Hidronefrosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hidronefrosis?

Hidronefrosis adalah kondisi di mana ginjal mengalami pembengkakan. Hal ini diakibatkan oleh ginjal yang gagal mengalirkan urin menuju kandung kemih, sehingga urin menumpuk di dalam ginjal. Umumnya, kondisi pembengkakan hanya terjadi pada salah satu ginjal, tetapi tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat memengaruhi kedua ginjal.

Fungsi utama dari saluran kemih adalah membuang sisa zat yang berasal dari metabolisme tubuh. Saluran kemih terdiri dari empat bagian utama, yaitu ginjal, saluran kencing, kandung kemih, dan uretra.

Urin terbentuk ketika ginjal menyaring darah dan membuang sisa zat metabolisme. Urin akan terkumpul di salah satu bagian dari ginjal, yaitu pelvis ginjal. Dari pelvis ginjal, urin akan mengalir melalui saluran kencing menuju kandung kemih. Kandung kemih akan terisi oleh urin, yang kemudian dapat dibuang dari tubuh melalui uretra.

Hidronefrosis kemungkinan terjadi apabila terdapat sesuatu yang menghambat aliran urin, atau urin mengalir kembali ke renal pelvis dari kandung kemih. Kondisi ini disebut juga dengan refluks vesikoureter. Apabila hal ini terjadi, ginjal dapat mengalami pembengkakan.

Hidronefrosis bukanlah penyakit, melainkan sindrom yang terjadi akibat suatu penyakit lain yang mendasarinya. Beberapa gejala yang umum dirasakan penderitanya adalah rasa sakit di perut atau pangkal paha. Tanda-tanda lainnya meliputi rasa nyeri saat buang air kecil dan inkontinensia.

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, beberapa masalah kesehatan dapat terjadi, seperti kerusakan atau gagal ginjal permanen.

Seberapa umumkah hidronefrosis?

Hidronefrosis adalah kondisi kelainan saluran kencing yang cukup jarang terjadi. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada hampir semua orang dari berbagai kelompok usia, perbedaan kasus kejadian berdasarkan jenis kelamin baru terlihat jelas ketika memasuki usia 20 tahun.

Pada rentang usia 20-60 tahun, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin perempuan dibanding dengan laki-laki. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kehamilan atau adanya masalah pada sistem reproduksi wanita.

Selain itu, pada pria berusia 60 tahun ke atas, angka kejadian kondisi ini mengalami peningkatan. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan kelenjar prostat.

Kondisi ini dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hidronefrosis?

Pada kondisi yang normal, urin akan mengalir melewati saluran kemih dengan lancar. Apabila terdapat sumbatan di dalam saluran, aliran urin dapat menekan dinding di sekitarnya. Hal ini berpotensi menyebabkan ginjal membengkak.

Lebih parahnya lagi, ginjal dapat terisi penuh oleh urin, sehingga organ-organ lain di sekitarnya dapat tertekan. Apabila kondisi ini tidak diobati terlalu lama, tekanan tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal permanen.

Berapa lama sumbatan telah terjadi memengaruhi gejala yang timbul. Gejala hidronefrosis ringan termasuk bolak-balik buang air kecil dan tidak bisa menahan kencing.

Pada orang dewasa yang menderita kondisi ini, gejala-gejalanya meliputi:

  • Buang air kecil lebih jarang
  • Aliran kencing tidak sebanyak biasanya
  • Terdapat darah pada urin
  • Sakit di punggung, perut, atau bagian samping tubuh
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam
  • Mual dan muntah

Hidronefrosis juga dapat terjadi pada bayi, meskipun dalam kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang gejala-gejala juga dapat muncul dalam bentuk:

  • Rasa sakit di perut atau bagian samping tubuh
  • Terdapat darah di urin
  • Demam
  • Nafsu makan menurun
  • Rewel, mudah menangis
  • Energi atau tenaga menurun

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, atau muncul tanda-tanda lain yang tidak wajar, segera periksakan diri ke dokter.

Selain itu, Anda juga harus mewaspadai adanya gejala infeksi saluran kencing (ISK). Gangguan atau masalah pada saluran kencing berpotensi menyebabkan munculnya ISK. Itulah kenapa ISK menjadi salah satu komplikasi yang paling umum dari hidronefrosis.

Gejala ISK termasuk:

  • Urin berbusa atau keruh
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sensasi panas saat buang air kecil
  • Aliran kencing lemah
  • Sakit punggung
  • Demam
  • Menggigil

ISK yang tidak terobati dapat berkembang menjadi pyelonephritis, atau infeksi ginjal, dan sepsis (infeksi darah/keracunan darah).

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan gejala-gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab hidronefrosis?

Penyebab paling umum dari hidronefrosis adalah sumbatan yang terdapat pada saluran kencing. Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba. Sumbatan tersebut umumnya disebabkan oleh batu ginjal atau gumpalan darah.

Apabila uretra atau saluran kencing terblokir, kondisi ini dapat menyebabkan aliran urin berbalik ke arah ginjal, sehingga terjadi pembengkakan. Kondisi ini juga disebut dengan refluks vesikoureter.

Penyebab umum lainnya meliputi:

  • Kanker

Tumor yang terdapat di kandung kemih, kelenjar prostat, rahim, atau organ tubuh lain yang terletak di sekitar saluran kencing dapat menghambat aliran urin.

  • Pembesaran prostat jinak

Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) adalah kondisi yang umum terjadi pada pria berusia lanjut. Prostat yang membengkak dapat menyebabkan aliran urin terhambat.

  • Pembekuan darah

Darah yang menggumpal atau membeku di ginjal atau saluran kencing dapat memengaruhi aliran urin.

  • Penyempitan uretra (striktur uretra)

Striktur uretra atau penyempitan pada uretra adalah kondisi yang disebabkan oleh cedera, infeksi, atau peradangan noninfeksi. Apabila kondisi ini terjadi, proses pembuangan urin dari tubuh akan terganggu.

  • Masalah pada sistem saraf

Apabila terdapat gangguan pada sistem saraf di sekitar kandung kemih dan saluran kencing, aliran urin pun akan terpengaruh.

Pada wanita, pembengkakan ginjal akibat menumpuknya urin dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kehamilan

Rahim yang membesar dapat menekan saluran kencing. Kondisi ini menyebabkan aliran urin terhambat dan rentan berbalik menuju ginjal.

  • Prolaps uteri (turun peranakan)

Turun peranakan, atau yang dikenal juga dengan prolaps uteri, merupakan kondisi di mana rahim wanita mengendur dan bergeser dari posisi normalnya. Kondisi ini juga memengaruhi proses pembuangan urin.

  • Sistokel (kandung kemih turun)

Kondisi ini terjadi ketika dinding di antara kandung kemih dan vagina melemah, sehingga kandung kemih bergeser ke bawah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena hidronefrosis?

Hidronefrosis adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang kelompok usia atau pun golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena suatu penyakit. Dalam kasus yang jarang terjadi, ada pula kemungkinan penyakit ini muncul tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Ada banyak faktor risiko pembengkakan ginjal yang diakibatkan oleh penumpukan urin, yaitu:

1. Usia

Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada individu usia berapa saja, tidak terkecuali bayi, kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada orang-orang yang berada di rentang usia 20-60 tahun.

2. Jenis kelamin

Pada rentang usia 20-60 tahun, kasus kejadian kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria. Apabila Anda termasuk dalam golongan usia tersebut dan berjenis kelamin wanita, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini lebih besar.

3. Menderita batu ginjal

Apabila Anda menderita penyakit batu ginjal, hal tersebut dapat memengaruhi proses pembuangan urin dari tubuh. Risiko Anda untuk mengalami hidronefrosis pun lebih besar.

4. Cacat bawaan sejak lahir

Beberapa orang terlahir dengan kondisi cacat sejak lahir, yang mungkin juga memengaruhi saluran kencing dan ginjalnya. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko mengalami pembengkakan ginjal.

5. Pernah mengalami cedera atau operasi

Cedera akibat kecelakaan atau trauma pascaoperasi juga dapat memperbesar peluang seseorang untuk mengalami kondisi ini.

6. Mengidap tumor atau kanker

Jika Anda mengidap tumor atau memiliki kanker yang berkembang di organ sekitar saluran kencing Anda, misalnya kanker kandung kemih, kanker serviks, kanker kolon, atau kanker prostat, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

7. Kehamilan

Wanita yang sedang mengandung dan mengalami pembesaran rahim juga berisiko mengalami kondisi ini.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hidronefrosis didiagnosis?

Jika Anda merasakan tanda-tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Diagnosis pada tahap awal perkembangan kondisi ini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan. Jika dibiarkan terlalu lama, ginjal Anda berisiko mengalami kerusakan permanen.

Dalam mendiagnosis, hal pertama yang akan dilakukan dokter adalah pemeriksaan secara menyeluruh. Dokter akan menanyakan seputar gejala-gejala yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda, sembari melakukan pemeriksaan fisik dasar.

Dokter juga mungkin meraba perut dan sekitar pinggang untuk memastikan apakah ginjal Anda benar membengkak. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu memasang kateter untuk menguras urin dari kandung kemih Anda.

Apabila prosedur tersebut tidak berhasil menguras urin dari tubuh Anda, ini berarti kemungkinan terdapat sumbatan di dalam kandung kemih atau uretra. Dokter akan melakukan tes USG renal atau CT scan untuk melihat secara detail saluran kencing Anda. Prosedur ini dapat membantu dokter menemukan letak sumbatan secara akurat.

Bagaimana hidronefrosis diobati?

Tujuan dari pengobatan adalah agar aliran urin kembali seperti sedia kala, mengurangi pembengkakan ginjal, dan mengurangi tekanan akibat urin yang menumpuk. Pengobatan tergantung pada kesehatan Anda atau penyakit yang menjadi penyebab kondisi ini.

Apabila kondisi ini tergolong akut atau terjadi secara mendadak, tenaga medis akan memasukkan stent atau tabung kecil dari kulit ke ginjal Anda. Tabung ini dapat membantu menguras urin yang menumpuk di ginjal.

Namun, jika hidronefrosis berkaitan dengan batu ginjal atau penyumbatan pada saluran kencing, berikut adalah pilihan penanganan yang tersedia:

1. Litotripsi

Dalam prosedur ini, tenaga medis akan mengalirkan gelombang kejut berkekuatan tinggi dengan suatu mesin. Gelombang ini dapat memecah batu-batu yang terdapat di ginjal. Kemudian, pecahan batu ini akan larut dan dapat dikeluarkan dari tubuh.

2. Ureteroskopi

Sebuah tabung tipis khusus akan diletakkan di uretra, sehingga dokter dapat menghancurkan dan membuang batu-batu yang menyumbat. Ureteroskopi biasanya dikombinasikan dengan metode lain, seperti pulsed dye laser atau litotripsi.

Metode ini biasanya menjadi alternatif bagi perempuan yang sedang hamil, pasien dengan kondisi darah menggumpal, atau pasien yang obesitas.

3. Operasi

Apabila batu ginjal sudah terlalu besar dan sulit dibuang, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah atau operasi. Selain itu, prosedur ini juga akan dilakukan apabila Anda memiliki tumor.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hidronefrosis?

Perubahan gaya hidup berikut dapat Anda lakukan untuk mengatasi hidronefrosis. Salah satunya adalah suplemen atau obat herbal yang bisa mengatasi batu ginjal.

Makanan yang mengandung banyak air seperti daun peterseli dan semangka dapat membantu memperlancar aliran urin yang membantu pembilasan batu dari saluran kencing.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca