home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Segudang Manfaat Asam Lemak Esensial, Kunci Kecerdasan Anak

Segudang Manfaat Asam Lemak Esensial, Kunci Kecerdasan Anak

Kebanyakan orang mengidentikan lemak sebagai makanan yang berbahaya untuk kesehatan. Padahal, ada lemak yang ternyata memberikan banyak manfaat kesehatan, loh. Terutama untuk perkembangan otak si kecil. Lemak jenis ini disebut dengan asam lemak esensial. Asam lemak esensial adalah lemak yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan mengendalikan peradangan. Ketahui beragam manfaat asam lemak esensial dalam artikel ini.

Manfaat asam lemak esensial untuk anak

Asam lemak esensial adalah lemak yang sangat penting karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Lemak ini dapat membantu pembentukan sel, mengatur sistem saraf, menguatkan sistem kardiovaskular, membangun sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh menyerap nutrisi. Asam lemak esensial juga sangat penting untuk kesehatan fungsi otak dan mata.

Omega-6 dan omega-3 termasuk dalam asam lemak esensial. Keduanya adalah lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan, dan membuat jantung tetap sehat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi suplemen omega-3 (DHA dan EPA) selama kehamilan mendapat nilai lebih tinggi pada tes kognitif pada usia 4 tahun dibandingkan anak-anak yang ibunya tidak mengonsumsi suplemen DHA dan EPA.

Selain itu, penelitian lain juga menemukan bahwa suplemen ikan yang kaya akan lemak esensial dapat membantu mengurangi perilaku agresif dan hiperaktif, serta meningkatkan perhatian pada anak di bawah usia 12 tahun.

Omega-6 dan Omega-3: Berapa banyak yang dibutuhkan oleh anak?

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia, rekomendasi asupan asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6 adalah:

0 – 1 tahun

  • 440 mg, atau 4,4 gr omega-6 setiap hari
  • 500 mg, atau 0,5 gr omega-3 setiap hari

1 – 3 tahun

  • 7000 mg, atau 7 gr omega-6 setiap hari
  • 700 mg, atau 0,7 gr omega-6 setiap hari

4 – 9 tahun

  • 1.000 mg, atau 10 gr omega-6 setiap hari
  • 900 mg, atau 0,9 gr omega-3 setiap hari

Di atas 9 tahun

  • 1.600 mg, atau 1,6 gr omega 6 setiap hari

Biasanya omega-6 akan tersedia dalam jumlah banyak dalam makanan Anda, jadi Anda hanya perlu fokus memastikan anak Anda mendapatkan asupan omega-3 yang cukup. (Banyak omega-6 terkandung di makanan setengah jadi yang mengandung minyak seperti minyak kedelai)

Anak Anda tidak perlu mendapatkan asam lemak esensial yang cukup setiap hari. Sebagai gantinya, Anda dapat menyicil pemenuhan kebutuhan lemak esensial sesuai rekomendasi AKG dalam beberapa hari atau satu minggu.

Sumber yang baik untuk mendapatkan asam lemak esensial

Beberapa ahli merekomendasikan untuk menambah jumlah asupan minyak esensial dalam menu makanan Anda. Berikut ini beberapa makanan yang jadi sumber asam lemak esensial terbaik, yaitu:

  • Ikan dan makanan laut (salmon, sarden, makarel, tuna, lele, udang, kepiting, kerang, dan sebagainya)
  • Minyak tertentu (minyak kanola, minyak walnut, minyak kedelai dan produk kedelai lainnya, serta minyak biji rami.
  • Sayur dan buah (alpukat, bayam, dan kubis)
  • Biji chia
  • Telur
  • Susu dan produk turunannya (keju, yogurt, dan mentega)

Anda juga bisa mendapatkan asupan minyak esensial dari makanan yang telah diperkaya dengan omega 3 seperti selai kacang, susu, yogurt, jus jeruk, margarin, dan lain sebagainya. Sayangnya, kandungan omega-3 berbeda di setiap produk. Itu sebabnya, jangan lupa selalu cek label nutrisi yang tertera pada kemasan.

Kebanyakan orang lebih memilih untuk mengonsumsi omega-6 dibandingkan omega-3. Beberapa ahli menyatakan bahwa ketidakseimbangan antara omega-6 dan omega-3 dapat merusak imun, menyebabkan terjadi peradangan dalam tubuh, dan mungkin dapat menimbulkan penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Essential Fatty Acids in Your Childs Diet – http://www.babycenter.com/0_essential-fatty-acids-in-your-childs-diet_10324690.bc diakses pada 9 Februari 2018

Angka Kecukupan Gizi – http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf diakses pada 9 Februari 2018

Who’s Need Omega 3 – https://www.webmd.com/diet/features/who-needs-omega-3s#1 diakses pada 9 Februari 2018

List of Food With Essensial Oil -https://www.livestrong.com/article/251810-list-of-foods-with-essential-fatty-acids/ diakses pada 9 Februari 2018

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 12/10/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x