Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Asam Folat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/07/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat (vitamin B9) adalah anemia yang terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup vitamin B12 dan asam folat, mengakibatkan eritroblas apoptosis. Dengan kata lain, tidak memiliki vitamin B12 yang cukup dapat menyebabkan anemia, akibat eritropoiesis yang tidak efektif.

Sel darah merah atau eritrosit (jenis sel darah paling umum) memiliki peran dalam mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh melalui sistem peredaran darah. Vitamin B12 dan folat berperan penting dalam proses eritropoiesis di mana sel darah merah yang baru dan sehat dihasilkan untuk mengganti sel darah merah yang lama.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Jenis anemia ini sangat umum terjadi dan dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja gejala anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berbagai jenis anemia menimbulkan gejala yang khas. Anemia terkait defisiensi vitamin B12 atau asam folat dapat menyebabkan berbagai gejala. Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap pada awalnya dan dapat memburuk jika kondisi tidak diobati.

Defisiensi vitamin B12

Jika Anda memiliki anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, Anda mungkin memiliki gejala lain selain yang tercantum di atas, seperti:

  • Kuning pucat pada kulit Anda
  • Lidah sakit dan merah (glositis)
  • Sariawan
  • Parestesia
  • Perubahan dalam cara Anda berjalan dan bergerak
  • Penglihatan terganggu
  • Sifat lekas marah
  • Depresi
  • Perubahan dalam cara Anda berpikir, merasa dan berperilaku
  • Penurunan kemampuan mental Anda, seperti ingatan, pemahaman dan penilaian (demensia)

Beberapa gejala ini juga bisa terjadi pada orang yang memiliki kekurangan vitamin B12, namun belum mengalami anemia.

Defisiensi folat

Gejala tambahan pada orang dengan anemia yang disebabkan oleh kekurangan folat dapat mencakup:

  • Mati rasa dan kesemutan di kaki dan tangan
  • Kelemahan otot
  • Depresi

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gejala anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berbagai jenis anemia dibedakan berdasarkan penyebabnya. Kurangnya penyerapan B12 dan asam folat adalah penyebab utama dari jenis anemia ini. 

Anemia pernisiosa

Anemia pernisiosa adalah penyebab paling umum dari kekurangan vitamin B12. Anemia pernisiosa adalah kondisi autoimun yang mempengaruhi perut Anda. Kondisi autoimun berarti sistem  kekebalan tubuh Anda (sistem pertahanan alami tubuh yang melindungi terhadap penyakit dan infeksi) menyerang sel-sel sehat tubuh Anda.

Vitamin B12 diserap ke dalam tubuh Anda melalui perut Anda. Sebuah protein yang disebut “faktor intrinsik” mengikat vitamin B12, sehingga dapat diserap dari makanan yang Anda makan.

Dikutip dari Mayo Clinic, anemia pernisiosa menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel di perut Anda yang menghasilkan faktor intrinsik, yang menyebabkan tubuh Anda tidak mampu menyerap vitamin B12.

Penyebab pasti dari anemia pernisiosa tidak diketahui, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang berusia sekitar 60 tahun, orang-orang dengan riwayat keluarga kondisi ini dan orang-orang dengan kondisi autoimun lain, seperti penyakit Addison atau vitiligo.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena anemia defisiensi B12 dan asam folat:

Pola makan

kebanyakan orang mendapatkan vitamin B12 mereka dari produk daging, ikan, telur, dan susu. Orang-orang yang tidak cukup makan dari makanan tersebut, seperti vegetarian, memiliki risiko anemia terkait defisiensi vitamin. Alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin B12, membuat pecandu alkohol juga merupakan kelompok risiko lain.

Sumber folat yang baik adalah brokoli, kubis Brussel, asparagus, kacang polong, buncis, dan beras merah. Penting untuk mengonsumsi jenis makanan ini secara teratur agar terhindar dari defisiensi folat.

Defisiensi asam folat karena pola makan yang buruk atau tidak sehat lebih sering terjadi pada pecandu alkohol dan orang yang mengikuti tren diet yang tidak melibatkan sumber folat dalam makanannya.

Malabsorpsi

Terkadang, tubuh Anda mungkin tidak dapat menyerap asam folat secara efektif sebagaimana mestinya. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan, seperti Celiac disease.

Kondisi seperti Celiac disease dan penyakit Crohn dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12. Orang tua juga mungkin memiliki kondisi yang disebut achlorhydria, di mana tubuh tidak cukup memproduksi asam lambung untuk melepaskan vitamin B12 dalam makanan mereka untuk penyerapan oleh usus.

Buang air kecil yang berlebihan

Anda mungkin kehilangan asam folat dari tubuh saat Anda terlalu sering buang air kecil. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan pada organ tubuh Anda, seperti:

  • Gagal jantung kongestif 
  • Kerusakan hati akut
  • Dialisis jangka panjang

Obat-obatan

Beberapa jenis obat mengurangi jumlah asam folat dalam tubuh, atau membuat asam folat lebih sulit untuk diserap. Obat-obatan tersebut termasuk beberapa antikonvulsan (obat yang digunakan untuk mengobati epilepsi), cholestyramine, sulfasalazine dan methotrexate.

Sementara itu, beberapa jenis obat dapat menyebabkan pengurangan jumlah vitamin B12 dalam tubuh Anda. Misalnya, proton pump inhibitor (PPI) – obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan – dapat membuat kekurangan vitamin B12 lebih buruk.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena anemia defisiensi B12 dan asam folat:

Anemia akibat kekurangan vitamin B12

Risiko anemia akibat kekurangan vitamin B12 dapat meningkat, apabila:

  • Anda tidak mengonsumsi daging dan produk susu, makanan yang kaya akan vitamin B12. Vegetarian, orang yang tidak mengonsumsi produk susu dan vegan, orang yang tidak mengonsumsi daging hewan, masuk ke dalam kategori ini.
  • Anda memiliki penyakit pencernaan atau pertumbuhan bakteri abnormal pada lambung, atau bagian usus atau lambung pernah diangkat.
  • Anda kekurangan faktor intrinsik – protein yang dihasilkan oleh lambung penting untuk penyerapan vitamin B12. Kekurangan faktor intrinsik dapat disebabkan oleh reaksi autoimun, atau diturunkan.
  • Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu. Antacid, proton pump inhibitors (seperti omeprazol) dan beberapa obat untuk diabetes jenis 2 dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
  • Anda memiliki gangguan autoimun lainnya. Orang dengan penyakit autoimun yang terkait dengan endokrin, seperti diabetes atau tiroid, memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap pernicious anemia.

Anemia akibat kekurangan asam folat

Risiko anemia akibat kekurangan folat dapat meningkat, apabila:

  • Anda sedang hamil, dan konsumsi Anda tidak sesuai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
  • Anda memiliki gangguan pencernaan yang mengganggu penyerapan folat.
  • Anda menyalahgunakan alkohol, karena alkohol mengganggu penyerapan folat.
  • Anda mengonsumsi obat-obatan dengan resep, seperti obat anti kejang, yang dapat menghambat penyerapan folat.
  • Anda sedang menjalani hemodialisis untuk gagal ginjal. Tanyakan dokter apakah Anda memerlukan suplemen asam folik untuk mencegah defisiensi.
  • Anda sedang menjalani perawatan kanker. Beberapa obat kanker dapat mengganggu metabolisme folat.
  • Anda memiliki pola makan yang tidak seimbang dan kurang buah serta sayuran, atau Anda sering memasak terlalu matang, Anda mungkin berisiko terhadap anemia akibat kekurangan folat.

Komplikasi

Apa saja yang komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat anemia defisiensi B12 dan asam folat?

Semua jenis anemia, terlepas dari apapun penyebabnya, dapat memicu komplikasi jantung dan paru-paru karena jantung berjuang untuk memompa oksigen ke organ-organ vital. Sementara itu, anemia defisiensi B12 dan asam folat mungkin akan menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. 

Perubahan neurologis

Kurangnya vitamin B12 dapat menyebabkan masalah neurologis (yang memengaruhi sistem saraf), seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Hilang ingatan
  • Sensasi kesemutan (paresthesia)
  • Kehilangan koordinasi fisik (ataksia), yang dapat memengaruhi kinerja seluruh tubuh dan menyebabkan kesulitan berbicara atau berjalan
  • Kerusakan pada bagian sistem saraf (peripheral neuropathy), terutama di kaki

Jika masalah neurologis terus berkembang, gangguan tersebut mungkin tidak dapat diobati.

Infertilitas

Pada beberapa kasus, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kemandulan sementara (ketidakmampuan untuk hamil). Kondisi ini biasanya membaik seiring dengan pengobatan vitamin B12 yang tepat.

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda. Namun, ini hanya bersifat sementara dan biasanya dapat diatasi dengan suplemen folat.

Kanker perut

Jika Anda terkena defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh anemia pernisiosa (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di perut Anda), risiko terkena kanker perut akan meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar.

Cacat tabung saraf (neural tube defects)

Ibu hamil yang tidak memiliki cukup vitamin B12 berisiko memiliki bayi cacat lahir yang dikenal sebagai cacat tabung saraf. Tabung saraf merupakan saluran sempit pembentuk otak dan sumsum tulang belakang.

Cacat tabung saraf, meliputi:

  • Spina bifida — tulang belakang bayi tidak berkembang dengan baik
  • Anencephaly — bayi lahir tanpa bagian otak dan tengkorak
  • Encephalocele — membran atau kantong kulit yang berisi bagian otak terdorong keluar melalui lubang di tengkorak

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang belum lahir dalam rahim (uterus). Defisiensi folat dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida yang berkembang pada bayi yang belum lahir.

Penyakit kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya folat dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD).

CVD merupakan istilah umum yang menggambarkan penyakit jantung atau pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner (PJK).

Gangguan persalinan

Kurangnya persediaan folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur (sebelum 37 minggu masa kehamilan) atau memiliki berat badan lahir rendah.

Risiko placental abruption mungkin juga akan meningkat. Placental abruption merupakan kondisi serius di mana plasenta mulai datang dari bagian dalam dinding rahim, menyebabkan perut (abdominal) sakit dan perdarahan dari vagina.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter mendiagnosis anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat dengan melihat gejala serta hasil paraklinis. Tes darah adalah alat yang efektif untuk mengonfirmasi kasus anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

Bagaimana cara mengobati anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat?

Pada banyak kasus kekurangan vitamin B12 dan folat, pasien biasanya diberikan suntikan atau tablet suplemen untuk menggantikan vitamin yang hilang.

Suplemen vitamin B12 biasanya diberikan melalui suntikan terlebih dulu. Kemudian, dokter akan mempertimbangkan kondisi Anda dan dapat memberikan perawatan lain untuk Anda. Anda mungkin akan memerlukan tablet vitamin B12 di antara waktu makan, suntikan atau pola makan yang lebih baik.

Tablet asam folat digunakan untuk mengembalikan kadar folat. Perawatan biasanya berlangsung selama 4 bulan.

Pola makan yang seimbang juga merupakan perawatan dan pencegahan yang efektif untuk kondisi ini.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat?

Perbaikan gaya hidup dapat membantu Anda mencegah anemia. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dan mencegah anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.

  • Memiliki pola makan yang sehat yang mengandung berbagai jenis makanan.
  • Makanan yang kaya akan folat meliputi sayur-sayuran berdaun hijau tua, acang-kacangan, produk gandum yang diperkaya, seperti roti, sereal, pasta, dan nasi, serta buah-buahan dan jus buah.
  • Makanan yang kaya akan vitamin B12 meliputi telur, makanan yang diperkaya, seperti sereal, susu, keju, dan yogurt, serta daging merah dan putih, kerang-kerangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Menstruasi Juga Bisa Sebabkan Anemia, Ini 4 Cara Mencegahnya

Menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dari periode normal bisa menyebabkan anemia. Lalu, bagaimana cara mencegah anemia saat menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . Waktu baca 8 menit