Apakah Perut Bayi Buncit Itu Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perut buncit terkait dengan banyak masalah kesehatan serius akibat pola makan yang buruk. Akan tetapi, hal ini lebih cenderung terjadi pada orang-orang dewasa. Lantas sebagai orang tua, Anda pasti akan bertanya-tanya: apa artinya jika perut bayi buncit? Apakah perut buncit termasuk hal yang normal dialami oleh bayi saya, atau menandakan hal lain yang perlu dikhawatirkan? Kupas tuntas jawabannya di artikel ini.

Perut bayi buncit, normal atau tidak?

Perut bayi buncit umumnya normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Pada kebanyakan kasus, perut si kecil membuncit artinya ia kekenyangan setelah selesai menyusu. Namun biasanya akan segera mengempis dan kembali seperti semula setelah buang air kecil atau BAB.

Kemungkinan lainnya adalah perut kembung. Hal ini juga termasuk normal, karena bayi bisa menelan banyak udara ketika bayi menangis atau selama menyusu. Selain itu, sistem pencernaan bayi juga belum sematang anak yang lebih tua atau orang dewasa sekalipun. Ususnya juga belum menghasilkan cukup bakteri yang baik, sehingga membuat perut bayi kembung.

Untuk mengatasinya, bantu si kecil untuk bersendawa setelah selesai menyusui. Menengkurapkan bayi dan memijat punggungnya juga dapat mengatasi perut kembung.

Namun yang perlu Anda garis bawahi adalah bayi masih kesulitan dalam menyampaikan keluhan yang dirasakannya. Untuk itu Anda sebagai orangtua harus selalu memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada buah hati Anda.

Kapan harus ke dokter?

Perut bayi buncit adalah hal yang normal jika tidak disertai dengan gejala lainnya. Bila perut bayi membesar terjadi dalam waktu lama setelah diatasi dengan cara-cara di atas, juga disertai dengan tangisan meraung yang berlangsung lama, demam, sakit perut, ruam, ataupun perutnya terasa keras membengkak, lebih baik Anda konsultasikan dengan dokter anak Anda guna mendapat penanganan yang tepat.

Hal ini dapat menandakan alergi makanan hingga masalah lain yang lebih serius dan harus diwaspadai seperti penyumbatan usus, malabsorpsi (masalah penyerapan nutrisi), atau karena adanya infeksi pada usus. Organ lain dalam tubuhnya juga bisa mengalami pembengkakan seperti jantung, hati, limpa, dan ginjal yang kemudian membuat perut tampak buncit.

Pada intinya, yang perlu Anda lakukan saat mengetahui perut bayi bunci yaitu kenali dulu gejala dan penyebabnya. Jika perut buncitnya tidak berlangsung lama, berarti tidak terdapat masalah serius pada anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

Ruam Popok

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan bayi 2 minggu setelah lahir

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
perkembangan bayi 1 minggu

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
perkembangan bayi

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit