Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan bipolar?

Bipolar disorder atau yang juga dikenal sebagai gangguan bipolar adalah suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem. Hal ini membuat orang yang mengalaminya bisa berubah perasaan secara tiba-tiba dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih (depresi).

Sering kali, di antara perubahan keduanya, pasien tetap mengalami kondisi suasana hati yang normal.

Saat pasien merasa sedih, ia akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan, dan bahkan dapat kehilangan keinginan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, ketika episode rasa senang muncul, ia akan merasa sangat bersemangat dan penuh gairah. 

Perubahan mood tersebut dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Dalam kasus yang parah, perubahan ini bisa terjadi beberapa kali seminggu.

Kondisi jiwa ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi, rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja, dan yang lebih buruk lagi dapat menyebabkan perasaan ingin melakukan bunuh diri

Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki bipolar disorder sangat disarankan untuk menghubungi bantuan medis saat mengalami perubahan mood yang signifikan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gangguan bipolar sering kali muncul pada masa akhir remaja atau awal masa dewasa. Setidaknya, setengah dari keseluruhan kasus gangguan bipolar adalah mereka yang berusia di bawah 25 tahun. 

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat ditemukan pada anak dan orang dewasa. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala gangguan bipolar?

Saat seseorang terkena gangguan bipolar, ia akan mengalami perasaan emosional yang hebat dan terjadi pada suatu periode tertentu atau dikenal dengan “episode mood”. Setiap episode mood menunjukkan perubahan drastis dari suasana hati dan perilaku normal orang tersebut. 

Berikut penjelasan lengkap soal episode mood tersebut:

Mania (manic) dan hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata di kehidupan sehari-hari. Mania juga dapat memicu kondisi psikosis (perasaan asing dengan dunia sekitar) dan memerlukan rawat inap. 

Beberapa gejala yang muncul saat episode mania (manic) pada orang dengan gangguan bipolar, antara lain:

  • Merasa terlalu bahagia dan bersemangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Banyak makan
  • Tidak terasa mengantuk karena merasa sangat berenergi
  • Kurang tidur
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko
  • Berbicara sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya
  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan
  • Mungkin dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara misterius

Episode depresi

Episode depresi termasuk gejala yang cukup parah untuk menyebabkan kesulitan dalam kegiatan sehari-hari pada pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sosial.

Orang dengan gangguan bipolar yang mengalami episode depresi bisa mengalami gejala berikut:

  • Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang panjang
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
  • Makan lebih sedikit
  • Merasa mengantuk dan malas
  • Merasa terlalu sadar diri dan minder
  • Sulit berkonsentrasi
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri

Episode-episode di atas dapat terjadi beberapa kali setahun atau bahkan setiap minggu. Harap hubungi dokter apabila Anda dan orang yang Anda sayangi menunjukkan gejala yang telah disebutkan di atas.

Tanda dan gejala gangguan bipolar lainnya, bisa berupa gangguan kecemasan, melankolis, dan psikosis. Selain itu, gejalanya juga bisa muncul dalam masa kehamilan atau perubahan musim. 

Gejala pada anak-anak dan remaja

Meski kebanyakan kasus bipolar disorder terjadi pada awal masa remaja, anak-anak juga bisa saja mengalaminya. Sayangnya, gejala gangguan bipolar sulit ditemukan pada anak-anak dan remaja. Sering kali, gejalanya sulit dibedakan dengan perilaku normal. 

Anak-anak dan remaja mungkin memiliki episode depresi, mania, atau hipomania. Namun, polanya bisa berbeda dengan orang dewasa yang mengidap gangguan bipolar. 

Tanda-tanda yang paling menonjol pada anak-anak dan remaja mungkin termasuk perubahan suasana hati yang parah.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Terlepas dari perubahan suasana hati yang ekstrem, orang-orang dengan gangguan bipolar sering kali tidak menyadari seberapa besar ketidakstabilan emosi mereka. Mereka juga mungkin tidak menyadari betapa perubahan suasana hati tersebut mengganggu kehidupan orang lain

Jika Anda seperti beberapa orang dengan gangguan bipolar, Anda mungkin menikmati perasaan dan siklusnya secara lebih produktif. Namun, euforia ini selalu diikuti oleh kehancuran emosional yang dapat membuat Anda tertekan, lelah, dan mungkin mendapatkan masalah lain. 

Jika Anda curiga mengalami gangguan bipolar atau memiliki gejala berikut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. 

  • Munculnya episode mood yang terjadi dalam jangka waktu panjang
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri
  • Merasa agresif dan konfrontasional
  • Kesulitan tidur dalam beberapa hari

Jenis-Jenis

Apa saja jenis-jenis gangguan bipolar?

Ada beberapa jenis gangguan bipolar (bipolar disorder) dan gangguan yang berhubungan. Jenis-jenis tersebut mungkin termasuk mania, hipomania, atau depresi.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang muncul dapat menyebabkan perubahan yang tidak terduga dalam suasana hati dan perilaku. 

1. Gangguan bipolar I

Ketika mengalami gangguan tipe I ini, Anda mengalami setidaknya satu episode mania yang dapat didahului atau diikuti oleh episode depresi hipomania atau mayor.

2. Gangguan bipolar II

Pada tipe ini, Anda setidaknya mengalami satu episode depresi dan/atau hipomania. Namun, Anda tidak pernah mengalami episode mania. 

Umumnya, episode mania pada gangguan bipolar tipe I bisa parah dan berbahaya. Sementara itu, pada tipe II, Anda bisa saja mengalami episode depresi untuk waktu yang lama dan menyebabkan gangguan serius. 

3. Gangguan siklotimik

Anda pernah mengalami setidaknya dua tahun—atau satu tahun di masa anak-anak atau remaja—dari banyak periode gejala episode hipomania dan depresi. 

4. Jenis lain

Ini termasuk, misalnya, bipolar dan gangguan lain yang berhubungan dengan obat-obatan atau alkohol tertentu atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing atau stroke. 

Penyebab

Apa penyebab gangguan bipolar?

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui menimbulkan gejala bipolar disorder.

Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah:

  • Kondisi otak. Otak dapat melewati berbagai perubahan fisik yang memengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Transmiter tersebut merupakan zat-zat yang memengaruhi mood.
  • Keturunan (genetik). Orangtua atau angota keluarga lain bisa saja memiliki kemungkinan punya bibit bipolar disorder yang diwariskan kepada Anda.
  • Pengaruh lingkungan sosial. Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya kepercayaan diri, atau mengalami suatu kehilangan yang tragis.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena gangguan ini?

Beberapa faktor berisiko di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena bipolar disorder adalah:

  • Periode stres yang tinggi.
  • Penyalahgunaan alkohol maupaun obat-obatan terlarang.
  • Memiliki anggota keluarga penderita bipolar disorder atau gangguan kondisi mental lain.
  • Mengalami suatu peristiwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, seperti kematian orang yang disayang.

Pengobatan & Diagnosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati gangguan bipolar?

Pengobatan yang dilakukan oleh penderita bipolar disorder tidak dapat menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Pengobatan gangguan bipolar bertujuan untuk menstabilkan perubahan mood Anda.

Tergantung kondisi Anda, beberapa perawatan yang mungkin akan diberikan oleh psikiater untuk mengatasi gangguan bipolar adalah:

1. Terapi obat

Dokter Anda dapat memberikan resep obat untuk membantu menstabilkan suasana hati Anda. Obat tersebut dapat membantu mengurangi gejala yang Anda alami.

Anda mungkin diharuskan untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dalam jangka waktu yang lama untuk mencegah suatu episode depresi yang dapat menyebabkan bunuh diri.

Obat-obatan yang ada biasanya tediri dari antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, dan obat anti-stres.

2. Konseling

Anda mungkin akan perlu melakukan konseling untuk membicarakan kondisi Anda dan mencari cara untuk melewati setiap episode emosi yang Anda alami.

Anda bisa mencari komunitas atau psikolog untuk membantu Anda.

3. Perawatan penyalahgunaan zat tertentu

Apabila Anda mengalami gangguan bipolar karena menderita suatu ketergantungan pada zat tertentu, sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Terus-menerus menyalahgunakan obat tertentu akan membuat Anda semakin sulit untuk mengatasi bipolar disorder.

4. Perawatan rumah sakit

Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin diharuskan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit untuk pengawasan berkala. Cara ini khususnya dianjurkan apabila Anda mengalami tanda-tanda ingin melakukan bunuh diri. Pada level ini, Anda bisa saja melukai diri Anda sendiri dan orang lain.

Tidak semua situasi sama, jadi lebih baik selalu diskusikan setiap keluhan yang Anda miliki kepada psikiater.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk gangguan bipolar?

Beberapa tes yang umum dilakukan dokter atau psiakter untuk membantu menegakkan diagnosis gangguan bipolar adalah:

  • Tes fisik. Tes ini akan membantu mengetahui sumber keluhan.
  • Tes psikologis. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang perasan Anda, episode mood, dan pola tingkah laku.
  • Penggambaran mood. Dokter akan meminta Anda menulis buku harian yang memuat pola tidur, mood, dan tingkah laku untuk membantu menentukan diagnosis Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan bipolar?

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi bipolar disorder adalah:

  • Melapor dengan segera kepada dokter atau orang yang Anda percaya saat mulai memikirkan bunuh diri
  • Tidur yang cukup dengan mengikuti jadwal tidur yang rutin
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin
  • Meninggalkan hubungan yang tidak membahagiakan
  • Akhiri kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan hindari penyalahgunaan zat terlarang

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca