ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu immune thrombocytopenic purpura (ITP)?

Immune thrombocytopenic purpura atau biasa disingkat ITP adalah penyakit kelainan trombosit autoimun yang memengaruhi proses pembekuan darah penderitanya. Penderitanya akan mengalami mudah memar atau perdarahan akibat trombosit terlalu rendah.

Sebelumnya, gangguan pembekuan darah ini dikenal dengan sebutan idiopathic thrombocytopenic purpura.

Istilah “idiopatik” digunakan ketika suatu penyakit belum diketahui apa penyebabnya. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi medis, ITP diketahui disebabkan oleh masalah autoimun. Itu sebabnya, kondisi ini kini disebut sebagai immune thrombocytopenic purpura. 

Dalam keadaan normal, 1 mikroliter darah mengandung 140.000-440.000 trombosit atau keping darah. Jika kadar trombosit kurang dari 50.000 trombosit/mikroliter, ini adalah tanda awal gejala ITP muncul.

Seberapa umumkah penyakit ini?

ITP adalah kondisi yang bisa terjadi pada semua orang, tapi yang paling rentan ialah anak-anak usia 2-5 tahun serta orang dewasa usia 20-50 tahun. Perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala immune thrombocytopenic purpura (ITP)?

Dikutip dari Mayo Clinic, ITP adalah kondisi yang sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, gejala umum yang muncul, antara lain:

Kemungkinan terdapat beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya periksa ke dokter?

Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter Anda jika Anda mengalami perdarahan parah dan tidak berhenti dalam waktu 5 menit. Gejala yang muncul pada setiap orang bisa jadi berbeda. Itu sebabnya, Anda harus berkonsultasi ke dokter untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab immune thrombocytopenic purpura (ITP)?

Penyebab utama ITP adalah sistem imun yang keliru mengenali trombosit sebagai ancaman untuk tubuh.

Antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh menempel pada trombosit, lalu menandai trombosit untuk dihancurkan. Limpa yang membantu tubuh melawan infeksi akan mengenali antibodi dan ikut menyingkirkan trombosit dari tubuh Anda. Akibatnya, jumlah trombosit dalam tubuh menjadi sedikit.

Dalam istilah medis, rendahnya kadar trombosit dalam tubuh dikenal trombositopenia. Trombositopenia ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, termasuk ITP yang dipicu oleh masalah pada sistem imun tubuh.

Selain itu, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya ITP:

  • Infeksi virus, seperti influenza, HIV, atau hepatitis
  • Penggunaan obat-obatan selama kehamilan
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan sindrom antifosfolipid (APS)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko Anda untuk kena kondisi ini?

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, Faktor risiko terkena ITP adalah:

  • Jenis kelamin. Wanita dua kali lebih berisiko memiliki ITP daripada pria
  • Infeksi virus. Banyak anak-anak mengalami ITP setelah terinfeksi virus, misalnya gondongan, campak, bahkan infeksi saluran pernapasan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter akan melakukan diagnosis melalui pemeriksaan medis dan fisik.

Selain tes fisik, dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan lain, seperti:

  • tes darah lengkap
  • tes urine
  • pengambilan sampel sumsum tulang
  • CT scan sumsum tulang, limpa, serta organ lainnya

Apa sajakah pilihan pengobatan untuk immune thrombocytopenic purpura (ITP)?

ITP adalah penyakit yang mungkin tidak membutuhkan pengobatan apa pun. Anda mungkin hanya membutuhkan pemantauan rutin dan pemeriksaan trombosit.

Apabila terjadi pada anak-anak, kondisi ini biasanya bisa membaik dengan sendirinya tanpa perawatan. Namun, orang dewasa memerlukan perawatan karena kondisinya sering kali menjadi parah atau berlangsung jangka panjang (kronis). 

1. Obat untuk ITP

Obat-obatan tertentu mungkin saja menghambat fungsi trombosit, seperti aspirin, ibuprofen, dan ginkgo biloba. Jika mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, Anda harus berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan berhenti meminumnya. 

Selain menghindari obat-obatan yang mungkin memicu perdarahan, obat-obatan yang biasa diberikan untuk mengatasi ITP adalah:

  • Steroid, seperti prednisone.
  • Injeksi immune globulin, yang diberikan jika steroid tidak ampuh
  • Obat yang mampu meningkatkan produksi trombosit, seperti romiplostim (Nplate) dan eltrombopag (Promacta). 
  • Rituximab (Rituxan, Truxima) atau obat lain yang membantu meningkatkan jumlah trombosit Anda dengan mengurangi respons sistem kekebalan tubuh yang merusak keping darah Anda. 

2. Operasi

Jika kondisi Anda parah atau tidak membaik meski sudah menjalani pengobatan, dokter mungkin menyarankan untuk operasi pengangkatan limpa (splenectomy). Prosedur ini dapat dengan cepat menghilangkan penyebab utama kerusakan trombosit dalam tubuh Anda dan meningkatkan jumlah trombosit Anda. 

3. Perawatan darurat

Meskipun jarang terjadi, ITP adalah kondisi yang bisa menyebabkan perdarahan hebat. Kondisi ini ditangani dengan cara yang mirip dengan donor darah biasa, yaitu transfusi trombosit. Steroid dan immune globulin juga dapat diberikan melalui tabung di vena. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat mengatasi immune thrombocytopenic purpura (ITP)?

Gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit immune thrombocytopenic purpura atau ITP adalah:

  • Lakukan pemeriksaan ulang secara rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit serta kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti instruksi dokter
  • Batasi minuman beralkohol
  • Pilihlah aktivitas fisik yang ringan dan minim risiko cedera atau perdarahan.
  • Perhatikan tanda-tanda infeksi, seperti demam, terutama setelah menjalani pengangkatan limpa.
  • Perhatikan peringatan dalam obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Obat yang bisa Anda dapatkan tanpa resep dokter, seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain) dapat merusak fungsi trombosit.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit yang menyerang sistem imun, diawali dengan ruam kemudian berubah menjadi lenting besar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Vitiligo

%%title%% adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan bergama pilihan pengobatan%%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Hematohidrosis Adalah Keringat Berdarah, Apa Penyebabnya?

Seorang wanita berusia 21 tahun asal Italia dilaporkan mengeluarkan keringat darah dari wajah dan telapak tangannya. Lho, apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
flebotomi adalah

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
leukemia limfoblastik akut (LLA)

Leukemia Limfositik Akut

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit