Definisi

Apa itu inkontinensia stress?

Inkontinensia stress adalah kondisi keluarnya urin tanpa sadar karena adanya tekanan tiba‐tiba  pada  kandung  kemih  akibat  beberapa  kegiatan  seperti  olahraga, tertawa,  batuk  dan bersin.Otot  panggul  bawah  yang  lemah  merupakan  penyebab  umum  dari  inkontinensia stress.  Kelemahan ini biasanya disebabkan oleh regang atau rusaknya otot‐otot saat melahirkan.Pada beberapa kasus, inkontinensia stress dapat disebabkan atau diperparah oleh lemahnya otot  sfingter  pada  kemih.  Faktor‐faktor  yang  dapat  memperburuk  kondisi  ini  adalah obesitas atau asap, dan faktor usia.

Apa manfaat operasi pemasangan TVT?

Urin yang keluar dari kandung kemih dapat dikendalikan kembali.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi pemasangan TVT?

Mekanisme operasi pemasangan transobturator hampir sama dengan operasi TVT, namun yang membedakan hanya penempatannya saja.Perawatan  sederhana  yang  dapat  dilakukan  meliputi  latihan  panggul  bawah,  stimulasi listrik, alat inkontinensia dan bladder­neck bulking.Ada prosedur bedah lainnya seperti Burch colposuspension, suspensi jarum, dan prosedur sling.  Jenis‐jenis  operasi  tersebut tergolong  operasi  yang  lebih  besar  dari  TVT  namun hasilnya tidak lebih efektif.

 

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani operasi pemasangan TVT?

Pada  tahap  persiapan  operasi,  pastikan  Anda  memberit  ahu  dokter  mengenai  kondisi kesehatan Anda, obat‐obatan yang sedang dikonsumsi, maupun segala macam alergi yang Anda miliki. Dokter anestesi akan menjelaskan prosedur pembiusan dan memberi instruksi lebih lanjut. Pastikan Anda mengikuti  seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi.Pada  umumnya Anda  diwajibkan  untuk  berpuasa  selama  enam  jam  sebelum  proses pembedahan  dilakukan.  Namun,  Anda  mungkin  diperbolehkan untuk  mengonsumsi minuman seperti kopi beberapa jam menjelang operasi.

Bagaimana proses operasi pemasangan TVT?

Operasi ini dilakukan di bawah anestesi umum dan biasanya memakan waktu  sekitar 30menit.Dokter  akan  membuat  dua  sayatan  kecil. Sayatan  pertama  di  bagian  bawah  perut  dan sayatan kedua di bagian vagina, tepat dibawah uretra (saluran urin dari kandung kemih).Dokter  akan  memasukkan  jarum  dengan  pita  melalui  sayatan  di  uretra  ke  sayatan  yang dibuat pada perut.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani operasi pemasangan TVT?

Setelah menjalani operasi, Anda diperbolehkan pulang ke rumah apabila dapat mengemih secara normal pada keesokan harinya atau bahkan pada hari yang sama.Setelah tiga hingga empat hari pasca operasi, Anda  mungkin  dapat  kembali  bekerja  tergantung  pada  jenis pekerjaan.  Namun, kebanyakan wanita harus menunggu selama dua sampai empat minggu.Hindari aktivitas fisik berlebihan seperti mengangkat sesuatu yang berat selama beberapa minggu.Olahraga  teratur  juga  terbukti  dapat  mempercepat  proses  pemulihan. Namun, hindari latihan di minggu pertama. Sebelum Anda memutuskan untuk berolahraga, mintalah saran dokter. Lanjutkan latihan panggul bawah Anda untuk mengurangi  risiko prolapse dan mencegah inkontinensia datang kembali.

 

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Risiko yang mungkin terjadi dari operasi TVT adalah:

● cedera pada kandung kemih atau uretra (perforasi)

● kesulitan berkemih pasca operasiCedera  kandung  kemih  dan  masalah  buang  air  kecil  setelah  operasi  jarang  terjadi  pada operasiTransobturator Tape (TOT).

Namun, operasi TOT memiliki risiko lain, di antaranya:

● rasa nyeri pada selangkangan pasca operasi

● mati rasa atau lemahnya area lipatan paha atau kaki.

Ada  pula  risiko  masalah  yang  disebabkan  oleh  pita  yang  digunakan  dalam  operasi termasuk pengikisan pada jaringan di panggul.Semua  operasi  membawa  beberapa  risiko  infeksi  atau  komplikasi  lain  yang  merupakan reaksi  tak  terduga  untuk  anestesi, perdarahan  yang  berlebihan  atau  mengembangkan bekuan darah (trombosis vena dalam, DVT).

Anda  dapat  mengurangi  risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  arahan  dokter  sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat‐obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca