5 Perubahan Tubuh Wanita Setelah Melahirkan yang Memengaruhi Gairah Seksual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada umumnya dokter akan memberikan lampu hijau untuk Anda dan suami kembali berhubungan intim setelah melahirkan dalam waktu empat hingga enam minggu ke depannya. Tapi ini tidak berarti kehidupan seks Anda akan langsung kembali seperti semula, selayaknya sebelum si bayi datang ke dunia.

Tubuh seorang ibu tidak akan bisa kembali persis sama seperti sedia kala. Meski ini adalah sesuatu yang wajar, tak bisa dipungkiri perubahan fisik sedikit banyak bisa membuat berhubungan intim setelah melahirkan menjadi suatu tantangan tersendiri. Di bawah ini adalah sejumlah perubahan tubuh dari seorang ibu baru setelah melahirkan yang bisa memengaruhi gairah seksual Anda.

Berhubungan intim setelah melahirkan, apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Gairah seks menurun

Jika Anda tidak mood untuk berhubungan intim setelah melahirkan, Anda tidak sendirian — banyak ibu baru yang juga demikian. Karena bahkan jika sudah lewat dari enam minggu yang disarankan dokter, tubuh Anda masih harus memulihkan diri dari trauma fisik pasca-melahirkan. Hormon dan emosi Anda berubah secara dramatis, rahim Anda menyusut, luka operasi caesar atau episiotomi Anda sedang disembuhkan, dan Anda mungkin lelah dan kewalahan merawat bayi dan keluarga baru Anda. Selain itu, hormon estrogen yang menurun tajam setelah melahirkan akan membuat Anda kehilangan gairah seks.

“Banyak perempuan yang perlu waktu hingga satu tahun lamanya sebelum merasa baikan dan siap untuk kembali berhubungan seks,” kata Hope Ricciotti, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Harvard Medical School sekaligus dokter kandungan di Rumah Sakit Beth Israel Deaconess di Boston, dilansir dari WebMD.

Kabar baiknya, gairah seks Anda tidak akan selamanya nol besar. Minat untuk berhubungan intim lambat laun akan naik kembali seiring pemulihan — meski akan berbeda kapan tepatnya untuk setiap orang. Yang paling penting adalah untuk membiarkan tubuh Anda fit hingga 100 persen sebelum benar-benar naik ranjang. Untuk sementara, Anda dan pasangan bisa mencari keintiman lewat alternatif lain, seperti berpelukan, berciuman, atau bahkan sekadar menontom film berdua setelah si kecil tidur.

2. Vagina kering dan melar

Setelah melahirkan, ada kemungkinan bahwa kulit di antara vagina dan anus akan robek atau harus digunting. Ini disebut episiotomi, dan hampir 50 persen perempuan melahirkan akan mengalami ini. Tapi terlepas apakah Anda diepisiotomi atau tidak, umumnya vagina terasa lebih lunak dan longgar — dan mungkin tidak akan pernah kembali ke bentuk persisnya dari sebelum kehamilan. Bahkan perempuan yang melahirkan lewat caesar juga bisa mengalami hal ini karena sisa hormon kehamilan melebarkan pintu atas panggul (pelvic brim).

Di sisi lain, vagina akan terasa lebih kering setelah melahirkan akibat hormon estrogen yang menurun tajam. Kadar estrogen akan lebih rendah lagi ketika Anda masuk ke masa menyusui, sehingga kekeringan vagina akan lebih terasa. Hormon estrogen rendah menyebabkan dorongan seks rendah dan kemampuan vagina yang menurun untuk menghasilkan pelumas alami.

Mungkin perlu waktu beberapa bulan sebelum Anda mulai merasa nyaman dengan perubahan vagina Anda setelah melahirkan. Namun, jika Anda merasa ada yang tidak beres — tekanan, perasaan “kelonggaran” atau sakit yang berlanjut saat berhubungan intim — ini bisa menjadi pertanda adanya prolaps panggul. Ini adalah kondisi yang memerlukan perhatian dokter.

Sementara itu, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan keadaan vagina adalah dengan senam Kegel yang dapat membantu mengencangkan otot dasar panggul dan di sekitar vagina. Selain itu, tak ada salahnya untuk menggunakan bantuan pelumas seks jika Anda ingin mencoba kembali berhubungan intim setelah melahirkan.

4. Perut masih besar

Banyak wanita yang berharap bahwa setelah melahirkan perut mereka akan kembali ke ukuran normalnya dengan segera. Padahal, dibutuhkan sekitar 6-8 minggu sebelum rahim menyusut kembali ke ukurannya sebelum hamil. Jadi sementara itu, perut Anda mungkin masih terlihat seperti hamil sekitar enam bulan.

Terlebih lagi, dibutuhkan waktu hingga satu tahun atau lebih untuk menurunkan berat badan hamil Anda. Plus Anda mungkin masih harus berurusan dengan stretch mark, bekas luka, ukuran kaki lebih besar, payudara kendur, bahkan rambut rontok.

Cobalah untuk tidak memikirkan perubahan tubuh yang Anda alami saat ini. Stres memikirkan citra tubuh yang buruk membunuh mood untuk bercinta. Rawat diri Anda sebaik mungkin dan manjakan diri Anda dengan cinta dan kasih sayang sementara Anda memulihkan tubuh. Kagumi setiap pencapaian yang dialami oleh tubuh Anda: Anda membawa bayi dalam perut selama sembilan bulan, dan berhasil membawanya ke dunia sendirian. Anak Anda ada di dunia berkat semua perjuangan Anda. Dan apa yang lebih cantik, kuat, dan sensual daripada menjadi seorang ibu?

5. ASI mungkin bocor ketika orgasme

Orgasme melepaskan oksitosin, hormon pemicu keluarnya ASI alias letdown reflex. Ini sebabnya ASI Anda mungkin bocor (bahkan muncrat) ketika Anda dan pasangan berhubungan intim setelah melahirkan. Meski ini bisa memalukan bagi Anda, tapi yakinlah bahwa situasi ASI bocor saat orgasme bukan hal yang mustahil untuk terjadi bahkan pada perempuan yang belum pernah melahirkan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Impotensi atau impoten adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi optimal saat berhubungan seks. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi impotensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit