home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tips Menjaga Kesehatan Rahim untuk Meningkatkan Kesuburan Wanita

Tips Menjaga Kesehatan Rahim untuk Meningkatkan Kesuburan Wanita

Menjaga kesehatan rahim tentu menjadi hal yang penting untuk Anda lakukan. Pasalnya, kesehatan organ ini sangat berpengaruh terhadap kesuburan. Yuk, simak beberapa cara menjaga kesehatan rahim dan organ reproduksi wanita lainnya berikut ini.

Bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi wanita?

Pada dasarnya, menjaga kesehatan rahim erat kaitannya dengan menjaga kesehatan tubuh secara umum. Berikut ini tips-tips yang bisa Anda lakukan.

1. Menjaga kebersihan vagina dengan benar

ciri vagina sehat

Vagina ibarat “pintu” yang menghubungkan rahim dengan hal-hal yang berasal dari luar tubuh.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menjaga kesehatan rahim adalah dengan menjaga kebersihan vagina.

Melansir Mayo Clinic, vagina sebenarnya tidak membutuhkan produk pembersih khusus. Pasalnya, produk tersebut justru berisiko menyebabkan infeksi dan iritasi vagina.

Jadi, cukup jaga kondisi area vagina agar tidak terlalu lembab.

2. Hindari perilaku seks berisiko

Cara menjaga kesehatan rahim berikutnya adalah menghindari perilaku seks berisiko seperti berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom.

Bergonta-ganti pasangan seks, apalagi tanpa penggunaan kondom, dapat menyebabkan penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore.

Klamidia dan gonore merupakan penyakit yang paling berisiko menyebabkan ketidaksuburan pada wanita.

3. Hindari minuman beralkohol

Minum minuman beralkohol erat kaitannya dengan gangguan terhadap kesuburan wanita. Konsumsi alkohol ini dapat menurunkan kesempatan memiliki anak.

Hingga saat ini belum ditemukan jumlah alkohol yang aman untuk rahim.

Oleh karena itu, sebagai cara menjaga kesehatan rahim, Anda sebaiknya tidak minum alkohol sama sekali, terutama jika sedang menjalani program hamil.

4. Berhenti merokok

Sebuah studi dari jurnal Biomedical Research and Therapy terhadap 350 wanita menunjukkan bahwa merokok dapat menurunkan kesuburan.

Orang yang mengisap enam batang rokok atau lebih setiap harinya berisiko kesulitan untuk hamil.

Ini karena merokok dapat mempercepat proses penuaan rahim sehingga produksi sel telur akan habis sebelum waktunya.

Meski begitu, bukan berarti merokok dalam jumlah yang lebih sedikit itu lebih baik. Untuk Sebaiknya Anda berhenti merokok sama sekali sebagai cara menjaga kesehatan rahim.

5. Rutin berolahraga

olahraga kanker tulang

Cara efektif menjaga kesehatan rahim dan organ reproduksi adalah dengan menjaga kesehatan tubuh secara umum. Untuk itu, konsumsilah makanan sehat dan rutin berolahraga.

Dengan menjaga kesehatan tubuh, kesehatan reproduksi Anda dapat ikut terjaga.

Meski begitu, hindari berolahraga yang terlalu berat sebab dapat menimbulkan kelelahan yang justru berdampak buruk pada keseimbangan hormon.

6. Menjaga berat badan ideal

Dalam rangka menjaga kesehatan tubuh, Anda juga perlu mempertahankan berat badan ideal.

Terlalu kurus atau terlalu gemuk menjadi salah satu faktor penyebab gangguan ovulasi.

Gangguan ovulasi biasanya ditandai dengan amenorea yaitu kondisi jika Anda tidak haid padahal tidak hamil. Ini biasanya terjadi jika tubuh sulit memproduksi sel telur.

7. Hindari stres

Mengutip jurnal Dialogues Clinical Neuroscience, stres dan kesuburan adalah dua hal yang saling berkaitan. Seorang wanita yang sulit hamil biasanya akan mengalami stres.

Sementara itu, stres justru dapat memperburuk kesehatan rahimnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga suasana hati jika Anda sedang menjalani program hamil.

Sebaiknya Anda tidak merasa tertekan terhadap keinginan atau tuntutan untuk segera memiliki anak.

8. Beristirahat yang cukup

Kelelahan bisa menjadi faktor yang mengganggu kesehatan tubuh termasuk organ reproduksi wanita. Aktivitas keseharian yang terlalu padat dapat berisiko terhadap kesehatan Anda.

Oleh karena itu, salah satu cara menjaga kesehatan rahim adalah dengan mengatur jam kerja yang efektif agar memungkinkan Anda untuk beristirahat dengan cukup.

Hindari bekerja hingga larut malam dan pastikan Anda tidur dengan durasi minimal 8 jam setiap harinya.

9. Hindari bahan kimia berbahaya

Menurut studi dari Indian Journal of Medical Research, wanita yang bekerja di tempat yang berinteraksi dengan bahan kimia berbahaya seperti di pabrik atau laboratorium harus ekstra hati-hati.

Pasalnya, kesehatan reproduksi dapat terganggu jika sering terkena bahan kimia berbahaya. Bila perlu, mintalah cuti jika Anda ingin melakukan program hamil.

Selain dari tempat kerja, bahan kimia yang berbahaya untuk alat reproduksi bisa berasal dari makanan yang mengandung pewarna dan pengawet buatan serta kosmetik.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan produk-produk yang alami sebagai cara menjaga kesehatan rahim Anda.

10. Sarapan pagi dengan porsi yang lebih banyak

sarapan untuk diet

Menurut Daniela Jakubowicz dalam jurnal Clinical Science London, sarapan pagi dalam jumlah yang lebih banyak dapat menurunkan resistensi insulin pada wanita yang mengidap PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau kista rahim.

Ini dapat Anda lakukan sebagai cara untuk menjaga kesehatan rahim jika memiliki berat badan yang normal.

Adapun jika berat badan Anda berlebih, dibutuhkan pola makan yang lebih tepat.

11. Mengonsumsi makanan sehat

Menurut Liliana Guadalupe González-Rodríguez pada jurnal Nutrición Hospitalaria, konsumsi makanan bergizi dapat memperbaiki kesuburan dan menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Untuk itu, Anda sebaiknya untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi berikut:

  • asam folat,
  • vitamin B 12,
  • vitamin A,
  • vitamin D,
  • vitamin C,
  • vitamin E,
  • kalsium,
  • zat besi,
  • seng,
  • selenium, dan
  • yodium.

Makanan apa yang bagus untuk rahim?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, konsumsi makanan tertentu dapat membantu menjaga kesehatan rahim. Beberapa makanan yang dianjurkan antara lain adalah:

  • alpukat,
  • apel,
  • buah beri,
  • jahe,
  • kedelai, dan
  • yoghurt.

Cara menjaga kesehatan rahim ternyata bukan soal membersihkan vagina dengan produk pembersih khusus, melainkan lebih kepada anjuran penerapan gaya hidup sehat.

Selain meningkatkan kesuburan, Anda dapat terhindar dari berbagai gangguan yang menyerang organ kewanitaan dengan menjaga kesehatan rahim.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

González-Rodríguez, L., López-Sobaler, A., Perea Sánchez, J., & Ortega Anta, R. (2018). Nutrición y fertilidad. Nutrición Hospitalaria, 35(6). doi: 10.20960/nh.2279

Vulvovaginal Health. (2020). Retrieved 31 May 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/vulvovaginal-health?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn

You dont need fancy products for good feminine hygiene. (2020). Retrieved 31 May 2021, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/you-dont-need-fancy-products-for-good-feminine-hygiene

The relationship between stress and infertility. (2018). Body-Mind Interaction In Psychiatry, 20(1), 41-47. doi: 10.31887/dcns.2018.20.1/klrooney

Women’s Reproductive Health | CDC. (2020). Retrieved 31 May 2021, from https://www.cdc.gov/reproductivehealth/womensrh/index.htm

Alcohol | Your Fertility. (2021). Retrieved 31 May 2021, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/lifestyle/alcohol

Kumar, S., Sharma, A., & Kshetrimayum, C. (2019). Environmental & occupational exposure & female reproductive dysfunction. Indian Journal Of Medical Research, 150(6), 532. doi: 10.4103/ijmr.ijmr_1652_17

Sarokhani, M., Veisani, Y., Mohamadi, A., Delpisheh, A., Sayehmiri, K., Direkvand-Moghadam, A., & Aryanpur, M. (2017). Association between cigarette smoking behavior and infertility in women: a case-control study. Biomedical Research And Therapy, 4(10), 1705. doi: 10.15419/bmrat.v4i10.376

Jakubowicz, D., Barnea, M., Wainstein, J., & Froy, O. (2013). Effects of caloric intake timing on insulin resistance and hyperandrogenism in lean women with polycystic ovary syndrome. Clinical Science, 125(9), 423-432. doi: 10.1042/cs20130071

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita