Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 35 Minggu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/03/2020
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di minggu 35 kehamilan?

Mengutip dari Baby Center, memasuki 35 minggu usia kehamilan, perkembangan ukuran janin Anda saat ini kira-kira sebesar setengah buah semangka dengan berat 2.38 kilogram dan panjang 46 cm.

Besarnya janin saat ini membuat tidak ada lagi ruang untuk bayi bergerak di dalam rahim. Oleh sebab itu, jumlah tendangan bayi mungkin berkurang, tetapi akan terasa lebih kencang.

Lemak sudah berpindah ke seluruh tubuh bayi Anda, terutama di sekitar bahu. Jika posisi kepala bayi Anda sudah di bawah, kepalanya akan bersandar pada tulang kemaluan Anda untuk persiapan persalinan.

Tangisan pertama bayi di dalam kandungan dapat terjadi sewaktu-waktu di minggu ini. Janin dapat menunjukkan perilaku menangis seperti menggetarkan dagu, membuka mulut, hingga mengambil napas yang tidak teratur beberapa kali.

Hal ini ia lakukan sebelum mengembuskan napas dan menurunkan bahu kembali sebagai respon suara berdesibel rendah yang diperdengarkan ke perut ibu.

Respon ini ditunjukkan di perkembangan bayi di tahap awal bahkan pada bayi prematur. Jadi tidaklah mengejutkan ketika bayi menangis di dalam kandungan bahkan sebelum dilahirkan.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya di usia kehamilan 35 minggu?

Semakin besar ukuran perut ibu, maka tubuh Anda juga ikut mengalami perubahan. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Ibu jadi sering buang air kecil

Pada perkembangan janin usia 35 minggu kehamilan ini, rahim Anda sudah terlindungi oleh panggul yang sudah mencapai ke bawah tulang rusuk Anda. Rahim yang membesar akan menekan organ sekresi seperti kantung urine.

Inilah yang kadang membuat ibu dengan usia kehamilan tua jadi sering buang air kecil. Selain itu, rahim yang menekan organ lain di sekitarnya juga dapat membuat ibu mengalami sakit maag atau gangguan pencernaan lain.

2. Sembelit

Rahim yang membesar juga dapat menyebabkan ibu hamil jadi sembelit. Ini karena rahim menekan usus dan rektum.

Alhasil pengeluaran sisa makanan dan feses jadi terganggu. Untuk mengatasi masalah sembelit tubuh ibu seiring dengan perkembangan usia janin 35 minggu, disarankan untuk makan makanan berserat selama kehamilan. 

3. Nyeri panggul

Semakin besar kehamilan Anda, semakin nyeri panggul Anda terasa. Ini karena rahim menekan struktur saraf dan otot di sekitar panggul. Tidak hanya panggul, punggung bagian bawah juga akan terasa dampak sakitnya.

Untuk mengatasi nyeri panggul saat hamil, cobalah untuk menjaga postur tubuh tetap stabil. Usahakan punggung tetap lurus saat duduk atau berdiri.

Menjaga postur tubuh berfungsi untuk memperkuat otot dan menjaga titik berat tubuh pada tempatnya.

Apa yang perlu saya perhatikan di kehamilan 35 minggu?

Salah satu perkembangan yang dapat janin lakukan di usia 35 minggu kehamilan adalah menangis. Tangisan pertama si kecil dapat terjadi di dalam kandungan dan hal ini benar terjadi. 

Seperti yang telah disebutkan, penelitian menunjukan bahwa janin dapat menunjukkan perilaku menangis. 

Berbagai perilaku ini seperti menggetarkan dagu, membuka mulut, mengambil napas tidak teratur beberapa kali, mengembuskan napas, lalu menurunkan bahu kembali. 

Respon ini umum ditunjukkan di perkembangan janin  sekitar usia 35 minggu kehamilan.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter?

Meskipun tanggal kelahiran akan segera tiba, beberapa janin ada yang masih berkembang secara teratur sampai bulan kesepuluh atau minggu ke-40.

 Jika hal ini terjadi, bayi Anda mungkin masih ingin menetap di rahim Anda untuk lebih waktu yang lama.

Tanyakan pada dokter, persiapan melahirkan seperti apa yang harus Anda lakukan jika melewati batas waktu kelahiran.

Apa saja tes yang perlu saya ketahui di usia kehamilan 35 minggu?

Ada beberapa tes yang harus dilakukan pada saat memeriksa perkembangan janin usia 35 minggu kehamilan.

Dokter akan memperkirakan ukuran bayi dan memprediksi waktu kelahiran. Dokter juga dapat memberikan tes sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti: 

  • Mengukur berat badan (di trimester tiga kehamilan , berat badan ibu dan janin akan berhenti bertambah atau malah berkurang).
  • Mengukur tekanan darah .
  • Melakukan pemindaian urine untuk mengecek kadar gula dan protein.
  • Memeriksa kaki varises serta pembengkakan pada tangan dan kaki.
  • Memeriksa ukuran rahim seperti seberapa tipis dan apakah sudah mulai melebar
  • Memeriksa tinggi fundus (bagian atas rahim)
  • Pemeriksaan tes detak jantung janin
  • Mengukur janin, posisi janin (kepala menghadap ke bawah atau menghadap ke atas), serta menentukan arah kelahiran melalui sentuhan

Siapkan daftar pertanyaan atau keluhan  yang ingin ditanyakan kepada dokter, khususnya mengenai persalinan dan kelahiran.

Ceritakan juga tentang beberapa gejala kontraksi palsu yang Anda rasakan serta gejala abnormal lainnya.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan perkembangan janin usia kehamilan 35 minggu?

Di usia kehamilan 35 minggu, perkembangan janin membuat perut semakin membesar. Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan, berikut hal-hal yang perlu ibu hamil ketahui:

1. Menggunakan selimut listrik

Bila Anda tinggal di area dengan cuaca yang dingin, selimut listrik mungkin menjadi pilihan yang nyaman untuk menghangatkan diri. Namun Anda perlu berhati-hati dalam pemakaiannya agar tidak terjadi overheating.

Mengutip dari Baby Center, bila suhu tubuh Anda berada di atas 39 celcius dalam waktu lama, risiko terjadinya keguguran dan cacat lahir pun semakin meningkat.

Untuk mencegah ini, Anda bisa menggunakan selimut listrik yang memungkinkan Anda mengatur suhunya dengan akurat.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah selimut listrik aman digunakan untuk kondisi kehamilan Anda.

2. Posisi tidur

Pada trimester pertama, ibu hamil masih bisa tidur berbaring telentang karena janin dalam perut masih belum terlalu besar.

Namun memasuki minggu 35 minggu kehamilan, perkembangan janin akan makin membesar dua kali lipat sehingga dapat menekan perut ibu. 

Pada saat ini, posisi tidur telentang sudah tidak lagi aman. Namun, tak perlu khawatir karena ibu hamil bisa mencoba posisi tidur berbaring miring di sisi kiri supaya bisa tidur lebih nyenyak.

Supaya lebih nyaman, sangga bawah pinggang dengan bantal kecil.

Setelah minggu 35, bagaimana perkembangan janin di minggu berikutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    bahan kimia kosmetik autisme

    Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020