Posisi Bayi di Dalam Kandungan: Mana yang Paling Ideal untuk Persalinan dan Berisiko?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Posisi bayi dalam kandungan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan menjelang hari-H persalinan Anda. Hal ini dikarenakan posisi bayi dalam kandungan akan memungkinkan dokter mengetahui apakah Anda dapat melahirkan normal atau harus melalui operasi caesar.

Bagaimana posisi bayi yang paling ideal di dalam kandungan?

Selama masa kehamilan, posisi bayi di dalam kandungan biasanya akan bergerak berputar ke berbagai arah yang berbeda. Baru menjelang hari kelahiran atau di minggu terakhir kehamilan, bayi di dalam kandungan mulai menempatkan pada posisi yang terbaik agar mudah keluar nantinya dari dalam kandungan.

Pada umumnya, dokter akan memberikan Anda lampu hijau untuk melahirkan normal jika posisi kepala bayi dalam kandungan ada di bawah. Idealnya, posisi kepala bayi berada dekat dengan jalur lahir alias panggul ibu dan dagu menempel di dadanya.

Posisi bayi seperti ini di dalam kandungan disebut sebagai cephalic presentation yang memungkinkan bayi untuk keluar dengan posisi kepala terlebih dahulu. Setelah kepala berhasil dikeluarkan, proses lahirnya bayi dilanjutkan dengan keluarnya tubuh, tangan, hingga kakinya.

Selain memudahkan proses melahirkan, posisi bayi di dalam kandungan ini sekaligus dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi persalinan.

Posisi anterior (anterior position)

Agar proses melahirkan normal atau melalui vagina berjalan dengan mulus dan lancar, bayi di dalam kandungan seharusnya berada pada posisi anterior.

Posisi anterior adalah salah satu posisi ideal bayi di dalam kandungan sebelum melahirkan. Posisi anterior juga dikenal dengan nama vertexcephalic, dan occiput anterior.

Posisi anterior bisa dibilang sebagai posisi terbaik untuk bayi sebelum kelahiran. Kebanyakan bayi di dalam kandungan akan berubah ke posisi anterior sebelum persalinan dimulai.

Sebagai gambaran, bayi dikatakan berada pada posisi anterior saat kepalanya telah turun ke area panggul ibu dan menghadap ke bagian belakang atau punggung ibu.

Dengan kata lain artinya, bagian punggung bayi yang akan bersinggungan dengan perut ibu. Jika posisi bayi terletak agak sedikit ke kiri, dokter kandungan atau bidan akan menggambarkannya sebagai oksiput kiri anterior (left occiput anterior).

Sementara apabila bayi yang berada pada posisi anterior ini cenderung agak ke kanan, disebut dengan oksiput kanan anterior (left occiput anterior).

Posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal

Terkadang, bayi di dalam kandungan tidak selalu berada di posisi yang ideal untuk dilahirkan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Bentuk panggul ibu
  • Bentuk kepala bayi
  • Kemampuan kepala bayi untuk menyesuaikan bentuknya dengan panggul ibu
  • Kemampuan otot-otot dasar panggul ibu untuk berkontraksi dan berelaksasi saat proses melahirkan.

Lagi-lagi, seperti yang telah dijelaskan di awal, bayi di dalam kandungan seharusnya sudah mulai berubah ke posisi ideal untuk melahirkan normal mendekati hari-H persalinan.

Jika posisi bayi di dalam kandungan tidak kunjung berubah, dokter akan mencari cara lain agar ibu tetap bisa melahirkan normal.

Dalam beberapa kondisi tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan dengan metode normal, dokter juga dapat menyarankan ibu untuk menjalani persalinan caesar.

Berikut beragam posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal untuk melahirkan normal:

1. Posisi posterior (posterior position)

Berkebalikan dari posisi anterior di mana bayi menghadap ke bagian punggung ibu, posisi posterior tidaklah seperti itu. Melansir dari Cleveland Clinic, posisi posterior adalah posisi saat bayi di dalam kandungan menghadap bagian perut ibu.

Artinya, posisi punggung bayi di dalam kandungan bersandar pada bagian punggung ibu dengan posisi kepalanya mengarah ke bawah. Itulah mengapa posisi posterior disebut juga dengan nama posisi back-to-back.

Ketika bayi di dalam kandungan berada pada posisi ini, akan cukup sulit baginya untuk mengusahakan agar kepalanya dapat melewati bagian panggul ibu. Alhasil, waktu persalinan bisa menjadi lebih lama ketimbang seharusnya.

Bahkan, Anda juga dapat mengalami nyeri punggung saat bayi di dalam kandungan berada di posisi posterior. Biasanya, bayi di dalam kandungan bisa berada pada posisi posterior apabila ibu sering menghabiskan waktu untuk duduk atau berbaring terlalu lama.

Dalam kasus lain, ukuran panggul ibu yang cenderung sempit juga akan menempatkan bayi pada posisi posterior di dalam kandungan sehingga menyulitkan proses melahirkan.

Meski posisi ini biasanya menyebabkan masalah dalam persalinan, pada kebanyakan kasus tidak diperlukan intervensi khusus selama proses melahirkan bayi.

Namun, dokter mungkin akan membantu Anda dengan menggunakan alat forceps atau memutar posisi bayi secara manual apabila proses persalinan mengalami hambatan.

Jika hambatan masih terjadi walau sudah dibantu, pilihan selanjutnya mungkin diperlukan operasi caesar untuk melahirkan bayi.

2. Posisi brow or face

Pada posisi brow or face, bagian alis bayi merupakan bagian yang pertama kali memasuki jalan lahir dengan kepala serta leher yang mendongak.

Padahal normalnya, posisi kepala bayi di dalam kandungan seharusnya meringkuk dengan dagu menempel ke bagian dada. Dibandingkan dengan posisi posterior, posisi brow or face pada bayi di dalam kandungan ini cenderung lebih jarang terjadi.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan posisi brow or face adalah sebagai berikut:

Sebagian besar posisi brow or face dapat berubah menjadi posisi posterior sebelum Anda benar-benar melahirkan. Ketika persalinan masih dapat berlanjut sampai ke tahap tersebut, dokter biasanya masih akan mengusahakan persalinan normal.

Sebaliknya, jika proses persalinan dirasa mengalami hambatan, mau tidak mau operasi caesar sebaiknya dilakukan.

3. Posisi melintang (transverse)

Sesuai namanya, posisi melintang adalah posisi ketika bayi di dalam kandungan berbaring horizontal alias tegak lurus dengan jalan lahir.

Membayangkan posisi bayi melintang di dalam kandungan saja sudah bisa dipastikan bayi akan sulit dilahirkan secara normal karena sulit melewati jalan lahir.

Jika tetap dipaksakan, melahirkan normal dengan posisi bayi melintang berisiko menyebabkan jalan lahir robek, bahkan prolaps tali pusat. Kondisi ini tentu dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.

Posisi bayi melintang di dalam kandungan selama kehamilan hingga sebelum persalinan belum dianggap membahayakan karena posisi bayi bisa berubah kapan saja.

Akan tetapi, jika posisi bayi melintang di dalam kandungan terus bertahan hingga detik-detik menuju persalinan, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi caesar.

4. Posisi sungsang

Posisi sungsang adalah posisi ketika bagian bokong bayi di dalam kandungan menghadap ke jalan lahir. Artinya, posisi sungang ini berkebalikan dengan posisi normal seharusnya di mana bagian kepala bayi di dalam kandungan berada di jalan lahir.

Menurut American Pregnancy Association, posisi sungsang bisa terjadi dalam 1 dari 25 kehamilan. Ada tiga jenis posisi bayi sungsang di dalam kandungan, yakni:

  • Frank breech, saat kedua kaki bayi berada di atas atau tepat di depan wajahnya.
  • Complete breech, saat lutut dan kaki bayi menekuk seolah sedang berjongkok.
  • Incomplete breech, saat salah satu kaki bayi berada di atas sementara sebelah kakinya lagi menekuk ke bawah.

Sementara itu, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya posisi bayi sungsang di dalam kandungan, yaitu:

Salah satu risiko dari posisi bayi sungsang di dalam kandungan adalah tali pusat dapat melilit leher bayi. Kadang, posisi bayi sungsang di dalam kandungan masih dapat berputar ke posisi normal, yaitu lahir dengan kepala keluar terlebih dulu.

Akan tetapi, jika dokter menganggap persalinan akan berisiko saat dilakukan secara normal, Anda harus bersiap untuk menjalani operasi caesar.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 1, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca