Berbagai Penyebab Bayi Lahir Dalam Keadaan Meninggal (Stillbirth)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/08/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika bayi yang mati sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu, ini disebut dengan keguguran. Sedangkan pada bayi yang mati di usia kehamilan lebih dari 20 minggu, hal ini dinamakan dengan bayi lahir mati atau stillbirth. Terkadang, banyak orang menganggap bahwa keguguran adalah semua kematian bayi sebelum ia lahir ke dunia, padahal berbeda tergantung dari usia kehamilan ibu saat bayi dikatakan meninggal.

Bayi lahir mati dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kondisi ibu, janin, dan juga plasenta. Kecukupan gizi ibu selama hamil juga dapat mempengaruhi risiko bayi mengalami lahir mati. Oleh karena itu, diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda sebagai ibu hamil dapat lebih memperhatikan kondisi Anda dan janin dalam kandungan.

Apa saja penyebab bayi lahir mati?

Satu dari 200 kehamilan dapat mengalami kematian sebelum bayi lahir pada usia kandungan lebih dari 20 minggu. Tidak jauh berbeda dengan penyebab dari keguguran, bayi lahir mati juga bisa disebabkan oleh kondisi ibu maupun janin.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi lahir mati adalah:

1. Cacat lahir, dengan atau tanpa kelainan kromosom

Kelainan kromosom bertanggung jawab sebesar 15-20% dari semua kejadian bayi lahir mati. Terkadang, bayi mempunyai kelainan struktural yang tidak disebabkan oleh kelainan kromosom, tetapi disebabkan oleh genetik, lingkungan, dan penyebab yang tidak diketahui.

2. Masalah dengan tali pusar

Saat persalinan, bisa saja terjadi tali pusar bayi yang keluar lebih dulu sebelum bayi keluar (prolaps tali pusar), sehingga menghalangi pasokan oksigen bayi sebelum bayi mampu bernapas sendiri. Tali pusar juga dapat terlilit di leher bayi sebelum persalinan, sehingga mengganggu pernapasan bayi. Dua kejadian yang melibatkan tali pusar ini dapat menyebabkan bayi lahir mati. Namun, kejadian ini jarang menjadi penyebab utama dari bayi lahir mati.

3. Masalah pada plasenta

Masalah pada plasenta menyebabkan sekitar 24% dari bayi lahir mati. Masalah pada plasenta ini mencakup pembekuan darah, peradangan, masalah dengan pembuluh darah di plasenta, abrupsio plasenta (di mana plasenta memisah terlalu dini dari dinding rahim padahal belum waktunya), dan kondisi lainnya yang berkaitan dengan plasenta. Wanita yang merokok selama kehamilan lebih mungkin untuk mengalami abrupsio plasenta dibandingkan wanita yang tidak merokok.

4. Kondisi kesehatan ibu

Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, preeklampsia, lupus (gangguan autoimun), obesitas, trauma atau kecelakaan, trombofilia (kondisi kelainan pembekuan darah), dan penyakit tiroid. Tekanan darah tinggi atau preeklampsia saat hamil meningkatkan risiko abruptio plasenta atau bayi lahir mati dua kali lebih besar.

5. Intrauterine growth restriction (IUGR)

IUGR membuat janin memiliki risiko tinggi kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi ini kemudian membuat pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Pertumbuhan dan perkembangan janin yang berjalan sangat lambat dapat menempatkan janin pada risiko lahir mati. Bayi yang kecil atau tidak tumbuh sesuai dengan usianya berisiko mengalami kematian karena asfiksia atau kekurangan oksigen sebelum atau selama kelahiran.

6. Infeksi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi ibu, bayi, atau plasenta

Sekitar 1 dari 10 kejadian bayi lahir mati disebabkan oleh infeksi. Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan bayi lahir mati adalah sitomegalovirus, rubella, infeksi saluran kencing dan saluran kelamin (seperti herpes genital), listeriosis (akibat keracunan makanan), sifilis, dan toksoplasmosis. Beberapa infeksi ini mungkin tidak menunjukkan gejala dan mungkin juga tidak terdiagnosis sebelum ibu mengalami kondisi yang lebih serius, seperti kelahiran prematur atau bayi lahir mati.

Apa saja yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati?

Sama seperti keguguran, bayi lahir mati tentu bukan kejadian yang diinginkan oleh semua ibu hamil. Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat membuat Anda memiliki risiko bayi lahir mati lebih tinggi. Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat mencegah atau mengurangi risiko Anda untuk mengalami kejadian bayi lahir mati.

1. Pernah mengalami kejadian bayi lahir mati sebelumnya

Dengan pernah mempunyai pengalaman seperti itu, diharapkan Anda lebih memperhatikan kehamilan Anda selanjutnya. Penuhi kebutuhan nutrisi Anda dan janin, serta lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mengetahui perkembangan dan kondisi kehamilan Anda. Riwayat kelahiran prematur atau preeklampsia juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati.

2. Kehamilan kembar atau lebih

Kehamilan kembar mungkin menyenangkan, namun jangan lupa untuk juga lebih memperhatikan kehamilan kembar Anda. Komplikasi yang dapat terjadi pada kehamilan kembar lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan tunggal, termasuk juga kejadian bayi lahir mati yang lebih tinggi.

3. Usia saat hamil

Usia saat kehamilan yang terlalu muda (di bawah 15 tahun) maupun usia saat kehamilan yang lebih tua (di atas 35 tahun) menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi terhadap kejadian bayi lahir mati. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan kehamilan Anda.

4. Obesitas

Penting bagi Anda untuk menjadi berat badan sebelum maupun selama kehamilan. Berat badan yang sangat kurang maupun yang sangat berlebih (obesitas) dapat meningkatkan risiko kejadian yang tidak diinginkan, seperti bayi lahir mati ini. Sebaiknya perhatikan berapa penambahan berat badan yang harus Anda penuhi selama kehamilan, sesuaikan dengan berat badan Anda sebelum hamil.

5. Merokok, minum alkohol, dan obat-obatan

Ketiga hal ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami bayi lahir mati. Jauhi ketiga hal ini saat kehamilan. Jika Anda membutuhkan konsumsi obat-obatan saat kehamilan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran? Ini Hal yang Harus Diketahui!

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit