Dermatitis Seboroik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang dianggap sebagai bentuk eksim kronis di kulit kepala. Masalah kulit ini disebut juga dengan istilah eksim seboroik atau cradle cap pada bayi.

Dermatitis seboroik menyebabkan kulit kepala memerah dan mengalami ruam dengan bercak bersisik yang terasa gatal. Eksim seboroik juga dapat menyebabkan kulit kepala mengering, mengelupas, dan memunculkan ketombe yang membandel.

Area kulit yang paling sering mengalami dermatitis seboroik adalah kulit kepala. Namun, bisa juga menyerang area berminyak di bagian tubuh yang lain seperti wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan dada.

Pada orang dewasa, dermatitis seboroik terkadang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Sementara pada bayi, gejala seboroik biasanya akan hilang sepenuhnya di usia 6 bulan hingga 1 tahun. Namun, eksim seboroik bisa muncul kembali ketika anak menginjak usia puber.

Penyakit kulit ini tidak menular dan tidak membahayakan kesehatan, tapi cukup mengganggu penampilan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dermatitis seboroik?

Hampir semua bagian tubuh bisa terkena eksim seboroik. Namun, area yang paling sering terkena adalah yang berminyak, seperti kulit kepala, punggung, bulu mata, alis, zona T wajah, dan sisi hidung Anda.

Eksim seboroik juga dapat mengenai area kulit yang kering, seperti belakang telinga, lipatan paha, dan ketiak.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, gejala dermatitis seboroik pada orang dewasa dan bayi bisa berbeda.

Gejala dermatitis seboroik pada orang dewasa adalah:

  • Bercak bersisik pada kulit.
  • Kulit kepala merah, bersisik mengelupas, dan sangat gatal.
  • Kulit kepala berminyak, sangat lembap, berlilin, bahkan melepuh.
  • Kulit di bawah bercak berwarna kemerahan.
  • Rasa gatal terbakar, terutama pada kulit kepala dan saluran telinga.
  • Kerak di kulit kepala bisa mengalami infeksi dan mengeluarkan cairan bening.
  • Jika eksim menyebar ke telinga, akan keluar cairan bening dari telinga.
  • Adanya perubahan warna kulit meski telah sembuh.

Eksim di kulit kepala kerap dikira ketombe biasa. Memang salah satu ciri eksim adalah munculnya serpihan kulit mati yang terkelupas atau yang sering disebut ketombe.

Namun, eksim seboroik memicu peradangan pada kulit kepala, dengan berbagai gejala di atas. Masalah ketombe biasa umumnya tidak dibarengi dengan ciri-ciri yang disebutkan.

Pada bayi, dermatitis seboroik lebih dikenal dengan istilah cradle cap yang cenderung muncul di kulit kepala.

Biasanya tanda dan gejala yang muncul yaitu:

  • Bercak kuning bersisik dan berminyak pada kulit kepala
  • Lapisan sisik yang tebal dan menutupi seluruh kepala
  • Kerak kering berwarna kuning hingga kecokelatan

Eksim seboroik  juga bisa menyerang wajah, terutama di kelopak mata, sekitar hidung, atau telinga bayi. Selain itu, seboroik juga bisa menyebabkan ruam popok. Bahkan pada sebagian bayi kondisi ini bisa menutupi sebagian besar area tubuhnya.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala eksim seboroik yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda atau anak mengalami gejala-gejala dermatitis seboroik adalah sebagai berikut ini:

  • Sulit tidur dan konsentrasi pada pekerjaan sehari-hari
  • Merasa bingung dan cemas berlebihan dengan penyakit yang sedang dialami
  • Kulit mengalami infeksi
  • Sudah mencoba berbagai perawatan rumahan tapi tak membuahkan hasil

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter.

Tubuh masing-masing orang berbeda sehingga gejala yang muncul pun tak selalu sama. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai eksim seboroik.

Penyebab

Apa penyebab dermatitis seboroik?

Penyebab dermatitis seboroik belum diketahui. Meski begitu, penyakit ini dapat berhubungan dengan:

  • Sistem imun yang lemah
  • Kurang nutrisi
  • Jamur Malassezia yang muncul pada kulit berminyak
  • Peradangan akibat psoriasis
  • Tinggal di negara dengan iklim yang panas dan dingin

Para peneliti menyimpulkan bahwa dermatitis seboroik juga dapat disebabkan karena kebersihan yang buruk atau reaksi alergi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena eksim seboroik?

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang cukup umum. Semua orang dapat menderita penyakit ini dari mulai bayi hingga orang dewasa. Namun, seboroik paling sering menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko untuk terkena dermatitis seboroik adalah:

Usia

Biasanya bayi berusia 3 bulan atau lebih mudah cenderung rentan terkena dermatitis seboroik. Selain itu, orang dewasa yang berusia antara rentang 30 sampai 60 tahun juga lebih rentan.

Kondisi kesehatan

Risiko penyakit dermatitis seboroik akan meningkat jika Anda memiliki salah satu dari kondisi medis berikut ini , seperti:

  • HIV, sekitar 85 persen orang yang terinfeksi HIV cenderung mudah terkena dermatitis seboroik
  • Memiliki jerawat parah, rosacea, atau psoriasis
  • Memiliki penyakit Parkinson
  • Memiliki penyakit epilepsi
  • Memiliki atau baru pulih dari stroke atau serangan jantung
  • Peminum alkohol berat
  • Sedang mengalami depresi
  • Mengalami gangguan makan

Perawatan medis

Jika Anda menggunakan salah satu dari obat-obatan berikut ini, risiko dermatitis seboroik adalah:

  • Interferon
  • Lithium
  • Psoralen

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda terhindar dari dermatitis seboroik. Faktor ini hanyalah referensi saja.

Anda dapat mengurangi kemungkinan penyakit ini dengan menurunkan faktor risikonya. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai dermatitis seboroik.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis eksim seboroik?

Biasanya dokter akan mendiagnosis dermatitis seboroik dengan cara:

  • Melihat riwayat medis pasien
  • Memeriksa kulit pasien dan mengamati kondisinya melalui gejala yang muncul

Terkadang dermatitis seboroik adalah tanda dari kondisi medis yang mendasarinya. Jika dokter mencurigai ada penyakit lain yang menyebabkan eksim seboroik muncul, akan ada tes medis atau biopsi kulit yang perlu dilakukan sesuai kondisi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk dermatitis seboroik?

Pada awalnya dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan berbagai pengobatan rumahan terlebih dahulu.

Jika perawatan mandiri tidak membantu, barulah dokter akan mulai memberikan obat-obatan untuk dermatitis seboroik yang sesuai. Obat dokter biasanya hanya diresepkan jika berbagai pengobatan rumahan sudah tak lagi mempan.

Pengobatan dermatitis seboroik yang dilakukan biasanya sesuai dengan usia, lokasi peradangan, dan tingkat keparahan kondisi. Obat tidak dapat menyembuhkan kondisi, namun dapat membantu meredakan gejalanya dan mencegahnya sering kambuh.

Secara umum, ada beberapa jenis obat dermatitis seboroik yang biasanya diresepkan dokter, yaitu:

Krim, sampo, dan salep hidrokortison

Sampo, krim, dan salep atau losion hidrokortison merupakan perawatan utama untuk mengatasi dermatitis seboroik.

Fluocinolone (Capex, Synalar), clobetasol (Clobex, Cormax), dan desonide (Desowen, Desonate) adalah krim kortikosteroid yang cukup efektif untuk mengendalikan peradangan.

Namun, krim atau salep hidrokortison bisa menimbulkan efek samping jika digunakan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa jeda. Efek samping yang biasanya sangat terlihat yaitu penipisan kulit.

Selain itu, krim atau losion yang mengandung inhibitor kalsineurin tacrolimus (Protopic) dan pimecrolimus (Elidel) juga termasuk yang efektif untuk mengendalikan peradangan.

Efek sampingnya lebih sedikit dibandingkan dengan kortikosteroid. Namun, obat ini dikhawatirkan bisa menyebabkan kanker. Selain itu, tacrolimus dan pimecrolimus harganya lebih mahal daripada obat kortikosteroid ringan.

Obat antijamur

Gel, krim, atau sampo antijamur biasanya juga diresepkan untuk membantu mengatasi dermatitis seboroik . Jenis yang diberikan pun berbeda pada tiap orangnya tergantung area yang terkena dan keparahan gejala.

Biasanya ketoconazole (Nizoral) 2 persen dan ciclopirox 1 persen merupakan jenis obat yang paling sering diresepkan. Dokter biasanya akan meresepkan kedua produk ini untuk digunakan secara bergantian.

Jika antijamur oles dan sampo tidak memberikan perubahan apa pun, dokter biasanya akan memberikan obat dalam bentuk pil.

Namun, obat antijamur pil biasanya hanya diberikan jika kondisinya sudah parah. Ini karena obat minum cenderung memiliki efek samping dan interaksi obat yang lebih berat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Artinya eksim seboroik bersifat kambuhan dan bisa muncul kembali jika terpapar pemicunya.

Berbagai gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah dan mengatasi dermatitis seboroik adalah:

Keramas secara teratur

Jika sampo biasa tidak membantu meringankan kondisi dermatitis seboroik Anda, cobalah sampo antiketombe yang dijual bebas di pasaran dengan bahan aktif seperti:

  • Pyrithione zinc
  • Selenium sulfide
  • Ketoconazole
  • Tar
  • Asam salisilat

Gunakan sampo ini setiap hari hingga tanda dan gejala seboroik mereda. Jika sudah mereda, gunakan 1 sampai 3 kali seminggu sesuai kebutuhan.

Jangan lupa untuk membaca petunjuk pemakaian terlebih dahulu agar Anda tahu berapa lama harus mendiamkannya sebelum dibilas. Jika di tengah jalan sampo berkurang efektivitasnya, cobalah produk lainnya yang serupa.

Anda bisa menggunakan sampo untuk seboroik secara bergantian untuk melihat hasilnya secara maksimal. Jangan lupa gosok juga bagian lain yang berketombe atau berkerak seperti belakang telinga atau wajah.

Hal yang sama juga perlu Anda lakukan pada buah hati jika mengalami dermatitis seboroik adalah mencuci rambut dan kulit kepalanya dengan sampo bayi biasa setiap hari.

Gunakan sikat kecil berbulu lembut untuk membantu melepaskan sisik di kulit kepalanya. Untuk memudahkannya, oleskan baby oil ke kulit kepala selama beberapa jam sebelum mandi agar sisik melunak.

Melembapkan kulit kepala dengan minyak

Sebaiknya, rutinlah melembapkan kulit kepala yang bersisik dengan minyak mineral atau minyak zaitun. Lakukan hal ini satu jam sebelum Anda keramas. Anda juga bisa mendiamkannya semalaman untuk dibilas keesokan paginya.

Menghindari produk penataan rambut

Selama perawatan seboroik , usahakan untuk menghindari berbagai produk penataan rambut. Semprotan rambut, gel, pomade, dan produk penataan rambut lainnya sebaiknya disimpan terlebih dahulu hingga kondisi kulit membaik.

Hindari produk yang mengandung alkohol

Produk yang memperparah memperparah kondisi dermatitis seboroik adalah perawatan rambut, kulit kepala, dan kulit yang yang mengandung alkohol bisa. Untuk itu, pilihlah berbagai produk dengan bahan ringan tanpa kandungan alkohol di dalamnya.

Menggunakan pakaian bertekstur halus

Sebaiknya, hindari pakaian yang ketat dan bertekstur kasar seperti bahan brukat. Pasalnya, pakaian berbahan kasar bisa mengiritasi kulit yang terkena seboroik.

Sebaliknya, gunakan pakaian berbahan katun yang lembut dan menyerap keringat. Selain mencegah iritasi akibat seboroik , bahan pakaian ini juga membantu menjaga sirkulasi udara di sekitar kulit.

Menjaga kebersihan rambut wajah

Jika Anda memiliki jenggot atau kumis, usahakan untuk membersihkannya secara teratur. Pasalnya, dermatitis seboroik bisa memburuk jika Anda memiliki kumis dan jenggot yang dibiarkan lebat tanpa diurus.

Sampo untuk dermatitis seboroik adalah yang mengandung ketoconazole 1 persen setiap hari untuk mencuci rambut kepala dan wajah sampai gejala membaik. Jika sudah membaik, gunakan sampo 1 minggu sekali saja. Jangan lupa untuk rutin mencukur kumis dan jenggot guna meredakan gejala.

Mengompres kelopak mata

Dermatitis seboroik bisa menyerang kelopak mata. Untuk itu, sebaiknya rajin-rajinlah membersihkannya dengan cara mengompres menggunakan air hangat. Jangan menggosoknya karena justru bisa mengiritasi lapisan kulitnya.

Menggunakan tea tree oil

Tea tree oil mengandung zat antibakteri, antijamur, dan antiradang. Oleh karena itu, bahan alami yang satu ini bisa menjadi alternatif pilihan untuk membantu meredakan gejala seboroik . Tea tree oil membantu mengurangi gatal dan mempercepat penyembuhan kulit yang bersisik.

Sebelum menggunakannya, pastikan untuk mengencerkannya dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa atau zaitun. Kemudian, campurkan 3 sampai 5 tetes tea tree oil ke dalam 5 tetes minyak pembawa sebelum dioleskan.

Menggunakan lidah buaya

Lidah buaya termasuk salah satu bahan alami yang mengandung antiradang. Oleh sebab itu, obat ini cukup efektif untuk mengurangi gejala eksim seboroik.

Gel lidah buaya yang dioleskan ke kulit membantu mengatasi kemerahan dan gatal-gatal akibat eksim seboroik. Namun, pastikan bahwa Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan yang satu ini.

Untuk memastikannya, sebaiknya oleskan terlebih dahulu gel lidah buaya di bawah lengan. Kemudian, diamkan selama 12 hingga 24 jam. Jika tidak ada reaksi apa pun, Anda boleh mengoleskannya ke area kulit yang meradang.

Selain dalam bentuk gel, Anda juga bisa minum suplemen yang mengandung lidah buaya untuk membantu menekan keparahan gejala. Namun, jangan memberikan suplemen ini pada anak berusia di bawah 10 tahun tanpa resep dokter.

Minyak ikan

Minyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang efektif sebagai zat antiradang. Minum suplemen minyak ikan dapat membantu mengurangi gejala peradangan pada kulit. Umumnya suplemen ini aman diminum asalkan dikonsumsi sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan.

Namun, jika Anda ingin memberikannya pada anak di bahwa usia 1 tahun sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu ke dokter.

Mengonsumsi probiotik

Probiotik merupakan bakteri baik yang biasanya terdapat di dalam usus. Mikroorganisme ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi peradangan di dalamnya.

Meski penelitian tentang probiotik untuk eksim seboroik masih terbatas, mikroorganisme yang satu ini terbukti membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Untuk itu, tak ada salahnya minum suplemen atau makan makanan yang mengandung probiotik seperti yoghurt, kefir , atau tempe.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca