Benarkah Janin yang Aktif Bergerak Nantinya Akan Jadi Anak yang Tak Bisa Diam?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/10/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merasakan si kecil menendang-nendang kakinya atau bergerak ketika di dalam perut pasti menjadi momen yang membahagiakan bagi calon ibu dan ayah. Hanya saja terkadang, ada orang tua yang khawatir saat janin terlalu akif bergerak. Mungkin Anda berpikir bahwa si kecil akan menjadi anak yang sangat aktif. Lantas, apakah ada pengaruh gerakan janin dengan sifat anak? Apakah janin yang terlalu aktif bergerak di dalam rahim menentukan kepribadian anak nantinya? Cari tahu kebenaran arti janin aktif bergerak di artikel ini.

Gerakan janin adalah usaha si kecil menyiapkan perhatian Anda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa janin aktif bergerak menandakan sebuah respon untuk menanggapi tekanan yang dirasakan oleh sang ibu, begitu juga saat ibu hamil sedang bahagia. Kabar baiknya, janin aktif bergerak menunjukkan hasil tes ‘pematangan’ otak yang lebih tinggi dan akan memiliki kendali gerakan tubuh atau motorik yang lebih baik setelah lahir.

Banyak dari ibu hamil yang mungin tidak menyadari bahwa gerakan janin sebenarnya akan memengaruhi Anda. Nah, gerakan si kecil dalam perut adalah usaha si kecil untuk membuat Anda mendengarkannya dan bahkan membuat Anda menyesuaikan dengan pola aktivitas si kecil dalam persiapan untuk menyambut kedatangannya setelah kelahiran.

Para ahli dari Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa setiap kali janin bergerak, jantung ibu berdetak lebih cepat dan terdapat rangsangan pada sistem saraf simpatik ibu hamil. Bahkan ketika ibu hamil tidak sadar akan adanya gerakan tersebut.

Sistem saraf simpatik ini berfungsi mengendalikan respon fight-or-flight dan memainkan peran penting dalam menjaga fungsi tubuh sebagaimana mestinya. Jika sebelumnya perilaku ibu yang dianggap memengaruhi janin, sebenarnya janin juga akan memengaruhi ibu.

Sederhananya, gerakan calon buah hati Anda adalah sebuah cara untuk mempersiapkan Anda agar lebih memerhatikan si kecil. Perhatian Anda pada gerakan yang Anda rasakan di dalam perut secara alamiah melatih Anda untuk memantau aktivitas si kecil dan membuat Anda lebih peka pada anak yang akan dilahirkan nanti.

Apa benar janin aktif bergerak akan menjadi anak yang aktif pula?

Meskipun hal ini belum pasti, namun ada beberapa penelitian yang mengaitkan hubungan gerakan janin aktif bergerak dengan perilaku si kecil setelah lahir. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa gerakan janin yang lemah atau tidak terlalu aktif akan membuat si kecil menjadi anak yang rewel dan suka menangis.

Penelitian ini meminta ibu hamil untuk mencatat setiap hari gerakan janin selama satu jam selama tiga hari pada 37 minggu kehamilan. Setelah melahirkan, ibu tetap diminta untuk mencatat perilaku bayi mereka selama 12 minggu pasca melahirkan.

Hasilnya, gerakan janin yang kuat atau janin aktif bergerak tidak memengaruhi perilaku bayi. Namun, gerakan janin yang tidak aktif cenderung lebih rewel dan sering menangis. Kabar baiknya, gerakan janin tidak ada hubungannya dengan pola tidur dan perilaku makan si kecil nantinya.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh dr. Janet DiPietro dari Universitas Johns Hopkins yang menggunakan Doppler-based actography menemukan bahwa tingkat aktivitas janin pada usia kehamilan 36 minggu berhubungan dengan perilaku si kecil pada usia satu tahun pada anak laki-laki. Janin aktif bergerak pada usia kehamilan ini berhubungan dengan perilaku aktif si kecil.

Penelitian ini dihasilkan setelah mengumpulkan data aktivitas motorik janin pada usia kehamilan 24, 30, dan 36 minggu yang melibatkan 52 bayi sehat. Lalu, data ini dibandingkan dengan data yang dikumpulkan setelah pasca kelahiran dengan mengamati perilaku anak setelah dua minggu kelahiran dan pada usia satu sampai dua tahun, ditemukan kaitan antara gerakan janin yang terlalu aktif dengan perilaku aktif si kecil pada umur satu sampai dua tahun pada anak laki-laki.

Namun menurut penelitian ini, hubungan janin aktif bergerak dengan perilaku anak masih belum konsisten. Lagipula, yang memengaruhi sifat anak nantinya tentu ada banyak sekali. Misalnya pola asuhan, lingkungan sosial anak, dan sebagainya. Karena itu, gerakan janin dalam kandungan sejatinya tidak bisa “meramalkan” sifat anak yang Anda lahirkan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Studi temukan bahwa bahan kimia tertentu dalam kosmetik bisa meningkatkan risiko autisme. Namun, benarkah demikian? Yuk, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 28/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit