Pilihan Obat-obatan Medis untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/06/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Ginjal dapat membengkak akibat penyumbatan saluran kemih atau kelainan ginjal tertentu sehingga urin tidak bisa keluar dari tubuh. Dalam dunia kedokteran, masalah ginjal bengkak disebut dengan hidronefrosis. Pengobatan yang tepat dapat mempercepat kesembuhan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi parah di kemudian hari. Apa saja pilihan obat digunakan untuk mengatasi ginjal bengkak?

Cari tahu dulu apa akar penyebabnya

Hidronefrosis sebenarnya bukan penyakit, tapi komplikasi dari penyakit lain yang lebih dulu mendasarinya.

Jadi begini, idealnya urin Anda akan mengalir lancar sepanjang saluran kemih dengan lancar. Namun, jika ada sumbatan di saluran kemih, maka aliran urin akan terhambat dan menekan dinding sekitarnya.

Akibatnya, ginjal dapat membengkak karena terisi penuh oleh urin dan akhirnya menekan organ lain di sekitarnya. Jika kondisi ini tidak segera diobati, pembengkakan ginjal dapat memicu gagal ginjal.

Pada prinsipnya, pemilihan obat ginjal bengkak akan didasari oleh penyebab yang memicunya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan Anda, dan serangkaian tes terlebih dulu sebelum bisa menentukan obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Dokter juga mungkin meraba perut dan sekitar pinggang untuk memastikan apakah ginjal Anda benar membengkak.

Obat untuk mengatasi ginjal bengkak

Dalam kasus yang belum terlalu parah, dokter akan meresepkan obat ginjal bengkak seperti:

Obat pereda nyeri

alprazolam obat apa

Pembengkakan ginjal biasanya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil yang sangat intens. Nyeri bisa juga muncul di perut dan sekitar pinggang dekat tulang rusuk bagian bawah. Dalam kasus tertentu, hidronefrosis juga bisa menyebabkan demam.

Nah guna meredakan gejala ginjal bengkak yang masih ringan, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri. Misalnya ibuprofen, paracetamol, naproxen, dan lain sebagainya.

Selain dengan resep dokter, ketiga obat tersebut juga mudah ditemukan di apotek atau toko obat. Pastikan dosis obat yang Anda minum sesuai dengan anjuran dari dokter atau aturan pakai yang tertera dalam label kemasan.

Obat antibiotik

minum antibiotik

Obat ginjal bengkak lainnya yang bisa diresepkan dokter adalah antibiotik. Antibiotik berfungsi untuk melawan, menghancurkan, dan memperlambat pertumbuhan bakteri.

Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi di ginjal atau semakin memburuknya infeksi yang Anda alami. Antibiotik juga bisa mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) yang sering kali terjadi akibat pembengkakan ginjal.

Minum antibiotik sampai habis sesuai instruksi yang diberikan dokter. Menggunakan antibiotik secara asal dapat meningkatkan risiko terjadinya kebal obat sehingga tidak lagi efektif. Kondisi ini justru akan membuat penyakit yang Anda derita sangat mungkin bertambah parah.

Jadi, jangan menambahkan, mengurangi, memperpanjang, atau bahkan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Pilihan pengobatan ginjal bengkak lainnya

puasa untuk pasien ginjal

Selain dengan obat, ginjal bengkak juga bisa ditangani lewat prosedur medis. Dokter dapat merekomendasikan Anda untuk pasang kateter yang berfungsi melancarkan aliran urin setiap kali buang air kecil.

Pembedahan juga mungkin jadi opsi terbaik untuk mengangkat penyumbatan atau memperbaiki saluran kemih yang terlanjur rusak. Orang yang hanya punya satu ginjal, baru saja menerima cangkok organ, atau punya riwayat penyakit kronis lainnya perlu segera melakukan pembedahan untuk mencegah risiko komplikasi semakin parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Ide Camilan Sehat dan Praktis untuk Anak Pengidap Gangguan Ginjal

Anak yang mengidap sakit ginjal kronis kerap tidak nafsu makan karena kondisi tubuhnya. Lantas, camilan apa yang tepat untuk memastikan si kecil tetap mendapat asupan gizi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz
Resep Sehat, Hidup Sehat 31/08/2019 . 4 menit baca

3 Gejala Paling Khas Diabetes Insipidus yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala khasnya sejak dini bisa jadi cara efektif untuk mencegah komplikasi diabetes insipidus di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/08/2019 . 4 menit baca

Kanker Ginjal Pada Anak dan Orang Dewasa Itu Tidak Sama, Ini 4 Perbedaannya

Tahukah Anda jika kanker ginjal yang menyerang anak dan orang dewasa itu berbeda? Yuk, cari tahu perbedaannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/08/2019 . 4 menit baca

Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus. Maka, risiko komplikasi dari diabetes insipidus juga berbeda dengan penyakit gula.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/07/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
pengobatan kanker ginjal

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020 . 5 menit baca
pola makan sehat dapat membantu mencegah penumpukan asam penyebab gigi berlubang di mulut

6 Pilihan Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 14/02/2020 . 5 menit baca