Periode Perkembangan

Pengaruh Pada Bayi Jika Cairan Ketuban Terlalu Banyak Atau Sedikit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cairan ketuban merupakan salah satu unsur penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Cairan ketuban yang mengalami masalah tentu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Apa itu cairan ketuban?

Cairan ketuban adalah cairan berwarna agak kekuningan yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ketuban muncul pada 12 hari setelah pembuahan yang dihasilkan oleh ibu. Kemudian, pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, cairan ketuban digantikan dengan urin janin yang ditelan dan dikeluarkan lagi oleh tubuh janin, begitu seterusnya. Selain urin janin, cairan ketuban juga mengandung nutrisi, hormon, dan antibodi untuk melawan infeksi.

Jika warna cairan ketuban agak kehijauan atau kecoklatan saat bayi lahir, tandanya, bayi sudah buang air besar untuk pertama kali sebelum kelahiran. Hal ini bisa menjadi masalah yang disebut dengan sindrom aspirasi mekonium. Ini adalah masalah pernapasan yang terjadi saat mekonium (feses pertama bayi) memasuki paru-paru bayi dalam kandungan. Setelah lahir, bayi dengan masalah tersebut memerlukan perawatan khusus.

Apa saja fungsi cairan ketuban?

Cairan ketuban memiliki fungsi yang sangat banyak bagi bayi. Cairan ketuban yang sehat turut mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat dalam kandungan.

Beberapa fungsi dari cairan ketuban adalah:

  • Melindungi janin dari tekanan luar, sebagai bantalan bagi janin
  • Membantu mengontrol suhu bayi agar selalu merasa hangat
  • Melindungi bayi dari infeksi karena juga mengandung antibodi
  • Membantu perkembangan otot-otot pada sistem pencernaan dan pernapasan karena bayi bernapas dan menelan cairan ketuban
  • Membantu perkembangan otot dan tulang. Dengan adanya cairan ketuban, bayi bisa bebas untuk bergerak.
  • Mencegah penekanan pada tali pusar sehingga makanan dan oksigen bisa diantarkan ke janin dengan lancar

Masalah pada cairan ketuban yang mungkin terjadi

Volume cairan ketuban dalam rahim harus sesuai. Cairan ketuban memiliki volume tertinggi pada usia kehamilan sekitar 34-36 minggu, volume rata-ratanya adalah sebesar 800 ml. Kemudian, volume tersebut mengalami penurunan seiring usia kehamilan yang mendekati kelahiran. Volume cairan ketuban rata-rata 600 ml pada usia kehamilan 40 minggu.

Jika cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit, ini dapat menyebabkan komplikasi bagi Anda dan bayi Anda. Cairan ketuban yang terlalu banyak disebut dengan hidramnion atau oligohidramnion. Sedangkan, cairan ketuban yang terlalu sedikit disebut dengan polihidramnion.

Oligohidramnion, cairan ketuban terlalu sedikit

Anda mungkin memiliki cairan ketuban yang lebih sedikit (oligohidramnion) jika cairan ketuban Anda bocor, ukuran rahim Anda lebih kecil untuk usia kehamilan, atau Anda tidak merasakan banyak pergerakan bayi Anda.

Anda akan lebih mungkin untuk mengalami oligohidramnion bila:

  • Membran kantung ketuban meluruh, pecah, atau bocor sebelum kelahiran
  • Masalah plasenta
  • Tekanan darah tinggi kronis
  • Preeklampsia
  • Diabetes
  • Kehamilan kembar, saat bayi kembar mengalami sindrom transfusi twin-to-twin di mana salah satu janin mengalami kelebihan cairan sementara yang lainnya mengalami kekurangan cairan.
  • Kelainan janin, seperti cacat lahir (terutama pada ginjal dan kelainan saluran kemih)

Apa yang terjadi jika cairan ketuban saya lebih sedikit?

Cairan ketuban penting untuk perkembangan organ janin, terutama paru-paru. Jadi, terlalu sedikit cairan ketuban dalam waktu lama dapat menyebabkan perkembangan janin abnormal, terutama pada paru-parunya yang disebut dengan hipoplasia paru.

Volume cairan ketuban yang lebih sedikit membuat Anda lebih berisiko mengalami komplikasi saat persalinan, seperti penekanan pada tali pusar dan aspirasi mekonium. Volume cairan yang rendah ini dapat membatasi pergerakan bayi. Bayi pun bisa tertekan karena ruang yang sempit. Ini bisa berujung pada terbentuknya kelainan pada janin. 

Sebaiknya selalu periksakan kehamilan Anda, terutama jika ditemukan cairan ketuban Anda lebih sedikit. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan bayi dalam kandungan Anda bisa tumbuh dengan normal. Jika Anda mengalami kekurangan cairan ketuban mendekati waktu kelahiran mungkin persalinan Anda akan diinduksi atau bisa jadi Anda mengalami kelahiran prematur, terutama jika Anda memiliki preeklampsia berat atau bayi Anda tidak berkembang di dalam rahim. Jika persalinan normal berbahaya bagi bayi yang kekurangan cairan ketuban, Anda akan direkomendasikan untuk melahirkan dengan cara operasi caesar.

Polihidramnion, cairan ketuban terlalu banyak

Jika Anda mempunyai cairan ketuban lebih banyak (polihidramnion), salah satu tandanya adalah rahim Anda mengembang lebih cepat dari seharusnya, sehingga terlihat lebih besar. Anda mungkin juga mengalami ketidaknyamanan pada perut, nyeri punggung, sesak napas, kontraksi rahim, dan bengkak pada kaki dan pergelangan tangan.

Polihidramnion lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami:

  • Diabetes gestasional
  • Kehamilan kembar
  • Kelainan genetik janin
  • Kelainan janin, yang menyebabkan janin sulit untuk menelan cairan tetapi ginjalnya terus menghasilkan cairan. Seperti, stenosis pilorus, bibir sumbing atau celah langit-langit, kelainan sistem pencernaan janin, dan cacat lahir.
  • Penyebab lain seperti infeksi akibat Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Toksoplasmosis, dan Sifilis

Apa yang terjadi jika cairan ketuban saya lebih banyak?

Anda mungkin akan diawasi lebih ketat mengingat risiko Anda mengalami kelahiran prematur atau ketuban pecah dini (KPD) lebih tinggi. Selain itu, ketika Anda menjalani persalinan, dokter juga akan lebih hati-hati. Pada saat persalinan, Anda juga lebih mungkin untuk mengalami prolaps tali pusar (tali pusar terlepas saat melalui pembukaan leher rahim). Kedua kondisi ini mengharuskan Anda untuk melahirkan dengan operasi caesar. Anda juga lebih berisiko untuk mengalami perdarahan pasca persalinan.

Bila Anda mengalami polihidramnion, diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai apa yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca