yang mungkin bisa meningkatkan efektif pengobatan kanker.

Tips sebelum pakai obat herbal kanker ovarium

Meskipun menunjukkan potensi pada kanker ovarium, obat-obatan herbal di atas tidak boleh Anda gunakan tanpa pengawasan dokter. Apalagi dikonsumsi secara berlebihan dengan dalih mendapatkan manfaatnya lebih banyak.

Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan obat tradisional bersamaan dengan perawatan dokter kemungkinan bisa membuat pengobatan jadi tidak efektif. Bahkan, menimbulkan efek samping lain yang merugikan dan membahayakan tubuh.

Pasalnya, kandungan obat herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang diresepkan dokter. Jadi, sebelum menggunakan obat-obatan tersebut, konsultasi lebih dahulu dengan dokter onkologi yang menangani kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zhan, X., Wang, J., Pan, S., & Lu, C. (2017). Tea consumption and the risk of ovarian cancer: A meta-analysis of epidemiological studies. Oncotarget8(23), 37796–37806. https://doi.org/10.18632/oncotarget.16890 [Accessed on July 23, 2020]

 Trudel, D., Labbé, D., Bairati, I., Fradet, V., Bazinet, L., & Têtu, B. (2012). Green tea for ovarian cancer prevention and treatment: A systematic review of the in vitro, in vivo and epidemiological studies. Gynecologic Oncology126(3), 491-498. doi: 10.1016/j.ygyno.2012.04.048 [Accessed on July 23, 2020]

Tea and cancer prevention.. National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/tea-fact-sheet [Accessed on July 23, 2020]

Pashaei-Asl, R., Pashaei-Asl, F., Mostafa Gharabaghi, P., Khodadadi, K., Ebrahimi, M., Ebrahimie, E., & Pashaiasl, M. (2017). The Inhibitory Effect of Ginger Extract on Ovarian Cancer Cell Line; Application of Systems Biology. Advanced pharmaceutical bulletin7(2), 241–249. https://doi.org/10.15171/apb.2017.029 [Accessed on July 23, 2020]

Guo, H., Guo, J., Xie, W. et al. The role of vitamin D in ovarian cancer: epidemiology, molecular mechanism and prevention. J Ovarian Res 11, 71 (2018).https://doi.org/10.1186/s13048-018-0443-7 [Accessed on July 23, 2020]

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 23/07/2020
x