Herpes Genital

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu herpes genital (herpes kelamin)?

Herpes adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Penyakit ini biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, anus, atau mulut. Herpes genital adalah infeksi herpes pada area alat kelamin dan anus. Infeksi herpes dapat menyebar melalui sentuhan, meski lebih sering menyebar melalui hubungan seksual.

Ada 2 jenis virus herpes simplex, yaitu herpes tipe 1 dan 2. Herpes tipe 1, disebut juga HSV 1 lebih sering menjadi penyebab herpes oral, menyebabkan bentol berair (lenting) di sekitar mulut dan bibir. Walaupun HSV 1 dapat menyebar dan menyebabkan herpes genital, herpes genital umumnya disebabkan oleh virus herpes yang lain, yaitu herpes simplex tipe 2 (atau HSV 2).

Seberapa umumkah herpes genital (herpes kelamin)?

Herpes genital adalah suatu kondisi yang sering terjadi dan dapat terjadi pada wanita dan laki-laki. Namun, wanita lebih berisiko terkena virus ini dibandingkan laki-laki.

Biasanya terjadi pada orang yang aktif berhubungan seksual. Seorang ibu yang memiliki herpes genital juga dapat menularkan herpes pada bayinya saat melahirkan lewat vagina.

Ini adalah salah satu penyakit menular seksual yang dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala herpes genital (herpes kelamin)?

Sebagian besar orang yang terinfeksi herpes genital tidak mengetahui bahwa mereka sedang terinfeksi karena tidak merasakan gejala dan tanda apa pun.

Namun, beberapa gejala khas dari kondisi ini adalah:

Benjolan berair yang disebut lenting dapat muncul di sekitar mulut, area anus, dan area alat kelamin. Gejala herpes genital berbeda pada setiap orang.

Gejala dan tanda dapat hilang dan timbul selama bertahun-tahun. Beberapa orang dapat mengalami gejala tersebut beberapa kali dalam setahun dan beberapa orang dapat tidak mengalami gejala sama sekali.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala herpes genital yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala herpes genital tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala herpes genital. Jika Anda aktif berhubungan seksual, sangat penting untuk memeriksa adanya penyakit kelamin secara rutin.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab herpes genital (herpes kelamin)?

Herpes genital adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung, hubungan seksual, seks oral, atau dari ibu pada bayinya.

Sekali terinfeksi, virus tinggal di dalam tubuh dalam keadaan dorman (berhenti tumbuh sementara waktu) dan dapat aktif kembali beberapa kali dalam setahun. Ada 2 tipe virus herpes.

  • Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV 1) menyebabkan sariwan dan lepuhan tapi dapat menyebar ke alat kelamin melalui seks oral.
  • Virus herpes simpleks tipe 2 (HSV 2) umumnya menyebabkan herpes genital. Virus ini sangat menular dan dapat menular melalui hubungan seksual serta kontak kulit dengan kulit.

Virus biasanya cepat mati di luar tubuh. Penularannya tidak mungkin terjadi karena dudukkan toilet atau menggunakan handuk bekas penderita.

Bagaimana herpes genital (herpes kelamin) menular?

Anda dapat tertular melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Jika Anda tidak memiliki herpes, Anda bisa terinfeksi jika Anda melakukan kontak dengan virus herpes dalam:

  • Luka herpes
  • Saliva (jika pasangan Anda mengidap infeksi herpes oral) atau sekresi genital (jika pasangan Anda memiliki infeksi herpes genital)
  • Kulit di daerah mulut jika pasangan Anda memiliki infeksi herpes oral, atau kulit di daerah kelamin jika pasangan Anda memiliki infeksi herpes genital.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, Anda juga dapat tertular herpes dari pasangan yang tidak memiliki luka terlihat atau tidak merasa terinfeksi. Anda pun dapat terkena herpes genital jika Anda melakukan seks oral dari pasangan yang mengidap herpes oral. 

Anda tidak akan tertular herpes kelamin dari kursi toilet, tempat tidur, atau kolam renang, atau dari menyentuh benda-benda di sekitar Anda, seperti sabun atau handuk. 

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena herpes genital (herpes kelamin)?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena herpes genital adalah:

  • Jenis kelamin. Berdasarkan kasus yang sudah terjadi, terlihat bahwa wanita lebih mudah terinfeksi herpes dibanding laki-laki.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu. Risiko Anda semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah pasangan Anda. Penting untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
  • Sistem imun lemah. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi virus.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja obat herpes genital (herpes kelamin) yang biasa digunakan?

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan herpes genital. Terapi yang diberikan hanya bertujuan untuk menghilangkan gejala dan mencegah herpes kambuh lagi. Jika Anda tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak membutuhkan pengobatan.

Dokter Anda dapat memberikan obat antivirus untuk menghilangkan gejala herpes. Antivirus diberikan untuk:

  • Mempercepat penyembuhan
  • Mengurangi frekuensi kekambuhan
  • Mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala
  • Mengurangi kemungkinan penularan pada orang lain

Obat yang sering digunakan untuk herpes genital adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir.

Jika Anda hamil, Anda harus memberi tahu dokter Anda. Dokter Anda dapat memberikan obat antivirus mendekati akhir masa kehamilan Anda untuk mencegah penularan virus pada bayi. Pada beberapa kasus dokter menganjurkan operasi caesar untuk melahirkan bayi Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk herpes genital (herpes kelamin)?

Beberapa tes yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis herpes genital adalah:

  • Pemeriksaan kultur virus. Pemeriksaan ini menggunakan sampel dari ulkus di kulit atau sariawan untuk mengkonfirmasi adanya virus herpes.
  • Tes Polymerase chain reaction (PCR). Tes ini memeriksa DNA Anda dari sampel darah untuk memastikan adanya HSV dan menentukan tipenya.
  • Pemeriksaan darah. Tes ini untuk memeriksa antibodi HSV, yang mendeteksi adanya infeksi virus herpes sebelumnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi herpes genital (herpes kelamin)?

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengatasi herpes genital adalah:

  • Minum obat herpes yang diberikan dokter sesuai instruksi.
  • Jagalah agar herpes Anda tetap kering dan bersih.
  • Jangan sentuh luka herpes. Anda harus mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penularan ke orang lain atau bagian tubuh lain.
  • Jika Anda hamil, beri tahu dokter Anda untuk mengetahui bagaimana cara melindungi bayi Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Selain menimbulkan gejala yang muncul pada kulit, komplikasi dermatitis bisa saja terjadi. Apa saja dampak panjang dari penyakit ini yang mungkin terjadi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Eksim numular, dikenal juga sebagai dermatitis numularis atau eksim discoid, adalah kondisi kronis yang menyebabkan bercak berbentuk koin pada kulit.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Dermatitis Kontak

    Dermatitis kontak adalah iritasi kulit yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Dermatitis kontak adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan obat dermatitis kontak berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Dermatitis Atopik (Eksim)

    Eksim (dermatitis atopik) adalah penyakit kronis yang membuat kulit meradang, bengkak, gatal, dan pecah-pecah. Cari tahu gejala dan cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara mencapai multiorgasme

    7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit