Gangguan Pembekuan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan pembekuan darah?

Gangguan pembekuan darah adalah kondisi yang mengganggu proses koagulasi alias pembekuan darah. Normalnya, darah akan mulai membeku setelah terjadinya cedera untuk mencegah Anda mengalami kehilangan darah dalam jumlah besar. Beberapa kondisi tertentu dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku dan menggumpal dengan baik, yang dapat mengakibatkan perdarahan berat atau berlangsung lama.

Gangguan koagulasi dapat menyebabkan perdarahan di dalam dan luar tubuh. Beberapa jenis gangguan ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Beberapa kondisi lainnya  menyebabkan Anda mudah memar atau mengalami perdarah di organ tertentu, misalnya di otak.

Ada banyak jenis gangguan pembekuan darah, namun yang laing umum adalah:

  • Hemofilia A dan B, terjadi ketika tubuh kekurangan faktor VIII dan IX yang berperan dalam pembekuan darah. Hemofilia dapat menyebabkan perdarahan berat atau perdarahan yang bocor ke persendian. Hemofilia adalah kondisi langka, namun komplikasinya dapat mematikan.
  • Kekurangan faktor II, V, VII, X, or XII yang berperan dalam pembukuan dara, sehingga menyebabkan perdarahan abnormal.
  • Penyakit Von Willebrand, masalah pembekuan darah yang diwariskan dari orangtua ke anak.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan pembekuan darah?

Gejala gangguan pembekuan darah bervariasi tergantung dari kondisi yang mendasarinya. Namun gejala umumnya termasuk:

  • Mudah memar tanpa alasan jelas
  • Perdarahan menstruasi berat
  • Sering mimisan
  • Berdarah terus-terusan dari luka kecil
  • Perdarahan yang merembes ke persendian

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan pembekuan darah?

Untuk darah bisa menggumpal dengan baik, sel tubuh Anda membutuhkan platelet dan protein yang disebut sebagai faktor pembeku. Gangguan pembekuan darah terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup platelet atau protein pembeku, atau keduanya tidak bekerja dengan baik.

Kebanyakan kasus gangguan koagulasi adalah kondisi genetik yang diwariskan dari orangtua ke anak. Namun, beberapa gangguan pembekuan darah dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati.

Gangguan pembekuan darah juga bisa disebabkan oleh:

  • Defisiensi vitamin K
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antikoagulan (yang memang bekerja menghambat proses pembekuan darah).

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis gangguan pembekuan darah?

Untuk mendiagnosis gangguan pembekuan darah, dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan fisik dasar. Selama di dokter, jangan lupa untuk menyebutkan:

  • Kondisi kesehatan yang Anda miliki saat ini.
  • Obat-obatan (resep, nonresep, suplemen, obat herbal) yang Anda pernah/sedang gunakan.
  • Cedera atau terjatuh belakangan ini.
  • Berapa lama perdarahan tersebut telah berlangsung.
  • Apa yang sedang Anda lakukan sebelum perdarahan itu terjadi.

Dari informasi ini, dokter kemudian dapat melakukan tes darah untuk meresmikan diagnosis. Tes yang mungkin Anda jalani adalah:

  • Tes darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih.
  • Tes agregasi platelet, untuk mengetahui seberapa baik platelet Anda menggumpal bersama.
  • Tes waktu perdarahan, yang dapat menentukan seberapa lama darah Anda menggumpal.  

Bagaimana gangguan pembekuan darah diobati?

Pengobatan akan direncanakan berdasarkan jenis gangguan pembekuan darah yang anda alami dan keparahan kondisinya. Gangguan darah tidak bisa disembuhkan total, namun terapi pengobatan dapat meredakan gejalanya.

Pengobatan gangguan koagulasi mungkin termasuk resep suplemen zat besi, transfusi darah, injeksi pengganti faktor (khususnya untuk kasus hemofilia).

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

    Siapa sangka bahwa kini Anda dapat menjalani terapi via online, terutama di masa pandemi COVID-19? Yuk, simak apa saja yang perlu dipersiapkan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . 5 menit baca

    Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

    Teknik box breathing bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan stres yang melanda. Seperti apa dan bagaimana cara melakukannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 menit baca

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . 6 menit baca

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Batuk, Health Centers 02/07/2020 . 7 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos psikoterapi

    Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
    covid-19 menular lewat ac

    Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    protein soya

    Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca