Perkembangan Otak Bayi Dalam Kandungan di Tiap Trimester Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Perkembangan otak bayi merupakan salah satu fase yang sangat penting pada pertumbuhan janin dalam kandungan. Tidak hanya berlangsung saat bayi masih dalam kandungan, pertumbuhan otak bayi juga berlangsung sampai ia sudah tumbuh besar. Oleh karena itu, pertumbuhan otak bayi sudah harus diperhatikan sejak bayi dalam kandungan. Pada usia kehamilan ke berapa sih otak bayi sudah mulai tumbuh dan berkembang?

Perkembangan otak bayi dalam kandungan

Pertumbuhan otak bayi sudah dimulai pada awal usia kehamilan sampai bayi lahir ke dunia. Berikut ini merupakan tahap-tahap perkembangan otak bayi selama kehamilan.

Di trimester pertama

Menurut What To Expect, sekitar 16 hari setelah pembuahan (sperma membuahi telur), dasar dari pembentukan sumsum tulang belakang dan otak janin (neural plate) mulai terbentuk. Neural plate terus bertumbuh dan kemudian berubah menjadi tabung saraf (neural tube).

Selanjutnya, tabung saraf menutup pada usia kehamilan sekitar 5-8 minggu dan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Otak belakang ini kemudian akan membentuk sumsum tulang belakang.

Sekitar minggu ke-5 usia kehamilan, sel-sel bayi mulai bertambah dan mulai membentuk fungsi-fungsi tertentu. Pada usia kehamilan sekitar 5 minggu juga, otak, sumsum tulang belakang, dan jantung bayi mulai berkembang.

Inilah masa-masa kritis bayi pada trimester pertama. Risiko terjadinya gangguan pertumbuhan bayi pada masa ini sangat tinggi dan bila hal itu terjadi bisa menyebabkan bayi cacat lahir.

Sekitar usia kehamilan 6  sampai 7 minggu, otak bayi akan terus bertumbuh sampai membentuk otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), batang otak, kelenjar hipofisis, dan hipotalamus.

Kelima bagian otak ini mempunyai fungsi masing-masing yang sangat penting untuk fungsi seluruh tubuh.

Pada minggu ke-8 usia kehamilan, otak bayi terus bertumbuh. Selanjutnya, pada minggu ke-10, otak bayi sudah mulai berfungsi.

Selain itu, organ lain juga sudah mulai berfungsi pada minggu ini, seperti ginjal, usus, dan hati. Pada minggu ke-10 usia kehamilan, calon bayi Anda tidak lagi disebut embrio, tetap sudah menjadi janin.

Di trimester kedua

Pada trimester kedua, di usia kehamilan minggu ke-18, saraf bayi mulai diselubungi oleh myelin. Myelin akan melindungi saraf bayi dan berfungsi untuk mempercepat pengantaran pesan antar sel-sel saraf.

Perkembangan myelin ini akan terus berlanjut sampai usia bayi 1 tahun. Jadi, perkembangan otak masih akan terjadi setelah bayi lahir.

Pada akhir trimester kedua, batang otak bayi yang berperan dalam fungsi dasar kehidupan, seperti denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan menunjukkan perkembangannya yang hampir matang.

Di trimester ketiga

Otak berada pada perkembangannya yang paling pesat berada pada trimester ketiga, terutama perkembangan neuron.

Ukuran otak bayi juga membesar pada masa ini dan mempunyai berat 3 kali lipat selama 13 minggu terakhir usia kehamilan.

Dari sekitar 100 gram pada akhir trimester kedua menjadi 300 gram pada trimester ketiga.

Bentuk otak bayi juga sudah mulai berubah, dari yang tadinya memiliki permukaan yang halus menjadi semakin berlekuk seperti bentuk otak orang dewasa.

Pertumbuhan otak bayi berjalan lebih cepat pada minggu 27 sampai 30 usia kehamilan. Pada saat ini, sistem saraf sudah cukup berkembang untuk mengontrol beberapa fungsi tubuh. Janin juga sudah mulai bisa mendengar suara dari luar rahim.

Pada minggu ke-28, aktivitas gelombang otak janin mulai mempunyai siklus tidur, seperti tahap REM (di mana Anda bisa bermimpi pada tahap ini).

Pada trimester ketiga, otak kecil (yang mengontrol pergerakan) berkembang lebih cepat. Korteks otak besar yang beperan dalam fungsi berpikir, mengingat, dan merasakan juga mengalami banyak perkembangan pada masa ini.

Ya, pada trimester ketiga banyak terjadi perkembangan otak selama kehamilan. Namun, otak mulai berfungsi sekitar waktu bayi akan lahir pada usia kehamilan penuh.

Tidak hanya sampai waktu ini, otak akan terus berkembang secara bertahap dalam beberapa tahun kehidupan bayi setelah lahir.

Pada saat otak berkembang, baik masih dalam kandungan maupun saat sudah lahir, sebaiknya beri asupan yang bergizi kepada bayi untuk mendukung perkembangan otaknya.

Bagaimana cara memaksimalkan perkembangan otak bayi?

Bayi dalam kandungan mendapatkan nutrisi dari aliran darah ibu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk perkembangan otaknya.

Ini menyebabkan apa yang dimakan ibu tentu juga akan dialirkan ke tubuh bayi melalui plasenta. Oleh karena itu, pada masa kehamilan sebaiknya ibu memerhatikan makanan yang dikonsumsinya.

Berikut ini merupakan hal yang bisa Anda lakukan untuk mendukung perkembangan otak bayi dalam kandungan.

1. Konsumsi asam folat

Mengingat sistem saraf bayi sedang berkembang sangat pesat, sangat penting untuk mengonsumsi asam folat yang sangat berperan dalam perkembangan otak bayi.

What to Expect menyebutkan, mengonsumsi asam folat mengurangi risiko kelahiran anak autisme sampai 40 persen.

Kadar asam folat yang dianjurkan adalah 400 miligram setiap harinya, Anda bisa mengonsumsinya lewat vitamin yang sudah disarankan oleh dokter.

2. Hindari makanan mengandung mineral bahaya

Untuk membantu perkembangan otak bayi di dalam kandungan, penting menghindari makanan yang mengandung mineral berbahaya.

Merkuri dalam ikan todak, ikan hiu, ikan king makerel, dan tilefish termasuk yang perlu dihindari. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otak yang sedang berkembang selama kehamilan.

3. Kurangi konsumsi minyak ikan

Ketika sedang hamil, Anda sebaiknya hanya mengonsumsi minyak ikan bila perlu. Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 (terutama DHA) yang dapat mendukung perkembangan otak janin.

Asam lemak omega-3 juga bisa Anda dapatkan dari ikan berlemak yang rendah merkuri, seperti ikan salmon, sarden, tuna, herring, dan trout.

Namun, sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi ikan ini karena juga mengandung sedikit merkuri.

4. Perbanyak makan protein

Mengutip dari Everyday Family, salah satu cara untuk meningkatkan perkembangan otak bayi adalah dengan perbanyak konsumsi protein.

Protein merupakan zat gizi penting yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan seluruh organ dalam tubuh bayi, termasuk otak.

5. Olahraga teratur

Olahraga selama kehamilan sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan perkembangan otak bayi. Namun, jangan sampai Anda mengalami kelelahan yang berlebihan, terutama selama trimester pertama. Olahraga yang bisa ibu hamil lakukan di antaranya:

Jalan kaki

Jalan santai bisa menjadi pilihan olahraga ibu hamil yang murah, tapi sangat bermanfaat untuk perkembangan otak bayi, melancarkan kerja jantung, peredaran darah, dan kebugaran.

Anda bisa mencoba berjalan kaki selama 30 menit sehari dan tidak perlu jauh-jauh. Bisa di sekitar rumah saat pagi hari.

Berenang

Kalau Anda ingin olahraga untuk membantu perkembangan otak bayi, tapi malas berkeringat, berenang salah satu olahraga yang bisa dicoba.

Berenang saat hamil dianjurkan karena ketika di dalam kolam, massa tubuh berkurang sehingga tubuh ibu tidak terlalu lelah untuk menopang badan.

6. Hindari stres

Stres ringan saat kehamilan mungkin wajar, tetapi jangan sampai berlebihan karena dapat berdampak pada perkembangan otak bayi dalam rahim Anda.

Jika Anda mulai merasa stres, sebaiknya temukan aktivitas untuk mengatasi stres Anda, seperti mendengarkan musik, olahraga, berkumpul dengan teman, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020