Gangguan Pembekuan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan pembekuan darah?

Gangguan pembekuan darah atau kelainan pembekuan darah adalah kondisi yang mengganggu proses darah Anda untuk membeku dengan normal. Proses pembekuan darah, atau yang disebut dengan koagulasi, biasanya terjadi setelah ada luka atau cedera yang menyebabkan perdarahan. Dengan pembekuan darah, tubuh tidak akan kehilangan darah terlalu banyak.

Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, kemampuan darah untuk membeku dan menggumpal akan terganggu, sehingga mengakibatkan perdarahan yang berat atau aliran darah terhambat. Dengan kata lain, gangguan tersebut dapat menyebabkan 2 kemungkinan, yaitu darah menjadi sulit membeku, atau darah malah lebih mudah membeku.

Kelainan pembekuan darah ini dapat terjadi di luar dan dalam tubuh. Beberapa jenis gangguan ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Beberapa kondisi lainnya  menyebabkan Anda mudah memar atau mengalami perdarahan di organ tertentu, misalnya di otak.

Apa saja jenis-jenis kelainan pembekuan darah?

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pembekuan darah yang paling umum:

  • trombositopenia, ketika tubuh kekurangan trombosit dalam darah
  • trombositosis, ketika jumlah trombosit di dalam darah melebihi batas normal
  • immune thrombocytopenic purpura (ITP), ketika antibodi tubuh berbalik menyerang trombositnya sendiri
  • sindrom Bernard-Soulier, penyakit langka akibat kelainan pada trombosit
  • trombosis, pembekuan darah berlebihan di pembuluh darah vena atau arteri
  • emboli paru, ketika pembekuan darah terjadi di pembuluh darah pada paru-paru
  • hemofilia, terjadi ketika tubuh kekurangan protein pembekuan darah tertentu
  • penyakit Von Willebrand, penyakit kekurangan protein pembekuan darah dengan gejala yang lebih ringan

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit gangguan pembekuan darah adalah kondisi yang tergolong cukup langka. Namun, gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada trombosit  biasanya lebih umum terjadi jika dibandingkan dengan kelainan pembekuan darah akibat bermasalahnya protein pembekuan darah.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan pembekuan darah?

Gejala gangguan pembekuan darah bervariasi tergantung dari kondisi yang mendasarinya. Jika gangguan menyebabkan darah sulit membeku dan timbul perdarahan yang berlebih, berikut gejala-gejalanya:

  • Mudah muncul memar tanpa alasan jelas
  • Perdarahan menstruasi berat
  • Sering mimisan
  • Berdarah terus-terusan dari luka kecil
  • Gusi berdarah
  • Timbul bintik-bintik merah kecil yang terlihat seperti ruam
  • Mengalami gejala anemia ringan hingga parah
  • Perdarahan yang merembes ke persendian

Apabila gangguan menyebabkan darah lebih mudah mengental dan membeku, berikut gejala-gejalanya:

  • Bengkak di bagian tubuh tertentu, seperti lengan atau kaki
  • Bagian yang bengkak terasa lunak dan hangat saat disentuh
  • Timbul rasa nyeri
  • Kesulitan bernapas
  • Kepala pusing
  • Mual
  • Berkeringat
  • Rasa lemah atau mati rasa di salah satu sisi tubuh

Apabila gangguan penggumpalan darah terjadi di saluran pencernaan, seperti perut, berikut adalah gejala-gejala yang dapat timbul:

  • Sakit perut yang parah
  • Sakit perut yang hilang timbul
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah
  • Diare
  • Perut kembung
  • Adanya akumulasi cairan perut, yang dikenal sebagai ascites

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan pembekuan darah?

Gangguan pembekuan darah dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, penyebab utamanya adalah masalah atau gangguan pada komponen-komponen yang terlibat dalam proses pembekuan darah, yaitu trombosit dan protein yang disebut dengan faktor pembekuan darah.

Menurut situs Lab Tests Online, agar darah bisa menggumpal dengan baik, sel tubuh Anda membutuhkan trombosit dan faktor pembekuan darah. Proses pembekuan darah ini disebut juga dengan hemostasis. Ketika terdapat luka, trombosit akan berkumpul di bagian tubuh yang terluka dan menyatu dengan trombosit lainnya. Penyatuan trombosit ini dinamakan dengan agregasi trombosit.

Di waktu yang bersamaan, protein atau faktor pembekuan darah juga akan bekerja sama dengan trombosit untuk membentuk fibrin, jaringan yang akan menyumbat luka dan mencegah perdarahan berlebih.

1. Penyebab darah sulit membeku

Gangguan pembekuan darah yang membuat darah sukar membeku terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup trombosit atau faktor pembeku, atau keduanya tidak bekerja dengan baik.

Kebanyakan kasus gangguan koagulasi adalah kondisi genetik yang diwariskan dari orangtua ke anak. Namun, beberapa gangguan pembekuan darah dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati.

Gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh:

  • defisiensi atau kekurangan vitamin K
  • masalah pada hati
  • masalah pada sumsum tulang yang menghasilkan trombosit
  • efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antikoagulan (yang memang bekerja menghambat proses pembekuan darah)

2. Penyebab darah membeku secara berlebihan

Kondisi darah yang lebih mudah menggumpal dan beku disebut dengan hiperkoagulasi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • sel darah merah yang terlalu pekat
  • adanya faktor pembeku darah yang tidak bekerja dengan normal
  • pengerasan pada pembuluh darah (aterosklerosis)
  • mengonsumsi terlalu banyak vitamin K
  • menjalani pengobatan hormon, seperti pemakaian alat kontrasepsi atau terapi hormon pengganti
  • jarang beraktivitas fisik

Selain itu, pembekuan darah yang terjadi secara berlebihan juga dapat dipicu oleh kondisi yang disebut dengan hiperagregasi trombosit. Hiperagregasi trombosit merupakan masalah yang terjadi dalam proses penyatuan trombosit saat membentuk jaringan fibrin untuk menyumbat luka.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis gangguan pembekuan darah?

Untuk mendiagnosis gangguan pembekuan darah, dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dasar. Selama di dokter, jangan lupa untuk menyebutkan:

  • Kondisi kesehatan yang Anda miliki saat ini.
  • Obat-obatan (resep, nonresep, suplemen, obat herbal) yang Anda pernah/sedang gunakan.
  • Cedera atau terjatuh belakangan ini.
  • Berapa lama perdarahan tersebut telah berlangsung.
  • Apa yang sedang Anda lakukan sebelum perdarahan itu terjadi.

Dari informasi ini, dokter kemudian dapat melakukan tes darah untuk meresmikan diagnosis. Tes yang mungkin Anda jalani adalah:

  • Tes darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih
  • Tes agregasi trombosit, untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh trombosit Anda untuk menggumpal
  • Tes waktu perdarahan atau prothrombin time test (PTT), untuk mengetahui apakah waktu pembekuan darah Anda normal atau tidak

Bagaimana gangguan pembekuan darah diobati?

Pengobatan akan direncanakan berdasarkan jenis gangguan pembekuan darah yang anda alami dan keparahan kondisinya. Gangguan darah tidak bisa disembuhkan total, namun terapi pengobatan dapat meredakan gejalanya.

Pengobatan gangguan koagulasi mungkin termasuk resep suplemen zat besi, transfusi darah, injeksi pengganti faktor (khususnya untuk kasus hemofilia).

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Spina Bifida

Spina bifida adalah salah satu jenis cacat tabung saraf. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan spina bifida di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Segala Pengobatan Psoriasis, dari Obat Minum Hingga Terapi

Gejala dan frekuensi kekambuhan psoriasis memang dapat dikendalikan. Cari tahu berbagai obat dan pengobatan psoriasis di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan psoriasis

Pencegahan Kambuhnya Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 6 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit